
...🌵...
...Perjodohan.. ...
"Kalian berdua kami jodoh kan, Mami kamu," Tunjuk Om El yang ditujukan untuk Lala. "Bunda dan Papi udah membicarakan, dan menyepakati hal ini sejak kalian masih kecil, bukan pi.. tapi sejak lahir!" Tutur Bunda Rada membenarkan ucapan suami nya. Menurut kami hal ini tak bagus jika di tunda lebih lama lagi, berhubung kalian berdua sudah bisa di bilang dekat dan sudah sama sama remaja, pasti sudah bisa mengerti kan masalah seperti ini." Jelas Om El lagi.
"Jadi, maksudnya kita bakal_ Kita bakal menikah pi?" Tanya Rey yang mengambung kan ucapan Lala barusan. saat ini Ingin sekali rasanya Lala menopak kepala Rey, namun ia urungkan ketika sadar karena bukan waktu yang tepat.
"Lala gak mau!" Tolak Lala cepat, "Harus mau!" jawab Mami Roni tak kalah cepat, "Mami gak mau liat kalian berdua di anggap yang enggak enggak, sama tetangga, bukan tetangga aja, Mami juga gak mau yang mengira kalian yang enggak enggak, jangan kalian kira Mami gak tau kelakuan kalian di atas sana, walaupun Mami di lantai bawah, tapi Mami mikirnya yang enggak enggak, dan Mami tau kalo kalian itu saling suka tapi masih sering berantem layak nya anak kecil, Mami berharap sama dengan yang El katakan, jika di percepat semangkin bagus!" jelas Mami Roni pada Lala dan Rey.
__ADS_1
"Kalo Rey, gak masalah, lebih cepat juga lebih bangus," ucap Rey dengan muka datar nya, sedang Lala mencoba mencerna apa yang baru saja di katakan oleh Rey. "Gila.. ini pasti hanya mimpi, mimpi buruk gue aja kan? Gue harus bangun, gue gak mau mimpi gila ini bisa keterusan, bisa mules perut gue kalo di teruskan!" Ucap Lala dan menggeleng gelengkan kepalanya.
"Oke.. sekarang keputusan hanya tinggal di Lala, gimana Lala kamu setuju kan?" Kini giliran Bunda Rada yang berbicara. "Ini bukan mimpi, tapi ini nyata, astaga gue kenapa?" Tanya Lala masih bingung dengan situasi saat ini. rasanya otaknya muter sana sini, tanpa ada tujuan yang pasti. di tambah lagi ia merasa bingung sendiri dalam kondisi yang tak bisa di bilang pasti.
Lain hal dengan Lala, Rey tampak menyungging kan seluas senyum tipis di bibir nya, dia sendiri tanpa sadar, langsung menyetujui apa yang baru saja ia dengar kan dari Papinya. perasaan nya saat ini tak bisa di baca, bahkan ia sendiri merasa jika ia ingin lebih tau lebih dalam tentang Lala, baik dari luar maupun dari dalam diri nya.
"Sayang, kita nungguin kamu!" Senggol Mami Roni di bahu Lala. Lala memandangi satu persatu orang di sekitar nya. "Ini beneran?" Tanya nya dengan muka songong, Semua nya yang ada di ruang an itu tersenyum kecil melihat kebingungan di diri Lala. Termasuk Rey, ia merasa suka melihat wajah kebingungan dari Lala, bahkan tanpa sadar ia mencubit pipi Lala.
"Mam_ Udah udah, jadi sekarang Lala setuju atas perjodohan ini, berhubung sudah ada ke setujuan dari Lala dan juga Rey, maka kita rencanakan agar besok akan langsung kita nikah kan!" Ujar Om El pada kedua orang yang sedari tadi menjadi pembahasan.
__ADS_1
"Secepat itu? Apa gak bisa di undur lagi?" Tanya Rey yang kaget atas penuturan diri Papi nya. "Kan Lala, gak ada setuju Mi.. masa langsung mu nikah nikah aja, lagian Lala masih sekolah Mi, masi mau main bareng sama teman teman, Masi mau nikmati rasanya di sekolah, masih mau menikmati hari tanpa ada yang harus Lala tanggung, Lala aja ngurus diri Lala sendiri aja masih begini, gimana nanti kalo udah punya suami?" Ujar Lala menjelaskan. "Dengar sayang, suami itu hanya status untuk saat ini, kita juga akan nikah kan kalian secara tertutup, hanya ada beberapa saksi saja, nantinya. Mami gak hanya mau ada yang menjaga kamu saat ini, Mami hanya percaya sama Rey anak Mami, percaya lah untuk saat ini!" Jelas Mami Roni mencoba menenangkan.
"Oke.. kalo gitu, tapi Lala gak mau terlalu di bebani jika nanti sudah bersuami, seperti yang Lala bilang sebelumnya, Lala masih mau bebas seperti teman Lala di luaran sana." Jelas Lala lagi. "Untuk itu pasti sayang, karena status kalian juga seorang pelajar, kami mengerti masa remaja itu masa paling berkesan, dan penuh dengan keceriaan, Mami tak akan melarang, begitu juga degan Rey, ya kan Rey?" Tanya Mami Roni ke arah Rey. Rey tersenyum kecil sambil mengganguk.
•
Lala terus mengomel saat berada di dalam kamar nya, ia mengomel karena tak di perboleh kan main ke rumah May, dan dia hanya berhubungan dengan dua temannya itu melalui telpon, untung saja Lala punya cara cerdas untuk mengelak agar dua temannya itu memkluminya. manum yang saat ini yang terus terusan menjadi bahan dasar omelannya adalah tentang di dirinya ke di masa depan, ia merasa gerah dan tak tenang bawaannya.
"Kak..!" Lala hampir saja melempar kan bantal sofa ke arah suara, "Haduh M, Yaya lo ngagetin gue aja," Omel Lala dengan muka kesal nya. Yaya terbawa melihat tingkah Lala. "Hehe.. tapi Lala kok gak di bangunin. padahal udah malam!" Ucap Yaya yang memang tujuan dari panggilan nya pada Lala. "Udah di bangunin juga, tapi lo aja yang gak bisa di bangunin!" Celoteh Lala di dalam hati.
__ADS_1
"Jam berapa kak?" Tanya nya yang kini sudah membereskan tempat tidur. "Jam lapam malam," Jawab Lala sikat. "Bunda sama Papi udah pulang?" Tanya nya dengan wajah sedih, "Gak pulang, nginap sini, lo tidur bereng gue malam ini!" Jelas Lala pinalnya. "Bagus deh, akhirnya ada yang mau tidur sama Yaya, tapi Yaya laper!" Ucapnya kembali sedih.
"Ayo," Ajak Lala sambil mengandeng tangan kecil Yaya di tangan nya. "Yaya kelas berapa?" Tanya Lala saat sudah berada di dapur. "Kelas lima sd kak, kenapa kak keliatan cantik kan?" Tanya nya dengan muka senang. "Cantik.. masi kecil nya cantik apalagi kalo udah besar, cantik nya berdobble deh buat Yaya." Jelas Lala dan bertanyae kembali apa yang mau di makan oleh Yaya di depannya.