
...🌵...
...Gimana Rasanya...
Lima hari sudah berlalu, Lala merasa hari hari yang ia lalui saat ini di lalui dengan bahagia.
langkah nya memelan kala mendengar siapa yang sedang memengilnya.
Ella yang baru saja sampai di samping nya Lala langsung memberikan kur ke Lala. "Gimana rasanya?" Tanya Ella padahal Lala belum ada memakanya.
"Gue makan dulu ya, biar gue tau rasanya gimana!" Ujar Lala diringi senyum kecil. beberapa kali kunyahan Lala langsung menatap Ella dengan penuh suka.
"Lo yang buat?" Tanya Lala dengan penuh penasaran. bahkan mulutnya terus mengunyah makanan yang ada di tangan Ella. Ella mengangguk kecil. "Gue rasa lo lebih bagus buat kue begini deh, solanya suami lo suka banget sama kue beginian!" Bisik Ella dengan senyum kecil.
Sempat merasa cemburu ketika tau jika Ella mengetahui kue kesukaan Rey. Lala tersenyum simpul dan membisik kan sesuatu di telinganya Ella.
"Kapan!" Tanya Ella dengan menaik turunan alisnya setelah mendengar bisikan dari Lala.
"Kalo ntar sore gimana?" Tanya Lala yang juga memastikan. "Oke!" Ujar Ella mengimbuh, tak lama kemudian kedunya pun mulai memasuki kelas.
Baru saja masuk, telinga Lala di buat sakit akibat mendengar suara cemprengnya Mely. "Bisa gak si Mel, gak jerit, sakit nih!" Omel Lala yang berjalan dengan di hentakan. "Maklumin aja ya La, biasa bawaan palang merah, kalo palang hijau kan bisa di terus jalan, tapi ini palang merah jadi harus berhenti di tengah jalan!" Ujar May yang tertuju untuk Mely.
"Sok tau lo!" Sewot Mely yang ikut duduk di sampingnya May.
Belum sempat pantatnya mendarat di tempat duduknya, sudah lebih dulu di cegah oleh May di sampingnya.
"Paan sih!" Tanya Mely yang bertambah tingkat kesewotnya.
"Ini!" May meletakan bolu pandan ke sukaan Mely di atas meja. Mely tak merespon sama sekali, matanya saja yang bergerak, sedang organ lain hanya diam. "Buat gue aja, si Mely kan lagi diet!" Lala merampas bolu dan langsung memakan nya degan lahap.
"Ehhh punya gue!" Namun ucapan Mely tak di dengar
__ADS_1
sama sekali oleh Lala.
"Noh!" Lala memberikan kue tepat di depan wajahnya Mely. "Paan sih lo!" Ucapnya tak terima dengan kelakuan Lala.
"Tadi sok gak peduli, sekali di makan orang lain rengek rengek kek kebo!" Ella tertawa kecil mendengar ucapan ucapan Lala.
"Rasain ini lebih enek, dari pada buatan May!" Ujar Lala tanpa sadar. May melototi Lala. "Tapi lebih gak enek lagi kan sama buatan lo!" Ucap May dengan senyum miring.
"Kalo itu sih emang iya, makanya ntar sing, gue mau belajar masak di rumah Ella!" Lala berucap dengan mengarah ke Ella di iringi dengan suapan terakhir di mulutnya.
"Gue ikut dong!" Pinta Mely yang kembali cerita.
"Gak ada lowongan buat orang kek lo!" Ujar May yang ikut menyambung. "Apalagi orang kek lo, belum aja masuk udah di usir!" Ujar Mely yang di akhiri tawa.
"Siapa juga yang mau ikut, gue kan dah pinter masak, yang gak pintar ngebut hati dia tunduk ke gue!" Ucap May dengan mimik sedih.
"Siapa siapa, kok gue gak tau!" Kepo Lala dengan menaik turunkan alis. "Orang yang suka sama lo!" Jawab Mely dengan senyum lebarnya. Lala mangkin penasaran dengan apa yang di ucapkan Mely barusan.
"Wih.. masa lo gak peka si La, Ini nih!" Mely dengan semangat nya menunjukan poto Yogi ke Lala.
...
Di tempat lain. Rey terus terusan bertanya bagaimana cara buat cewek agar betah di rumah, "Gue heren sama lo, lo yang berpengalaman, tapi kok gue yang lo kekeng cari solusinya!" Bagas menjadi kesal karna hampir tiap hari semenjak ia tau statusnya Rey dan Lala, membuat dirinya tertekan akan pertanyaan Rey.
"Lo aja deh yang mikir, nanti gue cari solusi nya gimana!" Ucap Bagas yang langsung pergi, ia merasa risih dan puyeng jika terlalu lama dekat dengan Rey.
Ryan yang sejak tadi melihat interaksi keduanya hanya menatap dengan rasa penasaran. Dian yang sejak tadi mengobrol pun tak di dengar sama sekali oleh Ryan. "Menurut lo gimana tuh orang?" Tanya Dian dengan ketus.
Ryan masih menatap Rey dengan curiga. "Woi..!" Ryan langsung kaget dan menatap Dian dengan senyum kikuk. Ia mengaruk tengkuk seakan bingung akan menjawab apa. "Kenapa lo, dari tadi gue ajak ngobrol tapi malah liat ke a.. Dian tak jadi berucap saat mendapatkan Bagas yang duduk dengan nafas ngos ngosan.
"Gue... gue! Gue apa?" Tanya Dian tak sabaran.
__ADS_1
Belum sekali berucap sudah lebih dulu masuk guru ke kelas mereka.
"Sana lu balik ke asal lo!!" Usir Bagas dengan logak Sabrina. "Ntar lo kesantet karna coba coba gaya nya!" Ujar Dian sambil berlari keluar kelas.
...
Tepat jam tengah empat sore. Lala sudah berada di depan rumahnya Ella. Ia berjalan pelan dengan mengadeng nenek di sampingnya. baru beberapa langkah
"Udah lama nenek gak kesini, bisa di bilang sudah hampir sepuluh tahun lebih!" Ujar Nenek dengan tatapan sendunya. Lala tersenyum kecil mendengar ucapan sang nenek. ia pun menuntun Nenek dengan lebih hati hati.
Ella yang sedang menyiapkan bahan bahan di dapur, brlari kecil, saat mendengar suara pintu diketuk. Saat inj Ella hanya sendirian, sang kakak sedang kerja dan akan pulang sekitar jam enam sore.
Ella menyambut Neneknya dengan ramah, dua wanita muda itu merangkul Nenek dengan hati hati. "Cucu cuku nenek udah besar bosarya, cantik cantik lagi!" Puji Nenek yang tertuju ke Ella. "Dari dulu juga udah cantik nek, tapi cantiknya dulu persi duli, persi seladang lebih maju lagi!" Ujar Ella dengan senyum.
Sang nenek berdeham sesekali batuk yang terdengar di buat buat, Lala dan Ella saling kode. "Benar ya Nek, Ella mau buat minum dulu, sama Lala dulu ya nek!" Ella pun pergi dari ruang keluarga itu.
...
Berbeda dengan Mely dan May
May sangat bosan sekali dengan apa yang di lalukan oleh Mely. "Mah sampai kapan si Mel, lo selesai nya, ini udah sore lo ntar gak terkejar lo!" Peringat May padahal ia sangat ingin istirahat, mulutnya bola bali menguap. "Lo kalo ngantuk tidur aja lo, gue gak apa, lagian udah mau siap kok!" Ucap Mely seakan tak punya dosa.
May melemparkan bantal nya ke. muka Mely. "Dari tadi gue mau tidur, tapi gak bisa tidur larna di panggil sama maklum hitam, mana makhluk nya mulutnya lebar satu km, baru tidur udah di tanya cocok gak, warnanya yang mana yang bagus, kependekan tapi nggak, Gaya rambut cocokan di cepol atau di uraikan aja!" Ujar Mey dengan gaya pengucapan seperti Mely.
Mely terawa kecil, saat melihat ke arah ponselnya. Sekilas kemudian ia menarik jaket miliknya dan menatap May sebenar. "Gue ada urusan mendadak, lo yang beresin ya May, nanti gue bawakan Ice Crem deh! " Ucapnya dengan menutup pintu kamar dan langsung menghilang setelahnya.
May sempat melempar Mely lagi dengan guling namun sudah lebih dulu menghilang dari balik pintu. "Melyyyy..!!!" Jeritnya yang langsung merebahkan badannya di kasur. Di lihatnya sekelilingnya yang tampak berpikir berserakan tak beraturan.
"Ini kamar atau kadang laba laba sih!" Ucapnya sambil menutupi wajahnya dengan selimut.
Setelah cukup lama menemani Nenek, keduanya pun pamit ke dapur untuk membuat kue sesuai dengan apa tujuan awal Lala datang. "Nenek gak apa tuh di tinggal di sana sendirian?" Tanya Ella sambil memecahkan telur.
__ADS_1
Lala menggelengkan kepalanya. "Gak apa El... Biasanya kalo di rumah juga sendiri dan kadang hanya sama Yaya. apalagi saat ini lagi nonton sinetron ke sukaannya pasti betah dan nyaman!" Ucap Lala dengan pasti.
Keduanya pun membuat kue dengan diiringi dengan kisah masa lalu mereka masing masing.