
...🌵...
...Menang(menanggung malu).....
"Idih! ngambeknya jago juga ya?" Ucap May sambil mulai menjauh dari hadapan Lala. Lala memasang muka siap menerkam.
Mely berlari kecil mendekati meja Lala, "Woi! kak Ryan mau jumpain lo La?'' Ucap Mely dengan heboh.
•
"Lo kelewatan banget Rey! Gak mestinya bersikap gitu sama cewek! walaupun lo segitu bencinya sama dia, tapi itu kelebihan banget! Mestinya kalo lo masih punya masalah ya selesaikan secara baik-baik gak gini juga caranya!" Kesal Ryan mengebu-ngebu. Sedang Rey hanya membuang muka malas, mendengar kocehan Ryan yang gak ada henti hentinya. "Udah" Tanya Rey memandang Ryan dengan cara mata tanjamnya.
"Lo gak tau apa-apa! dan lo cuma tau kalo lo cinta kan sama dia, tapi apa? pernah lo dianggap?" Rey tertawa diikuti oleh Sabrina di samping nya. "Setidaknya membuka hatinya sedikit untuk lo? tapi liat perjuangan lo sampai sekarang, secuil pun gak dianggap'' Ejek Rey di iringi tawa begitu juga Sabrina.
Ryan berjalan meninggalkan dengan perasaan geram. pasalnya yang di katakan Rey emang benar, sudah hampir empat tahun hingga saat ini ia menyukai Lala, tapi tak juga di anggap oleh nya. "Awas lo, Rey! gue bakal buktiin kalo gue bisa!" Ucap Ryan dengan pikiran penuh dengan rasa kesal ke Rey.
Ryan melangkah menuju kelas Lala, beberapa siswi sempat menggoda nya tapi tak satu pun ia hiraukan, sama seperti Lala yang ia lakukan ke dirinya.
"Kak Ryan ke kelas kita? mau ngejumpain Lala pasti!" May tersenyum melihat orang yang baru saja ia tanyakan ke Mely kini sudah muncul di ambang pintu.
"Pasti dong!" Jawab Mely yang sebenarnya sudah di ketahui jawaban nya oleh May. Lala hanya membolak balik ponselnya dengan mimik kesal. "La! Konek dong sekali kali sama kak Ryan, Bisik May tepat di telinga Lala, dan langsung menjauh, takut Lala nyamuk.
"La! Lo gak papa kan?" Lala melihat lekat ke Ryan lalu tersenyum simpul sambil menggeleng sebagai jawaban.
__ADS_1
"Ponsel nya gimana? masih bisa hidup? Gue minta maaf ya atas kelakuan Rey tadi!" Ucap Ryan yang kini sudah ada di hadapannya.
Kali ini sepertiga Lala tertarik dengan Ryan, bukan tertarik akan suka atau lainya, menaikan memiliki maksud khusus di balik ini tanggapan nya.
"Kita ke kamar mandi ya La!" Jerit May diikuti oleh Mely dibelakangnya, yang kini mulai menghilang setelah melewati pintu.
"Resek lo dua!" Kesal Lala dalam hati. Lala tau tujuan kedua temannya itu agar ia dan Ryan bisa leluasa. "Gue bakal gantiin nih ponsel, sekali lagi gue minta maaf atas kelakuan Rey!" Ini bukan pertama kalinya Ryan meminta maaf atas kelakuan Rey padanya jadi Lala hanya bersikap biasa biasa aja, "lo gak salah kok Yan, gak usah minta maaf, apalagi lo minta maaf hanya untuk orang seperti dia, gak usah terlalu baik Yan, apalagi sama dia, gue seneng karena lo yang selalu baik ke gue!" Lala menundukkan mukanya seakan sedih.
"Tapi gue rasa gue belum bisa balas perasaan lo Yan! Maaf!" Ucap Lala semangkin nunduk. "Gue bakal nunggu La, nunggu sampe lo sadar akan perasaan ini! gue senang La, senang karena lo minta maaf ke gue! itu artnya harapan gue mangkin dekat lagi bukan?" Ryan berbicara dengan semangat.
"Gue balik ke kelas ya?" pamit Ryan dan mulai meninggalkan Lala di kelas. "Lala mengangkat mukanya dan memandang Ryan yang tak terlihat lagi, tapi kedua temannya yang terlihat dan kini sudah berada di depannya. "Cie cie yang lagi pdkt nih sama Aa Ryan! pajak nya dong?" Mely sengaja menggoda Lala dan langsung dapat cubitan dari May bukan Lala. "Gue rasa Ryan senang banget tadi pas di luar, gimana gayanya May?" Mely bertanya dengan May tapi bukannya di jawab malah di suruh ngutipin sampah di depan kelas.
Lala dan May tertawa melihat ekspresi Mely yang berubah, "Rase lo! makanya jangan terlalu sibuk lo!" Ejek May dengan mengulurkan lidahnya. "May juga bantuin!" Ucap guru tersebut yang tiba-tiba nongol kepalanya di pintu. "Mely kembali mengejek, bahkan Mely mengejek dengan bokongnya yang sengaja ia goyang goyang kan.
"Bokong tepos aja di pamerin, gue yang bohai biasa aja!" Ucap salah satu siswi yang mau keluar kelas, ia merasa di ejek oleh Mely sengaja deh dia katain Mely begituan, walaupun kenyataan berbeda.
"Yah..! akhirnya pulang juga!" senang Mely dengan mimik lelahnya. "Ya iya lah, pulang! emang lo mau tidur di sini!" saut Lala sambil merampas tas di mejanya. May tertawa sambil berjalan mundur. Aauu.. jerit May yang terjatuh karena nabrak bambang di belakang nya. seorang wakil ketua kelas, yang jongkok karna mengikat tali sepatunya yang lepas.
Bukan Mely aja yang tertawa melihat adegan konyol didepanya Lala juga tertata geli. Bambang yang telungkup ke depan dengan muka yang nempel ke lantai, sedang May menindih di belakang nya, dengan gaya ala model iklan yang ada manis manisnya.
"An**g lo!" Kesel bambang lalu pergi meninggalkan May yang belum minta maaf. "Muka lo kondisi kan!" Ucap Lala melihat muka May yang malu tapi menurut Mely dan Lala malah terkesan lucu. "Puas deh, ketawa di depan penderitaan gue yang menang (menanggung malu).
"Setelah puas tertawa mereka bertiga pun menuju parkiran sekolah. Tapi sebelumnya Lala pergi ke kamar mandi, sedang dua temannya menunggu di parkiran. Lala kembali ke parkiran dengan ocehan gak jelas. mulutnya komat kamit, tangan nya terlipat di dada, sedang kakinya berjalan dengan langkah cepat.
__ADS_1
"Kurang ajar lo Rey! Liat aja, liat pembalasan gue besok!" Lala kesal karena di hadang oleh Rey saat menuju kamar mandi, mana Lala kebelet. Mau balik ke parkiran tapi udah di ujungnya, mau gak mau Lala harus mengahadapi pipet peot didepanya. akhirnya Lala lolos dari Rey saat kan mesuk ke kamar mandi, tapi sialnya ia tak menyadari jika Rey mengikutinya masuk ke kamar mandi wanita.
"Sial!" Lala berucap setelah jatuh di depan pintu kamar mandi yang ia pakai, ia tak tahu jika Rey sudah menjegal nya dengan licik nya Rey menunjukkan video dirinya yang berbicara lembut tapi lebih terlihat seperti sedang bermanja manja dengan Rey. Setelah menujukan video memalukan bagi Lala, Rey tersenyum meremehkan dan sempat sempat nya mengancam nya..
"Kenapa?" tanya kedua teman Lala saat Lala sudah masuk ke mobil, lalu keluar lagi ia ingin menghapus video memohon nya itu, dari ponsel Rey. tapi kembali lagi saat melihat Kepsek berjalan ke arahnya. "Cabut! May!" ucap Lala yang duduk di belakang. "Lah! kok gue?" tanya May gak terima, karena sesuai jadwal, ini giliran Lala yang bawa, sedang Mely ia masih gak mahir dalam urusan kendaraan, jadi dia hanya santai tanpa harus berpikir akan membawa mobil.
"Kedepanya, gue dobble deh!" Ucap Lala masih dengan wajah kesalnya. "Oke deh!" setelah bertukar tempat akhirirnya mobil pun mulai berjalan meninggalkan kawasan sekolah.
Mobil yang mereka gunakan adalah mobil Lala, mobil dari hasil pencarian nya sendiri. Sebelum pulang dari rumah May, Lala menyempatkan ke servis ponsel di samping rumah nya, hatinya lega mendengar perkataan servis kalo ponselnya masih bisa digunakan.
Lala bersiul siul sepanjang jalan menuju rumahnya, di antara meraka bertiga rumah Lala lah yang paling jauh dari jarak sekolah.
Lala tersenyum saat melihat mobil yang tak asing lagi dimatanya yang sudah berparkir jelas di kawanan rumahnya. Setelah menutup Pintu mobil miliknya, Lala berlari menuju rumahnya yang sudah ada di depan mata.
"Sore Om, Mi!" Sapa Lala seraya menyalami keduanya. "Mangkin hari mangkin dewasa ya! udah gedek aja nampaknya!" Ucap Om El yang sudah setengah tahun ini gak ada main kerumah Lala, begitu singgah ternyata Lala lebih tampak dewasa dan mulai mengerti.
"Kabar Om gimana?" tanya Lala duduk di samping sang Mami. "Baik, cuman satu yang belum baik..!" Ucapan Om El sengaja ia terpotong.
"Anak Om, ucapnya di iringi tawa. "Oo.. walah Lala dah dengerin serius padahal!" Ucap Lala dangan mimik sedang merajuk tapi gak jadi karna teringat belum di kasih oleh oleh dari Singapura.
"Om..! mana oleh oleh buat Lala?" Ucap Lala sambil menunjuk kan tangan kanan nya yang desain meminta. "Lala.. lala ucap sang mami dengan gelengan kepala mendengar permintaan Lala yang gak ada malunya.
"Udah, di titip kan ke mami! jawab Om El, dan langsung dapat dua jempol dari Lala. "Lala ke kamar dulu mau ganti baju, pamitnya lalu berlari menuju kamarnya.
__ADS_1
lanjut ke bab tiga ya gais..
jangan lupa dukungannya, di tunggu. like, vote, hadiah, komentar