My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab15- Racun..


__ADS_3

...🌵...


...Racun.....


Di lihat nya meja makan yang sudah penuh dengan makanan membuat mata Lala tak tahan jika harus melihat nya saja, ia juga ingin merasakan bangimana setiap hidangan di meja itu.


"La.. panggil dulu Rey kebawah, makan sama-sama kita." Ucap Mami Roni yang baru saja meletakkan gelas di meja.


"Merepotkan!" Omel Lala namun tetap berjalan ke atas. Lala mengetuk pintu tanpa melihat ke arah pintu, ia lebih memilih memainkan ponsel dengan tangan kanan nya,


"Auu..!" Ucap Rey ketika sebuah tangan menojoknya dengan kuat.


"Lo kalo pengen mengang muka gue boleh, tapi gak gini juga caranya." Ucap Rey dan mengelus elus pipinya yang kena tojokan.


"Kebawah, makam malam!" Ucap Lala dan tidak mempedulikan ucapan Rey barusan.


"Rey nya mana sayang?" tanya Mami Roni saat melihat Lala seorang diri.


"It_" Lala menghentikan ucapannya saat melihat Rey sudah mendahului dirinya.


"Di kejar setan tuh pipet, makanya lari gak liat liat tempat." Umpat Lala kesal, karana melihat Rey yang berlari di tangga.


Kini Mami Rosi dan Lala sedang menonton tv di ruang keluarga. lebih tepatnya Lala tak menonton ia hanya menemani Mami Roni saja. Lala saling berbalas chat dengan May sesekali ia tertawa mendengar cerita dari May.


"Bege kok gak di terima aja!" Ucap Lala pelan.


"Hah.. apa sayang?" tanya Mami Roni saat mendengar Lala berbicara gak jelas.


"Gak, Mi. Lala lagi ngobrol aja sama May." Jawab Lala yang masih pokus ke ponsel dan sebeleh tangannya terus memasukkan camilan ke mulut. Sedang Mami Roni terus terusan berteriak ketika melihat pertandingan bulu tangkis di tv.


"Mi..!" Panggil Rey yang berjalan menuju dua wanita di depannya.


"Kemana?" tanya Mami Roni saat melihat Rey sedang memakai jaket. dan calana panjang.


"Rey, keluar bentar ya Mi, gak lama, jam sebelas udah pulang!" Jelas Rey dan di angguki cepat oleh Mami Roni.


"Giliran gue mau keluar malam, trus trusan di tunda besok aja, ini malam mendung, besok aja ini udah malam kali, eh giliran si pipet, Gak lama, jam sebelas pulang!" Emang dia kira sekarang jam berapa?" Ucap Lala sebal karena semudah itu maminya memperbolehkan Rey pergi.


"Rey sama Lala boleh kan Mi?" tanya Rey yang kini menatap Lala.


"Gue? gak, gak, gue gak ada janji ma lo!" ucap Lala cepat dengan menyilangkan kedua tangannya di wajahnya, tak terhilangkan wajah kagetnya.


"Tapi tadi lo, yang chat gue, katanya pengen keluar," Jelas Ry lagi.


"Udah sana ganti baju, liat tuh Rey udah siap!" Jelas Mami Roni lagi.


"Miii.. Lala gak ada janji apa apa!" Protes Lala ke Maminya.


"Kamu ini. bekilah aja!" Ucap Mami Roni dan mendorong anaknya agar berdiri dari duduknya. akhirnya Lala pun pasrah.

__ADS_1


"Noh.. abisin tuh bekas gue, sayang mubazir." Ucap Lala dengan memberikan camilan nya kepada Rey. "Gak mubazir kalo dari mulut lo!" Ucap Rey lagi. dan langsung memakan camilan yang di belikan oleh Rey.


Serelah perdebatan panjang di tadi, kini keduanya sudah duduk di sebuah motor besar milik Rey. "Lala yang merasa suasana dingin mulai mejulur di badanya pun. mengelus elus kedua lengannya dengan kedua telepak tangnya.


"Ternyata cuaca malam sedingin ini ya, udah lama gak keluar malam, apalagi naik motor beginian, jadi lupa suasana malam!" Ucap Lala membenarkan posisi duduknya.


"Rey.. tiba-tiba semangkin mengencangkan laju motor nya, membuat Lala yang pegangan terhuyung ke belakang dan kembali ke depan dengan cepat.


"Kam*ret lo!" gue belum pegangan udah main balapan aja." Omel Lala dengan menepek nepuk pundak kanan Rey.


"Akibat lelet lo, muncul lagi!" Ucap Rey pelan yang tak bisa di dengarkan sama sekali oleh Lala yang ada di belakang nya.


"Kita mau kemana?" tanya Lala saat tak tau arah jalannya Rey melaju. namun seperti pernah ia lewati sebelumnya.


"Ntar lo juga tau!" ucap Rey ketus.


"Pegangan yang kuat, gue mangkin kenceng nih!" peringat Rey lagi.


"Gak pala lo suruh gue juga dah lakuin!" Jawab Lala tak kalah ketus.Setelah nya, kedua nya diam sampai motor yang di kendarai Rey mulai melaju dengan pelan, mereka berdua pun turun dari motor milik Rey.


"Rumah lo!" Ucap Lala setelah motor miliknya berhenti tepat di depan rumah nya.


"Lupa lo?" Jawab Rey dengan ketus dan meninggalkan Lala begitu aja.


"Tau gini, gue gak balak mau ikut!" Omel Lala dan berjalan menyusul Rey sudah masuk.


Lala duduk di sofa kamar, ia sendiri tah kenapa selalu menurut saja ketika Rey membawa nya masuk ke kamar tersebut. Mata Lala memutar melihat sekelilingnya tampak lebih rapih, dan bersih di banding kamar miliknya.


"Sory," Rey langsung memberikan minuman ke Lala dan di sambar cepat oleh Lala.


"Lo gak takut kalo minumannya gue racunin?" Tanya Rey saat Lala sedang minum.


"Uhuk.. uhuk.. Emang ada racunya?" tanya Lala serenegah terbatuk dan tidak melanjutkan minum nya lagi.


"Iya gue racunin," Ucap Rey dan duduk di samping Lala.


"Racun apaan?" tanya Lala lagi sambil kembali minum.


"Racun hati!" Ucap Rey dan meminum minuman di tangannya. Lagi lala tersedak.


"Pantas, rasanya pahit, ternyata beracun!" Ucap Lala dan melihat gelas di tangannya yang sudah kosong.


"Pahit karena lo belum rasa efek dari racunya!" Ucap Rey lagi.


"Bodo amat!" Sambar Lala dan bangkit dari duduknya.


"Ini kamar lo?" tanya Lala penasaran.


"Bukan!" Jawab Rey singkat.

__ADS_1


"Kamar bokap, nyokap gue!" Rey berucap dengan tatapan lurus ke depan.


"Kok gue di bawa kemari?" Tanya Lala lagi.


"Pegan aja!" Jawab Rey dan menyandarkan badannya ke sofa dan mendengakkan kepala nya.


"Pengen aja? aneh banget jawabannya!" Ucap Lala lagi.


"Lo mau liat kamar gue!" tanya Rey masih dengan posisi semula dan kini pria itu memejamkan matanya. dengan tangan sebagai topangan di kepala nya.


"Kok gue liat nya malah kasian gini ya? beda banget sama sikap aslinya." Ucap Lala yang matanya masih tetap setia menatap wajah Rey.


Lala memilih keluar dari kamar, karena ia masih merasa haus ia pun berjalan menuju dapur. Tanpak seorang art sedang menyapu dapur.


"Bik.. pinta minum dong!" Ucap Lala yang berhenti di depan art tersebut. Art itu melihat Lala dengan lekat.


"Non.. pacar nya den Rey ya?" tanya Art itu tanpa basa basi kepada Lala.


Lala yang mendengar nya sampai menumpahkan minuman yang ia pegang,


"Maaf non, bukanya bibik kepo tapi emang den Rey gak pernah bawa cewek kerumah!" ucap Art tersebut dan mengelap air yang tumpah di lantai.


"Maaf, bik malah nambah kerjaan bibik!" Lala mengambil alih lap yang di pegang oleh Artnya tersebut namun di tolak.


"Gak usah non. ini emang udah kerjaan bibik!" ucapnya melarang. Setelah berdebat karena masalah itu, akhirnya Lala mengarah.


"Panggil saya Lala aja bik, gak usah non," Lala merasa kurang cocok jika ia di panggil non, setelah nya Lala kembali ke kamar tadi.


"Astaga malah ketiduran," Ucap Lala dan mendudukkan pantat nya di sofa dengan kasar, Rey yang masih tertidur pun menjadi terganggu akibat goyangan dari sofa dan ulahnya adalah Lala. "Ngapain lo, dikamar bokap gue!" Tanya Rey dengan wajah kusutnya akibat kaget karena adanya Lala dan baru saja bangun dari tidurnya.


Lala memandangi Rey dengan malas. "Udah hampir jam sebelas pulang yuk?" Ajak Lala dan bangkit dari sofa. Rey masih menatap Lala bingung.


"Mendingan lo cuci muka biar sadar deh, gue luan ke depan," Setelahnya Lala meninggalkan Rey yang masih terlihat bingung.


"Dia yang bawa gue kemari, masa bisa lupa." Ucap Lala dan sudah bersandar di motor besar milik Rey.


"Keren juga nih motor!" Puji Lala dalam hati.


"salahnya gue gak pandai bawa." Ucapnya lirih.


Lala memainkan ponsel nya sambil menunggu Rey datang.


"Astaga. udah setengah jam gue nunggu, masa belum siap juga." Omel Lala dan kembali masuk ke dalam.


"Bik. Rey nya mana?" tanya Lala saat tidak melihat Rey di kamar bokap nya.


"Di kamar Non." ucap art itu.


"Ingat bik, Lala bukan non!" Sewot Lala dan berjalan menuju kamar Rey yang terletak di lantai dua.

__ADS_1


"Yang mana, gue lupa nanya lagi!" Ucap Lala bingung karena di sini terdapat tiga kamar.


"Ah.. ketuk yang ini dulu deh. mana tau ini kamar nya!" belum sempat di ketuk kamar itu sudah terbuka lebar. membuat Lala jatuh ke belakang karena Rey menabrak nya dengan kuat.


__ADS_2