My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab64- Ide gila


__ADS_3

...🌵...


...Ide Gila...


Lala membuka pintu kamar mandi dengan pelan, matanya tertuju pada Rey yang sedang berbaring sambil memainkan ponsel, dengan kaki yang di silangkan. Lala tersenyum lega karna hal ini termasuk dalam salah satu mempermudah rencananya. Lala menutup pintunya kembali, ia membuang nafas kasar atas apa yang akan ia lakukan ke Rey nantinya.


"Liat aja, emang lo aja yang bisa buat tengang dan ngotorin otak bersihnya gue, gue juga bisa kali!" Ujar Lala yang kembali membuka pintu kamar mandi. Ia menelan salivanya sudah payah, saat melihat kehadiran Rey yang sudah berdiri di depan pintu dengan pandangan yang naik turun ke atas, bawah. Sempat grogi dan sempat kepikiran bakal gak di teruskan. namun Lala kembali lagi ke ide gila yang sudah ia rancang saat mandi tadi.


Ia berjalan mendekati Rey dengan langkah kaki yang sedikit di mentelkan. "Mau ke kamar mandi?" Tanya Lala dengan suara manja, layaknya suara Sabrina yang sering Lala dengar ketika Sabrina sedang menginkan sesuatu dari Rey. Rey menelan ludah dengan dangan matanya yang tak kedip dan tak percaya dengan makluk beda jenis di depannya. Rey mendekatkan badannya selangkah ke Lala dengan gerakkan cepat.


Biasanya Lala akan keluar kamar mandi dengan handuk yang panjang, dan berlari ke kamar mandi lagi saat mendapatkan baju ganti, namun saat ini berbeda, Lala seakan sedang mengodanya. "Lo mau lakuin sekarang?" Tanya Rey dengan wajah yang tak bisa di artikan. Dalam hati, Lala tertawa puas, akhirnya apa yang ia lakukan berjalan dengan mulus. "Lakuin apa?" Tanya Lala dengan mengedipkan sebelah matanya, sambil membenarkan rambutnya Rey yang tampak berantakan.


Rey menelan salivanya dengan susah. "Hubungan_ hubungan suami istri?" Ujar Lala dengan melanjutkan ucapan Rey. Rey sedikit merasa heran dengan tingkah orang di depannya ini. "La.. jangan buat gue tersiksa dengan kelakuan lo ini!" Batin Rey sambil menatap tajam ke Lala. Lala tersenyum kecil setelah selesai merapihkan rambut nya Rey.


"Menurut lo gue cantik gak?" Tanya Lala dengan mrnghimpitkan rambutnya ke belakang telinga, lagi lagi Lala membuat Rey tak paham atas kelakuan Lala di hadapannya.


Tiba tiba tangan kekarnya Rey menggenggam kedua lengannya dengan kuat. Sampai Lala memdelik tajam ke Rey. belum sempat mengomel Lala sudah cium paksa oleh Rey. Awalnya Lala terus memberontak, namun lama kelamaan ciuman itu menjadi menununtutnya.

__ADS_1


"Inget la, niat lo ingin menyiksa Rey, jadi tolong sadar, dan jangan terbawa oleh apa yang lo rasakan saat ini!" Ujar Lala mengingatkan dirinya sendiri, ia membuka matanya matanya perlahan perlahan. Sebuah pemikiran licik timbul di otaknya Lala. Lala ikut melakukan apa yang Rey lakukan padanya. baru beberapa detik, Lala mengigit bibir bawahnya Rey dengan kuat. Sampai membuat Rey dengan cepat melepaskan kedua tangannya di lengan Lala. Lalu memegangi bibirnya dengan mimik kesakitan. Lagi lagi Lala tersenyum puas, puas karena menggigit bibirnya Rey dengan kuat, "Rasain, emang enak rasanya di kerjain!" Ujar Lala dengan berjalan pelan ke arah lemari, tak


lupa kakinya ia senpatkan untuk menginjak Kaki kirinya Rey.


"Enak aja lo, main nyosor nyosor," Ujar Lala dan berlalu.


...


Di tempat lain, terlihat dua orang yang terlihat serius dengan pembicaraan mereka masing masing. "Oh.. jadi selama ini lo bukan ceweknya Rey, melainkan adik angkatnya, sekaligus sepupunya" Ujar May yang sejak tadi mendengarkan apa yang Ella ucapkan. Ella mengangguk mengiyakan, tak lupa ia tersenyum manis. "Mereka cocok kan, gue senang dan ikut bahagia, melihat mereka bersama, apalagi mereka di kaitkan dengan nama pernikahan, gue berharap mereka bisa langgeng dan cepet dapat momogan, ya walaupun hubungan mereka gak ada yang namanya cinta. tapi gue yakin dan percaya kalo di antara mereka udah ada rasa saling suka!"


Jelas Ella di akhiri dengan meminum jus di depannya. "Satu pernyataan lagi boleh gak?" Tanya May dengan ragu. Ella menganguk mengiyakan permintaan May. "Tapi ini mengenai masalah pribadi lo!" Ujar May lagi .


Ella kembali terdiam sesaat, ia menunundukan wajahnya beberapa detik, lalu meminum jus, baru lah memulai jawaban yang akan di berikan ke May. Ella tersenyum simpul menatap ke arah May.


"Saat ini gue dah gak ada hubungan apa apa lagi, gue sama Yogi itu sama dengan lo sama gue, kita berteman!" Jawab Ella dengan yakin.


"Maksud lo saat ini, kalian gak ada hubungan gitu. tapi sebelumnya kalian pernah_" May tak meneruskan ucapannya saat melihat Ella yang menganguk. "Kita udah pacaran sejak Smp, tapi gue mutusin hubungan kita, tanpa sebeb yang jelas menurutnya, tapi menurut gue hubungan ini tak layak di pertahankan, karna gue punya penyakit sejak lahir, gue kira gue udah pergi ke alam berbeda dua tahun lalu, tapi gue bersyukur karena masih di berikan kehidupan ini, walaupun gue gak tau bakal ketemu lagi dengan Yogi. Gue sendiri masih merasa suka dengan Yogi, tapi gue usahain bakal melupakan dia, gue kira dia bakal marah karna dua tahun lalu, tapi dia udah luapin itu semua dan memaafkan gue, di satu sisi gue merasa lega, tapi di sisi lain, gue merasa bersalah banget sama Yogi!" Jelas Ella di akhiri dengan senyum simpul.

__ADS_1


"Jadi selama ini lo beneran sakit?" Tanya May memastikan. "Jadi menurut lo selama ini gue pura pura?" Tanya Ella balik.


"Yang gue dengar dari orang orang kalo lo itu pura pura sakit, awalnya gue percaya, karena wajah lo pucat banget, tapi karna omongan mereka gue jadi kehasut dan membuat gur jadi ikut ikutan menjelekan lo!" Ujar May lagi.


Ella tersenyum simpul. "Apa muka gue sebegitu bejat nya ya, sampai gue dikira bohong?" Tanya Ella lagi. "Dikit," Jawab May tanpa dosa. "Gue liat lo tertarik ya sama Yogi?" Tanya Ella yang membuat May diam di tempat.


...


"Lo yang udah buat gue tersiksa, gak bakal gue lepasin begitu aja!" Ucap Rey yang semangkin menghimpit Lala di pojok. Lala berusaha bersikap tenang. Gue belum pakai baju Rey, awas dulu!" Lala mencoba menyingkir kan Rey dari hadapannya. Namun bukannya menyingkir, Rey malah mencium bibirnya Lala dengan penuh nafsu. "Jangan sampai tertawa La, sekali ini lo harus tahan, lo harus bisa ngerjain Rey, biar dia merasakan apa yang gue rasakan!" Ucap Lala bermonolog dalam hati.


"Auu..!" Lala langsung mendorong badannya Rey agar menjauh, lagi lagi Rey bisa saja menolak. "Hukuman buat lo yang berani ngerjai gue!" Ucap Rey dengan seringai licik dan kembali meneruskan aktivitas nya. Lala yang tak bisa berkata kata pun hanya bisa pasrah dengan kelakuan sesukanya Rey.


Di atas tempat tidur, keduanya sedang menikmati surga nya dunia, awalnya Lala menolak dan menolak, namun Rey terus menerus mendesak dan memaksanya hingga tanpa sadar keduanya sedang merasakan apa yang di sebut dengan hubungan yang selama ini mereka tunda tunda. cukup lama Lala berada di bawah kekangan Rey dengan segala hal yang membuat Lala menuntut. "Rey pelan pelan!" Ucap Lala sambil menutup kedua matanya, kedua tangannya meremas rambutnya Rey dengan kuat.


Ia tak habis pikir, atas kerjaannya membuatnya terjebak dan masuk ke sangar harimau rakus. "Rey tersenyum kecil saat melihat Lala yang sedang menikmati apa yang di perbuat olehnya. Rey mengecup bibir nya Lala dan beralih menjadi ******* nya semangkin dalam.


"Kak Lala.. kak Lala..!" Keduanya saling pandang saat mendengar ketukan dan panggilan dari luar kamar. "Biarin aja!" Ujar Rey yang kembali melakukan aktivitas nya. Yaya yang tak mendapatkan jawaban dari kamarnya Lala, berlari mengadu dengan Papinya baru saja pulang kerja.

__ADS_1


Keduanya mengatur nafas yang tak beraturan, Rey masih berada di atasnya Lala, ia tersenyum puas atas apa yang ia inginkan kini sudah ia rasakan. Rey merapihkan rambutnya Lala yang berantakan. tak lupa ia mengecup singkat bibir nya Lala. "Rey turun deh, lo berat banget!" Ujar Lala dengan mendorong Rey agar turun dari atasnya.


"Makasih la, love you sayang!" Ucap Rey sambil menarik Lala di pelukannya. Lala tersenyum bahagia saat mendengar ucapan Rey barusan. Ia pun ikut membalas apa yang di berikan Rey padanya.


__ADS_2