My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab-54 Pacari Lala


__ADS_3

...🌵...


...Pacari Lala ...


Lala tersenyum puas saat melihat wajah kesal Rey padanya. Ia berlari menuju kelas dengan wajah yang terus terlihat senyum, saat masih sampai di ambang pintu. Lala langsung berbalik saat mendengar ucapan seseorang yang akhir akhir ini jarang ia lihat. Senyum Lala memudar kala melihat Sabrina yang sudah berdiri tepat di depan nya.


"Kenapa?" Tanya Lala dengan wajah malas saat melihat sosok orang di depannya. "Ikut gue!" Ujar Sabrina yang langsung pergi. Lala menyengir kuda mendengar ucapan Sabrina barusan. "Kalo emang ada yang mau lo omongin, mending di sini aja deh, gue lagi sibuk!" Jawab Lala dengan beranjak menuju kelasnya.


"Tentang Rey!" Ujar sabrina dengan senyum miring nya. Lala berbalik saat mendengar kata Rey. "Kalo lo ada masalah sama Rey, ya udah selesai sendiri, gak usah bawa bawa gue!" Jelas Lala dan tak mendengarkan omongan Sabrina lagi.


Mely dan May yang tadinya mengintip Lala kini mengejar Lala yang baru saja masuk ke dalam kelas. tak lupa dua manusia itu dengan sengaja menabrak bahu Sabrina dengan kuat. Saat Sabrina ingin marah, dan membalas pembuatan Mely dan May, ia langsung urungkan niat balas nya karena melihat kedatangan Rey dan Bagas.


Sabrina tersenyum semanis mungkin sambil merapihkan pakaiannya yang sempat berantakan karna ulah May dan Mely tadi, tak lupa ia menyembunyikan rambut panjangnya ke belakang telinga, hal yang dulu sering ia lakukan sebelum menjalin hubungan dengan Rey. "Rey..!" Panggilnya dengan melambaikan tangan ke arah Rey.

__ADS_1


Rey sama sekali tak melihat ke arah Sabrina, ia pokus ke depen dan langsung masuk ke kelasnya Lala. sontak hal itu membuat beberapa siswi yang berada di sekitarnya bertanya tanya, sempat menjadi bahan gosipan bagi mereka, namun tak lama kemudian Sabrina melototi orang orang yang membahas dirinya dengan menjelekan nya. sedang Bagas merasa biasa biasa saja. karna ia tau jika Rey dan Sabrina sudah tak ada hubungan apa apa lagi. "Hai Ana!" Sapa Bagas yang menggantikan posisi Rey saat ini.


Sabrina benar benar merasa jika dirinya sudah tak di anggap lagi oleh Rey, dan yang membuat dirinya mangkin kesal adalah sikap nya bagas padanya. "Maaf gue gak terima lowongan kek lo!" Ujar sabrina dengan berjalan angkuh saat melewati Bagas, ia bahkan melakukan hal yang sama seperti May dan Mely yang menabrak bahu Bagas dengan kuat. "Dasar cewek sumbong, sok jual mahal lagi, cih.. saha juga yang mau sama lo, di bayar 1M pun gue gak bakal mau!" Bagas langsung mendapat kan tepukan di bahunya, yang menepuk bahunya adalah Dian.


"Bagi dong, setengah dari duit lo pun jadi," Ujar Dian dengan senyum manis nya. Bagas menggelengkan kepala nya saat melihat wajah nya Dian saat ini. "Lo mau?" Tanya Bagas dengan wajah yang terlihat licik. "Gak yakin gue, lo mau kasih tanpa ada upang upang nya dulu, itu jumlah gede lagi, tapi gak apa lah, bisa hidupin gue selama sepuluh tahun ke depan!" Dian berkata dengan seluas senyum yang tak pernah pudar dari wajahnya.


"Lo harus pacari Lala!" Ujar Bagas dan menepuk pundaknya Dian sebelum ikut menyusul Rey yang sudah berada di dalam kelasnya Rey. "Dan satu lagi gak ada penolakan, gue kasih waktu tiga hari dari sekarang, gue tunggu kepastian dan keberhasilan lo kedepan!" Ujar Bagas dengam wajah menantang dan di buat seserius mungkin.


"Gue terima tentangan lo," Jawab Dian dengan tak kalah nantang, ia berjalan mendekati Rey yang baru saja keluar dari kelasnya.


Belum sempat ia berpikir, lenganya sudah di pegang oleh Lala. "Di.. beliin gue nasi dong di kantin, sisanya buat lo deh!" Ujar Lala degan memberikan selembar uang dua puluh ribu. seketika ide muncul di benaknya. "Gue beli tapi ada syarat nya!" Dian tersenyum kecil ke arah Lala. "Lo_ jangan bilang sosok Dian kek lo mau nembak Lala, seseorang yang udah lama menjomlo namun sekarang gak ya Lala udah ada yang punya!" Ujar Mely yang tah sejak kapan sudah berada di sampingnya Dian.


"Dian sama sekali tak mendengarkan ucapan Mely, menurutnya Mely hanyalah cewek ember nan bocor yang hanya menampung air bamun tak pernah penuh karna kebocoran di ember tersebut. Melihat bertambahnya orang di sekitarnya membuat Dian menghilangkan niat nya. "Nasi doang kan?" Tanya Dian dan di angguki oleh Lala.

__ADS_1


"Yogi..!" Pangil Mely dengan girang, Yogi yang tadinya ingin mengagetkan Lala kini harus bersabar akan sikapnya Mely. May yang tadinya hanya memainkan ponsel sambil duduk di bangku panjang yang terletak di depan kelas, langsung berdiri saat melihat sosok Yogi yang berjalan ke arah dirinya dengan senyum yang terus terlihat di wajah nya Yogi. Lala tersenyum sekilas saat melihat Yogi. ia pun ikut duduk di sampingnya May di ikuti oleh Yogi dan Mely. namun saat mereka bertiga akan duduk bel masuk kelas membuat mereka semua menghela nafas kasar. "Kenapa bel sih, gue aja belum duduk!" Teriak Mely dengan kesal.


Pulang sekolah, seperti hari bari biasanya. lala akan pulang dengan Rey. berhubung Rey ada urusan dengan kepsek, membut Lala harus menunggu. Lala memilih bersandar di depen mobil, sejujurnya ia ingin masuk, namun kunci mobil nya berada di tangannya Rey.


"Lama banget sih, gk tau apa gue udah lengket jadi ikan asin di sini!" Lala mengelap air keringat di dahi dan di bagian kumisnya. baru saja akan beranjak dari sandaran mobil Lala langsung menoleh ketika mendengar cibiran tentang dirinya.


"Oh.. jadi si Lala yang merebut Rey dari lo, pantes lah, Rey ninggalin lo karna ni cewek centilnya kebangetan!" Ujar Salah seorang cewek yang Lala tau jika ia adalah salah satu teman dekatnya Sabrina. "Liat tuh, main sandar sandar lagi di situ, gak malu banget ya!" Cibir nya lagi. "Biasalah udah di sogok dengan yang enek enek, jadi Rey mau aja!" Kini giliran Sabrina yang ikut berbicara.


Lala hanya memandangi dua manusia yang sama walaupun berbeda usia itu, yang satu suka ngada ngada kalo ngomong dan satu lagi suka ngumbar aib yang belum tentu terjadi.


Lala hanya tersenyum datar dengan kedua tangannya yang di lihatkan di dada. Awalnya Lala diemi namun lama kelamaan emonya naik juga, "Gue gak peduli lo dua mau bilangin apa? mau sebut gue apa? dan menceritakan hal yang gue sendiri gak tau menau maksud dan tujuan kelen apa, tapi gue harap lo dua introspeksi diri sendiri aja dulu, baru mengosipi hal yang nyata adanya bukan main omong aja, tapi gak ada kejelasan dan pakta dari ucapan yang kalian berdua ucapkan!" Ujar Lala dengan wajah kesal nya.


"Mau gua sogok peke yang enak enek atau gue kasih sesuatu yang berharga bagi diri gue, suka suka gue dong, lagian gak bakal ada yang ngelarang dia suami gue, dan sebaliknya. gue istri Rey." Ujar Lala dalam hati. kini ia masih saja menatapi dua manusia itu dengan tak ada kedipan sama sekali.

__ADS_1


"Ayo sayang!" Ucap seorang yang dari belakang nya Lala, tak lain adalah Rey. Lala tersenyum simpul saat melihat Rey, muncul pula ide di kepala nya. Lala berjalan ke arah Rey dan mengambil tas di punggung nya Rey. "Biar gue bawa, kamu pasti leleh kan, apalagi ini cuaca panas!" Ujar Lala dengan memberikan kode ke Rey dan sebuah botol minum, Rey sempat merasa bingung, namun saat melihat adanya Sabrina ie mengergi.


Rey pun tak kalah berakting, ia menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah wajah cantiknya Lala di sertai dengan belaian di kepala nya, berakhir dan berujung di tangan kanan nya Lala. Rey mencium dengan manis punggung tangannya Lala. sontak hal itu membuat Sabrina menumbuhkam kobaran api di dadanya.


__ADS_2