My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab7-Keluaran terbatas nih..


__ADS_3

...๐ŸŒต...


...Keluaran Terbatas Nih.....


Pagi di sekolah.


Lala berjalan dengan malas menuju kelas, ia merasa giginya kumat lagi, padahal kemarin udah baikan, sekarang muncul lagi. "Ini pasti gara-gara makan kemarin, salah siapa makan banyak!" ucapnya dengan mengerutu kesal pada dirinya sendiri.


"Hai. baby,!" panggil Mely yang sekarang sudah menggandeng tangan Lala. "Apaan sih lo, lebai banget!" Omel Lala yang mendapat kelakuan lebainya Mely. dan langsung melepaskan genggaman tangannya Mely di lengan nya.


"Lah, biasanya juga senang di panggil baby. cup.. cup. cup.. jangan mayah mayah ya!" ucap Mely sambil mencubit kedua pipi Lala. "Ih. lo kerasukan apa sih, masa ia gue segede ini di perlakukan bayi." Omel Lala lagi. "Its.. tunggu. tangan lo, wuih.. bermerek nih keliatan nya." Mely menujuk nujuk jam tangan Lala dengan gerakan mata.


Lala tersenyum, "Keluaran terbatas nih," tunjuk Lala dengan menggoyang goyang kan tangannya di depan wajah Mely. "Gak bisa beli tapi bisa pinjem kan?" tanya Mely dengan menggerak mengedipkan mata sebelah. "Dasar gak bermodal." ucap Lala dan berlalu meninggalkan Mely.


Lala melotot melihat Rey yang mengedipkan sebelah mata, ke arahnya. Apalagi matanya yang naik turun melihat Lala dari atas ke bawah membuat Lala ingin melempar nya dengan tas miliknya. "Mes*um lo," ucap Lala dan berjalan mendekati Rey.


Rey baru saja memarkirkan motornya di parkiran. tak sengaja ia melihat Lala yang berada tak jauh dari dirinya. Ia tersenyum tanpa sadar melihat Lala yang sedang duduk di kursi pengemudi dengan wajah kesal dan tangannya yang terus terusan memengangi giginya.


"Kenapa lo? sakit gigi?" tanya Rey, pada dirinya sendiri. "Gila lo Rey, ngapain lo pedulu mau sakit gigi, mau sakit apa kek. gue gak mesti peduli, dan harus seneng dong." ucapnya menhingatkan dirinya sendiri, dan muncul ide licik di otaknya.


Ia berhenti ketika melihat Lala sedang mengobrol dengan Mely, tampaknya Lala lagi malas banyak omong, jadi bawaannya merepet dan badmood. Rey memilih berjalan mendeluani Lala, ia bermaksud menunggu di dekat kantin. Rey langsung tersenyum licik dan bangkit dari sandaran nya, ia sengaja berjalan tepat di jalan yang akan di lewati oleh Lala.


Rey sengaja menggoda Lala, agar dia kebawa emosi, dan benar saja, Lala melototi nya dan sekarang sudah berjalan mendekati nya. Rey diam ditempat ia memang sengaja menunggu Lala.


Kini Lala sudah berada tepat di depan Rey. "Mau lo apa?" tanya Lala dengan muka masam nya. ''Kalo gue bilang apa mau lo kasih," ucap Rey dengan mentarap lurus ke baju Lala.

__ADS_1


Lala di buat gak abis pikir atas pikiran kotor milik Rey. "Kotor ya, otak lo, mesti di cuci di mesin cuci, jangan di cuci di mesin foto cofy. ya gini akibatnya, yang ada bukanya bersih malah mangkin terisi kekotoran di otak lo sekarang ini. " Ucap Lala dan langsung pergi meninggalkan Rey.


"Gak bakal bersih, kalau bukan lo sendiri, yang bersihin!" ucap Rey yang kini sudah menatap Lala lekat.


Lala membalik dan melihat Rey dengan senyum simpul, "Beneran gak bakal bersih kalo bukan gue yang bersihin?" tanya Lala lagi dengan menujuk dirinya dengan jari telunjuk.


"Iya," ucap Rey yang kini sudah membuka dua kancing bajunya. "Beneran sint*ng nih anak," umpat Lala dalam hati saat melihat tingkah laku Rey di depannya.


"Lo kalo mau pamer sama gue, salah besar deh, mending no, pamer sama para ciwi ciwi lo aja, salah satunya Sabrina." ucap Lala dan sekarang tak mempedulikan ucapan yang keluar dari Rey.


"Hahaha.. belum kena lo sama gue, liat aja!" ucap Rey dan berjalan menaiki tangga menuju kelasnya.


Lala hampir saja tersandung, akibat ulah dari bambang, "Rese lo bam, gak ada kerjaan apa?" omel Lala dengan melempar tasnya ke Bambang. "Sory la, gue kira tadi lo itu si May," ucap Bagas mencoba meminta maaf.


Lala mengambil tas nya dengan muka datar nya, "Inget muka gue sama May itu berbeda, jadi jangan salah orang lagi untuk kedepannya." ucap Lala dan mulai duduk di kursi miliknya.


"Eh. baru juga di bilangin udah nogol orangnya." Ucap berambut ikal dengan tertawa melihat Bambang yang menabrak May, sehingga membuat kedua nya terjatuh. "Awas, jatuh jatuh gitu, biasanya Bambang ngambil kesempatan tuh!" Ucap temannya bambang yang postur tumbuh nya paling tinggi.


"Aduh. bambang gak pagi, siang, sore, malam, selalu aja muke lo yang nongol di depan gue, dan sekarang lo malah nyari masalah dengan sengaja, nabrak gue!" ucap May dengan nada mengebu ngebu. Lala yang menyadari ada keributan di pintu langsung kepo, tak lama ia tertawa melihat ekspresi muka May yang luar biasa kesal. Bambang gak menjawab dia memilih membantu May berdiri setelah nya pergi meninggalkan kelas.


Lala masih ketawa. "Ketawa lo?" tanya May tertuju kepada Lala. "Lucu aja liat lo dua, dua kali jatuh dengan orang yang sama itu jodoh gak ya?" ucap Lala diiringi dengan tawa. tapi tawanya terjeda saat tangan May mencubit pipinya. Lala melototi May, kini mukanya udah berubah menahan nyeri di giginya. serta merah itu pasti. "Nyiksa gue lo!" ucap Lala dan berjalan meninggalkan May.


May tertawa bahwa tindakan nya salah, "Sory La. gue lupa!" ucap May yang langsung mendapat tatapan heran dari Mely yang baru saja masuk. Wajah Mely memandangi May dan Lala bergantian. "muka lo dua kenapa?" tanya Mely dengan muka curiga nya.


"Gak sengaja gue nyubit pipi nya, abis gue geram dia ngetawa.. " May melihat Mely sekilas dan berlari keluar kelas, sebelum Mely banyak bertanya lagi. "Awas May, ntar gue tagih." ucap Mely dan langsung menuju tempat duduknya.

__ADS_1


"Untung mulut gue masih bisa direm. kalo kagak mungkin gue otw diketawain dong ama si manja Mely." ucap May merutuki kesalahan nya.


Lala sengaja bolos kelas di les pertama ia, memilih menumpang tidur di perpustakaan, ia ingin tidur tapi gak bisa, Lala meletakkan kepalanya di meja, dan menatap jendela yang kini ada di depan matanya. "Aduh kenapa gigi gue bisa se nyusahin ini ya?" tanya nya dengan membolak balik buku didepannya.


"Boleh gue temenin?" tanya Ryan yang kini sudah duduk di depannya Lala, padahal Lala belum mengatakan iya atau enggak nya. Lala melihat Ryan dengan tatapan bingung. "Lo bolos?" tanya nya.


Rey mengeleng gelangkan kepala nya. "Kita lagi jam kosong, kebetulan ini pelajaran penjas, jadi gak masalah kan gue ke perpus!" Jawab Ryan yang kini sudah membuka buku di depannya. "Lo sendiri gimana?" kini gantian Ryan yang bertanya.


"Gue bolos," ucap Lala yang pandangan nya pokus ke arah jendela. "Ada masalah?" tanya Ryan lagi. Lala menggeleng dan kini pokusnya ke Ryan. "Gue lagi mau cari ketenangan aja, di kelas palingan jam kosong juga, pasti ribut kan?'' ucap Lala dengan senyum simpul.


"Gue ganggu gak?" tanya Ryan yang merasa menggangu Lala. "Gak kok, malah ada yang menemani gue di sini!" ucap Lala lagi yang membuat Ryan mengulun senyum.


Setelahnya kedua nya diam, tak ada pembicaraan di antara keduanya. sampai kedua nya bubar saat jam istirahat tiba.


Pulang sekolah.


"La ntar malam gue nginep rumah lo ya?" pinta Mely dengan muka memelasnya. yang sengaja menurunkan kelajuan mobilnya. Lala menganguk. "Pokus Mel ke depan jangan pokus liatin muka gue, gue jadi rada nyeri gigi gue liat mata tajam lo!" ucap Lala.


Sedari tadi hanya terdengar suara Lala dan Mely saja, sedang May yang duduk sendiri di belakang hanya diam, ia kelihatan murung seperti ada masalah. "Ada masalah May?" tanya Lala dari kaca mobil. Mely menganguk. May merupakan tipe orang yang yang suka curhat tapi saat dia di tanya, tapi kalo kagak ditanya sampe kapan pun dia kagak bakal mau yang namanya curhan. dan dia bukan tipe orang yang suka pendam sendiri dan rahasiaan, ia selalu meluapkan masalah nya dengan kedua temannya yaitu Lala dan Mely.


Lain hal dengan Mely ia selalu curhat tanpa harus ditanya, mau curhat apa pun itu, pasti ekspresi nya sama datar dan mengandung tawa. kalo Lala sendiri ia termasuk milih, ia akan curhat jika sudah merasa penuh isi otaknya, ia hanya akan curhat tentang keluarga nya saja, ia jarang menyangkut hal pribadi milinya.


"Kita kerumah gue aja ya! biar kita mau dengerin apa masalah lo.," ucap Lala lagi. "Yah, kagak jadi kerumah gue dong?" protes Mely yang mendapat tatapan geram dari Lala. "Dasar, kaga bisa bedain suasana." jawab Lala.


Tak lama kemudian mereka pun sudah mulai sampai di perumahan milik Lala. "Mami di rumah gak ya?" tanya Mely. "Mana gue tau, orang gue belum masuk," jawab Lala ketus. dan setelah nya mereka bertiga mulai memasuki rumah.

__ADS_1


Hai. salam garing dari autor. Mari beri dukungan melalui Like, komentar, favorit, dan Vote. Mari dukung karya ini agar semangkin berkembang untuk kedepannya. ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


__ADS_2