
...🌵...
...Pahlawan.....
"Liat jam lo deh!" Ucap Mely dengan memberikan tangan nya Lala ke wajah nya.
"Oh.. dah bel ya? Gue lapar kantin yuk!" Ajaknya dan langsung berdiri dari duduknya. Lala tak tau jika bangku sebelah nya ada yang menempati, ia langsung ingin keluar namun ia menjerit kaget ketika melihat seseorang di depannya. Orang itu pun ikut menjerit, sama hal dengan Lala ia kaget karena Lala menjerit.
"Huh.. dasar mulut lo, lancar!" Ucap Mely dan melepaskan penutup telinganya dari kedua tangannya.
"Gue kaget gue kira tadi setan dalam mimpi gue nyata!" Ucap Lala yang sedikit terkekeh sambil membenahi rambut, pakaian, dan juga matanya yang masih merem melek.
Lala langsung kembali melihat orang di sampingnya.
"Lo kan yang waktu itu?" Tunjuk Lala di iringi dengan senyum ramahnya.
"Kenapa Mely adek lo?" Tanya May sambil menyenggol lengan Mely pelan.
"Kakak lo lebih jelas nya!" Jawab Mely dengan senyum.
"Enak aja kembaran lo pasti nya!" Ucap May lagi.
"Enak banget lo, nenek lo," Jelasnya lagi tak mau kalah.
"Bang*e lo dua, enak aja gue di katain nenek nenek, muka semulus dan secantik gue gak sebanding dengan nenek nenek." Omel Lala pada dua temannya itu.
"Makasih ya buat waktu itu!" Ucap Ella di iringi dengan senyum simpul. "Udah seharusnya!" Jawab Lala dan kini ia sudah berhasil keluar dari duduknya.
"Lo gak ikut?" tanya Lala pada Ella. Ella menggeleng sebagai jawaban.
"Gak nitip?" Tanya Lala lagi yang membuat kedua temannya melihat ke arah nya. sama saja Ella haya menggeleng sebagai jawaban.
"Huh.. orang bisu kok lo tanyain!" Ucap Mely kesel, karena sedari tadi saat ia bertanya pasti hanya jawaban tanpa suara yang ia dapatkan dari Ella. May menepuk kening Mely pelan.
"Bukan bisu, tapi emang bawaan orang nya gitu!" Jelas May dan mendapatkan balik pukulan di kening nya.
__ADS_1
"Gue heran aja sama Lala, masa ia dia mau di titipin!" Jelas Mely lagi. "Kan yang gak mau sama lo doang, karena lo bawel!" Jawab May dan berjalan cepat menuju kantin.
"La, apa gue bawel?" tanya Mely pada Lala. Lala hanya mengangkat kedua bahu acuh.
"Nular kan virus bisu nya ke lo!" Ucap Mely dan mendahului Lala.
"Gue luan, kan gue yang mesan!" Ucap Mely tanpa memperhatikan jalan di depanya, ia terpeleset karena ada air di depannya.
Lala berlari agar menolong Mely, namun sudah lebih dulu Yogi menolong nya.
"Untung deh, gak jadi pahlawan gue!" Ucapnya dan berjalan mendekati dua orang beda jenis itu.
"Good deh, buat lo Egi!" Ucap Lala dengan memperlihatkan kedua tangannya yang menujukan kedua jempol nya mantap pada Yogi di depannya.
"Pahlawan gue nih!" Ucap Mely dengan menepuk pundak Yogi kuat.
"Tapi tangan lo, menyiksa pahlawan lo!" Ucap Yogi dengan mengelus pundak nya yang masih terasa panas.
"Dia pahlawan gue!" Ucap May dalam hati. ia berjalan berbalik ketika mendengar suara yang ia tunggu tunggu.
"Kenapa lo balik mau ngetawain gue?" Tanya Mely dengan muka kesal nya pada May.
"Bukan penghuni nya, tapi penjaga nya!" Ucap Yogi dan membuat Mely semangkin kesal.
"Lo gue pecat deh jadi pahlawan gue, nyesel gue ngangkat lo jadi pahlawan," Ucap Mely dengan muka masam.
"Siapa juga yang mau jadi pahlawan lo, lagian Yogi kan pahlawan nya kita dua, ya gak May?" Tanya Lala pada May sambil mengeliat manja di lengannya Yogi. Hal ini membuat para siswa yang melihat pun menjadi iri, mereka merasa iri karena yang sedang mengeliat manja adalah Lala, dengan siswa yang terbilang tampan itu.
"Bukan pahlawan aja, tapi pahlawan hatinya gue!" Ucap May dalam hati, ia sendiri juga merasa iri, saat melihat Lala yang terlihat manja, di lengan Yogi tanpa ada penolakan sama sekali dari Yogi, bahkan May dapat melihat jika Yogi sedang menanam cinta di hatinya untuk Lala.
"Lo beruntung!" Ucapan lirih. tak lama ke empat orang itu pun mulai memasuki area kantin. tampak area padat di kantin membuat mereka juga harus mengantre.
"Yakin nih mau makan di kantin?" Tanya May pada ketika orang di dekat nya. Mely mengangguk.
"Bisa diare ntar, kalo gue ngantri gini, kita trobos aja deh, kan badan kita kurus!" Ucap Lala menimpali.
__ADS_1
"Lo sendiri kali La yang kurus, lah gue kaya ulat belatung!" Cacar Mely merasa tersinggung.
"Ya elah malah tersinggung, sini dah biar gue nenenin! cup.. cup.. " Ucap Lala sambil menarik Mely agar ia peluk.
"Males ah.. lo masih bau, lagian gue dah gede," ucap Mely menolak dan mendapat tawa dari ketiga nya.
"Siapa juga yang mau kasih beneran, rugi gue!" Ucap Lala lagi.
Setelah bersusah payah, akhirnya ke empat orang itu sudah berhasil menerobos dan bahkan langsung ke bagian meja dan bangku untuk di duduki.
"Hebat ya!" Puji Lala pada Mely yang sudah santai di bangku nya.
"Siapa dulu, Mely nih, bukan kelengkeng kelengkeng." Jawabnya dengan melipat kedua tangannya di depan perut.
"Kaleng kaleng kali, gak bisa nyamain banget lo!" Cobir May mencoba membenarkan.
"Yogi mana?" tanya Mely saat tidak melihat Yogi di sampingnya Lala, sambil membagi makanan, begitu juga dengan May ia membagi minuman.
"Katanya gak bisa bareng kita, dia ada keperluan di kelas jadi pamit duluan!" Jelas Lala dan langsung menyambar soto di depannya.
"Pelan pelan la, masih panas lo, ntar lidah lo nyonyos." Pringat May pada Lala.
"Iya.. iya.. gue lagi kangen aja sama soto, soalnya udah tiga hari gue gak makan." Jelas Lala pada kedua temannya.
"Kenapa sendiri aja sih, baliknya. kenapa gak bareng gue aja!" Ucap May kesal karena ia merasa belum puas melihat wajah nya Yogi.
"Tadi Lala main nyosor aja kek angsa, lah sekarang, lo yang diam aja mandangin meja, emang ada apa nya sih sampe segitu nya?" Tanya Mely sambil menggeser duduk May sedikit dan melakukan apa yang di lakukan oleh May sebelum nya.
"La.. ini nih. korban salah bawa orang ke rumah sakit jiwa. jadi gini, yang sehat di bawa yang heng otaknya di tinggal, cuma tambah beban orang tua aja, apalagi kita." Ucap May dan langsung mengubah posisi duduknya dari semula.
"Enak aja lo katain gue gila. gue bukan gila cuma gue ngerasa ini karakter yang di kasih sama autornya. salahhin dia lah jangan gue, gue kan cuma pemeran di sini bukan penulis nya," Jawab Mely dengan ketus.
"Kata kata lo emang iya, tapi hanya sekadar saja!" Jawab Lala yang kini sudah selesai memakan soto.
"Gila lo makan kaya angin bebek ya, baru gue kasih sekali liat udah abis." Jawab Mely mengomentari Lala.
__ADS_1
"Bukan bebek Mel.. tapi angsa.." Kini giliran May yang membawab.
"Jodoh lo dua sama aja deh, dari tadi angsa sama bebek aja yang gue dengar!" Saut Lala setelah mendengar ucapan kedua temannya itu.