
...🌵...
...Demi Ayang...
Lala menuruni tangga dengan malas, mulutnya tak henti hentinya menguap uap. rasanya ia ingin melanjutkan tidur nya kembali, apalagi tadi malam seteleh dikerjaan Rey ia tak bisa tidur lagi, sampai menjelang pagi matanya baru bisa di anjak untuk istirahat, namun itu hanya sebentar, karena bunyi alarm yang ia setel setiap hari.
Ia duduk dikursi dengan menopang kepala nya di meja makan. "Ngantuk banget gue!" Ucapnya dan langsung duduk tegak, karena mendengar suara gaduh dari arah dapur.
"Udah siap sayang!" Tanya Mami Roni yang melihat Lala sudah selesai pakai baju sekolah serta tas sekolah nya yang di letak kan di kursi samping nya dengan meletakkan nasi goreng ke hadapan Lala.
Lala hanya mengangguk mengiyakan, rasanya saat ini ingin bersuara aja susah. "Hih.. kamu ini, masi pagi udah nguap nyuap aja, nih makan dulu nasi goreng nya, setelah siap cuci muka dulu baru pigi sekolah." Omel Mami Roni ketika melihat Lala seakan begadang tadi malam.
Lala tak menjawab dan memilih memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya.
"Tidur jam berapa tadi malam?" Tanya Mami Roni sambil mengelus puncak putrinya.
"Jam dua Mi, karena ngerjain tugas bareng Rey tadi malam" Ucap Rey yang ikut duduk di depan Lala di iringi dengan senyum ramahnya ke Mami Roni namun jika menurut Lala itu merupakan senyum bohongan.
"Lo_" Lala berhenti melanjutkan kata kata saat Rey memotong kembali ucapanya. "Iya, La. gue rasa ini udah yang ke lima kalinya lo mau bilang makasih ke gue, gue kan dah bilang tadi malam, kalo ini merupakan kewajiban gue sebagai teman. apalagi lo tadi malam udah mengijinin gue tinggal di sini, harusnya gue yang berterimakasih." Jelas Rey sopan.
Kini Mami Roni mengelus elus pundak Rey. "Makasih udah mau ngerjain tugas bareng Lala,"
Ucap Mami Roni lagi dan berjalan menuju dapur.
"Udah udah gak usah marah marah, nanti kelopak mata lo mangkin hitam." Ucap Rey dan melanjutkan kembali makanya.
"Pinter ya bohongin nyokap gue. tapi sayang, gue gak semudah itu dapat di jatuhkan oleh kebohongan lo," Ucap Lala dan menyudahi makan nya.
Di sekolah.
Lala berjalan cepat menuju kamar mandi, ia ingin mencuci muka, karena tadi saat di rumah tak jadi mencuci muka karena ada hal yang membuatnya ingin segera ke sekolah. sampai nasi goreng ke nya saja masih dua sendok di makanya.
"Ahh.. ini baru segar.." Ucap Lala setelah membasuh wajah nya dengan air.
"huek.. huek.."
Lala melirik orang di samping nya yang baru saja muntah muntah. Ada rasa kasihan juga ketika melihat wajah nya yang tampak pucat.
Lala merogoh tas kecil miliknya. dan memberikan Freshcare ke cewek di sampingnya. ia sempat melirik ke Lala sekilas dan tanpa bertanya ia langsung mengambil nya diri tangan Lala.
"Perlu bantuan?" Tawar Lala saat melihat cewek di samping nya kesusahan mengoles di bagian leher belakang. Ia hanya mengantuk dan memberikan Freshcere ke Lala.
"Makasih." ucapnya dan berlalu pergi. Lala merasa sedikit penasaran dengan orang tadi, ingin sekali ia bertanya banyak tentang cewek tadi tapi ia urungkan ketika cewek tadi hanya mengangguk saja saat di tanya.
"Ada untungnya juga ya, gue bawa Freshcere ke sekolah, membantu banget!" Ucapnya dan berjalan keluar kamar mandi.
Tampak segerombolan Siswa/i di dekat kamar mandi. Lala sendiri yang memang malas tau, berlalu yang hanya melewati kerumunan itu.
Lala yang merasa sudah puas tidur saat jam belajar tadi memilih bangun karena mendengar suara bel istirahat, apalagi mendengar kedua temannya yang tampak mengobrol membuat Lala menegak kan badanya.
"Eh.. Lala dah bangun!" Ucap Mely dan menghampiri meja Lala.
"Eh.. tadi pagi lo bilang ke kamar mandi kan?" Tanya May yang baru saja duduk di meja depan Lala dengan kaki yang di letak kan di atas kursi.
"Hemm.." Jawab Lala dan mengusap wajah nya dengan kedua tangannya karena ia merasa wajah nya saat ini sangat lah kusut.
__ADS_1
"Pas lo keluar kamar mandi lo liat ada cewek pingsan gak?" Tanya May lagi. Lala tampak berpikir sejenak lalu menggeleng.
"Emang kenapa?" tanya Lala heran. "Dia di angkat ke *Uks sama Rey, muka tuh cewek juga pucat banget." Jelas May lagi*.
"Lo liat?' tanya Lala lagi. "Kita dua liat tapi pas udah bubar." Jawab Mely dengan tertawa di akhir katanya.
"Bege, itu artinya lo dua gak liat, trus kok tahu mukanya pucat?" Tanya Lala lagi.
"Kan gue punya kuping, gue dengar lah." Jawab Mely lagi. "Trus apa hubungannya lo dua nanya ke gue?" Tanya Lala lagi.
"Soalnya pas lo masuk terus tidur kita langsung otw tuh, pas nyampe bubar. Jawab May lagi.
"Trus kok segini keponya cuma kegara pingsan doang?" tanya Lala lagi.
"Itu cewek anak baru, cantik lagi, katanya pun harusnya dia masuk ke kelas kita, terus yang bikin keponya itu, si Rey kaya khawatir banget pas liat dia, maksudnya cewek tadi yang pingsan itu lo!" Jelas May lagi.
"Dah ah.. mending sono beliin gue soto, dari pada ngomongin gak jelas!' Ucap Lala dengan mendorong kedua temannya.
"His.. Lala gak enak ah.." Jawab Mely dan kini tangannya sudah di tarik oleh May.
"Minumnya apa?" tanya May.
"Sama in aja sama punya lo!" Jelas Lala lagi. Setelah kepergian kedua temannya Lala merasa ada yang mengganjal di hatinya. Tiba-tiba Lala teringat kejadian tadi pagi.
"Apa jangan jangan itu cewek?" tanya Lala dengan menutup mulutnya.
Di lihatnya ruang Uks yang tampak sunyi, namun semakin ia mendekat ia mendengar suara Buk tiwi, seorang wanita paruh baya, yang mengurus Uks, sekaligus seorang bidan di uks ini.
Lala memberanikan diri untuk membuka penghalang di depannya. ketika ia ingin membuka, sudah terlebih dahulu terbuka.
"Eh Lala, ngagetin ibuk aja," ucap Tiwi sambil mengelus elus dada.
"Perut kamu sakit lagi ya, bentar ya, biar ibuk ambil dulu obatnya." Ucap Buk Tiwi dan berjalan menuju meja.
"Untung tangan gue bijak!" ucap Lala saat melihat tangannya yang memegangi perut.
"Kurangi makan saus, sambal walaupun mulut kamu nerima, tapi perut kamu gak nerima." Nasehat Buk Tiwi dan memberikan obat yang biasa Lala pinta.
"Udah sarapan kan?" tanya Buk Tiwi dan berjalan mengambil air.
"Belum, Buk. ini Lala minum di kelas aja, soalnya Lala bakal sarapan di kelas." Ucap Lala dan mengambil obat nya dari atas meja.
"Ya udah tapi jangan sampai gak di makan obatnya." Ucap Buk Tiwi dan kembali duduk di kursinya.
"Makasih buk!" Ucap Lala dan kembali ke kelas.
"Gue tadi ke uks mau apa ya, kok malah minta obat?" tanya Lala dengan menenteng obat di tangan nya.
Brukk..
brukk
Lala yang hanya jalan dengan memandangi obat di tangannya menabrak seseorang yang ia kenal betul suara pemilik yang menabrak nya. dia adalah Rey, ia berlalu begitu saja tanpa ada niatan untuk membantu Lala yang terduduk di tanah. "dasar gak punya hati." ucap Lala dan bangkit dari duduknya.
Di lihat nya obat yang ia bawa jatuh ketanah. "untung juga sih jadi gak keliatan kalo gue bohong nya!" Ucap Lala dengan tersenyum dan sedikit menginjak injak obat yang tadi dari duduknya Uks.
__ADS_1
"La..!" Lala melihat orang di depannya dengan muka malas. "Apa? mau gulat lo sama gue?" tanya Lala saat melihat wajah kesal Sabrina.
"Liat Rey gak?" tanya Sabrina dengan wajah kesal nya. Muncul ide licik yang timbul di otak Lala,
"Oh.. Rey ya.. tadi gue liat, emang napa?" tanya Lala lagi.
"Arah mana?" tanya nya gak sabaran.
"Kalo gak salah tadi dia di panggil ke ruang kepsek deh!" Ucap Lala dengan muka menahan tawa.
"Thaks ya!" Ucap Sabrina dan benar benar mengarah ke arah ruang kepsek.
"Kena lo sama gue, rasian noh gimana nanti malunya." ucap Lala di iringi tawa.
"Gak dapet cowok nya cewek nya pun jadi gue kerjain!" Ucap Lala dan menuju kelas dengan cekikikan.
Mely dan May sudah menunggu di depan pintu kelas dengan muka masam yang menatap Lala dangan tangan yang mengadak pinggang.
"Kenapa lo dua, udah kaya mak rempong aja gue liat!" Ucap Lala saat sudah. berada di depan kedua temannya.
"Bukan mak rempong, tapi mak beti." Jawab Mely dengan tertawa.
"Kok lo malah ketawa sih, kan kita mau kasih tinjuan ke Lala." protes May saat melihat tingkah Mely yang aneh.
"Gue lucu aja. masa kita di bilang mak rempong." Ucap Mely masih dengan tawa.
"Tapi bener lo mirip mak rempong yang kaya tai cicak itu lo!" tunjuk Lala ke wajah Mely. "Ketek lo.." ucap Mely dan memunyunkan mulut nya.
"Kalo sekarang mirip ikan badut!" Ucap May yang menertawakan Mely.
"Ketawa lo mirip Bambang!" ucap Mely dengan menertawakan May balik.
"Baru tau, dari dulu kali!" ucap Bambang yang tiba-tiba muncul di balik jendela.
"Gila. gue kira lo hantu kayang!" Ucap Lala saat melihat bambang dari jendela. Kini ketiga cewek itu tertawa melihat bambang yang kurang kerjaan.
"Demi ayang!" ucap Bambang dengan mengedipkan sebelah mata ke May.
"Cie.. cie.. si Bambang udah mulai berani nih!" Goda Lala dengan tatapan mengoda ke arah May.
"Ini soto siapa di makan sama Dian!" Ucap salah satu siswi.
"Soto gue..!" ucap Lala dan berjalan ke dalam kelas. "Enak ya soto lo emang beda!" Ucap Dian dengan senyum ramahnya ke Lala.
"Lo lap dulu mulut lo gih, liat tuh belepontan kaya bayi!" Ucap Lala memberikan tisu.
"Berani banget tuh anak, main nyosor nyosor aja," Ucap Mely yang baru saja tiba diikuti May di belakang nya.
"Dari pada mubazir, ya gak La?" tanya nya ke Lala.
"ya deh, terserah lo deh. tapi lo harus bersihin meja gue sampe bersih, sekalian pulangin mangkuk nya sama cangkir nya jangan lupa bayar ya!" Ucap Lala dan meninggalkan Dian yang masih diam.
"Belum lo bayar?" tanya nya dengan muka masam.
"Jaman sekarang gak ada yang geratisan!" Ucap Mely dengan cekikikan.
__ADS_1
"Makanya jangan main sosor aja kayak bebek aja, malah mangkin ribet lagi kan?" Ucap May ikut nyambung.
"Nih, gue gak sejahat itu, lebih nya buat lo, itung itung sedekah!" Ucap Lala yang memberikan selembar uang dua puluh ribu. "Itu mah pas passan la!" Ucap Mely dan mendapat pelototan dari Lala dan Mely.