
...🌵...
...sakit gigi.....
"Lah lo belum ke rumah Mely?" Tanya May yang melihat Lala berlari sendiri di ambang pintu miliknya.
"Menurut lo?" Tanya Lala balik. tak lupa tanganya kirinya masih setia dengan memegangi gusinya yang sakit.
"Orang nanya itu karena gak tau La, bukan menurut lo!" Kesal May dan langsung mengunci pintu rumahnya.
Setelah sampai di rumah Mely keduanya sibuk sendiri, May turun memanggil Mely, sedang Lala sibuk dengan giginya yang masih sakit, dan tak berkutik sedikit pun untuk turun.
"Lo mana sih! kok rumah lo sepi amat!" omel May dari sambungan telpon.
"Gue di sekolah" Ucap Mely tanpa rasa bersalah .
'Telek lo, kita dua udah mangilin lo di depan rumah, dan se enaknya aja, bilang di sekolah!" Omel May dan langsung memutar arah jalan menuju mobil Lala.
"Jalan, la!" Ucap May dengan muka juteknya. "Apa?" Lala yang masih sibuk dengan rasa sakit di giginya tak terlalu mendengar kan apa yang dikatakan oleh May.
"Buruan jalan, lo piket kan?" Ucap May dengan tatapan lurus ke depan.
Lala memasang muka bingung, "Mely mana?" tanya Lala bingung. "Dah pigi luan, 'biasa' Mely kan tukang lupa!" Jelas May dan langsung mendapat anggukan kepala oleh Lala, setelah nya mobil pun mulai melaju.
"La..!"
May merogih tas sekolah miliknya dan tak lama kemudian memberikan sebuah kotak.
"Paan tuh!" Tanya Lala yang melihat sekilas kotak di depannya.
"Ponsel lo!" Ucapan May barusan membuat Lala menjadi lebih bersemangat, "Benerannn!" ucap Lala dengan sedikit menjerit. namun akhirnya ia kembali mengucap kan sempah serapah tentang tuyul yang apa yang menempel di giginya.
"Sakit." lirihnya.
"Makanya, dah tau sakit masih juga jerit jerit." saut May sambil menggeleng geleng melihat Lala di samping nya.
"Ponsel lo gak rusak, kok. cuma habis baterai doang, sama ganti anti gores, sekalian deh gue ganti aja kesingnya biar lengkap, kaya baru gitu" ucap May lagi.
"Syukur deh!" batin Lala, ia takut jika kebanyakan ngomong malah bikin sakit gusinya saja.
"Thanks," ucap Lala yang bisa dibilang cuma dengan gerak mulut saja tanpa ada keluar suara.
__ADS_1
"Gak usah banyak ngomong, lo pokus aja ke depan, liat tuh jalanan dah mulai ramai jadi harus rada hati hati dah!" Omel May yang melihat Lala seakan ingin menjawab setiap kata yang keluar dari mulut May.
Sesampai nya di parkiran sekolah, Lala tak langsung keluar, ia menyuruh May lebih luan masuk ke kelas bersama Mely yang ternyata sedang menunggu kehadiran kedua nya.
"Bentar! si Lala piket? ntar dia di omelin lagi sama si Ayu!" Sesaat ingatan tentang piketnya Lala membuatnya berbalik lalu mengetuk pintu mobil milik Lala.
Lala menyergitkan kedua dahi bingung, dan membuka kaca mobil miliknya. "Apaan!" tanya nya masih dengan tanpa suara.
"Lo piket, jangam lama!" Ucap May mengingatkan.
"Tenang aja Lala, udah mely kerjain piketnya Lala. Kita luan ya!" Setelah mengatakan itu Mely menarik tangan May dengan paksa menuju kelas.
"Syukur deh!" ucpa Lala dan kembali membuka poselnya. "Mungkin mati karana kemarin waktu sekolah lupa ngecarger sebelum ke sekolah jadi gini nih, ada untung nya juga." ucap Lala dalam hati.
"Gile. kok wallpapernya monyet sih, awas lo May, jerit Lala tanpa suara. dan langsung ingin menjerit memanggil namanya May. tapi ia urungkan ketika sadar gusi nya sakit, bahkan sekarang mungkin menjalar ke gigi nya.
Ryan yang baru saja memarkirkan mobil miliknya, tertegun saat melihat Lala dimobil yang tampak lagi kesal, maklum saja Ryan sudah menyukai Lala bertahun tahun jadi ia sedikit banyaknya tau tentang Lala.
Dengan liar tangannya mengambil ponsel di saku celana nya, dan tak memerlukan waktu lama, ia langsung menjepret jepret Lala tanpa ada izin dari Lala.
"Haha.. masih ada ya, model main selfi sembunyi sembunyi, keliatan banget kan di tolak nya!" Ejek sabrina yang baru saja keluar dari mobil milik Rey.
Lala tertegun saat mendengar suara Sabrina yang terdengar pahit di rasa Lala. "Kesambet tuh anak, masi pagi udah ngeluarin unek unek." kesel Lala dan langsung keluar dari dalam mobil. Lala sengaja mengencangkan suara tutupan pintu mobil.
Lala tersenyum melihat Ryan, dan berubah sangar saat melihat Wajah Sabrina dan Rey.
Tanpa banyak gaya, Lala lansung menarik tangannya Ryan dan berubah di gandeng oleh nya. "Luan ya," Pamit Lala saat melewati dua orang yang selalu membuatnya kesal itu, tak lupa senyum tipis ia pancarkan.
Ryan yang sempat salah berpikir, pun langsung diam kaku saat Lala mengandeng tanyanya dan berpamitan kepada Sabrina, dan Rey.
"Yang.. liat tuh! padahal nana niatnya mau buat Lala marah karana si Ryan curi poto si Lala. tapi kok malah buat mereka mangkin dekat sih!" sebal Sabrina dengan mengelut manja di lengan Rey.
Rey merasa aneh saat melihat Lala dan Ryan yang dekat, rasanya hatinya tersentil saat melihat itu. tapi kekesalan nya terhenti saat nana mengeliat manja di lengannya.
"Na, jangan gini dong, mau gue makan?" tanya Rey sengaja menggoda.
"Mau, tapi nikahin gue dulu biar gak setengah setengah makanya." Setelah mengatakan itu Sabrina berlari mendahului Rey.
"Kalo makan dulu, gimana?" tanya Rey lagi sebelum Sabrina benar benar pergi. Sabrina membalik dan tersenyum genit seraya mengedipkan sebelah mata.
•
__ADS_1
"Lala dengan cepat melepaskan genggaman tangannya dari lengan Ryan. "*sorry" ucap Lala pelan.
"Untuk apa?" tanya Ryan dengan menautkan kedua alis bingung. "gue cuma pengen manasin dua pipet tadi. jadi sorry udah main pegang pegang lo, padahal belum tentu kan lo ngijinin." ucap Lala dengan suara terdengar pelan.
"Sering sering pun gak apa, gue malah senang" balas Ryan dalam hati.
"Makasih," saut Lala saat sudah sampai di depan kelasnya. "Gue yang makasih seharusnya," ucap Ryan diiringi dengan senyum. Lala menakutkan sebelah alis, "Untuk"
"Gue balik ke kelas ya, semangat belajar nya!" Ryan langsung pergi setelah mengatakan itu. tak lupa ia pancarkan senyum semanis mungkin ke Lala. .
"Cie.. cie.. pajak nya jangan lupa ya!" Goda Mely sambil menyentil pipi Lala. "Bege lo, orang lagi sakit gigi malah di cucuk!" ucap May yang tertawa saat melihat Mely yang sedang di omelin Lala.
"Lo juga," Kini Lala beralih ke May. May yang melihat wajah galak Lala langsung berubah menjadi kikuk. "k-kenapa La? tanya nya takut.
"Ini apaan?" Lala menyodorkan ponsel nya tepat di depan wajah May. "Hahaha.. muke lo mirip deh La, kalo lagi marah." Tunjuk May saat baru saja melihat wallpaper milik Lala.
"Ulah lo kann?" tanya Lala yang langsung membuat May terdiam. Sedang Mely yang melihat muka May tertawa tanpa suara, ia cekikikan geli melihat muka bodohnya May.
"Liat belakangnya deh La!" May yang melihat muka senang nya Mely saat ia lagi tertekan saat ini membuat nya sangat kesal.
"Kenapa lo ketawa, ngetawain gue ya?" tanya Lala dengan mimik marah. "Aduh La, bukan lo yang gue ketawa in tapi noh si May." tunjuk Mely dengan sengaja menujuk May dengan mulut nya.
"Ih.. gak May gak lo, sama sama ngeselin deh jadi temen." Lala melalui Mely yang berdiam bingung harus apa ke Lala.
"Lo sih pake ejek ejekan segala, jadi marah kan si Lala." May melewati Mely begitu saja.
"Enak aja, jelas jelas lo yang bikin masalah tapi kok malah gue yang kena imbasnya, " Saut Mely yang sengaja menabrak May di depan nya.
"Ta*k lo Mel!" May dan Mely terus beradu mulut saling salah menyalah sampai tak sadar jika mereka menjadi bahan tontonan bagi siswa/i yang ada di kelas.
"Berisik lo dua!" Kesal Lala yang berjalan melalui kedua temannya. "May dan Mely mengejar Lala yang menuju ke kantin.
"La, tapi udah bel, masa iya lo mau kekantin?" tanya Mely yang mulia merasa heran. Lala menjawab dengan memandangi Mely sekilas dan mempercepat langkah kakinya.
"Hahaha.. bau bau di kacangan nih!" Usil May yang bersuara tepat di telinga Mely. "Bege, pekak kuping gueee! " jerit Mely dan langsung meninju lengan May pelan.
"Ceritanya kita mau bolos kelas gitu?" tanya May yang sudah makan bakso melar di depan nya. Lala menaikkan menaikan kedua bahu tanda tak tau.
"Lala sekarang cuek ya! masa kita di kacangin mulu," Saut Mely yang merasa risih atas tingkah dab sikap Lala.
Lala menghela nafas berat, dan memandangi kedua temannya "Gue lagi sakit gigi, sory bawaannya emosi aja, dan gue bukan cuek cuma malas ngomong aja, faktornya cuma satu gigi gue sakit." Jelas Lala, yang langsung mendapat anggukan kepala di antara kedua temannya.
__ADS_1
...hai. hai.. tinggalin jejek ya kak...
...ada typo komen ya kak...