My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
Bab71- Suka Nyosor


__ADS_3

...🌵...


..."Suka Nyosor...


"Sayang! Mami Roni langsung berjalan ke arah putri satu satunya. Ia langsung memeluk Lala dengan sayang. "Rey mana?" Tanya Mami yang hanya melihat Lala seorang diri.


Lala menunjuk Rey dengan bibirnya. "Ah.. anak Mami mangkin cakep ya!" Ujar Mami yang beralih ke Rey. "Gak salah Mami jodohin kamu ke Lala!" Ujar Mami dengan memegang kedua bahu Rey. Rey hanya tersenyum kecil. "Apanya yang genteng, suka ngosor iya!" Lala berucap pelan.


"Pletak..!" Kening Lala mendapatkan sentilan dari Mami. "Mami..!" Marah Lala dengan mengejar Mami yang berjalan mendahuluinya.


Lala berjalan beriringan dengan merangkul lengan Maminya. Rey tersenyum melihat lengket nya Lala dengan Maminya.


Sekitar jam tujuh malam mereka baru sampai di kediaman Mami Rosi. Art Lala membatu membawakan koper ke dalam di bantu oleh Rey. Lala masih saja lengket dengan Maminya, seakan ia membalas dendam karna di tinggal selama hampir dua bulan.


"Mami Rasa mangin punya status kok malah mangkin manja ya, apa yang kurang!" Ujar Mami yang mencoba melepaskan tangannya Lala di lengannya. "Bantar lagi Mi.. Lala masih kangen!" Lala malah berubah menjadi memeluk Maminya.


Jujur saja Rey merasa cemburu melihat kedekatan dua orang itu. Ia cemburu karna tak pernah di perlukan seperti itu oleh Lala. "Rey berdehem untuk menghilangkan rasa bosannya.


"Liat tuh suami kamu aja risih liat kamh bengini, gimana Mami!" Ujar Roni yang mencoba melepaskan lingkaran di perutnya.


"satu menit lagi!" Pinta Lala. Roni pun membiarkan saja kemauan anaknya itu.


"Kamu harus banyak sabar ya Rey, Lala emang begini anaknya, suka manja kalo dah lama gak jumpa!" Ujar Rosi yang tau jika Rey merasa cemburu. "Gak apa mi.. Itu artinya Lala kangen sama Mami!" Jawab Rey.


Saat ini ketiganya sedang makan malam, "Ma.. Keadaan oma gimana?" Tanya Lala setelahnya memasukan makanan ke mulutnya. "Udah lebih sehat, Sekitar seminggu lagi bakal tinggal bareng Mami di sini, Mami mau gantian jagain Oma!" Jawab Rosi.

__ADS_1


Lala tersenyum kecil, "Bagus deh!" Ujar Lala.


Setelahnya mereka makan dengan perbincangan kecil, dengan mendengarkan cerita Mami Roni saat di merawat Oma.


Lala menghempaskan badannya di kasur di susul oleh Rey. "Leleh banget ya!" Lala menghela nafas lemas. Ia memejamkan matanya sekilas lalu memandangi langit kamarnya. "Gak terasa udah sebulan lebih gue gak pernah tidur di kamar ini!" Ujar Lala.


Rey mengubah arah kepalanya ke arah Lala yang berada di sampingnya. "Lo mau kita nginap?' Tanya Rey. Lala langsung mengarah ke arah Rey. "Boleh?" Tanyanya dengan senyum kecil. Rey mengganguk.


"Ah.. iya gue belum mandi, pantas aja rasanya plikat banget nih badan!" Ujar Lala yang akan bangkit. Tanyanya Lala di tarik oleh Rey, membuat Lala menaikan alis heren. "Kenapa?" Tanya Lala.


"Mandi bereng!" Ujar Rey dengan senyum nakalnya. Lala langsung melemparkan bantal ke wajahnya Rey. "Menang banyak deh lo!" Ujar Lala yang berlari kecil ke kamar mandi.


Rey hanya melihat Lala sampai pintunya tertutup. "Gue lebih menangan di kasur kali La!" Batin Rey yang menarik kedua tangannya, Lalu di letakan di bawah kepalanya.


Tak lama pintu kamar mandi sudah terbuka lebar, Lala berjalan dengan lentunan lagu yang dinyanyikankan. Rambutnya yang basah membuatnya sedikit gemetar. "Ternyata begini ya rasanya mandi malam!" Ujar Lala yang membantingkan bandanya di atas kasur.


Apa yang di ucapkan Rey beda dengan tindakan yang ia lakukan saat ini. Tangannya terampil mengelus rambut Lala yang berantakan, ia menyingkirkan poni yang menghadang wajah cantiknya Lala. "Gue gak salah pilih, dan gak bakal rugi!" Batinnya yang melihat cantiknya Lala.


Lala yang merasa leleh, merasa terganggu dengan adanya hal geli yang berjalan jalan di bagian pipi dan lehernya. Ia pun membuka matanya dengan rasa kentuk.


Seketika melotot saat mendapati Rey di hadapannya yang mengelus elus pipinya dan lehernya. Spontan ia langsung mendorong Rey dan berdiri. "Lo apa..!" Lala tak jadi berucap saat handuk nya terlepas dari badannya.


Lala langsung terduduk dan menutupi badannya dengan selimut. "Lo ngapain di kamar gue!" Jerit Lala sambil mengelap air matanya. "Lo.. lo.. ngapin gue!!" Jerit Lala lagi.


Rey sempat ingin tertawa ketika melihat wajah gugup dan malunya Lala, namun ia urungkan kala melihat Lala yang menangis.

__ADS_1


"Gu.. keluar gak!" Jerit Lala yang memotong ucapan Rey. "Dasar cowok genit!" Jerit Lala lagi. Kali ini Rey menutup telinganya karna tak tahan mendengar jeritan dari Lala.


"Melihat Lala yang marah menangis membuat Rey merasa sakit juga. Ia bergerak cepat memeluk Lala dengan erat. Lala ingin berotak namun tenaga Rey lebih kuat dari Lala membuat Lala pasrah. Lala mengeratkan selimut yang menjadi penutup nya. Ia takut jika tival di hadapannya akan berbuat macam macan.


Lala kedua nya terdiam, sibuk dengan pemikiran masing masing. "Sorry!" Kata itulah yang keluar dari mulutnya Rey. Lala masih terdiam, ia merasa ada yang anah dengan dirinya. Pelukan Rey mulai melonggar, Ia mengelap air matanya Lala yang masih menempel di pipinya Lala.


"Lo kok bisa.. Lala terdiam kala menyadari akan status nya dengan Rey. Ia memandang Rey dengan tajam. "Sorry.. gue lupa!" kini gantian Lala yang meminta maaf.


Giliran Rey yang mangkin heran dengen tingkahnya Lala. "Lala mengangkat kedua tangan kanannya dan memegangi pipi kiri Rey.


"Gue tadi mampi kalo kita lagi berantem, gue merasa gak terima kala lo bilang kalo gue cewek lo, pas gue mau tendang lo, tiba tiba leher gue geli.. eh.. gak taunya.


"Jadi lo lupa, dan lo baru sadar kalo kita udah halal?" Tanya Rey menaikan alis nakal. "Siapa suruh main sosor sosor aja orang lagi tidur juga!" Lala berucap sambil membuang muka. "Salah siapa tidur di kasur tapi gak pake busana, kecuali handuk imut ini! Ucap Rey yang mulai memancing.


"Kan gue lupa, kalo ternyata udah punya suami!" Jawab Lala kikuk. "Jadi gak apa dong, kalo gue.. Rey langsung mecium pipi kirinya Mita.


"Lo mandi dulu bau tau!" Cegah Lala yang tau kemauan orang di depannya itu. Rey langsung tersenyum tipis, "Ini baru istri yang tau kemauan suami!" Rey turun dari ranjang sebelumnya ia mencium rambutnya Lala sebelum pergi.


...


Di tempat lain, Rada dan suaminya sedang berbicara dengan bayi yang masih berada di perut Rada. "Mad maunya cewek atau cowok?" Tanya Rada penasaran.


"Terserah Bundanya aja, dan terserah di beri jenis apa!" Ujar El dengan mengelus perut rata istrinya.


Rada merasa tak puas dengan jawaban suaminya. "Gak boleh gitu, karna apa yang mas inginkan pasti akan terkabulkan!" Ucap Rada dengan muka kesalnya. "Mau cewek seperti Bundanga atau ganteng sertai abangnya itu gak masalah buat Aku, asal anak ini sehat dan lahir kedunia, aku sudah sangat bersyukur, karna kita sudah memiliki dua anak yang berbeda jenis, namun aku berharap anak yang kamu kandung adalah anak yang bisa menjaga Bundanya kelak!" Ujar El dengan lemas seraya menutupi badannya Rada dengan selimut.

__ADS_1


"Kalo begitu anak Cowok dong?" Tanya Rada dengan bahagia, Rey mengganguk kecil. "Sudah malam ayo tidur!" Mereka berdua pun mulai masuk ke alam mimpi masing masing.


__ADS_2