
...🌵...
...Kenapa?...
Lala langsung turun dari dalam mobil dengan langkah cepat. Ia berjalan mendeluani Rey yang masih memarkir kan mobil nya di garasi. Mata Lala langsung terarah ke Art di rumah nya. "Bibik kapan pulang?" Tanya Lala saat baru selesai mengucapkan salam. "Kemarin non," Ucapnya sambil melepaskan pelukannya pada Lala. "Ini_ Rey bik, suami sekaligus penerus calon dedek Lala" Ujar Rey sambil merangkul habu Lala dengan kuat.
Lala tersenyum paksa pada rtnya itu, "Mau bibik buatkan minum apa non, den?" Tanyanya dengan senyum ramahnya, artnya itu merasa senang saat melihat sosok orang yang mendampingi Lala adalah orang baik. "air putih aja bik, antar ke kamar aja bik!" Ujar Rey yang membawa Lala menuju kamar. Saat Art Lala sudah tak terlihat lagi, Lala langsung menatap tajam ke arah Rey.
"Pagal tau!" Omelnya dengan meletakkan tangan Rey di tempat nya. "mau gue urut?" Tanya Rey dengan senyum yang terlihat nakal. Lala aja sampai merinding melihat ekspresi Rey
didepennya.
...
Kebetulan May dan Mely yang baru saja pulang dari mall, memutuskan untuk mampir ke rumah nya Lala, mereka tau jika art Lala sudah ada di rumah Lala, sejak kemarin, karena mereka berdualah yang menjemput art nya Lala sampai di rumah Lala.
"Keliatan nya Mami Lala udah pulang deh!" Tunjuk Mely di dengan gerakan bibirnya. May menyipitkan matanya seraya menggeleng kan kepalanya. "Bukan deh Mel, gur rasa... monil Rey!" Ujar May yang tiba-tiba berhenti mendadak. "Punya tante Roni deh May, masa ia punya Rey, punya Rey di rumahnya lah!" Ujar Mely masih tetap pada pendirian nya.
"Lah kok malah putar balik, kan gue belum ambil oleh oleh dari Tante Roni!" Ujar Mely dengan serius. "Gak mau ah, mending gue beliin deh oleh oleh buat lo, dari pada mengganggu Rey sama Lala, gue juga rada kesal sama Rey!" May tak ingin membahas lagi, ia mencepatkan laju kendaraan mobil nya, sedang Mely yang masih gak percaya jika itu mobil milik Rey pun terus terusan ngoceh.
__ADS_1
...
Di tepat lain, Yaya yang baru saja membeli gula kapas langsung tersenyum cerah ketika mendapatkan dua gula kapas di kedua tangannya. Rada saling padang pada dengan seorang wanita tua di samping nya. "Yaya emang beda, dari yang sama!" Ujar sang nenek dengan tersenyum kecil.
"Nek.. mau cicip?" Tawar Yaya dengan memberikan gula kapasnya pada neneknya. "Untuk cucu kecil nenek aja kurang, gimana mau kasih kenenek!" Jawab sang nenek yang langsung mendapat mendapatkan senyum kecil dari Yaya. Setelah ini kemana lagi bu?" Tanya Rada.
"Ibu mau beli sate kambing di depen pertamina tadi, kelitan nya enak!" Ujar Nenek dan di angguki oleh Rada. "Yaya ikut gak?" Tanya Rada pada putrinya bungsu nya. Yaya tak langsung menjawab, ia menghabiskan makanan di mulut nya kalu menjawab. "Bunda mau kemana?" Tanya Yaya dan kembali memasukan gula kapas ke mulut nya. "Pelan pelan Ya, gak bakal ada yang minta!" Ujar Rada merasa kesal saat melihat cara anaknya makan dengan belepotan.
Rada mengelap bagian bibir anak bungsu yang tadi sempat belepota. "Yaya di sini aja lah bun, Nek, Yaya nunggu di mobil!" Ujar Lala yang langsung masuk ke dalam mobil. "Ingat, sebelum Bunda sama Nenek pulang ke sini, jangan keluar dari dalam mobil," Peringat Rada dengan mata tajamnya. Bukanya takut, Yaya malah tertawa. "Mata Bunda. mirip mata onta, besar dan lebar!" Ejek nya dengan tawa lepas. Setelah memastikan jika Yaya aman dua manusia itu pun berjalan pelan menuju pedagang sate kambing.
Lala yang tadinya akan mengambil minuman nya di luar mobil, jadi terhalang ketika mengingat ucapan Bunda nya. "Aduh.. aus banget Yaya, minumnya di luar lagi!" Lala menepis kesal saat hanya bisa melihat mobil minumannya dari dalam mobil, tanpa merasakan air yang sedang ia nanti nantikan.
Yogi yang tadinya sedang bingung. kini merasa senang saat melihat Yaya, "jika ada Yaya pasti ada Lala!" Batin Yogi dengan berjalan semangat ke arah mobil yang di huni Yaya. Yaya terus tersenyum tanpa ada celah untuk mengerengut. "Sama siapa?" Tanya Rey dengan mencubit pipinya Yaya dari luar. Yaya tersenyum mangkin lebar bahkan ia balik mencubit pipi nya Yogi dengan kedua tangan gemoynya. "Sama Bunda, Nenek!" ujar Yaya tanpa mengalih kan pandangan dari Yogi.
Perlahan Yogi merasa hampa lagi, ia kira bisa berjumpa dengan Lala, namun ia salah. Yaya sedang bersama dengan Bunda dan neneknya.
"Aaa..!" Tanpa aba aba, Yaya menyuapi gula kapas kepada Yogi, Yogi menerima nya dengan senyum simpul. "Manis gak?" tanya Yaya yang juga memasukkan gula kapas ke mulut nya.
"manis, tapi lebih manisan Abang lagi!" Yogi berkata dengan pdnya. "Abang gak manis, tapi ganteng, Yaya suka sama abang!" Lagi lagi Yaya mencubiti pipinya Yogi dengan sedikit kuat.
__ADS_1
Yogi hanya terkekeh kecil melihat adiknya Lala yang bersikap kekanakan di usia nya.
...
Berhubungan sudah menjelang delapan malam, Lala dan Rey memutuskan untuk menginap di runah Maminya saja. Awalnya Rey sempat menolak, namun atas bujukan dari Lala Rey setuju juga. Selesai dari makan malam, yang hanya di hadiri oleh Rey dan Lala saja.
Lala langsung berjalan menuju kamar nya yang sudah hampir sebulan ia tinggal, dan tak di tempati nya. Lala merebahkan badannya yang leleh di atas kasur dengan senyum indah, matanya menatap langit kamar nya, ia bahkan menaik turunkan kedua kakinya secara bergantian. Kegiatan Lala tadi berhenti kala melihat Rey yang baru saja selesai mandi. "Seketika ingatan Lala melebar. ia bahkan tak membawa baju ganti untuk suaminya itu.
Lala langsung bangkit dari tidurnya, dan berjalan menghampiri Rey. tepat di depan Rey, Lala menatap lekat wajah nya Rey, dan kini tatapanya beralih ke badan, Lala tak lagi menerus kan tatapan matanya yang lincah itu, kala merasa jika tangannya sudah di genggam oleh Rey. Keduanya sempat diam di posisi masing masing. "Senyum lo itu mengoda banget!" Ujar Lala tanpa sadar, ia langsung menutup mulutnya dan menatap Rey dengan wajah malu.
"Itu artinya, lo tergoda dong dengan gue?" Tanya Rey dengan selangkah lebih deket. lala pun mundur selangkah ke belakang. hal itu terus terjadi sampai tanpa aba aba, Rey langsung mengecup bibir Lala dengan menuntut. Lala pun begitu, ia suka dengan cara main nya Rey pada nya. walaupun terkesan main sosor aja, ciuman penuntut yang membuatnya hatus membalas. lama kelamaan ciuman Rey beralih ke bawah dan kini mentok di leher jejengnya Lala. Tangan Lala meremas rambutnya Rey karena merasa dirinya sudah sangat menikmati apa yang Rey lakukan padanya. Sampai kedua badan itu bersentuhan. Lala baru menyadari jika ada yang aneh di bawah sana.
Saat Lala menunduk, alangkah kaget nya saat dirinya melihat benda panjang yang selama ini terus menjadi bahan liar pikiranya. "Gile udah kaya bayi baru lahir aja!" Ujar Lala dalam hati. "Rey yang tau arah mata Lala, langsung tersenyum simpul.
"Kenapa?" Tanya Rey tanpa menghentikan kelakuan nya.
Lala tak lagi menjawab ia memejamkan matanya saat merasakan Rey yang sangat bersemangat di depannya. "Rey..!" Pangil Lala dengan suara pelen. Rey tak menjawab dan malah mengendong Lala dan meletkannya di atas kasur.
Kedua nya diam saling tatap dengan pemikiran masing masing. "Gue ingin lo malam ini," Rey mengecup sekilas bibir Lala sambil menyingkir kan rambutnya Lala ke atas.
__ADS_1
......sorry ada typo......