My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
Bab62- Nenek nenek


__ADS_3

...🌵...


...Nenek Nenek ...


Lala berjalan malas saat merasuki kelas, ia bertambah lamas saat melihat sosok Ella yang sudah duduk dengan manis ditambah senyuman yang di arahkan ke arah dirinya, membuat suasana paginya menjadi malas. "Aduh tau gini, gue gak masuk aja, jadi kepikiran ke kejadian kemarin kan!" Batin Lala yang memutar arah. "Mau kemana cantik!" Sapa Mely dengan senyum mengembang nya. Lala hanya tersenyum simpul menjawab ucapan Mely.


"Mau kemana La?" Tanya May dengan menyentil tas sekolah yang masih menempel di bahunya Lala. "Mau buker!" Jawabnya asal. "Ikut dong, gue juga mau, soalnya pagi tadi gak semat, karna si nenek gayung udah ******!" Ujar Mely dengan menatap May degan layas.


"Ya elah, nenek sihir, curhat ke nenek lampir!" Ujar May dengan tatapan tajam ke mely.


"Tunggu tunggu, lo nenek Sihir(Mely), lo nenek gayung(May), dan gu_ Nenek lampir!" Sambung Mely dengan bangga. May melototi mulut lemesnya Mely barusan. "Bagus kan itu gue yang buat, tapi pergi tua nanti, awalnya nama gue mau nenek imut, dan lo nnek catik, tapi si May gue bingung membagi nya, jadi gue ubah lagi, dan dengan encer nya otak gue mengatakan jika nama gue lebih bagus dengan sebutan sihir. lo dua penasaran gak sa_


"Udah ah, nenek nenek, pokoknya gue gak mau di panggil dengan begituan, gue punya nama gak bisa sembarangan di ubah, noh, letakin tas gue sekian!" Ujar Lala dengan meninggal kan dua temannya itu. Mely tersenyum licik melihat May di samping nya. "Ia langsung merebahkan memberikan tas Lala dan miliknya ke tangan May. "Sekalian taroin, gue mau bisnis!" Ucap Mely dengan senyum cengengesan.


"Anjir lo dua, lo pikir gue asisten pribadi lo dua apa?" Omel May namun tetap saja ia bawakan dua tas di tangannya itu. "May!" Panggil Ella dengan senyum ramahnya. May hanya menaikkan sebelah alis. "Kanapa?" Tanya May dengan tak sabaran. "Ini!" Ella memberikan sesuatu ke May. "Simpen di rumah lo ya untuk sementara, dua hari lagi Lala bakal ulang tahun, gue sama Rey udah sepakat buat ngerjin Lala di hari ulang tahunnya. Karena hal ini membutuhkan bantuan lo, jadi gue berharap lo bisa kerja sama dengan gue!" Ujar Ella dengan senyum yang tak lepas dari sudut bibir nya.

__ADS_1


May menatap Ella dengan tajam. "Bakal gue bantu, tapi lo harus jawab dua pertanyaan gue dulu, gimana?" Tanya May dengan senyum simpul nya. Ella mengganguk mengiyakan permintaan May.


"Lo sana gih, ini masalah penting dan rahasia!" Ujar May yang berbicara pelan. May beralih tempat duduk menduduki bengkunya Ella, sedang Ella menduduki bangku nya Lala. Sebelum bertanya May melihat situasi sekitaran kelas barulah ia mengucapkan apa yang selama ini ingin di ucapkan.


...


Waktu istirahat pun tiba, para siswi/a pun mulai berhamburan ke kantin, tak kecuali Lala dan ketiga temannya termasuk teman sebungku nya. "Lo gak ke kantin?" Tanya Ella pada Lala. "Mau Lala ke kantin mau gak, emang harus melapor sama lo?" Tanya Mely dengan mimik tak suka pada Ella. Ella tersenyum kecil melihat orang di depannya. May menginjak kaki Mely dengan kuat. Mely pun membalas perbuatan May, namun sesuatu insiden di kelas membuat mereka semua mengalihkan pandangannya ke arah orang yang sedang dalam mode masalah.


"Gue kan dah bilang sama lo, kalo Rejik itu cowok gue, dan lo hanya cewek selingan yang datang dengan memamerkan benda di badan lo itu, dasar cewek gak punya malu!" Ucap salah satu siswi yang Lala sangka adalah anak kelas sebelas, tepat nya adik kelas nya. "Bahkan ini orang dengan berani nya tidur serumah dengan rejik, cewek menjijikkan lo!" Ujar nya lagi, kali ini tatapan nya seakan tak sabaran ingin menerkam. bahkan dengan geramnya adik kelas itu menggerebek meja dengan kuat.


"Lo gak usah ikut campur, ini masalah gue sama dia, kalo gak mau punya masalah jangan sok ceramah apalagi ngingati gue, basi..!" Ujar adik kelas tadi, ia berbicara seakan paling hebat.


"Udah ilang kali saraf malunya, jadi main sosor masuk kelas tanpa ada permisi, malah cari keributan lagi, gak punya etika. "Sstttt!" Ucap Lala dengan menutupi bibir nya Mely agar tak membicarakan orang itu. "Kita liat aja siapa yang salah di sini, kalo emang adik kelas itu yang salah kita bisa lapor kan ke guru bk tapi kalo yang salah temen sekelas kita, kita hanya bisa nonton dan menyaksikan apa yang akan adik kelas itu lakukin!" Ujar May yang langsung mendapat kan tepukan tangan pelan oleh ketiga nya.


"Kenapa lo diem aja, takut ya kebongkar kelicikan lo!" Ujar adik kelas tadi, ia melihat kedua tangannya di perut dengan tatapan menantang. Temen sekelasnya Lala itu menutup bukunya dan langsung menatap lawan nya dengan layas. Ia tersenyum sekilas lalu berdiri dengan mengahadap ke adik kelas tadi.

__ADS_1


"Lo dengar ya baik- baik. gue sama cowok lo itu emang punya hubungan, gue juga sering di antar jemput sama cowok lo, dan asal lo tau dia juga pernah cium gue da_


Plak! Sebuah tamparan meluncur di pipi temen sekelas nya Lala itu. tak ingin tinggal diam, cewek yang terkena tampar tadi balas menampar. "Kenapa? lo gak bisa ya atau gak pernah di dium, sama rejik, hahaha... cewek kasar lo, pantas aja rejik gak tahan berhubungan sama lo, orang sipat lo kek gini, gak punya adap dan malu, semuanya lo ratain!" Ucap Tenen sekelas Lala.


"Gue omongin yang benar, dan lo udah akuikan, kalo lo emang cewek centil yang mau aja di cium sama cowok gue!" Ujar adik kelas tadi yang sudah terlalu tersulut emosi.


"Dengar ya, dan simak baik baik, gue sama rejik itu adik, abang, jadi gak masalah kan kalo Rejik serumah sama gue serumah, lagian statusnya gue itu adiknya, bukan cewek nya, apalagi selingan nya, lo paham sekarang kan!" Tanya teman sekelas Lala. "Lo_" Adik kelas itu pergi dari kelasnya Lala dengan wajah menahan malu.


"Oh. gue kira si Alis beneran di cium sama cowok nya, rupanya dia adiknya, pantas lah si Alis sikap nya biasa biasa aja!" Ujar Mely.


"tapi yang bikin gue geram itu adik kelasnya, main sosor aja mulutnya, padahal dia gak tau apa yang sebenarnya terjadi, malu kan akhirnya!" Ujar May dengan wajah yang ikut kesal. Ella hanya menyimak dua orang yang sedang membicaraka penyalahpaham antara Alis dan adik kelasnya tadi. tak lama tatapan ke tiganya pokus ke arah Lala.


"La..! Napa lo!" Tanya Mely dengan menyentil keningnya Lala. Lala terduduk di kursinya. "Lo kenapa sih?" Tanya May ikut merasa aneh dengan sikapnya Lala. Tak lama muncullah seorang cowok yang langsung di sambut hangat oleh Mely. "Untuk gue?" Tanya Mely saat berhasil merampas makanan di tangannya Ryan. "Untuk Lala," Ujar Ryan yang tak mau basa basi.


"Hiss..!" Mely memberikan makanan di tangannya ke Lala. "Buat lo aja, gue masih kenyang!" Saut Lala yang tak lupa mengucapkan terima kasih ke Ryan. Mely tersenyum simpul mendengar ucapan Lala, dengan tangan lincahnya ia membuka makanan tersebut dan di bagi kepada Ella dan May. Saat sedang asik makan mereka semua baru menyadari jika tak ada Lala di sekitar mereka.

__ADS_1


__ADS_2