
...🌵...
...Hantu Berwujud Manusia.....
"Om dengar kalian dua satu sekolah ya?" tanya Om El ke Lala.
"Iya Om," Jawab Lala dengan senyum simpul.
"Berarti kalian dua,udah saling kenal kan?" kini giliran Mami yang bertanya.
"Kenal banget Mi." Jawab Rey dengan senyum ramahnya.
"Ya kan La?" tanya nya ke Lala.
"I_iya Mi." Lala berucap dengan nada kikuk.
"Pi.. aku ke mobil dulu ya?" Pinta Rey dan bangkit dari duduknya.
"Lala temenin!" Ucap Mami dengan muka maksanya.
"Ayok La, ada yang mau gue omongin juga sama lo!" ucap Rey dan langsung menarik tangan Lala. Lala menurut dan tersenyum paksa saat melihat wajah Mami dan Om El.
Setelah keluar dari ruang keluarga, Lala menghentikan langkah kakinya. "Mau ngomong apaan?" tanya Lala dengan muka malas nya.
"Ngomongin masa depan kita!" Jawab Rey dengan menaik turun kan alis.
"Gue serius, gak suka di sumbat sumbat," Jelas Lala dengan tatapan serius nya ke Rey.
"Rey mendekat kan wajah nya ke Lala, "Gimana masi bilang gue di sumbat sumbat?" tanya Rey saat berhasil menyingkirkan poni yang menutupi mata. Lala menepis tangan Rey yang baru saja menyentuh poni nya.
"Gak usah sok dekat lo!" Ucap Lala dan berjalan mendahului Rey.
"Gue jamin kedepan nya kita bakal dekat!" Jawab Rey dengan seringai licik di bibir nya.
"Lo ngam_" Belum sempat melanjutkan ucapkan nya, Rey terlebih dahulu memberikan sebuah tas sekolah ke Lala. "Bawain ya!" ucapnya dan meninggalkan Lala di tempat.
"Enak aja, emang lo kir_" Lala langsung menurut ketika sang Mami melotinya. "Ahh.. sebenarnya gue tuan rumah, atau dia?" tanya Lala dengan sewot pada dirinya sendiri.
"Ehh.. tunggu dulu. ini bawa barang sebanyak ini kerumah gue ada apaan? " tanya nya lagi.
"Lelet banget sih lo!" Ucap Rey yang kini sudah merampas tas sekolah miliknya di tangan Lala.
"Itu buat apaan?" tanya Lala dengan muka bingung nya.
"Ntar juga lo tau!" Jelas Rey dan kini sudah berjalan lebih dulu.
"Jawaban yang selalu buat gue kesal!" Ucap Lala dan berjalan di belakang Rey.
__ADS_1
"Baru juga tiba, Om El udah main pamit aja!" Ucap Lala dengan muka masam nya.
"Roni gue titip anak saya ya!" Ucap nya dan mengelus puncak anaknya.
"Tunggu-tunggu ini maksudnya ada apaan?" tanya Lala yang semakin bingung atas tindakan semua orang di dalam ruangan ini.
"Oh.. iya Mami lupa lasih tau ke Lala, mulai sekarang Rey tinggal di rumah kita." Jelas Mami Roni dengan mengelus puncak kepala anak nya.
"apa tinggal di sini! sampai kapan? besok pagi langsung pulang kan?" Deretan pertanyaan muncul begitu saja dari mulut mungil itu.
"Sekitar sebulan ke depan, ya kan Mi, Pi?" Yang menjawab Rey dengan bangga nya. dan di angguki oleh kedua orang yang baru saja di tanya in oleh Rey. Lala melihat satu persatu orang yang ada di sekitar nya setelah puas, ia pergi begitu saja tanpa mengucap kan sepatah kata pun.
"Om El sudah pergi bersamaan dengan pergi nya Lala, dan kini tinggal Roni dan Rey. "Maafin tingkah anak Mami ya, dia emang gitu, tapi Mami yakin, pasti dia bisa menerima kamu tinggal di sini!" Ucap Mami Roni dan membawa kan tas sekolah Rey dan di ikuti oleh Rey di belakang nya.
"Rey gak masalah kok Mi." ucap Rey diiringi senyum.
Lala menendang nendang kasur di depannya. "Kok malah tinggal di sini sih," Ucap Lala dengan muka betenya.
"Tukk.. tuk..
Lala menghela nafas sebelum membuka pintu.
"Gue mau minta selimut, yang lebih tebal, soalnya di sana selimut nya tipis." Ucap Rey. Lala langsung menutup pintu kamar nya, tapi pintu di hadang sama Rey.
"Gak mau kasih, gue bilang ke Mami," ucapnya lagi. Lala tertawa mendengar ucapan Rey barusan.
"Gue di suruh minta keperluan sama lo, kalo emang gak ngasih ya udah," Jawab Rey dan pergi.
"Emang gue peduli?" Jawab Lala dan menutup pintu kamarnya dengan keras. Pintu kembali di ketuk. sekali.. dua kali.. sampai lima kali di ketuk Lala baru membukanya.
"Apa lagi sih!" ucap Lala dan kini langsung mendapatkan jeweran dari Mami. "Dengar Lala, untuk kedepannya jangan pernah buka pintu lama. dan satu lagi jangan pernah gak ngasih apa yang Rey perlukan." Jelas Mami dan langsung melepaskan jeweran.
"Sejak kapan sih, Mami sekejam ini," ucap Lala.
"Ambilkan selimut yang tebal di lemari kamu cepat!" Ucap Mami Roni dan langsung membuat Lala menurut ketika mendapatkan pendelian dari Mami. Mata Lala menyalang ke belakang Mami, Tanpak Rey yang tertawa tanpa suara, dengan tangannya yang memegangi telinga, seakan mengejek.
Lala melemparkan dengan asal ke Rey selimut yang baru aja ia ambil. Melihat Rey yang masih diam di pintu membuat Lala tak jadi menutup.
"Apa lagi?" tanya Lala. Rey tersenyum licuk dan dengan cepat ia sudah masuk ke dalam kamarnya Lala.
"Lo mau apa?" tanya Lala saat Rey menutup pintu kamarnya.
"Gak ada cuma penasaran gimana muka lo kalo lagi tidur." Jelasnya dengan senyum yang tak hilang di bibir nya.
"Lo itu cowok, gak bagus masuk ke kamar gue, apalagi ini mal_" Rey sudah memepet Lala dan mendekati wajah nya.
Tapi kini beralih ke telinga Lala. "Gue bakal buat lo gak bisa tidur malam ini, bukan, bukan malam ini tapi selama sebulan kedepan!" Ucap Rey dengan senyum licik nya ke Lala. dan meninggalkan Lala yang masih diam membeku di tempat.
__ADS_1
"Astaga, gue di bisikin apa sama nyamuk tadi?" tanya nya setelah sadar.
"Udah, ah mending gue tidur, dari pada mikirin nyamuk nyasar yang gak jelas." Ucapnya dan langsung mematikan lampu kamar dan langsung menarik selimut untuk segera tidur.
"Tukk..
tukk..
Lala terbangun saat pintu kamar nya di ketuk kuat dari luar.
"Siapa sih tengah malam gini!" Omelnya dan tanpa menghidupkan lampu ia berjalan sedikit gontai menuju arah pintu.
"Ceklek.. "
Mata lala saat ini masih merem melek, rasanya ia baru saja tidur, tapi sudah di bangunkan oleh orang yang tak di harapkan.
"Pinjam carger, gue lupa bawa tadi!" Ucap Rey dengan santai. Terdengar helaan nafas dari diri Lala.
"Tunggu bentar!" Ucap Lala dan kembali masuk ke dalam kamar nya. "Tanpa menghidupkan lampu kamar nya, Lala sudah mendapat kan di mana letak carger milik nya. Ia langsung menuju pintu kembali tapi tak ada tanda tanda adanya Rey di pintu.
"Oh.. lo ngerjain gue, rupanya. " Ucap Lala dan menutup pintu nya keras.
"Awas aja, kalo lo ketuk.. ketuk.. lagi tuh pintu gak bakal gue buka, apes tidur gue gara lo!" Ucap Lala dan langsung berbaring di kasur.
Lala merasa kasur nya terasa aneh, ia mencoba meraba. dan kini ia seperti memegangi sebuah wajah. Semangkin ia rasa ini semangkin nyata.
"Hantuu.." Jeritnya dan langsung berdiri mencari keberadaan saklar.
"Recok banget lo." Ucap Rey dan menarik selimut untuk menutupi wajah nya.
"Hahaha.. gue kira hantu, ternyata benar, hantu jadi jadian" Ucap Lala dan memukul mukul Rey dengan guling.
"Hantu jadi jadian pergi gak lo, dari kamar gue!' Omel Lala dengan muka kesal.
"Dasar tamu gak gak jelas. gak punya malu, gak tau tempat," Omel Lala dengan suara terdengar kuat. untung kamarnya saat ini kedap suara, jadi pasti saat ini dan tadi ia menjerit gak bakal kedengaran dari luar.
"Keluar gak lo, dari kamar gue," Ucap Lala yang dengan posisi yang menarik narik baju Rey karena ia tak mempan saat di pukul pukul.
"Peluk gue dulu, baru gue pergi!" Jawabnya dengan menutup mata dan membentuk tangan nya seperti sebuah lingkaran.
"Naj*s lo," Ucap Lala dan membukakan pintu selembar mungkin.
"Lain kali gue pastiin gue sering tidur di sini, di sini lebih hangat dari pada kamar yang gue tempatin." Ucap Rey dan melogos pergi.
"Awas, gue aduin lo, besok sama Mami, biar kena bal bal lo. berani berani nya masuk kamar gue, bahkan tidur di kamar gue!" Ucap Lala dan menutup pintu kembali.
"Gak jadi ngantuk gue, gara gara lo," Omel Lala padahal yang di omelin dah pergi. "Matanya membola, saat melihat jam di dinding jam dua malam. ucap nya dengan gelengan kepala.
__ADS_1