
...🌵...
...Gue ****Bisa**** Sendiri...
Tiba di rumah. kedua nya di sambut dengan kehebohan Yaya. "Kak Lala, ikut Yaya deh," ucapnya dengan menarik tangannya Lala agar menjauh dari Rey.
"Gak boleh, Kak Lala nya malam ini gak boleh di ganggu, Yaya main sendiri aja," Cegah Rey dengan menarik tangannya Lala agar ikut ke atas menuju kamar.
"Bundaa..! Abang jahat, masa Yaya gak boleh main sama Kak Lala, gak seru!" Pungkasnya dengan wajah cemberut. tak lupa matanya yang sedikit berembun.
"Sayang mainnya sama Bunda aja ya, Kak Lala sama Abang mau istirahat, ini kan udah malam, besok kan masih bisa main!" Ujar Rada dengan mencoba membujuk Putri kecil nya itu.
"Ayuk mainnya sama Papi aja!" El yang baru saja sampai di rumah langsung ikut membujuk Yaya. Ia tau jika anak bungsunya itu selalu bersikap manja.
"Ya deh.. sama Papi Yaya mau, tapi kalo sama Bunda Yaya gak mau, masa mainnya nonton tv mulu!" Ujarnya dengan menentangkan tangan seakan ingin langsung di gendong oleh Papinya. Bukan tanpa alasan Rada tak ingin menggendongnya. Ia tak mau jika sikap manja anak perempuannya itu akan kebawa sampai masa remaja.
"Lala pamit ke atas ya Pa.. Bun.. kita tadi udah makan di luar kok," Ujar Lala saat tau pasti Bunda nya akan menyuruh dirinya dengan Rey agar makan terlebih dahulu.
"Kita masih kenyang Mi.. nanti aja kalo udah lapar lagi!" Sambung Rey dengan menarik tangannya Lala dan berjalan cepat menuju kamar.
Sedang El dan Yaya sudah menghilang tah kemana, "Anak muda jaman sekarang, hobi nya di kamar aja, yang satu udah kelas empat kok masih kek anak tk, heran deh!" Ucap Rada dan kini ia kembali lagi menonton televisi dengan siaran yang tadi sempat tertunda saat ia tonton.
Di dalam kamar, Lala dan Rey tertawa ketika keduanya sama sama akan masuk ke kamar dengan membawa handuk masing masing.
"Lo luan deh, gue nanti aja setelah lo!" Ujar Lala yang kini sudah mulai mundur dari depan pintu kamar mandi.
"Barengan aja..!" Sambung Rey dengan menarik cepat tanganya Lala.
"Gila lo. barengan segala! males ah, menang banyak nanti lo!" Ujar Lala dengan menolak ajakan dari Rey.
"Bukanya kalo suami istri mandi bareng_ udah deh Rey gak usah mikir sampe jauh kesana, mending gue aja deh yang mandi duluan," Ujar Lala dan langsung menutup pintu dengan cepat sebelum Rey masuk.
Baru saja Rey akan berbaring di atas kasur, ia di kaget kan dengan jeritan Lala ditambah dengan suara pintu yang di buka paksa oleh Lala.
"Kenapa?" Tanya Rey dengan berjalan mendekatinya Lala.
"Lo luan deh, gue mau beli sikat gigi dulu!" Ujar Lala yang kini membuka pintu kamar mandi dengan lebar.
"Jadi lo jerit tadi karna gak ada sikat gigi?" Tanya Rey dengan wajah datar nya.
"Bukan, yang pasti ada alasan tertentu, lo luan aja deh!" Kini Lala mendorong Rey hingga di depen pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Lima menit harus dah siap!" Ujar Lala dan meninggalkan Rey yang masih doa di depan pintu.
"Gak jadi beli sikat?" Tanya Rey saat melihat Lala yang malah berbaring di tempat tidur.
"Kan masih ada yang lama, lagian udah malam, malas banget gue keluar malam malam mana badan lengket lagi, belum mandi!" Jawab Lala yang matanya tak beralih sama sekali dari ponsel yang di mainkan nya.
Tak mau banyak tanya lagi Rey pun menutup pintu dan mulai mandi. Tepat saat pintu tertutup Lala langsung berubah posisi duduknya dan menelpon seseorang gak lain dan bukan adalah Maminya. Di panggilan pertama tak ada tanda tanda akan di angkat, namun di deringan kedua sambungan telepon langsung di angkat.
^^^_ Assalamualaikum, Mi!"^^^
_Waalaikumussalam,
gimna kabar nya sayang?
betah gak di keluarga yang baru?
^^^_Baik, Lala betah Mi semuanya^^^
^^^pada baik sama Lala,^^^
^^^Mami gimana kabar nya?^^^
"Baik juga, oma juga kondisi
^^^"Mami kapan pulang,^^^
^^^Lala dah kangen, kagen^^^
^^^sama soto buatan Mami!^^^
^^^ujar Lala yang cekikikan^^^
^^^di akhir kata soto.^^^
_Kalo pulang Mami gak tau kapan pulangnya, bisa jadi Mami tinggal di sini untuk beberapa bulan ke depan, kalo masalah butik udah di urus sama tan Angel, dan Mami juga bisa ngurus dari sini.
^^^Terdengar helaan^^^
^^^nafas dari Lala.^^^
^^^_Mu, udah dulu ya!^^^
__ADS_1
Lala langsung mematikan telepon nya saat pintu kamar mandi sudah terbuka, ia meletakkan ponsel nya asal dan menaruh handuk ke pundaknya. "Cepat amat, biasa mandi nya hampir setengah jam baru selesai."Sindir Lala dan menutup pintu kamar mandi.
Saat Lala masuk ke dalam kamar mandi terdengar suara ponsel Lala yang sedang terlihat ada panggilan masuk. Rey merasa penasaran saat melihat nama yang terpampang di layar ponsel Lala
*Maron cerewet* "Bikin gue penasaran!" Batin Rey dan langsung mengambil ponsel Lala dan mengangkat nya.
Pertama kali Rey mendengar kan suara seseorang wanita yang sangat ia kenali.
_Kok mati sayang, Mami
kan belum selesai ngomong
^^^_Malam Mi, sapa Rey^^^
^^^dengan sambungan telepon.^^^
_Eh, Rey ya, Gimana kabar nya?
^^^_Sehat, Mi mami gimana?^^^
Percakapan antara menantu dan mertua itu berlangsung lama dan mati bertepatan dengan keluarnya Lala.
"Loh kok belum peke baju? kan dah gue siapain?" Ujar Lala sambil menunjuk dua pasang baju di atas sofa.
"Sengaja biar di pekekan sama lo!" Rey berjalan mendekati Lala dan mengedipkan sebelah mata dan tak lupa senyum penuh menggoda ia pancarkan untuk Lala.
"Astaga, kok gue baru sadar ya, ternyata Rey seganteng ini kalo lagi senyum!" Ucapnya tanpa sadar. " Eh enak aja ganteng, ia sih ganteng, tapi salahnya Rey banyak cewek, yang gue tau aja ada dua, walaupun si sabrina udah gak ada hubungan apa apa lagi, namun yang gue gak tau pasti banyak lah!" Lala sempat melamun saat melihat senyum Rey tadi.
Melihat Lala yang melamun membuat ide jahil Rey menaik. ia tersenyum kecil dan berjalan mendekati Lala yang masih diam di tempat nya.
Cup..
Sebuah kecupan singkat mendarat di bibir mungil Lala. Lala diam menatap Rey bentar lalu memegangi bibirnya. Mau lagi?" Tanya Rey saat melihat Lala yang hanya diam sambil memegangi bibirnya. tanpa banyak tanya lagi dengan sengaja Rey mengecup bibir Lala kembali dengan tangan kanannya Lala yang ia pegang dengan tangan kirinya.
Lala memukul bahu Rey dengan kuat, nafas nya ngos ngosan, Lala memandangi Rey dengan wajah susah di artikan.
Hik.. hiks.. air matanya pun menetes, jujur saja ini pertama kalinya Lala berciuman, sejujurnya ia sendiri merasa nyaman dengan ciuman yang di berikan oleh Rey namun pemikiran nya tertuju kepada banyak nya cewek yang di miliki oleh Rey dan mungkin saja hal ini adalah hal biasa bagi Rey. dan ia sudah berniat akan memberikan hal seperti ini dengan orang yang ia cintai, walaupun Rey adalah suami nya namun ia masih tak percaya dengan Rey apalagi, Rey adalah Rival terawet sejak Smp.
"Gue mau pakai baju!" Ujar Lala dan meninggalkan Rey, kini suara Lala sedikit terdengar serak. ia menangis namun tidak bersuara.
"Gue pakaikan," Rey berjalan mendahului Lala dan mengambil baju yang sudah Lala siap kan di atas meja buku, ia sendiri merasa kaget ketika melihat Lala menangis atas kejahilan nya.
__ADS_1
"Gue bisa sendiri!" Ujar Lala dan merampas bajunya lalu ke kamar mandi. Awalnya Rey memang berniat ingin mengerjai Lala namun ia merasa sangat bersalah ketika melihat Lala menangis.
Apa gue kelewatan?