My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab5-pengen aja!


__ADS_3

...🌵...


...Pengen Aja.....


Bel istirahat pun tiba.Lala berjalan mendahului kedua temannya yang masih sibuk dengan buku di meja mereka.


"Ih main tinggal tinggal aja sih, si Lala," Kesal Mely yang berjalan mendahului May yang masih mencari sesuatu di dalam tas miliknya.


"Lo juga gak ada beda!" Ucap May yang yang berpatok ke Mely, lalu menyusul kedua temannya yang meninggal kan nya. "Lala pelan dong jalannya. kaki gue kan pendek," rengek Mely yang berkomentar kepada Lala.


"Salain kaki lo, kenapa pendek," Jawab Lala masih dengan langkah cepatnya ples nada cueknya. "Makanya minum susu sapi jangan susu lembu!" Komentar May yang sengaja ingin memanasi Mely sambil berlari mengejar Lala.


"Hahaha.. yang ada gue gendut kaya lo," Jawab Mely sambil mencucuk perut May dari samping. May berhenti dan meratap Mely lekat. "mending. dari pada pendek, item, kurus, bau letek lagi." Hina May lalu berlari menuju kantin dengan tawa yang menggema di telinga Mely dan Lala.


"A*jir lo, gue gak seburik itu. Ucap Mely gak terima atas penuturan May barusan.


"Lo manipulasi data gue itu namanya!" Kesalnya.


"Sialan lo dua, orang sakit gigi, lo dua malah ribut gak karuan." Sebal Lala dan memutar langkahnya menuju mobil. "Mending gue tidur di mobil, dari pada menahan sakit di gigi yang tambah sakit kalo ke kantin." Ucap Lala masih dengan memegai pipi nya.


"Sial," Umpatnya kesal. gimana gak kesal niatnya mau tidur di mobil malah di panggil sama buk hajah. Di sini lah Lala sekarang, berada di kantin karena membeli gorengan suruhan buk Hajah.


Ia pikir ia akan mengerjakan tugas atau apalah yang terpenting gak berurusan dengan orang banyak, tapi apa piling nya salah, ia malah kembali ke kantin lagi.


"La, tumben lo beli gorengan," Ucap Mely yang juga mengantri mengambil pesanan. "Bukan gue tapi Buk Hajah, mimon lo," jawab Lala dengan tatapan malas ke Mely.


Mely tertawa melihat ekspresi muka Lala yang tampak kesal. "Kenapa lo?" tanya Lala melihat Mely yang tertawa tanpa sebab menurutnya.


"Lucu aja liat muka lo, kalo lagi sebel. apalagi sebalnya karena Buk Hajah, eh ralat mimom gue" ucap Mely masih dengan tawa.


"Gue sebel bukan karana itu bege, tapi gigi gue!" jelas Lala dengan sedikit berbisik. "Oh. iya gue lupa kalo lo sakit gigi" Ucap Mely dengan nada sedikit meninggi saat melihat Ryan yang baru saja memasuki kantin.

__ADS_1


"Hai La' sapa Ryan yang tiba-tiba muncul di depan Mely. melihat adanya Ryan. Mely langsung pamit setelah mengambil pesanan ia sengaja menyisahkakan Lala yang Ryan agar banyak waktu berdua.


"Semangat La, ucap Mely sebelum benar benar pergi. "Rese lo!" kesal Lala saat melihat Mely pergi begitu saja.


"Eh.. ada apa?" tanya Lala dengan tatapan datar. "Pengen aja!" jawab Ryan masih dengan memandangi wajah Lala lekat.


Lala menakutkan sebelah alis bingung, "Pengen apaan?" tanya Lala bingung.


Ryan tertawa kecil melihat wajah Lala saat ini, "Pengen nyapa aja, dan mastiin lo baik baik aja!" Ucap Ryan dengan tatapan serius menatap Lala.


"Oh.." ucap Lala dan langsung ingin pergi. baru selangka kakinya ia putar balik. "Tunggu, maksudnya gue sakit gitu?" Tanya Lala masih bingung.


"Sakit gigi," ucap Ryan lagi. Lala menatap Ryan lekat dan sedikit mendekatkan wajahnya ke Ryan. "Lo kok tau?" ucapnya sedikit berbisik.


"Apa sih yang gue gak tau dari diri lo!" ucap Ryan dalam hati, saat Lala berjalan pergi meninggalkan nya, karena di cariin oleh Buk Hajah. Ryan memandangi kepergian Lala sampai tak terlihat sama sekali.


"Woi, melamun mulu lo," Ryan tersadar saat tangan Bagas mengusap wajah nya dengan kasar. "Tangan lo bekas apaan, basah muka gue jadinya." omel Ryan saat merasa tidak terima atas perilaku Bagas padanya.


"Bekas apaan ya gue lupa," tanpak Bagas yang sedang berpikir lalu terlintas di otaknya yang nakal. "Aduh darah muda tapi ingatan dah tua!" ucap Ryan sambil menoyor muka Bagas pelan.


"Ta*k lo bekas tai lo gak cuci tangan." ucap Ryan dan langsung pergi dengan mengelap wajah nya dengan bahu bajunya.


Bagas tertawa melihat muka kesal dari Ryan.


Lala yang baru saja mengantarkan gorengan ke Buk Hajah sedikit merasa lega. Ia berjalan menuju parkiran dengan, tak lupa ia mengambil pesanan makanan lewat onlain yang ia sempat pesan sebelum ke kantin tadi.


Langkah nya terhenti ketika melihat Rey dengan Sabrina yang berjalan mulai mendekat dengan nya, "Aduh, emang gak ada tempat apa ya, pake mesra mesraan segala, di depan umum lagi, terlebih di depan mata gue, ahh.. emang ya cocok deh mereka, sama sama gak punya malu." Ucap Lala dan melanjutkan jalanya.


Merasa gak terima atas kelakuan Sabrina tadi, Lala gak tinggal diam, ia membalik dan menabrak Sabrina tak kalah kuat, sampai membuat nya hampir saja jatuh.


"Sory, gue sengaja." ucap Lala, hal yang sama di lakukan oleh Sabrina tadi setelah melabraknya dan meninggalkan dua orang yang sudah jelas mentapnya dengan kesal.

__ADS_1


Merasa tak adil Rey mengajar Lala yang akan masuk ke dalam mobilnya. Mata Lala membulat ketika tanganya di genggam oleh Rey. Dengan langkah cepat Lala menepis tangan Rey kuat.


"Ini untuk yang terakhir buat lo, jangan pernah ganggu Ana lagi, kalo lo masih mau tenang." ucap Rey dan setelah nya pergi.


"Hahaha.. panggilan yang unik, Ana. haha.. Panggilan nya terlalu alim ya, gak sesuai dengan nyatanya!" Ucap Lala dan langsung memasuki mobil putih miliknya.


Kini Lala bukan lagi merasa tegang apalagi kaget. mungkin bisa di bilang kalo matanya bisa copot maka akan copot sekarang.


"Mesum lo." Jerit Lala dan menendang perut Rey yang menindihinya. Setelah nya Lala langsung menutup pintu nya dengan kuat dan langsung ia kunci, tanpa mengucap kan sepatah kara pun setelah hal yang di lakukan oleh Rey padanya. "Gila tuh pipet, menang banget dia, nyentuh gue." ucap Lala menggeleng mengingat kejadian barusan.


Setelan nya Lala mebenahi bajunya yang sedikit berantakan. Mengingat tadi, Lala menjadi malas makan, seketika moot makan nya hilang, seakan sudah di ambil oleh Rey.


"Awas lo, udah ambil kesempatan di saat ke susahkan." ucap Lala merutuki dirinya kesal.


Rey masih diam saat berhadapan dengan Ana, "Sayang apa yang terjadi sih, sampe lo kaya di sihir jadi batu gini?" tanya Sabrina dengan menepuk nepuk tangan nya di depan wajah Rey.


"Kelas yuk?" Ajak Rey dan mendahului sabrina yang terlihat bingung atas tindakan Rey barusan. Biasanya Rey akan selalu menggandeng tangannya saat akan pergi tapi ini membuat nya, menjadi curiga atas apa yang dilakukan oleh Lala sampai membuat kekasih nya menjadi cuek padanya.


Lala memilih berada di mobil sampai bel pulang tiba, kedua temannya juga ingin ikut dengan nya, untuk bolos tapi Lala menolak, ia lagi ingin sendiri. ia gunakan waktu ini untuk membuat konten you tube nya.


Bel pulang tiba


Kini Lala dan kedua sejolinya sudah berada di dalam mobil, seperti hari hari biasa, Lala dan kedua temannya itu, tak langsung pulang kerumah melainkan pergi shooping dulu, karena ajakan dari Mely.


Mely mengatakan akan mentraktir kedua temannya, hari ini. karena ia baru saja di transfer uang oleh papinya. dengan jumlah yang lebih besar dari bulan bulan sebelumnya.


"Beneran nih, tar lo rugi?" tanya May yang masih belum yakin atas perkataan Mely saat di dalam mobil tadi. "Lo kalo gak mau juga gak apa, malah guenya mangkin senang ya gak La?" tanya Mely ke Lala.


"Ya..!" ucap Lala pelan, setelah kurang lebih mencari baju di maal mereka sempatkan untuk menikmati makanan di cafe ini, cafe yang terletak di dekat perumahan Mely, "Enak ya Mel, jadi lo, mau apa aja di belian," Ucap May yang merasa sedikit iri dengan Mely.


Mely memandangi May dengan lekat, "Kebanyakan orang hanya melihat dari sisi luar nya aja, dan kadang juga mengatakan kata enak sebelum tau apa yang ada di dalamnya, manusia memang kebanyakan seperti ini melihat dari sisi luar, dan gak mau tau tentang sisi dalamnya, hidup gue emang terlihat senang tapi dari sisi kesenangan gue, banyak menyimpan seribu luka di dalamnya." ucap Mely dalam hati dengan pandangan yang masih lekat menatap May.

__ADS_1


"Lo lebih enak!" jelas Mely setelah puas melihat wajah May. "Gue? lebih enak? moga kedepanya sih pengen gitu, doa in aja ya, moga bener hidup gue bakal enak benaran!"Jawab May dengan nada sedikit mengada ada.


...Setelah baca, jangan luka kasih jejak ya, beri like, vote dan komentar, bagi yang menyukai karya ini. makasih...


__ADS_2