
...🌵...
...Sayur Bening ...
Lala langsung di sambut oleh kedua orang yang tak lain adalah May dan Mely. "Kenapa lo?" Tanya Mely dengan muka penasaran. "Biasa paling juga leleh ngurus bocah sd tapi model gede!" Yang menjawab bukanya Lala melainkan May yang baru saja duduk di bangku nya.
Lala melotot mendengar ucapan May barusan. menurutnya May berfikir terlalu jauh, "Positif thingking aja deh!" Saut Lala dengan wajah malas nya. Lain hal dengan Lala, Mely malah berfikir jika yang di katai oleh May adalah Yaya, seorang anak kecil yang ia kenal saat lala beberapa kali memasukkan nya ke story wa nya.
"Oh dede yang cantik itu, emang cantik sih. tapi ternyata merepotkan lo ya La?" Ujar Mely dengan senyum membosankan bagi Lala. Malas meladani dua orang di depannya Lala memilih diam. namun itu hanya sesaat.
May yang mendengar jawaban Mely hanya membuka mulut dengan tatapan datar ke Mely. "Gue lagi ngantuk aja, bukan di ganggu kok sama Yaya!" Jawabnya dengan mengambil tas yang baru saja diletakkan di belakangnya dan memindahkan tas nya diatas meja. ia memakai tas sebagai bantalan kepalanya.
Baik May maupun Mely hanya menggeleng kan kepala masing masing dengan saling tatap heran. dibuat heran lagi ketika melihat kedatangan Ella dengan senyum ramahnya yang mengarah ke arah May dan Mely. May membalas nya dengan balik senyum ramahnya, namun jika Mely ia hanya menyengir dan sedikit menyindir di dalam hatinya. "Hah.. senyum palsu dasar iblis ya jadi iblis aja kagak usah sok jadi budiman pake nyapa dan sok cantik lagi!" Cibir Mely dengan tatapan malas ke arah Ella. sungguh ia merasa kurang suka dengan Ella.
"Mau kemana?" Tanya May saat melihat Mely yang sudah berjalan dan berada di ambang pintu. "Cari angin, tiba tiba gue merasa pengap aja di kelas, kaya ada penyumbat nya di kelas," Cibir Mely, kali ini dia sengaja berbicara kuat agar yang di cibir mendengar ucapan nya. May hanya tertawa saat Mely menjawab. "Gimana lo gak kepanasan, liat deh lo sendiri aja masi pake jaket, bukanya lo sendiri tadi pagi sibuk omel sepanjang jalan gara kedinginan," Ujar May yang sebenarnya tau jika Mely tak menyukai kehadiran Ella di antara meraka.
"Itu kan pagi tadi, kalo sekarang jauh beda lah, sekarang kan suasananya beda, mana penyumbat nya di belakang gue lagi!" Ujar Mely lagi kali ini ia kembali ke arah meja sambil melemparkan jaket yang baru saja ia kenakannya kepada May.
__ADS_1
"Maklumin aja ya si Mely, biasa lagi ada masalah dia sama bambang, biasa cemburuan masa jadian awal baru di mulai," May mencoba menjelaskan agar Ella tak salah paham untuk kedepanya. Lala yang merasa sedari tadi ada di keributan di di sekitar nya pun mendongakan kepalanya. "Ribut amat sih, ngantuk gue tolong deh jangan ribut!" Pinta Lala dan kembali meletakkan kepalanya di atas meja.
...
Rey yang baru saja meletakkan tasnya asal, langsung di hampiri oleh Bagas dan Dian. "Sarapan yuk boy, sekaligus liat yang bening bening di kantin," Ujar Bagas dengan pikiran yang sudah melayang memikirkan tentang cewek yang sedang ia incar incar akhir akhir ini.
.
"Wow.. bening bening atau mau sarapan sayur bening lo?" Tanya Dian dengan wajah sok kenal nya. "Emang kita kenal?" Tanya Bagas lagi. "Emang gue peduli?" Tanya balik Dian lagi.
"Keliatnya ada yang nyasar nih, masi pagi tapi udah salah aja masuk kelas," Ujar Bagas yang tertuju ke Dian. "Keliatanya masih ada ya pencinta sayur bening, tapi rasa gule!" Jawab Dian yang tertawa di ikuti dengan Rey. Rey menepuk kedua bahu temanya itu,
Dian berjalan ke arah Ryan yang sedang duduk dengan membaca buku. "Kantin yuk!" ajaknya langsung tanpa basa basi. "Gue udah sarapan, lo aja, bareng mereka!" Jawab Ryan tanpa melihat ke arah lawan. "Idih sok iya lo, yuk gue yang traktir kali ini," Dian menujukan beberapa uang merah yang ia keluarka dari saku celananya.
"Nyolong lo?" Tanya Ryan yang sudah pokus ke Dian, "Enak aka duit banyak goni di namain nyolong, lo kira gur masih rada ada bocah gratil gitu, gak berkelas banget jati ini!" Uja Dian dengan senyum simpul nya. Ryan menggelengkan kepalanya.
"Jadi mau terus geleng kepala, atau mau ikut kantin nih?" Tanya Dian yang kini sudah berjarak dari duduknya.
__ADS_1
Ryan pun dengan malas menutup bukunya dan berjalan menuju Dian berada. "Ayo!" Ajaknya dengan menepuk pundak Dian pelan.
...
Bel istirahat, Lala mengaruk keningnya dengan wajah bingungnya. gimana gak di buat bingung, baru saja ia akan memasukan bakso ke mulutnya. ia mendapatkan panggilan telepon dari suaminya. "Mereka yang berada di sekeliling Lala hanya bertanya tanya. "Napa la ada. kutunya kuning lo?" Tanya Mely yang mendapatkan sikuan dari May. "Sejak kapan, makhluk jenis kita bekutu di kening?" Tanya May dengan cara sebal.
"Sejak gue baru bilang, emang kanapa?" Tanya May balik. May tak lagi berbahas dengan Mely ia lebih memilih menghabiskan mie sonya dari pada meladani Mely yang pasti gak bakal ada mudeng nya. "bikin gue pusing aja!" Omel May namun dari dalam hati.
"La, gue ikut!" Panggil Ella yang sudah berlari kecil mendekati Lala. Lala menoleh dan memasang muka bengong, "Gue gak ikut lo ke tempat Rey kok, gue mau ke kelas, sekalian sama sama keluar kantin!" ujar Ella yang tau mimik wajah Lala yang berbeda. "G_gue gak mau jumpai Rey kok, lagi mau ke kamar mandi!" Ujar Lala yang mengelak. Ella sendiri tau jika Lala sedang berbohong padanya. karna selama ini Ella selalu menjadi mata matanya Lala, dia bertugas mengerikan informasi atas apa yang Lala lalukan. Ella sudah tau tentang statusnya Rey dengan Lala. ia tau dari Tante Rada.
Lala sendiri merasa bingung karena Ella tau jika ia hendak menyumpai Rey. "Kalo Rey buat anah anah sama lo, kasih tau gue?" Ujar Ella sebelum mereka berpisah arah. Lala menghentikan langkah kakinya atas perhatian Ella barusan.
"Maksud lo?" tanya Lala dengan wajah tak suka. Ella hanya menggeleng kan kepalanya dan pamit pergi ke kelas.
Sesampainya di belakang sekolah, Lala langsung berjalan mendekati Rey yang saat ini sedang membelakangi dirinya. Baru saja Lala akan berbicara, sudah lebih dulu Rey berbicara. "Sini!" Ujar Rey sambil menepuk tempat di samping nya. "Tanpa lo suruh pun gue bakal duduk di sini," Sewot Lala dan duduk dengan gaya sok nya. rambutnya yang terurai ke depan ia selimpitkan di belakang telinga. tak lupa ia juga menyingkirkan pini yang menutupi matanya.
"Kenapa gak di ikat?" Tanya Rey yang mencoba mengikat rambutnya Lala. dari samping. "Tadi kan penjas, pas ganti baju di kamar mandi, gue kan ngikat rambut ulang, pas mau di ikat, malah ikat rambutnya malah jatuh ke selokan, terpaksa deh gua urai aja," Rey hanya beroh mendengar ucapan Lala. sedang Lala hanya membiarkan Rey mengikat rambutnya yang tah seperti apa nantinya.
__ADS_1
"Selesai!" Rey langsung berdiri melihat hasil kerja kerjanya saat berusaha mengikat rambut tadi. Lala meletakkan ponsel nya di samping dan meraba kepalanya. ia terdiam saat melihat pantulan kepala nya dari ponsel. "Reyy..!" Teriaknya dan langsung bangkit dari duduknya.
Sesaat pandangan keduanya bertemu, dan berakhir dengan tawa di keduanya. "Ini persis menara eiffel tapi persi kebalik!" Ujar Lala dan kembali tertawa lagi. Tanpa dia sadari keduanya mendapatkan ratapan tak suka dari seorang yang pernah menjadi salah satu kekasih Rey. "Ternyata lo juga, liat aja gue bakal buat lo dan Ella gak bisa dapatkan Rey, cukup gue seorang yang boleh tertawa dan bahagia dengan Rey, bukan lo!" Ujar orang itu, tak lain adalah Sabrina, ia merasa tak terima dengan kenyataan jika di rinya dan Rey sudah tak ada hubungan lagi.