My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab31- Sok kompak..


__ADS_3

...🌵...


... sok kompak.. ...


Lala yang baru saja sampai di dalam ruang uks, di sambut dengan hangat oleh buk Tiwi. "Makasih Yogi udah antarin Lala ke sini," Ucap buk Tiwi pada Yogi. sedang kedua temannya Lala yang baru sampai langsung mendekati kasur di mana Lala berbaring.


"Gimana buk keadaan Lala?" Tanya Mely dengan muka serius. "kalian dua teman dekatnya Lala ya?" Tanya Buk Tiwi saat melihat dua cewek yang semuran dengan Lala.


mereka berdua mengangguk mengiyakan sebagai jawaban.


"Sok kompak lo!" Ucap Mely dengan menyentil lenganya May. "Siapa juga yang mau kompak sama lo," Jawab May ketus. "Ih.. bibir lo udah persis mak gosip aja lo, maju banter!" sosor Mely sambil menangkap bibirnya May.


"Cih. tangan lo asin, kaya belacan basi!" Ucap May dengan kesal sambil mengelap bibirnya dengan lengan bajunya.


"Mulut lo yang basi, jelas jelas tangan gue ini manis, kok dibilang basi? aneh lo!" Omel Mely tak mau kalah dengan May.


"Udah udah.. kalian dua mengganggu Lala yang sedang sakit saja, mending kalian kembali ke kelas saja, ini juga udah mau bel," Perintah Buk Tiwi pada May dan Mely. "Buk..!" Panggil Lala dengan tangan nya yang mengeliat di area perut.

__ADS_1


"Kita dua sini aja buk! kita janji buk gak bakal ribut lagi!" Ucap Mely dan May berbarengan lagi. keduanya saling pandang dan sesaat kemudian di suruh duduk di samping Lala.


"Oke.. ibuk harap kalian tak menggangu Lala yang sedang sakit," Ucap Buk Tiwi dan sekarang sudah beralih memeriksa Lala yang tampak kesakitan.


Selang bebeberapa menit setelah sibuk berkutik kutik di dengan alat medis pun terhenti dan memendangi kedua temannya Lala dengan serius. "Apa selama ini Lala masih sering makan saos dengan banyak?" Tanya Buk Tiwi. "Masih sering buk," Jelas May dan Mely secara berbarengan lagi. "Ah.. lo kenapa ngikut aja sih, apa yang mau gue omongin!" Omel May pada Mely. "Enak aja, gue yang harusnya marah sama lo, karena gak ada rumus lain selain ngikut rumus yang sama dengan gue," Jawab Mely tak mau kalah.


"Udah udah.. bukan keributan yang saya tanyakan," Ucap Buk Tiwi dengan menggelengkan kepala nya yang melihat tingkah dua temannya Lala.


"Kan ibuk udah sering kasih tau ke Lala, jangan sering makan saus lagi, segala macam mie juga jangan, karena itu gak bagus untuk kesehatan Lala, lihat sekarang kalo udah sakit seperti ini mau apa lagi? biasakan makan nasi setiap pagi dan pulang sekolah, jangan saus saus aja yang akan di makan," Omel Buk Tiwi dengan panjang lebar. "Ini lambung kamu kumat lagi, bahkan lebih parah dari sebelumnya," Ucapnya lagi dan di angguki oleh Lala.


"La, ini siapa?" Tanya May saat melihat postingan ig milik Lala. "Adik gue ipar gue, kenapa cantikkan?" Lala bertanya dalam hati, ingin sekali ia menjawab hal tadi namun saat ini hubungannya dengan Rey masih menjadi rahasia baginya.


"Itu adik angkat gue!" Jawab Lala dengan mengubah posisi tidur nya menjadi duduk. "Siapa sih? sampai May kepo!" Ucap Mely dengan merebut ponsel nya May dengan paksa. "Ban**t lo, hampir aja jatuh ponsel gue," Omel May dengan tatapan kesal ke arah Mely. "Jatuh kan bisa beli baru, ya gak La?" tanya Mely pada lala. "Ya udah gak apa, tapi lo kan yang bayarin?" Tanya May dengan senyum manis nya. "Huekk.. mau muntah gue liat muka lo, Mirip huluk persi anak konda!" Ucap Mely seakan bergaya ingin muntah. May yang gak terima mengatai muka Mely balik. "Mending, dari pada muka lo sama kayak katak licin!" Balas May balik.


Lala yang mendengar kan perdebatan antara keduanya hanya tersenyum menahan tawa, ingin ketawa tapi ia takut jika perutnya akan semangkin sakit.


"Tak lama kemudian Buk Tiwi pun datang, dengan membawa obat dan segelas air hangat.

__ADS_1


Setelah nya Lala meminum obat yang di berikan buk Tiwi barusan.


Di lain tempat, Rey yang ingin mengantar kan Ella sampai ke kelas, tak jadi ia antar kan ketika mendengar Lala yang sedang di bawa ke Uks. Perasaan khawatir itu pasti saat ini, di tambah lagi yang membawa Lala ke Uks adalah Dian temen dekat nya dan Bambang salah satu teman sekelas Lala. Langkah kakinya yang tadi berjalan ke Uks terhenti ketika melihat Lala yang kini sudah di bawa oleh seseorang cowok yang ia lihat kemarin sore.


"Sial.. kenapa muka lo aja sih yang gue liat dari kemarin?" Tanya nya dengan menatap orang itu dengan gerem. "Mereka ada hubungan apa, sampai segitu dekat nya? pacaran? gak mungkin selama gue tinggal satu atap sama Lala, tuh cewek gak pernah sama sekali pulang sama tuh cowok, atau mereka lagi pdkt?" Tanya nya bermonolog dalam hati.


"Rey.. ngapain?" Tanya seorang cewek yang saat ini beratus sebagai pacar Rey. Rey tersenyum kecil saat melihat sabrina memegangi lengan nya dengan manja, "Kok gak bilang tadi piginya bareng sama dia?" Ucap sabrina sambil mengelus elus lengan Rey lembut. namun tidak dengan wajah nya ia cemberut dan otaknya memikirkan bangaimana caranya agar bisa menjauhkan Ella dari Rey, ia merasa hubungan nya dengan Rey seakan renggang ketika Ella muncul di keju dirinya dan Rey.


Rey yang mendapatkan perlakuan seperti ini sudah biasa baginya, namun tak dengan orang lain yang menatap tak suka pada Sabrina. "Gue lupa kasih tau lo na," Ucap Rey dan melepaskan gandengan tangannya Sabrina dari lengan nya kini ia mengandeng tangan sabrina. "Nanti pulangnya bareng ya!" Pintanya dengan wajah di manis manis kan. "Gue gak janji!" Jawab Rey lagi. Sabrina menghentikan langkah kakinya dan kini ia berjalan ke arah depen Rey.


Cup..


Sebuah kecupan singkat di berikan oleh Sabrina di pipi Rey. "Apa pulang nya bareng dia lagi?" Tanya sabrina dengan memegangi kedua bahunya Rey. Rey menghela nafas nya, baru kali ini ia merasa resah saat di cium oleh sabrina, biasanya ia akan bersikap manis jika di berikan ciuman oleh Nana. Rey menurun kan kedua tangannya Sabrina di kedua bahu nya dan menatap Sabrina lekat, "Gue tau na lo cemburu, tapi cemburu lo gak mesti sama Ella, dia itu sepupu gue, sekaligus anak angkat keluargaku gue, gue udah janji bakal jaga dia di sekolah ini, jadi lo harus sabar, selama beberapa bulan ke depan, kalo gue bakal pigi dan balik sama dia, tenang aja lo satu satunya cewek yang gue sayang," Ucap Rey menyakinkan orang di hadapannya saat ini.


Lama Sabrina mencerna kata yang barusan di katakan oleh Rey. "Oke.. tapi lo harus ingat, kalo gue juga butuh tumpangan lo kalo gue perlu, di saat gue lagi ada masalah dengan kendaraan gue!" Ucap Sabrina dengan tatapan serius ke lawan bicara nya.


"Pasti.. kan lo adalah cewek yang paling gue sayangi," Jawab Rey sambil merangkul Sabrina menuju kelas mereka.

__ADS_1


__ADS_2