My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab12-Tamu tak diundang..


__ADS_3

...🌵...


...Tamu Tak di Undang.....


Lala terus merengut ketika baru saja mendapat kan, pesan dari sang Mami. "Sial, gak jadi main deh!" Ucap nya dengan langkah cepatnya.


"Woi, kok gue sama May di tinggalin sih!" ucap Mely dengan langkah cepatnya, yang mengejar Lala.


"Oh.. gue lupa." Ucap Lala dan membalik. Lala melihat orang di depannya dengan muka kesal.


"Ngapain tuh pipet, liatnya gak kedip gitu?" tanya Lala dan membalik ke arah belakangnya tapi tak ada siapa siapa. "Apa dia liat gue?" tanya Lala dan membalik.


Rey tersenyum simpul dengan alis yang terangkat setengah. "Kenapa? kaget ya liat gue?" tanya Rey dengan tatapan serius menatap Lala.


"Hahaha.. kaget! gue? gak lah," Jawabnya dengan nada kesal.


Rey mengambil ponsel nya di kantung. dan setelah nya ia menujukkan sebuah video yang berdurasi singkat itu. "Loo!" tunjuk Lala dengan tangannya yang menujuk muka Rey . Rey mengerutkan kening.


"Hapus gak?" Pinta Lala dengan tangan nya yang mencoba mengambil ponsel milik Rey. "Lo mau apa?" tanya Rey dengan senyum simpul nya.


"Gila nih orang. mestinya gue yang nanya mau dia apa, ini kok malah kebalik?" ucapnya mengerutu kesel dalam hati. Lala menghentikan tanganya yang mencoba mengambil ponsel Rey. Kini ia mendekati Rey dengan lebih dekat, dengan kedua tangannya yang terlipat di dada.


"Dengar ya, gue gak peduli lo mau apain vidio itu dan kenapa lo midioin gue!" Ujarnya tanpa ekspresi. "Tapi gue rasa lo naksir deh sama gue." ucap Lala dengan pdnya dan meninggalkan Rey begitu saja.


"Cih! terlalu percaya diri juga gak bagus. Make bilangin gue naksir lagi." Rey tertawa kecil atas perkataan Lala barusan.


"Emang. gue kan cantik, jadi wajar aja lah, cowok kebo kek lo, naksir ma gue tapi cara deketinnya gak ngotak ya!" Jawab Lala dan kini melanjutkan jalan nya kembali.


Mely yang melihat adanya Rey yang sedang bersama Lala menarik May untuk bersembunyi dan mendengar kan percakapan antara Lala dan Rey.


"Mereka ada hubungan apa sih?" tanya May yang melihat percakapan antara keduanya yang terlihat serius. "Gue juga gak tau, makanya gue ajak lo, untuk nguping!" Jelas Mely dengan muka yang sudah mengintip dari balik tembok.


"Melysa.. lo kayak maling deh, ngumpet ngumpet gitu. lagian kalo lo mau dengarin mereka ngomong in apa masa ia di sini?" Protes May dan kini berjalan di hadapan Mely. "Eh.. kok malah pergi ntar ketawan dong?" Jawab Mely dengan menarik tangannya May.


"Lo kalo mau nguping pake logika deh, masa ia jarak kita sama mereka aja jauh, sedang lo mau nguping sejauh ini, mana dengar Mely." Sebal May lagi.

__ADS_1


"Puk..


"Pendengaran gue masih normal, lagian gue dengar jelas lo, yang mereka omongin." Jawab Mely dengan muka yang masih saja melihat interaksi antara Lala dan Rey.


"Ah. bodo amat, mending gue nungguin di mobil." Ucap May dan kini sudah berjalan. Sedang Mely mendesis geram. "Gara-gara lo nih. meraka dah bubar." Omelnya dan kini mendekati May


"Eh.. Lala.. lala.." jerit Mely yang menjeriti Lala karena belum juga ditanya udah main pergi pergi aja.


"Mel.. liat deh." ucap May yang kini memberikan ponsel nya ke tangan Mely. "Kok lo baru bilang?" tanya nya kesal. "Karana gue baru buka." Jawab May dan kini sudah masuk ke dalam mobil jemputan Mely.


Lala menancap kan gasnya dengan kecepatan tinggi. "Sial, banyak banget aib gue sama dia." ucap Lala dengan menggigit jari jempol nya. "Awas aja, gue juga bisa ngimpulin aib lo, liat aja." Ucap Lala dengan senyum miring nya.


Mobilnya berhenti di depan pagar rumahnya. "Setelah membuka pagar ia pun kembali masuk ke dalam mobil dan memarkirkan mobilnya di tempat biasa. "Kok sepi?" tanya nya saat sudah memasuki ruangan keluarga.


"Mami.. Mami.." Panggil nya dengan muka yang sedang mencari keberadaan Maminya.


"Sayang. bantuin mami masak dong di dapur. Panggil sang Mami dari arah dapur. Tampak helaan nafas dari Lala, ia pun melempar ponsel dan tas sekolah nya asal ke atas sofa.


"Eh.. gila lo la.. kok malah lo lempar asal." ucapnya saat menyadari ponsel nya jatuh ke lantai. "Cup.. cup.." Lala mengambil ponsel nya dan melihat ponsel nya yang terbalik dengan sebelah mata.


"Hebat juga ya, gak pecah lagi." ucapnya kagum atas ponsel miliknya.


"Apa sayang yang pecah?" tanya Mami Roni dengan membawa sutil di tangan nya. "G_gak ada kok Mi.. cuma ponsel Lala, jatuh tadi?" jawab Lala dengan santuinya.


"Oh.. jadi ponsel nya pecah, masih bisa hidup lagi gak?" tanya Mami dengan merampas ponsel di tangannya Lala. Setelah puas memeriksa Mami Roni berlari ke dapur karna mencium aroma tak sedap yang berasal dari dapur.


"Otw.. gosong tuh makanan." Ucap Lala dan tertawa ketika mengingat kejadian ia masuk seminggu lalu dengan May dan Mely.


"kesukaan Mely," ucapnya dan menyusul ke arah dapur.


"Emang tamunya siapa sih Mi?" tanya Lala ketika selesai mengangkati makanan ke atas meja. "Ada deh yang pasti spesial deh. udah sana masuk kamar bersihkan badan sana, liat tuh baju kamu, kotor kali." ucap Mami Roni. dan di angguki kecil oleh Lala.


"Oke.. Mami ku sayang. jangan merepet mulu, lagian kan yang nyuruh Lala langsung ke dapur kan Mami!" Jelas Lala dan berjalan menuju tangga. "dengan langkah yang sedikit lambat, ia bersiul dengan muka senang, dari mulut Lala di setiap langkah nya menaiki anak tangga.


"Aduh, meles banget gue mandi!" Ucapnya saat baru saja melihat isi pesan dari ponsel nya.

__ADS_1


"Aaah.. mau apa sih?" tanyanya dengan kesal, ini gak bisa di biarin, gue mesti cari cara. Lala memutar mutar di depan kamar mandi sambil menggigit jari jempol nya. Lala menghentikan gerakkan kaki dan juga tangannya. Di liatnya jam di tangannya.


" Apa gue yang kelamaan, atau waktu nya yang kecepatan?" tanya nya dan berjalan ke atas nakas, setelah meletakkan ponsel ia pun menyambar handuk dan langsung masuk kamar mandi.


Tah kenapa ia juga merasa ingin cepat cepat selesai mandi, ''Bruk.. gue kenapa?" tanya nya saat sudah memejamkan mata. "Gak boleh tidur, lo pake baju dulu la!" Pringatnya pada dirinya sendiri.


Setelah selesai ia kembali menghempaskan tubuh nya di atas kasur, dengan mengambil ponsel di atas nakas. "Kok si Mely jadi aneh gini sih?" Tanyanya adi iringi tawa.


"Kebanyakan orang kalo nyuping pasti diam diam, lah ini malah ngadu ke orang yang di kupingin," Ucapnya di iringi tawa. setelah mengatakan bahwa tak ada apa apa antara dirinya dan Rey di sekolah tadi. dan ia hanya bilang hanya perdebatan kecil kedua sahabatnya pun tak lagi menginterogasi dirinya.


Lala langsung bangkit dari kasur saat mendengar suara klakson mobil dari arah depan rumah nya. Lala mengintip siapa yang datang.


"Om El," Ucapnya senang, namun kesenangan nya di lilit ketika melihat pintu satu lagi terbuka "Reyy!" Ucapnya dengan sedikit berteriak.


"Jangan jangan.. ishh.. kenapa harus dia sih tamunya?" tanya Lala dan menendang dinding jendela di depannya. "Aauu.." Lala langsung kesakitan ketika baru saja menendang kakinya.


"Tamu tak diundang!" ucapnya kesal.


"Oke La. lo harus bisa hadapi pipet di hadapan lo, tunjukkan dirilo yang sesungguhnya!" Ucapnya sambil mengepal kan kedua tangannya.


"Kok ngeba*ot sih lo!" ucapnya pada diri nya sendiri.


"Lo gak mesti cantik cantik di depan dia. tapi lo harus bisa lawan dia dengan cara lo sendiri!" Setelah mengatakan tadi, Lala mengganti pakaian nya dan langsung keluar pintu, dengan gaya seadanya, seakan bukan siapa siapa yang datang. kaos oblong dan celana jean hitam. dengan rambut yang di kucir asal.


Di lihat nya meja makan baru saja di duduki oleh dua orang pendatang barusan, "Bentar ya, aku ke atas dulu, manggil putriku. Ucap Roni dan berniat ingin pergi tapi ia urungkan ketika melihat Lala yang sudah datang.


"Sayang, kok rambut kamu di ikat asal gitu?" Tanya Mami Roni saat melihat masih banyak rambutnya Lala yang tak terikat. Lala lebih persis seperti orang bangun dari tidur. Lala hanya menjawab dengan senyum simpul ke arah Mami nya. dan menyalami Om El seperti biasa nya.


"Sore Om!" Sapanya saat sudah mencium punggung tangan milik Om El.


"Gimana kabar nya?" tanya Om El balik.


"Sehat, tapi matanya gak sehat Om." Jawab Lala dengan matanya yang melirik ke arah Rey dengan tajam.


"Tau tatapan dari Lala, membuat Om El dan Mami Roni tertawa.

__ADS_1


"Itu biasa." Jawab Om El dan di balas senyum simpul dari Lala. Sedari tadi yang terdengar hanya percakapan antara Om El, Mami, serta Rey. sedang Lala sendiri ia sangat malas mengeluarkan suara, bahkan jika menjawab pertanyaan dari Om El, dan Mami hanya ia jawab dengan singkat.


__ADS_2