
...🌵...
...Makan Malam.. ...
Lala melempar kan sembarang tas sekolah miliknya. kini badanya ia hempas kan di atas kasur, seketika ia teringat kejadian tadi siang. "Sial," umpatnya dengan nada kesal.
"Awas lo, udah ngeganggu pikiran gue, gue bakal buat lo ngerasain. lo harus gantian memikirkan gue!" Jelas Lala dengan tatapan menerawang lurus ke depan.
"Ahhh.. "dengan malas Lala berjalan gontai menuju kamar mandi, "Up.. ampir aja meninggoy nih jam tangan, untung ada si manis yang ngigetin jadi gak jadi meninggoy, makasih manis," ucap Lala pada cermin di depan nya dengan seulas senyum.
Lala emang menyebut cermin manapun dengan sebutan manis, jika orang menggangap nya aneh, itu bagus. karena dia sendiri suka keanehan pada dirinya.
"Lo kok cantik sih La, kok gue sendiri baru sadar ya?" Lala membelai lembut kedua pipinya, yang sudah ia basuh dengan sabun cuci muka miliknya. "Lo curang nis, harusnya gak lo tutupi muka gue, yang cantik ini saat gue bercermin jadi gue gak sadar kan, dan baru sadar sekarang." Omel Lala sambil menunjuk nujuk kaca di depannya.
Lagi, Lala menjalani rutinitas selesai mandinya. Ia tidur di atas kasur sebelum memakai pakaian, jika kebanyakan orang merasa rusih akan hal seperti ini Lala malah suka seperti ini, ia suka angin yang masuk ke dalam tubuh nya saat selesai mandi.
Jika Lala menginap di rumah salah satu temannya. Ia juga tak pernah meninggalkan rutinitas ini, walau pun kedua tangannya sempat kesal dengan kebiasaan Lala, tapi Lala masih saja melakukan.
Mereka melarang Lala agar tidak terbiasa lagi, karena ia seorang perempuan, kesimpulan nya, jika ia sedang berlibur di salah satu tempat, dan Lala sengaja melakukan hal seperti itu, dan dengan lupanya Lala mengunci pintu kamar yang ia tempati, mungkin saja akan bahaya kan, apalagi jika seorang cowok tiba tiba masuk, dan melihat tubuh polos Lala begitu saja yang hanya di tutupi handuk kecil, bukankah hal bahaya itu.
Tapi menurut Lala itu hanya hal wajar, wajar saja ia melakukan nya, karena sudah terbiasa bukan.
"Sayang, cepat ganti baju. malam ini kita bakal makan malam di rumah Om El, jadi jangan terlalu lama." jelas sang Mami dengan suara yang terdengar berteriak namun juga berkesan pelan.
"Iya mi. Ini langsung pilih baju kok, jerit lala yang langsung bangkit dari rutinitas nya. "Hampir aja ketiduran, biasan lo La, lupa pakai baju dulu sebelum mau tidur, tapi syukur gak jadi tidur kan?"
Mulut Lala tersiul mengeluarkan lentunan lagu, ia memasuki mobil putih miliknya dengan tatapan gembira. untuk yang kedua kalinya ia datang ke rumah Om El, Dia bukan senang karena hal itu melainkan ia penasaran dengan putra Om El.
Putra yang selalu ia cerita kan, kepada dirinya.
"Senang banget nih Lala Mami keliatanya." ucap sang Mami yang melihat wajah Lala terus tersenyum diiringi dengan lentunan lagu yang keluar dari mulutnya.
"Iya, mi. kangen sama Om El." ucap Lala dengan sengaja berbohong. "Om El, atau anaknya Nih?" tanya Mami Roni dengan sengaja menaik turun kan alis.
"Kepo ya Mami, ucap Lala melirik Maminya sekilas dan pokus ke depan. sesuai arahan Mami Roni tadi, ia mengemudi mobil sampai di depan sebuah rumah yang bisa di bilang dua kali lipat lebih besar dari rumahnya.
"Beneran nih Mi, gak salah?" tanya Lala menyakinkan, karena seingatnya waktu itu, rumah Om El jauh berbeda dari rumah yang sekarang ada di depan mata nya.
__ADS_1
"Ayuk masuk, masih mau mandangin dari luar aja, gak penasan nih, ada apa aja di dalamnya?" Ucap Mami Roni dan langsung pergi setelah mengatakan itu.
"Huh.. Mami gak setia Mami, masa setia teman, curang." ucapnya saat melihat Maminya sedang berjalan mendekati Om El. Lala pun akhirnya menyusul.
"Malam Lala," Sapa Om El. "Malam juga Om" jawab Lala dengan senyum pormula nya.
"Ayuk langsung masuk aja," Om El memberi jalan untuk masuk. "Lala memandangi sekelilingnya dengan tatapan suka. "Bagus." ucapnya dalam hati.
"Sayang, bantuin Mami dong." pinta Mami yang jelas dari arah dapur. "Iya Mi." saut Lala dan berjalan mendekati dapur.
"Hahaha.. kamu bisa aja!" terdengar suara tawa sang Mami yang sedang mengobrol dengan seseorang. Saat Lala mulai memasuki dapur. terdengar jelas di telinga Lala. kalau baru saja orang tadi yang Lala bilang adalah teman mengobrol Maminya.
"Siapa Mi?" tanya Lala saat mencuci kedua tangannya. "Anaknya Om El. tu dia baru aja masuk kamar mandi." tunjuk Maminya dengan menggunakan mulut.
Lala merasa kurang cepat masuk ke dapur, ia sangat penasaran seperti apa anak dari Om El.
"Apa yang bisa Lala bantu Mi?" tanya Lala saat sudah berada di samping Maminya.
"Itu angkati, taruh di meja!" Tunjuk sang Mami mengarah ke meja. "Oke.. Ini juga?" tanya Lala saat melihat buah yang tersedia di meja.
"Iya, sayang!" Ucap sang mami dan langsung mengangkati makanannya ke meja makan.
"Ada, lagi bersih bersih di atas. satu lagi balik kampung," jelad sang Mami, dan di angguki oleh Lala.
Ceklek
Mata Lala mengarah ke arah kamar mandi yang baru saja terbuka. Mata nya pokus ke seorang cowok yang baru saja membuka kulkas lalu mengambil minuman kaleng dan meminumnya.
"Gak mungkin!" ucap Lala sambil menutup mulutnya gak percaya. "Sayang, ih kok malah bengong, sini cepatan bantuin Mami. Lala dengan cepat mengarah ke Mami yang baru saja memanggilnya.
Rey baru saja keluar dari kamar mandi, awalnya langkah nya ingin langsung ke meja makan, namun tiba-tiba ia merasa haus dan membalik menuju kulkas, seketika pandangan nya beralih kan. Cewek yang tampak gak asing di matanya, tapi ia masih bingung siapa cewek yang baru saja dilihat nya. "Mungkin anaknya Mami Roni kali." ucapnya tak mau mengambil bingung.
Lala menggigit bibir bawahnya saat Om El memanggil Rey yang di panggil dari arah belakang nya.
"Lama kali, dari mana?" tanya Om El, saat Rey baru saja duduk di depannya. "Ganti baju dulu Pi!" jawabnya.
"Lala," Panggil Om El. "Ah, iya Om." Pandangan Lala yang awalnya sedikit menghindar dari Rey kini dapat dengan jelas di lihat oleh Rey. "Kenalin ini anak Om, yang sering Om ceritain, gimana ganteng kan, kayak Om?" tanya Om El sekaligus memperkenalkan anaknya dengan gaya pd nya.
__ADS_1
Lala melirik Rey sekilas. lalu tersenyum tipis melihat Rey yang terus terusan melihat nya. "Ehem.. awas nyantol nanti hatinya ke anak Mami." Ucap Mami Roni saat melihat Rey yang terus terusan melihat Lala.
"Ini anak Mami?" tanya Rey. "Iya cantik kan," ucap Mami Roni sambil menyimpan rambut Lala yang menutupi wajah nya ke belakang telinga.
"Lumayan lah!" ucap Rey dengan masih menatap Lala dengan tatapan jijik menurut Lala.
"Uhuk.. minum Mi!" Pinta Lala kepada sang Mami. "Pelan pelan la, makan nya." ucap sang Mami, sambil memukul mukul bahu Lala pelan.
Lala menyengir melihat Rey yang masih saja menatapnya. "His.. enak banget dia liat muka gue yang cantik ini, rugi banget gue dandan apalagi pakai baju cantik. Sial" umpat Lala dalam hati dengan perasaan kesal dan apes.
Jika tau Rey adalah anak Om El, sampe kapan pun gue gak akan mau makan di sini. "Jangan kan makan, nginjak rumah nya aja ogah gue."
"Mau kemana?" tanya Mami Roni saat melihat Lala yang bangkit dari duduknya. "Mau ke depan Mi, mgambil ponsel," Jawab Lala sedikit cuek. "Temenin Rey, ya?" Pinta Om El.
"Eh.. gak us.. Bentar ya Pi, Mi." pamit Rey dan kini sudah berjalan mendekati Lala. Lala tak mau menunggu ia memilih berjalan lebih dahulu.
"Gue pikir anak nya Mami, itu mirip seperti ana." Ucap Rey yang kini sudah berada di depan mobil milik Lala.
"Hahaha.. pikiran lo terlalu tinggi, gue bukan cewek yang ada di otak kotor lo, yang seksi, cantik, dan manja. cukum cewek lo aja deh, jenis cewek begituan yang gue jumpain, gue pun ogah jadi begituan." Ucap Lala dari dalam mobil.
"Tapi lo cantik juga kok, gue jadi kebayang yang kejadian tadi siang waktu di parkiran. Ucap Rey dengan senyum miring nya. dengan pikiran yang tampak menerawang.
"A*jir lo," ucap Lala sambil mencubit perut Rey dengan kuat dan berlari meninggal kan Rey yang masih mengadu kesakitan.
"Simpanan di d*d* lo besar juga ya? bahkan sempat gue ras.." Lala membalik dan menutupi mulut Rey dengan tangannya.
"Itu kecelakaan, jangan lo anggap sebangai keberuntungan." Ucap Lala dengan memandangi Rey dengan tatapan kesal.
Rey menggigit tangan Lala yang menutupi mulutnya. "Sial." umpat Lala lagi. "Makasih, buat tangan lo yang manis itu." ucap Rey yang meninggalkan Lala dengan perasaan puas, mengerjai Lala.
Lala mencoba memejamkan makanya, tapi sama sekali tak bisa turut. "Oke. sepertinya gue harus begadang ini malam." Lala langsung bangkit dari kasur dan merampas ponsel di atas nakas.
"Enaknya nonton apa ya?" tanya Lala masih bingung harus apa saat ini.
"Trett..
trett..
__ADS_1
Tampak nomer yang gak Lala kebal sama sekali. mengirimnya sebuah video dan poto. "Siapa sih!" ucap Lala dan langsung membuka wa nya, Lala menutup mulut gak percaya.
"Ini kan! Dadanya naik turun melihat poto dirinya yang yang sedikit menunging mengambil ponsel di mobil tadi, dan vidio yang dikirimkan juga dirinya. "Memalukan!" ucapnya sambil melempar kan ponsel nya ke atas kasur.