
...🌵...
...Gue Cemburu...
Lala menendang bekas minuman kaleng dengan asal, ia masih merasa kesal atas kejadian tadi malam. Saat ini Lala sedang berada di parkiran sekolah, sudah kebiasan barunya akhir akhir ini untuk menunggu Rey pulang. "Tau gini gue bareng May sama Mely, pasti udah asik tebahan di kasur, sambil ngemil, minum es jeruk, nonton drama, ah.. sulit banget sih udah punya suami, semuanya di atur, mana aturan lebih banyak lagi, daripada kebebasan, kejepit banget sih hidup ini!" Keluh Lala dengan menunduk lemas.
Sebuah minuman kaleng mendarat tepat di depen wajahnya Lala, "Tau aja kalo gue lagi lagi haus!" Ujarnya dan langsung mengambil minuman itu, namun tak berhasil karna minumannya di tarik kembali. "Masuk, baru gue kasih!" Ucap Rey dengan muka datar nya. Lala hanya menuruti saja. Saat ia masuk alangkah kaget nya saat melihat Ella yang sudah duduk dengan manis di jok belakang.
Ella tersenyum manis yang hanya di balas Lala dengan datar. "Ini!" Ucap Rey yang mencucukkan pipetnya ke minuman. "Buat lo aja, gue udah gak haus!" Ujar Lala dengan membuang muka ke arah jendela.
"Jangan liat cowok di luaran sana gue cemburu!" Rey berucap tanpa rasa segan. Lala langsung menatap Rey dengan tajam, sekilas ia melirik kaca mobil di depannya, di lihat nya Ella yang sedang menahan senyum. "Cemburu! basi tau gak!" Ujar Lala dengan memulai memainkan ponsel nya. kali ini ia menunduk dengan kening yang sudah menyatu karena kesal dengan Rey.
Sepanjang jalan menuju rumah, Lala tak mengeluarkan sepatah kata pun, bahkan saat Ella mengucapkan terima kasih pun, Lala hanya diam, tak ada rasa ingin berbicara sama sekali baginya. Lala langsung saja keluar dari mobil, ia langsung berjalan dan meninggalkan Rey yang masih berada di dalam mobil. langkah kakinya Lala, terhenti saat melihat Yaya yang sedang mengambar.
__ADS_1
"Gambar apa Ya?" Tanya Lala yang langsung duduk manis di samping nya Yaya, ia meletakkan tasnya di atas meja dengan tangannya yang sudah terampil memegagi pensil. Yaya tersenyum melihat kehadiran Lala di sampingnya. "Mumpung ada Kak Lala, Yaya di bantuin ya!" Ucapnya dengan memberikan cat kayu. Lala tersenyum, jujur saja selama ia masuk ke jenjang Sma ini, Lala jarang sekali yang namanya berhubungan dengan gambar dan hal mengecat.
"Lala mengambil nya dengan senang hati, Lalu ikut mengecat gambar yang belum di cat. "Nenek mana?" Tanya Lala, mataya dan tanganya masih terambil ke gambar yang sedang di catnya.
"Gak tau, Nenek sama Bunda jahat, masa dari pulang sekolah sampai sekarang Yaya gak ada di kawani main, malah di suruh main sama temenya Yaya, padahal kan Yaya gak punya temen, " Ucap Yaya dengan mempercepat gerakan tanganya yang sedang mengecat. Lala tersenyum kecil melihat adik ipar yang mengeluh di samping nya saat ini.
"minum dulu baru ngecat lagi!" Ucap seorang cowok gak lain adalah Rey. Yaya tersenyum dengan mata berbinar. "Buat Yaya!" Jeritnya dengan langsung berlari kecil ke arah Rey. Lala sempat tersenyum kecil saat melihat kedunya yang sedang bertengkar. "Gak boleh, Yaya yang ini aja, ini buat Kak Lala!" Ujar Rey masih dengan egonya, ia sengaja mengerjai adiknya, karna ia ingin melihat bagaimana reaksi Lala nantinya.
"Gak mau ini, Yaya maunya yang itu!" Rengek Yaya dengan matanya yang tampak memaksa di iringi dengan mendung. Lala menghela nafas kasar saat melihat Rey yang masih tetap pada keusilannya. "Mana punya gue?" Tanya Lala dengan wajah kesal nya. Rey tersenyum kecil akhirnya Lala merbicara juga. "Ini kan!" Ujar Lala dengan asal merampasnya di tangannya Rey. "Ayo kita lanjut!" Ujar Lala yang mengandeng tanganya Yaya ke arah meja.
Lala baru sadar jika ia belum ada mengambilkan makan siang ke Rey dengan sigap Lala langsung berbalik berdiri dan berjanji akan kembali mengawani Yaya nanti setelah selesai mengurus Rey. "Kak Lala tinggal ya!" Ujar nya dengan melambaikan tangan nya kepada Yaya. Yaya tersenyum kecil, ada rasa tak suka dihatinya saat menyadari Rey yang juga ikut pergi. Kini gantian Rey membalas ejekan yang di berikan oleh Yaya sebelumnya. Bahkan ia berlagak seperti seorang kera.
...
__ADS_1
Lala meletakkan pakaian ganti Rey di tempat biasanya. sungguh ia merasa leleh, "Aduh, capek banget sih, ini yang gue malesin, ngurus diri sendiri aja susah, lah sekarang udah nikah, tambah kerjaan gue aja, mana suaminya modelan kek begitu lagi.. ah.. leleh banget!" Ujar Lala dengan menghempaskan badannya di atas sofa.
Tiba tiba, Lala merasakan nyaman di bagian punggung nya. ia sempat memejamkan matanya karena menikmamati rasa nyaman di punggungnya, seketika matanya mendelik dan langsung menatap memastikan, ketika melihat jika yang saat ini sedang memijatnya adalah Rey, Lala langsung melepaskan tangannya Rey dari punggung nya. Di lihatnya Rey yang sedang berdiri di depanya, yang hanya menggunakan haduk yang melilit di pingngnya.
Seketika matanya dihadapkan oleh benda yang di tutupi oleh handuk berwarna coklat di hadapannya. Rey tersenyum miring, mengetahui apa yang saat ini di pikir kan oleh Lala. "G_ Kenapa gak pakai baju dulu?" Tanyanya Lala yang langsung memotong ucapan Rey. Rey tak menjawab ia memegang kedua bahunya Lala sambil mengambil jarak yang semangkin dekat dengan Lala.
"Rey!" Ucap Lala yang saat ini beralih pandang ke arah wajahnya Rey. Rey tersenyum simpul melihat ekspresinya Lala, ada rasa bahagia dan sekilas meluncur otak jahil pada dirinya. Rey mendekatkan wajahnya, dekat dan semangkin mendekat membuat Lala hanya bisa mematung di tempat, seringai jahil dapat terlihat jelas oleh Lala, namun tah mengapa dirinya hanya bisa diam, dan was was akan hal seperti sebelumnya selanjutnya. kedua tangannya Rey beralih ke kedua pipinya Lala, perlahan namun pasti, Rey mencubit kedua pipinya dangan gemas.
.Tak ingin mendapatkan rewelan dari Lala, Rey langsung menggendong Lala tanpa beban. Layaknya saat menggendong Yaya. Lala yang saat ini di gendong dadakan masih diam dengan pemikiran yang masih mutar mutar. Sampai ia merasakan sakit di pantatnya baru lah ia tersadar. "Mau gue mandiin?" Tanya Rey dengan wajah mengesalkan menurutnya Lala.
Lala langsung berdiri dari duduknya, dan mendorong Rey dengan kuat ke luar kamar mandi.
"Gak roman bangat sih jadi orang, mana pantat sakit, pipi sakit, ahhh.. belum juga rasa sakit di sini hilang, udah main muncul muncul aja, mana mepet lagi sakitnya!" Ujar Lala dengan meremas rambutnya kesal. Lala yang akan membuka bajunya teringat dengan kejadian yang baru saja ia alami dengan Rey, Lala kembali menjambak rambutnya kembali, "Lo maluin diri lo sendiri la, mana diem aja lagi, bodoh banget lo!" Ucap nya memaki dirinya sendiri. makianya terhenti kala ia menemukan ide gila, namun terkesan menantang dan mengoda nantinya.
__ADS_1
"Liat aja, gue bakal buat lo ngences nantinya," Ucap Lala yang sudah menemukan ide yang tak masuk akal dan bahkan ia terkesan nekat nantinya.