
...🌵...
...Orang Asing ...
Lala melangkah kan kakinya menuju pintu. ia merasa jika ada tamu di rumah nya saat ini, dan tamunya adalah Om El. ia senang akhirnya Om El pulang juga, setelah selesai membuka sepatu, Lala berjalan cepat mendekati suara yang yang riuh akan penuh obrolan, gak lain adalah ruang keluarga. Langkah Lala perlahan memelan saat lupa mebuka kaus kaki. "Astaga la.. bisa bisa nya lo lupa buka, padahal ini kan emas, masa bisa lupa sih?" Ucap nya menggeleng dan mulai membalik kan arah badan, saat ia berjalan beberapa langkah, tiba-tiba suara Maminya terdengar jelas sedang menggangil namanya.
Lala pun berbalik arah dan tersenyum melihat Mami nya yang kelihatan sedang tersenyum ramah padanya. "Sini sayang, kok balik lagi?" tanya Mami Roni dan menepuk sofa di samping nya. Lala menurut saja, ia berjalan dan langsung menyalami Mami, Om El, dan tanganya terhenti ketika melihat seseorang wanita cantik yang berusia seumuran dengan nya.
"Dia Bunda nya Rey sayang, istrinya Om El," Jelas Mami Roni yang mengetahui kebingungan di wajahnya Lala. setelah mendengar kan penjelasan dari Mami Lala pun menyalami wanita yang masih terlihat cantik itu. "Kok asing ya, dimata gue!" Batin Lala.
"Maaf tante, Lala gak tau," Ucap Lala setelah duduk di sofa. "Panggil Bunda aja, sayang! Iya kan Mas?" Tanya Bunda Rey pada suaminya. "Cuma Lala aja nih, yang di panggil sayang, suaminya sendiri gak?" Bukanya menjawab pertanyaan dari istrinya, El malah sengaja menggoda istrinya. "Kamu itu dah tua, gak cocok kalo di panggil sayang," Jawab Bunda Rey lagi. Om El hanya menggeleng melihat istrinya itu, "Mestinya gitu harusnya, mangkin tua mangkin romantis panggilan," Jawab Om El lagi, ia merasa tak mau kalah.
"Sana, mandi sekaligus ganti baju kamu, setelah nya jangan tidur, ada yang mau Mami dan keluarga Rey ingin katakan." Jelas Mami Roni yang mendapat kan muka penasaran dari Lala. "Udah sana, penasaran gak usah gitu juga, sana cepetan, kamu pulang sekolah udah kaya pulang kerja sedot wc, bau!" Ucap Mami Roni dengan menutupi hidung nya dengan tangan kirinya sedang tangan kanannya mengusir Lala.
"Dasar, Mami durhaka, anak sendiri main usir usir aja, udah kaya pembantu buat kesalahan aja!" Omel Lala, namun kakinya masih setia untuk berjalan meninggalkan ruang keluarga itu.
__ADS_1
"Kok mangkin tua, mangkin cantik ya, gue jadi pengen tau apa mantra nya?" Ucap Lala yang mulai melepaskan pakaian sekolah nya. "padahal masi lima tahun aja gak jumpa, udah main lupa aja! malu maluin lo Lala." Ucap Lala dan berlari kecil menuju kamar mandi. "Eh.. lupa bawa handuk," Ucapnya yang baru saja selesai dari kamar mandi. "Halah.. kan gue di kamar sendiri sih, gak apa lah tutupan pake ini aja," Ucapnya dengan memeras basahan mandi nya.
"Segar.." Ucapnya dan berjalan mendekati kasur, "its.. mampir lupa, gur kan masih basah!" Ucap Lala dan merampas handuk kesayangan nya dan mulai masuk ke dalam kamar mandi lagi. Lala langsung membaringkan badannya di atas kasur.
"Auuu.. sakit!" Jerit seorang cewek di balik selimut. Lala yang juga kaget mendengar nya pun ikut menjerit, "Huh.. jahat banget, main tindih tindih aja!" Kesal cewek itu lagi. "Lo siapa? kok bisa tidur di kamar gue? dari mana lo bisa masuk?" deretan pertanyaan muncul di mulut Lala, "Kakak yang namanya kak Lala ya? ternyata lebih cantik ya, dari pada kata Bunda, cocok deh sama Abang Rey!" Ucap nya yang masih di tutupi oleh selimut di seluruh tubuh nya. "Lo siapa?" Tanya Lala yang masih bingung atas jawaban dari pertanyaan nya.
"Gue Reyya kak, adiknya abang Rey," Ucapnya dengan senyum manis nya. "Tunggu tunggu, lo yang waktu kencing di baju gue ya, yang waktu itu gue gendong?" Tanya Lala yang mengingat kejadian enam tahun lalu. Reyya hanya tertawa "Kakak masih ingat ya, maaf ya kak, Yaya kan masih kecil dulu, tapi sekarang udah gede!" Ucapnya lagi masih dengan tertawa.
"Reyya tidur lagi ya kak, masih ngantuk," Pamitnya dan kembali menutupi seluruh tubuh nya dengan selimut. Lala menyengir kuda mendengar pamitan dari cewek di depannya. "Aneh, segini panasnya siang ini, bisa tidur dengan selimut setebal itu, apa gak gerah ya?" Tanya Lala sambil berjalan mendekati lemari baju.
tap..
Lala berjalan cepat menuju ruang keluarga, ia ingin segera minta izin ke Mami, sebelum nya Mely mengabarinya jika May sedang ada masalah, jadi setelah selesai memakan pakai yan Lala berjalan dengan cepat menuju Maminya berada. "Aduh.." Ucap Lala dan langsung mengelus pundak nya yang baru saja di tabrakan dengan Rey. "Lo tuh kalo mau cepat, mesti liat depan lo juga pas jalan, masa cowok seganteng gue bisa bisanya lo tabrak! kan berkurang drastis kegantengan gue," jawab Rey dengan tingkat pedenya.
Lala menepuk kening nya pelan, "Percuma, kalo berurusan dengan cowok pede kek lo!" Ucap Lala dan meninggalkan Rey begitu saja. "Lepasin gak.. lepas.. lepas.. Rey.." Pinta Lala dengan mencoba membuka genggaman tangannya dari tangan Rey. "Bawel," Jawab Rey dan terus berjalan tanpa mempedulikan keluhan Lala.
__ADS_1
"Lo mau kemana? gue bisa jalan sendiri tanpa harus lo sakiti kek gini!" Ucap Lala yang masih memberontak agar terlepas dari genggaman tangannya Rey.
Kali ini tangan nya langsung di lepas oleh Rey.
Lala merasa lega, "Keras banget cara lo memperlakukan cewek, gak cocok sama wajah lo!" Ucap Lala pelan. "Emang wajah gue kenapa?" Tanya Rey yang memang masih mendengar suara kocehnya Lala. "Kuping lo minta di bersihkan, udah karatan tuh di dalamnya, makan nya pendengaran lo pun salah salah!" Jawab Lala dan berjalan meninggalkan Rey.
"Mam_" Lala langsung duduk di samping Maminya ketika Maminya terlihat melotot ke arahnya. "Duduk itu yang bagus, jangan asal duduk aja!" Protes Mami Lala pada duduknya Lala, yang menaikan kedua kakinya di atas sofa.
Lala menanggapi nya dengan mendesis kesel. "Mami, lala ada hal penting yang harus Lala datangin_" Lagi lagi Lala hanya mengagakan ucapan nya setengah setengah, akibat Maminya lebih dulu memotong nya. "Gak ada yang lebih penting, selain kamu di sini," Jelas Mami Roni lagi.
Suasana menjadi hening, ketika kedatangan Rey di ruang itu, "Yes.. pasti mereka mau bilang makasih, karena udah mau mengurus anak mereka yang suka pede terlalu tinggi." Ucap Lala dengan tangan nya yang sedikit ke atas saat mengungkap kan kata Yes.
"Sebentar nya ini ada apa Bun?" Tanya Rey yang memulai pembicaraan. terdengar deheman dari ketiga orang dewasa itu secara bersamaan.
"Sebenarnya _ biar saya saja Ron.." cegah El pada Mami nya Lala dan di angguki oleh Mami Roni cepat. El tampak melihat ke arah dua remaja di samping nya dan dan di depanya itu.
__ADS_1