
...🌵...
...Perfeck.....
Setelah mendapatkan repetan tadi pagi membut mood nya Lala kebawa ke sekolah dengan muka lesu nya.
"La.. ntar pulang nonton yuk! ada yang lagi tren lo!" Ucap Mely sambil meletakkan soto pesanan Lala di depannya.
"Sekalian gue juga mau beli kue!" Ucap May ikut menyetujui ajakan Mely barusan.
"Gue gak bisa deh," Ucap Lala sambil mengaduk aduk soto didepanya.
"Ayo dong, lagian minggu kemarin gara lo gak ada, kita gak jadi!" Rengek Mely tepat seperti anak kecil yang meminta mainan.
"Gue lagi badmood, gara kena ceramah mami dedeh tadi pagi." jelas Lala dengan matanya yang masih terlihat lurus kedepan.
"Emang lo di ceramahin apaan emang?" tanya May gantian. Lala menarik nafas lamas.
"Gue ke kamar mandi dulu ya!" Pamit Lala yang memeng sengaja mengelak kan pertanyaan dari May.
"Tuh kan, ngelak." Ucap May sebal
"Kok gue malah selera sama sotonya Lala ya di banding bakso gue?" tanya Mely denga mata yang pokus ke soto Lala.
"Lo pengen?" tanya May di iringi dengan berdiri dari duduknya.
"Makasih, lo emang baik!" Ucap Mely dengan muka bahagia.
"Untuk apa?" tanya May yang kini sedang mengikat tali sepatu nya yang lepas kemudian kembali duduk dan memakan gorengan di depannya.
"lo gak jadi beliin soto gue?" tanya Mely dengan muka menahan kesal.
"Soto? sejak kapan gue bilang mau beliin soto untuk lo?" tanya May balik.
"Teman laknut!" Ucap Mely dan mengambil soto milik Lala di depannya.
"Eh.. itukan punya Lala!" Proses May ke Mely.
"Punya Lala juga punya gue, kan kita teman!" Jawab Mely dengan santai. dan terjadi lah perdebatan kecil karena soto milik Lala.
Sedang Lala sebenar nya ia tak kekamar mandi melainkan menuju kelasnya.
"Kenapa gue aja sih yang tertekan jadinya, ini semua kan ulahnya Rey kok malah gue yang jadi sasaran." Omel Lala dengan kedua tangannya yang seakan sedang memukul mukul orang di depannya padalah ia memukul udara.
"Cantik.. sih, tapi kok gue liat anah ya," ucap seorang cowok yang sedari tadi melihat ke arah Lala.
__ADS_1
"Gue sih gak peduli, mau dia aneh gimana pun tetap mata gue gak akan beralih ke cewek manapun, "ucap satunya lagi.
"Dari luar aja cantik, apalagi dari dalam!" saut seorang cowok yang baru saja tiba.
"Nyeres otak lo!" Ucap dua orang yang tadi secara bersamaan. Lala yang samar samar mendengar senior cowok di depan kelas itu langsung menghentikan langkah nya.
"Pengin gue tonjok tuh cangkem nya, baru diam!" ucap Lala memandang sekilas tiga cowok tadi dangan wajah masam nya.
"Nyurangi energi gue aja!" Ucap Lala setelah berhasil lolos dari tatapan mata liar para cowok tadi.
"Ternyata lo sekolah di sini juga!" ucap seorang cowok dengan jaket kulit yang menempel di badannya.
Lala melihat orang di sekitar nya, "Gue?" tanya Lala dengan menujuk dirinya dengan jari jempol.
"Iya," Ucapnya singkat. wajah yang tampan, dengan senyum manis di bibir nya di tambah adanya gigi gisul apalagi dengan wajah nya yang tampak mulus di tambah gaya rambutnya menyerupai oppa korea. apalagi dengan tinggi badan nya yang bisa di bilang seperti badan polisi. melihat cowok di depannya dapat di katakan ferpeck.
"Kenalin gue Yogi," ucapnya lagi dan bahkan menambahkan senyum nya semangkin melebar.
"Eh.. gue biasa di panggil Lala." Jawab Lala dengan mengulurkan tangannya. Di sini lah dua insan itu berada di sebuah teras dekat parkiran,
Lala terus terusan tertawa ketika mengobrol dengan Yogi. ia termasuk cepat bergaul jika dengan cowok yang satu ini, biasanya Lala akan susah bahkan ia lebih baik diam dari pada menggapi para cowok yang caper di dekat nya.
"Pande ngelawak ya lo, tau gini dah gue cari lo biar gue tiap hari ketawa terus." Jawab Lala yang kini sedang mengelap air matanya yang keluar akibat terlalu seru akan cerita Yogi.
Yogi mencerita masa kecilnya yang elergi jika bersentuhan dengan bulu ayam.
Tak terasa bel masuk pun tiba, Mereka kembali menuju kelas masing masing, namun Yogi kembali membalik badannya dan mengejar Lala yang berjalan lain arah dengannya.
"Lala.. " Panggil nya. Lala menoleh dan menaik turun kan alis.
"Pita nomor ponsel lo dong!" Pintanya tanpa rasa ragu. tanpa menjawab Lala langsung memberikan ponsel nya ke Yogi.
"Udah?" tanya Lala merasa cepat sekali. "Udah!" jawabnya cepat.
"Gue ke kelas dulu ntar malam gue lanjut lagi ceritanya." Ucapnya dan meninggalkan Lala. begitu juga dengan Lala ia meneruskan langkah nya ke arah kelas.
Mely dan May terus terusan memaksa Lala agar nonton, mereka juga sempat mencari keberadaan Lala karena khawatir waktu istirahat tadi karena gak balik balik dari kamar mandi.
Akhirnya lala pasrah akan kekangan kedua temannya. Kini meraka memutuskan untuk menemani May membeli kue terlebih dahulu baru akan nonton.
•
Di sisi lain, Rey yang baru saja mengantarkan Sabrina pulang langsung otw ke rumah Ella. tadi Kakak Ella sempat menelpon nya agar segera ke rumah nya, tak lupa kakak Ella memesan agar Rey membeli pil tidur untuk Ella, gadis itu selalu memakan obat tidur karana ia merasa sulit untuk tidur.
Sesampainya di pagar rumah milik Ella, Rey langsung di sambut ramah oleh kakak nya Ella.
__ADS_1
"Maaf ya dek, jadi nyusahin lo!" Ucapnya saat sudah membuka kan pintu kamarnya Ella berada. Di lihat nya wajah yang pucat itu di sertai dengan tubuh yang lemas di atas kasur.
"Gimana? ada perubahan?" tanya Rey pada kakak Ella.
"Lumayam lah dek, biasanya masih sering muntah muntah, tapi dua hari ini udah gak lagi.
" Jelas Kakak Ella lagi. "dek.. ada Rey!" ucap kakak Ella dan duduk di sisi kasur.
Ella mencoba duduk di atas kasur dengan bersandar di kepala tempat tidur.
"Gue bawain makanan kesukaan lo, jangan lupa dimakan!" Peringat Rey pada Ella di depannya.
"Sory, ya Rey. gara gue lo jadi repot!" Ucap Ella masih dengan mata sayup nya dan bibir nya yang terlihat kering, namun masih terlihat ping muda.
"Gue udah anggap lo sebagai adik gue!" Jelas Rey sambil mengelus puncak kepala Ella lembut.
"bahkan melebihi adek lo!" Ucap Ella lagi, Rey tertawa saat melihat wajah pucat nya sedikit memerah karena tawa yang dari tadi terus keluar dari mulutnya. Sampai senja pun tiba, Rey berjalan menuju keluar kamar Ella karena ia sudah berhasil menidurkan Ella tanpa harus menggunakan obat.
"Makasih dek!" Ucap Kakak Ella sekali lagi, ia senang karena adiknya itu banyak tertawa jika bersama dengan Rey, apalagi jika Rey ada adiknya bisa terhindar dari obat tidur.
Mami Roni yang baru saja pulang dari kerja, langsung menuju kamarnya. namun langkah kaki nya terhenti saat medengar suara tawa anak semata wayang nya, siapa lagi kalau bukan Lala.
^^^"Lo emang lucu ya," Ucap Lala sambil terus memasukkan keripik pisang ke mulutnya.^^^
"Lebih lucu lagi, kalo yang main itu gue!"
Ucapnya yang mampu membuat Lala tersenyum lebar. Saat ini Lala menjadi pendengar setia setiap masa kecil Yogi. bahkan Lala sendiri aja sampe gak habis pikir jika berteman dengan Yogi bisa secepatnya ini padahal baru aja tadi siang kenalan udah banyak yang ia tau tentang Yogi. sedang dirinya ia masih sedikit penutup.
"Sayang, asyik banget kayaknya!" Ucap Mami Roni mendatangi anak nya sebentar.
"Jangan lupa makan, udah Mami panasin soto kesukaan kamu di meja." Ucap Mami Roni dan pergi setelah mengatakan itu. Di sebrang sana Yogi yang mendengar percakapan antara Lala dan seorang wanita tersenyum kecil karena perhatian dari lawan Lala barusan.
"Ambilin gue minum!" Ucap Rey yang kini sudah duduk di samping Lala.
"Enak aja, emang lo kira gue pembantu apa?" Ucap Lala dan sedikit menggeser duduk nya agar menjauhi Rey.
"Lo abis dari mana sih! bau banget?" tanya Lala yang mulai merasa bau di dekat Rey, dengan tangannya yang setia menutup hidung nya.
"Sok gak suka lo, bisanya juga baju kotor gue, lo cium cium!" Jelas Rey di samping Lala.
"Emang lo kira gue suka nyium baju kotor lo gitu?" tanya Lala tak terima atas penuturan Rey barusan.
"Ya elah La.. lo kalo mau nyium sini biar gue peluk, gak usah pake bilang bau bau, gini gini banyak loh yang suka!" Jelas Rey dengan muka di tampan tampan kan.
"Sono suruh cewek lo aja, yang nyium badan gemulai lo, gue rasa cukup dia aja yang suka.
__ADS_1
Tanpa Lala sadari percakapan antara Rey dan Lala terdengar oleh Yogi di sebrang sana, Lala lupa jika ia masih melakukan sambungan telepon dari Yogi.