My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab41- Menjebak malah terjebak..


__ADS_3

...🌵...


...Menjebak Malah Terjebak...


Tak terasa, Lala sudah menginjakkan kakinya selama empat hari berada di kediaman Rey. hari hari belakangan ini ia lalui dengan hal biasa tapi tidak dengan saat ini. Lala yang baru saja selesai dari kantin langsung meletakkan kepalanya nya di atas meje, ia merasa pusing. karena sempat beradu mulut dengan Sabrina, si cewek centil dan terkenal pengguna susuk untuk mendapatkan seorang cowok yang lagi di incarnya. mungkinkah Rey salah satu korban susuknya!


"Keren deh lo La, gue kasih seratus persen deh sama lo!" Ujar Mely yang baru saja duduk di bangkunya dan di ikuti oleh May setelah nya. mereka berdua terus memperlihatkan senyum ke arah Lala. Senyum dengan artian kagus pada sosok Lala.


"Udah deh gak usah bahas dia lagi, ntar bisa heng hong otak gue," Ujar Lala sambil melihat dua temannya dengan wajah malas.


"Ya elah, bahas dia dong, gue juga senang gak pala harus ngerluarin suara indah gue, karena ada lo," Ujar Mely lagi.


"Lo di bawa kemana sama Rey?" Tanya may saat melihat Lala yang baru saja meletakkan kepalanya kembali di atas meja. Lala langsung menatap kedua temannya secara bergantian.


"Cerita ke kita lo dua ada hubungan apa?" Tanya Mely dan May yang terlihat sedang mendesak. Akhir akhir ini baik May maupun Mely, entah secara kebetulan ataupun di sengat. mereka sering kali melihat Lala yang di bawa Rey yang menjauh dari kerumunan apalagi tangannya Lala yang tampak di genggam oleh Rey, mereka yakin kalau Lala ada hubungan yang mereka dua sendiri tak tau.


"Jangan bilang kalo lo ada bubungan ya sama Rey?" Tanya Mely penasaran.


Lala hanya tersenyum kecut, "Gue gak bisa cerita sekarang, kepala gue lagi pusing karena mikirin malalah tadi!" Terdengar helaan nafas gusar.


"Kan gue dah yakin kalo lo sama Rey ada hubungan rahasia, soalnya setiap kali kita dua liat lo di tarik paksa sama Rey dan setelah nya lo selalu pusing." Ujar Mely dan kembali menekan kan Lala ajar bercerita.


...


Flashback On


...20 menit yang lalu...

__ADS_1


Tepat setelah istirahat kedua tiba, Lala dan kedua temannya sudah stanbay dengan duduk manis di kantin, tempat biasa mereka duduki.


"Tak lama setelah mereka mulai makan dan padatnya siswa/i yang sedang mengantre membuat mereka merasa semakin gerah, apalagi saat ini mereka makan bakso dengan kuah yang sudah merah karena campuran dari saus.


Terlihat Sabrina yang dengan sengaja menabrak lengan Mely, Mely saat itu sedang mengantre mengambil sendok, karena sendok milik nya yang jatuh. Bukan hanya itu dengan sengaja Sabrina menumpahkan saus ke bajunya Mely. keduanya sempat adu mulut, jika Mely tak terima di perlakukan demi kian oleh Sabrina, apalagi Sabrina tak mengeluarkan kata maaf dari mulut seksinya itu.


"Apa maksud lo, senggol senggol bahu gue, ini lagi, lo sengaja ya numpahkan saus ke baju gue, ada dendam apa lo sama gue?" Ujar Mely dengan wajah yang kian terlihat emosi.


Sabrina tersenyum simpul mendengar ucapan Mely.


"Lo gak sadar sama masalah lo sama gue, atau perlu gue sadar kan?" Ujar Sabrina dengan melangkah lebih dekat ke arah Mely. saat ini keduanya sedang berada di tengah tengah padatnya orang mengantre kini di beri ruang untuk oleh para siswa/i untuk mempermudah kedua nya adu mulut.


Mely tersenyum kecil mendengar ucapan Sabrina. "Kalo gue punya masalah sama lo, terus mau lo apa?" Tantang Mely yang kian ikut maju ke depan, saat ini wajah keduanya sedang saling tatap dengan permusuhan.


"Oh.. gue baru ingat!" Mely menatap mantap ke Sabrina. "atau jangan jangan lo takut ya, gue bocorin tentang hal yang lo lakuin ke Ella! sebenar nya gue gak mau kasih tau sih orang orang tapi sekarang gue berubah pemikiran, apalagi ngeliat gaya lo yang sok keras, dan sok menantang bisa lah itung itung olahraga lidah." Sambung Mely dengan senyum simpul ke arah Sabrina.


Bisik demi bisik mulai terdengar di seisi kantin, tujuan para siswa/i yang akan ke katin untuk membeli makanan dan minuman pun kini terlewatkan oleh kegaduhan dua cewek cantik yang sudah di tandai dengan kerivalan keduanya. apalagi saat mendengar ucapan Mely yang menyangkut pautkan Ella. cewek yang tak kalah cantik namun terkenal dengan sebutan putri kunyit karena kepucatan wajah dan kulit nya membuat beberapa orang menyebut nya dengan putri kunyit.


Lala dan May yang tau kegaduhan pun ikut menyaksikan. Lala yang mendengar kan asal perkelahian kedua nya pun mengerti masalah awal di antara mereka.


"Mely gak ada bilang kalo lo yang buat Ella pingsan, apalagi sampe ngurung di dalam gudang, tapi kenapa lo malah bahas hal itu? atau emang iya, letak kesalahan nya ada sama lo?" ujar Lala dengan memberikan tisu ke Mely dan kini ia sudah berada di sampingnya Lala.


Keduanya menatap Lala, dengan artian yang berbeda beda. kalau Sabrina menatap Lala dengan tatapan kesal. "Kenapa Lala ikut campur sih?" Tanya nya dengan wajah di tekuk bercampur kemarahan. belum usai kegeramannya dengan Mely kini sudah datang lagi. Lain hal dengan Mely ia merasa situasi ini sangat cocok dengan kedatangan Lala. apalagi ia di bawakan tisu untuk membersihkan baju nya yang terkena saus.


"Lala mah paling pengertian" Puji Mely dalam hahi. "Kagak kaya yang di belakang!" Sindirnya ke May.


"Lo gak usah ikut campur, ini gak ada urusan sama lo, ini masalah gue sama Mely, bukan lo!" Ujar Sabrina dengan wajah yang berusaha bersikap tenang dan menatap Mely kembali.

__ADS_1


"Hal ini ada masalah nya sama gue, karena gue punya bukti jika emang lo lah yang buat teman gue atau lebih tepatnya Ella, pingsan!" Balas Lala dengan wajah yang penuh dengan keseriusan. "Apalagi gue sempat jadi tuduhan dari kelakuan jahat lo!" Ujar Lala yang kini berjalan mendekati Sabrina. "Kemarin gue diam bukan berarti gue salah, namun gue sedang mencari di mana letak salahnya gue, dan setelah gue renungi, sekaligus gue cari tau. gue baru sadar ternyata ini semua ulah dari sisi jahat lo!" Ucap Lala dengan serius.


Sabrina tertawa. "Bege lo, emang lo ada bukti? kalo emang gue yang ngelakuin itu, bukannya lo yang sok cari perhatian sama pacar gue, biar lo bisa dapatin dia dan menyingkirkan Ella setelah nya gue?" Sabrina berucap dengan lantang. membuat ricuh seisi kantin.


Lala sempat mencerna perkataan Sabrina yang ada benarnya, namun ia tak berniat sama sekali ingin menyingkirkan Ella apalagi Sabrina, walaupun hubungan nya dengan Rey saat ini cukup baik namun ia tak pernah berpikiran seperti itu, ya walaupun hubungan nya dengan Rey masih privat.


"Lo mau bukti? di tempat ini? yakin gak bakal malu nantinya?" Tanya Mely dengan senyum penuh penekanan, tak lupa ia menyingkirkan anak rambutnya ke belakang telinga.


"Gini akibatnya jika punya niat jebak malah ke jebak diri sendiri," Ucap Mely pelan.


Sabrina langsung terdiam, saat mendengarkan suara yang ia yakini adalah suara miliknya yang sedang mengancam seseorang tak lain adalah Ella. "Mau gue lanjuti?" Tanya Mely yang sengaja menjeda audio nya. Melihat banyaknya siswa/i yang sedang menatap ke arah dirinya membuat Sabrina merasa tertekan.


Auu..


Ucap Lala saat tangannya di tarik paksa oleh Rey agar keluar dari kerumunan orang yang berada di kantin. orang orang yang melihat nya saling bertanya tanya antara satu dengan yang lainnya. mereka berpikir jika Sabrina yang akan di tarik oleh Rey namun Lala.


Ricuh tentang Lala yang ada hubungan dengan Rey pun mulai berlebar.


Sabrina yang tak tahan dengan merasa malu sekaligus kesel karena kedatangan Rey yang ia pikir akan membelanya dan membawanya pergi dari kerumunan, namun malah membawa


Lala, membuatnya tak tahan berada di area kantin, ia pun berjalan cepat meninggalkan kantin yang sedang heboh dengan mengatai dirinya.


"Mampus lo. kejerat jebakan lo sendiri kan!" Ejek Mely dengan ketus.


"Ayo kita cari Lala!" Senggol May.


...

__ADS_1


Lagi Lala dapat menghindari pertanyaan dua temannya karena kedatangan guru di kelas mereka. Sepulang sekolah kedua temannya juga terus terusan mendesak Lala namun Lala tetap pada pendirian nya, menurut nya hal soal hubungan dirinya dengan Rey tak boleh di ketahui dulu oleh dua temannya. akan ada waktu dan saat yang tepat untuk dirinya bercerita ke pada May dan Mely.


Selepas mengantarkan May dan Mely Lala terus terusan menghela nafas berat. gimana gak berat pulang sekolah nanti ia akan menjenguk Ella di rumah nya bersama dengan Ray. Ia akui hubungan dirinya dan Ella tak terlalu dekat. ia takut merasa canggung jika berada di antara orang yang sedang pacaran.


__ADS_2