My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab 69- Gimana enak gak?


__ADS_3

...🌵...


...Gimana Enek Gak ...


Lala tersenyum puas dengan hasil yang ia buat sore tadi bersama dengan Ella. apalagi saat ia merasakan jika buatannya juga memiliki rasa yang sama dengan saat ia mencicip buatan Ella.


Ia menenteng plastik berisi kue dengan seulas senyum penuh makna, sepanjang jalan menuju rumah diiringi dengan nyanyian yang keluar dari mulutnya. "Apaan tuh!" Tanya Yaya yang baru saja keluar dari arah dapur. ia menujuk plastik yang di tenteng oleh Lala.


"Kue, Yaya mau?" Tanya Lala yang membungkuk menyimbangi Yaya di depannya.


Yaya mengelus elus perutnya di irungi dengan wajah sendu.


"Yaya udah makan?" Tanya Lala yang juga ikut memenganggi perut nya Lala. "No... kata bunda ada dedek nya ini!" Yaya menyingkirkan tangannya Lala yang tadi memegang perutnya.


Lala terkekeh dan tersenyum kecil melihat tingkah adik ipar di depannya.


Nenek yang sejak tadi di lupakan Lala dan Yaya pun pergi ke ke kamarnya. yang bersimpang siur dengan Rey yang baru saja menuruni akan tangga.


Langkah nya menyepat kala melihat Lala yang sudah pulang. "Udah pulang?" Tanya Rey mana ratapan nya tertuju ke tangannya Lala.


Lala yang tadinya ingin memberikan secara spesial kini menjadi biasa biasa saja. "Kue, mau coba?" Tanya Lala yang langsung mendorong Rey agar duduk di sofa.


Lala membukan plastik, ia mengeluarkannya isi plastik nya. "Gerek gerik Lala rak luput dari tatapan nya Rey. Rey menhihimpitkan anak rambut yang menutupi wajah cantik nya lala.


Lala tersenyum kecil mendapatkan hal seperti itu dari Rey. Kini giliran Yaya yang menjadi obat nyamuk. Ia berjalan meninggalkan Rey dan Lala yang sedang asyik dengan kegiatan mereka masing masing.


Bunda yang meihat ke akrapan keduanya pun merasa senang. "Bunda doakan agar kalian bisa sampai tua tetap bersama baik dalam keadaan sedih duka, bahagia, semoga saja kalian bisa menjadi suami istri yang cocok sampai tua.


...


Di dalam kamar terlibat Yaya yang sedang mengadu dengan semangat, Sang nenek yang tadinya akan tidur menjadi bugar saat mendenggarkan kocegan yang keluar dari dari cucu.


"Masa Yaya gak diajak duduk sama kak Lala, padahal Yaya udah dari tadi di sana, malah Bang Rey aja yang di tarik tarik kak Lala. "Lagi lagi Yaya mengadu dengan wajah penuh kesal.


sang nenek yang sejak tadi mendengar nya pun, menarik Yaya agar duduk di sampingnya. "Mereka lagi pacaran, jadi Yaya sama Nenek tidur aja!" Ujar Nenek yang mulai menarik selimut untuk tidur.


Di tempat lain, terlihat seorang cewek yang sedang memperbaiki gaya rambutnya. "Udah bagus belum ya!" Ucap May yang melihat pantulan dirinya dari ponsel.


"Ehhh..!" May mengelus dadanya karena kaget. "Ngapain?" Tanya Ella yang sejak tadi melihat May yang tampak kebingungan.

__ADS_1


"Ahh.. itu.. apa..! Ella tersenyum kecil melihat wajah gagapnya May. "Apa apa..!" Tanya Ella yang masih saja ingin mendesak May.


May tertawa kecil, "Ohhh gue tau sekarang" Ujar Ella yang mengubah gaya rambutnya May.


"Yogi biasanya lebih suka sama cewek yang rambut di kucir dan berponi. tapi bukan berarti gak suka dengan cewe di yang rambutnya di urai," Ujar Ella yang membuat May sempat diam. "kalo lo ada waktu, kita bisa bahas masalah Yogi gue rasa hampir semuanya gue tau!"Ujar Ella yang di akhiri dengan senyum kecil .


"Gue luan ya, kakak gue dah nunggu!" Ella berjalan mendeluani May, May pun hanya tersenyum tipis sambil melihat kepergian Ella yang mulai menjauh.


May menghela nafasnya merasa dirinya belum cocok dengan Yogi.


"Hai!!" Sapa seorang yang berasal dari arah belaka. May tersenyum kikuk saat melihat Yogi di hadapannya. "Di luar dingin, gak bagus sama kulit lo ayo masuk!" Ajak Yogi yang menggenggam tangan kanannya May. May terbengong dengan apa yang ia rasakan saat ini, antara tak yakin dengan apa yang di lakukan oleh Yogi.


...


Tanpa di sadari, ternyata sedari tadi Mely mengikuti May. "Ketangkapkan lo, huh.. diem diem aja jadian sama Yogi, bakal gue garain besok tuh ayang lo, mau liat gimana nanti reaksi lo!" Ujar Mely dan menarik tangan Bambang yang sejak tadi setia menunggu Mely.


"Ayo..!" Ajak Mely dengan menarik narik tangannya Bambang dengan berulang ulang. Bambang hanya pasrah dengan kelakuan yang di berikan oleh Mely.


"Salahnya lo cewek gue, kalo lo temen gue udah gue tinggal sedari tadi!" Ucap Bambang pelan.


"Pakkkk...!"


Kakinya Mely meluncur di kakinya Bambang, "Auuu..!" Keluh Bambang yang memegangi kakinya.


Bambang dengan kesal.


...


"Gak pengen keluar?"


Tanya Rey yang baru saja menutup laptop di depannya. Lala yang mendengar itu langsung menurunkan kedua kakinya yang sejak tadi menjuntai ke atas. masih dengan kondisi tertidur, dengan kepala yang mendongak ke arah Rey, Lala tampak berpikir sejenak.


Tak lama kemudian, terukir senyum kecil di bibir kecilnya.


"Keluar yuk, cari jagung bakar!" Ucap Lala yang langsung bangkit dari tidurnya. Lala langsung membuka lemari, ia hanya mengambil sardigan


dan celana panjang saja. "Mau ganti juga?" Tanya Lala karna sejak tadi Rey hanya melihatnya saja.


Rey menggelengkan kepalanya pelan. Lala seketika menghentikan aktivitasnya. "Mau keluar cuma pake kolor doang?' Tanya Lala degan mimik bengong.

__ADS_1


Rey terkekeh. "Enggak lah sayang!" Jawab Rey yang membuat Lala seakan ingin muntah.


'Hueeekkk...! panggilannya jangan aneh aneh dong, jadi pengen muntah kan!" Ucap Lala yang memeng tidak terbiasa, padahal Rey sudah sering memanggilnya dengan sebuatan tadi.


Rey mengerutkan keringnya. Ia mendekati Lala dan menegangi kening Lala. "Cepet gue dah gak sabar pengen makan jagung!" Ucap Lala yang terdengar rengekan. Rey terkekeh, di akhiri dengan mencium kening Lala sekilas.


...


"Pengangan yang erat!" Ujar Rey yang semangkin menarik tangannya Lala ke depan. "Kenapa gak pake mobil aja sih, kan ribet!!" Ujar Lala yang berucap pelen. "Apaa..!" Tanya Rey yang memang tak terlalu mendengar. "Cari kesempatan aja sih, kalo pake mobil kan gak pala sedingin ini!" Ujar Lala yang berbeda topik.


"Udah halal gak ada yang namanya cari kesempatan!" Balas Rey diiringi dengan senyuman, padahal tak terlihat oleh Lala.


Lala yang tak terlalu mendengar ucapan Rey mengeratkan pelukannya. "Dingin banget!" Ujar Lala yang menopang dagu di pundak Lala.


Tak lama motor mereka pun berhenti di salah satu pedagang jagung pinggir jalan. Tanpa memeperdulikan Rey yang masih berada di atas motor. Lala sudah lebih dulu mendahului Rey yang langsung memesan.


"Sering kemari?" Tanya Rey sambil mendudukan pantatnya di kursi. Lala mengganguk kecil. "Sering tapi waktu sd!" Ujar Lala tersenyum kecil. ia teringat kembali masa masa sdnya dulu. "Sd sampai sekarang berarti sekarang jarang dong!" Tanya Rey lagi.


Kini Lala mengangguk kembali. "Lebih tepatnya gak pernah lagi, dan ini untuk pertama kalinya seteleh beberapa tahun belakangan ini!" Ujar Lala tersenyum simpul.


Begitu jajung yang di pesan datang, Lala langsung memekannya tanpa merasa takut akan panasnya jagung yang baru di angkat itu.


"Pean pelan, gak bakal ada yang makan!" Ujar Rey sambil menyingkirkan poni yang menghalangi matanya Lala. Lala tersenyum kecil lalu memberikan jagung bakar yang sudah di embusnya ke mulutnya Rey. "Cobain enak!"


Ucap Lala yang langsung memasukkan jagung ke mulut Rey.


Rey tak menolaknya, ia memakannya dengan senang. Mereka berdua pun menghabiskan malam minggu dengan nongki di pinggir jalan itu.


...


Karna tadi malam tak bisa tidur , Lala terus terusan menguap uap mersa kantuk saat jam pelajaran kedua di mulai. untung saja guru mapelnya tak masuk yang membuat Lala bisa tidur sejenak.


berkali kali ia meletakkan kepalanya di meja, berkali kaki juga ia di ganggu oleh ketiga temannya itu. "wuihhh... gue kantuk lo, jangan ganggu!" Omel Lala yang kini mengambil tasnya untuk bantalan.


"Kenapa lo ngantuk, padahal kemarin hari minggu lo, jangan bilang kalo lo... Mely menatap May dan Ella bersamaan.


"Pasti karna enek enakan ya tadi malam!" Tuduh May tanpa ada rasa takut sama sekali.


"Gimana rasanya enek gak?" Tanya May lagi.

__ADS_1


Lala melotot mendengar ucapan May barusan, hal ini membuatnya langsung duduk di dengan posisi tegek.


"Benar kan dugaan gue liat deh gelagat nya, gimana la rasanya enek gak??" Ucap Mely yang keluar sengeknya. Lala mengelegkan kepalanya kerna bisa bisanya teman temannya berpikir seperti ini.


__ADS_2