My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab36- Unik..


__ADS_3

...🌵...


...Unik.. ...


Kelas Lala di les terakhir ini sedang pre lest, karena tadi di umumkan ada orang tua siswi yang meninggal, jadi kebanyakan guru pada melayat, dan kelas Lala hanya di berikan soal sekedar menghilang kan keributan, namun bukannya menghilang kan keributan malah menambah suasana kelas menjadi semangkin riuh. Lala yang sibuk melamun di kursi nya dengan tangannya yang menampung pipinya di kaget kan oleh Mely. Lala memandangi Mely seakan ingin menerkam saja saat ini.


"Hiis.. salah nya kuku gue gak panjang, kalo panjang udah gue cakar muka lo," Ucap Lala sambil menarik kursi ke depen. "Salah sendiri lo melamum, sakit egak, waras enggak!" Ujar Mely lagi. Pletakk.. Mely mendapatkan jitakan dari May. "Waras lah.. lo yang gak waras!" Ucap May di teruntukan untuk Mely. Mely hanya memanjangkan bibirnya karena kening nya di plentik oleh May.


Mely yang kesal di katain gak waras oleh Mely memukul pundak nya kuat. "Auu.. Melon rasanya!" Ucap May latah. "Bukan melon tapi cabai!" Jawab Mely ketus. "Bukan cabai tapi tomat!" Ucap Lala ikut menyambung. seketika terdengar tawa saat Lala menyebutkan nama tomat. "Tapi tunggu deh.. kok si bambang bisa bisanya lo namain tomat?" Tanya Mely pada May.


"Mau tau biasa atau yang luat biasa?" Tanya May lagi. "Huh.. tinggal kasih tau aja pun, pake biasa biasaan segala!" Ujar Mely kesal. Lala mengagguk membenarkan ucapan Mely barusan.


"Masa lo dua gak tau sih?" Tanya May lagi. "Kalo kita tau ngapain juga kita tanya?" Ujar Lala dan di benarkan oleh Mely. "Sini deh..!" Ucap May yang menyuruh kedua temannya agar mendekat, "Waktu gue di ajak ke rumah nya, dan gue permisi mau buang air gue di antar kan ke kamar mandi. gue di bawa ke kamar tuh!" Tau gak apa yang ada di dalam kamar nya?" Tanya May sambil melirik bergantian dua manusia yang setia mendengar kan nya. "Ya gak lah.. kan lo sendiri gak kasih tau!" Omel Mely pada May. "Ih.. emosian lo!" Ujar May dan kembali menoyor kepala nya Mely.


"Seisi kamarnya warna merah.. merah tomat. mulai dari bantal, guling, bahkan meja belajar nya pun merah tomat, dia juga punya boneka, bentuk tomat. dan yang bikin gue ngakak nya lagi, di dalam kamar mandi nya dinding nya itu gambar tomat semua. bankan kotak sabunnya juga berbentuk tomat." Jelas May pada kedua temannya.


"Lah yang lucu apa dong dari tomat?" Tanya Mely karena merasa bingung. "Ya gue infel deh sama dia, kan lo tau sendiri kalo gua gak suka tomat.. dan ini yang bikin gue jijiknya sama dia.


"Dia makan tomat gitu aja, gak di masak atau apa gitu enggak." Jelas May lagi. "Pantas lo katain dia tomat!" Ucap Mely. "Tunggu deh.. lo bilang di rumah Bambang? Apa jangan-jangan_ gue main kerumah nya gak ada hubungan khusus," Jelas May menyambung kan ucapan Mely tadi.

__ADS_1


"Semping lo mana?" Tanya Mely yang melirik ke arah kursi kosong di samping nya Lala. Lala hanya mengangkat bahu petanda tak tau menau.


"Bagus deh tuh cewek gak ada, gak seru juga kalo ada dia, gak bebas!" Jelas Mely dalam hati.


"Btw.. ntar siang jadi kan nonton, sekalian shooping, kita dan lama lo gak shooping!" Jelas Mely dengan berusaha membujuk kedua temannya.


"Gue sih.. ngikut aja!" Ucap May menyambung, "Lagian kemarin kan kita gak jadi!" Sambung May lagi.


"Gue_g_gue gak janji deh.. soalnya gue-harus ikut dong la!" sambung Mely dengan mengoyang goyangkan tangan Lala seakan sedang membujuk. "Liat nanti deh.. gue izin dulu!" Jelas Lala lagi.


"Oke.. di tunggu izin dari lo!" Jawab Mely dengan senyum. "Bege.. bukan izin dari Lala, tapi Maminya," May membenarkan ucapan Mely barusan. "Sama aja!" sambung nya tak mau kalah.


"ini!" Tunjuk May pada dadanya. Mely yang melihat tangan nya May yang menunjuk di tengah benda itu hanya melotot.


"Lo godain gue, gue masih normal May!" Tolak Mely dengan pikiran kotor nya.


pletakk.. "Perasaan gue yang sakit, bukan mau menggoda lo!" Ucap May sambil menggeleng kan kepala nya*.


Lala yang melihat interaksi kedua nya hanya tertawa kecil. "bilang dong dari tadi, kan gue salah tanggap jadinya!" Omel Mely dengan tatapan malas ke May. "Lo nya aja yang bawaannya piktor!" jawab May lagi. "Sok iya lo..!" Jawab Mely lagi. "Emang gue iya!" Sambar May lagi.

__ADS_1


Mely yang malas menggapi May di sampingnya pun beralih ke belakang, dimana adanya Lala. "Gue penasaran deh La, Lo akhir akhir ini sering banget deh, sakit sakitan. dari sakit gigi, perut dan bolak balik ke wc, satu lagi penyakit lambung lo ini yang bikin kita sudah juga karena lo kemarin! kalo si May gue dah bosan, dengar nya, kalo sakit, yang pasti perasaan nya tuh!" Jelas Mely lagi tertuju pada dua orang termanya.


"Gue juga penasaran kenapa lo gak ada sakit akhir akhir ini!" Jawab Lala. di angguki cepat oleh May.


"Gue sendiri sih pengen La, pengan sakit, kaya lo pada pada. gue penasaran gimana rasanya!" Jelas Mely lagi. May dan Lala tertawa mendengar jawaban dari Mely. "Gue pengen sembuh, eh lonya malah pengen sakit, pake penasaran lagi!" ucap Lala. "Biasa la.. gak pernah kena uji coba dia!" sambung May lagi.


dan kedua nya kembali terkekeh saat melihat wajahnya Mely.


"Gue serius gue pengen!" jelas Mely. "Pengen yang mana nih, biar gue pesanin!" Jelas May.


"Dasar aneh.. karena kebanyakan orang sakit maunya sembuh ini malah pengeng," Ucap Lala pelan sambil mengelengkan keplanya. seraya melihat ke arah Mely.


"Gue pengen kaya punya Lala, kalo kaya lo yang ada gak bisa tidur ntar.."Mely tersenyum ke arah Lala. "Mau gue buat sekarang?" Tanya May. "Eh.. tunggu tunggu.. gue pengen tapi males!" Jawab Mely lagi dan mendapatkan sentilan dari Lala dan May. 'Temen laknat' batin Mely mengerutu. "Itu artinya lo gak pengen!" Ucap keduanya barengan. "Lagian kn gue penasaran!" Jawab Mely lagi dengan polosnya.


"Aneh lo kelipat ganda!" Ucap Lala pada Mely.


"Cara lo pake lipstik, unik ya!" Ucap Mely tertuju pada May. Lala pun beralih pandang, memandangi May, selang beberapa rapa detik ketiga nya tertawa. "Siapa sih yang ngajarin lo!" Ucap Mely masih dengan tawa, sedang Lala ia membantu mengelap kan coretan di sekitar bibir nya May. "Kan gue berguru sama lo. masa lo lupa sih!" Ucap May sambil menyukut lengan nya Mely. "Kampret lo, lo kira gue guru lo!" Ucap Mely tak terima.


Tak lama kemudian Mely merebut lipstik di tangannya May dan dengan maksa. wajah May sudah penuh dengan coretan di lipstik di wajahnya. "Ini namanya, guru makan yang ngerjain murit bukan murit yang mengerjai guru," Ucap Lala sambil tertawa, di ikuti oleh Mely. "Guru yang unik..," Batin May namun ia menatap seakan ingin memangsa Mely di depannya. tak lama kemudian ketiga gadis itu pun berjalan keluar kelas menuju kamar mandi.

__ADS_1


__ADS_2