My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab 27- Merasa risih..


__ADS_3

...🌵...


...Merasa Risih.....


Lala yang baru ingin melepas gaun nya merasa kesusahan, "asataga, apa seribet ini ya, kalo pake gaun beginian?" Tanya nya dan terus terusan mencoba agar bisa terbuka. Mata Lala menerawang seisi kamar, dan pokusnya kini ke arah samping pintu, "Lo ngapain?" Tanya Lala dengan wajah menginterogasi, "Menurut lo!" Ucap Rey dengan santai nya. "Kan gue dah bilang pake baju lo," Omel Lala saat melihat badan Rey yang terlihat berisi itu.


"Lo sendiri ngapain?" Tanya Rey dengan wajah datar. "Minta tolong dia aja kali ya, kan gak apa, lagian dia suami gue!" Batin Lala sedikit menimbang nimbang dengan melamun. "minta tolong boleh?" Tanya Lala balik dengan muka seakan memohon.


"Apaan?" Tanya nya malas. "Lala langsung membalik kan badannya dengan membelakangi Rey, Rey masih diam dan mencerna apa yang di maksud oleh Lala barusan. Lala yang merasa tak ada reaksi dari orang belalang nya pun membalik kan kepala sedikit ke belakang.


"Gak usah mikir yang aneh aneh, tolong bukain kancing baju gue, tapi_" Lala langsung membalik badan ke posisi semula. "Tunggu bentar!" Pinta nya dan berjalan mendekati kasur. "Untuk apa?" Tanya Rey. "Nutup mata lo, agar gak kotor," Jawab Lala dan langsung menutupi kedua matanya Rey.


"Gimana gue bantuin nya kalo di tutup gini?" tanya Rey lagi setelah kedua matanya tertutup. "Itu masalah gampang," Ucap Lala dan meletakkan kedua tangannya Rey di kedua bahunya. Dengan ajaran dan arahan dari Lala akhir nya baju Lala pun terbuka. "Oke.. makasih, tunggu gue masuk baru lo buka!" Perintah Lala dan dengan gerakan cepat ia masuk ke dalam kamar mandi.


Tam perlu es lama ia sudah selesai mandi, dan bahkan Lala sudah siap memakai baju, baju tidur seperti biasanya. Lala merasa bingung di depan kamar mandi, dengan jari jempol yang di gigitnya sedang tangan satunya mengetuk ngetuk dahinya. ia sudah lama siap sedari tadi tapi ia merasa risih karena akan tidur bersama dengan suaminya, lebih tepatnya rivalnya selama ini. kalau biasanya dia sering di ganggu oleh Rey tiap malam, tapi kali ini pasti berasa berbeda menurut nya.


Saat ini dia lagi berpikir apa yang harus ia lakukan saat ia keluar nanti, Ia mencari kata kata yang bagus, yang akan menjadi pembicaraan nantinya. namun suara ketukan dari arah pintu membuatnya terkejut, sampai dengan gagap nya ia tak sengaja menggigit jari jempol nya. "Auu.. ngagetin aja," Ucap Lala dan membuka pintu kamar mandinya.

__ADS_1


Ceklek..


Keempat bola mata berbeda jenis itu sempat berbagi pandang satu sama lain, namun Rey lebih dulu membuang pandangan, dangan gerakan cepat pula ia memilih menggeserkan badan Lala hingga keluar dari kamar mandi.


"Huh.. dasar, gak romantis kali jadi orang," Ucap Lala dan dengan mencubir Rey yang baru saja masuk ke dalam kamar mandi dengan tangan nya yang mengelus lengannya yang tadi di tarik paksa ke luar. ia berjalan ke arah cermin, seperti hal yang di lakukan oleh pengantin lainya, Lala menghapus make up yang mudah ia hapus saja, rasanya jika masih di biarkan sampai besok, pasti akan tak sempat ia hapus besok pagi, apalagi besok dia udah mulai masuk ke sekolah.


°


Rey yang sudah lama mengganggu Lala di depan pintu kamar mandi pun akhirnya pasrah dengan mengetuk pintunya itu, ia merasa tak tahan lagi rasanya ingin membuang hajat nya.


Mata Rey terperangah saat melihat sosok Lala yang masih sibuk di depen cermin, Rey sendiri tak terlalu tau menau apa yang di lakukan oleh Lala, setelah ia meletakkan dirinya di atas kasur dan tak lupa menutupi badanya hingga setengah. "Tidur udah malam," Ucapnya mengingatkan, sambil meletakkan ponsel di atas nakas.


Lala yang mendengar ucapan dari Rey langsung menghentikan gerikan tangan nya. diliriknya jam di dinding kamar nya, Pastas waktu ia mandi tadi serasa dingin nya luar biasa, ternyata sudah hampir tengah malam. tanpa menjawab Lala langsung membereskan peralatan make up yang sedikit berantakan di depan meja riasnya.


Lala memandangi Rey dengan kesal, "Jangan liat gue!" Ucap Lala dan menghempaskan badan nya di atas kasur dengan lemas. Rey yang melihat kekesalan dan salah tingkah nya Lala pun tersenyum simpul, "Peluk gue, baru gak bakal liatin terus," Ucap nya dengan memandangi Lala dari samping. Kuping Lala memanas mendengar nya, ia tekat kan melihat wajah licik nya orang di sampingnya. "Ogah.. minta peluk aja sono, sama limbat!" Ucap Lala dan memiringkan badannya membelakangi Rey.


Dek...

__ADS_1


dek..


Seketika tubuh Lala seakan lemas ketika mendapat pelukan dari tangan kekar di perut ramping nya. "Nolak dosa," Bisiknya namun terkesan menggoda di telinga Lala. Lala melepas kan pelan tangan nya Rey yang melingkar di perut nya. "Rey.. ini terlalu capet, menurut gue," Batin Lala.


"Gue pengen tidur nyenyak Rey, gue capek, plese deh, malam ini aja jangan ganggu gue," Ucap Lala dengan suara pelan namun terkesan mengoda bagi Rey. Rey mengelus elus pundak kepala Lala dan memperbaiki selimut di badan Lala yang terlihat agak acak acakan itu. "Tidur lah, maaf gue suka ganggu lo," Ucap nya dan ikut memejamkan matanya sama hal dengan Lala.


Lain hal dengan Yaya, gadis kelas lima sd itu sibuk bermain dengan beda favorit nya yaitu ponsel nya, ia merasa tak ada rasa kantuk sama sekali, jadi ia menonton Berbie di you tubu. lampu kamar nya sengaja ia matikan agar tidak terlihat jika saat ini ia sedang main ponsol. tiba riba ia merasa ada yang membuka pintu kamar nya dengan kebingungan, Yaya langsung menutupi ponsel nya di atas bantal.


Tak lama kamar itu pun menjadi terang, wanita paruh baya itu memastikan agar anaknya bungsu nya itu sudah tidur. Ia memutar seisi kamar mencari kebenaran ponsel milik putrinya. "Mana ya di letaknya ponsel nya?" Tanya Rada sambil membuka buka laci dan dan lemari. Yaya yang mendengar ucapan Bunda nya pun merasa semangkin was was.


Saat Bunda Rada pergi ke ruang ganti dengan terampil tangan mungil itu mengeluarkan ponsel nya dari balik bantal nya.


Cutt..


"Auu auuu.. sakit Bun, pelan aja bun!" Ucap Yaya saat mendapatkan jeweran dari Bunda nya, "Biasaan main ponsel tengah malam. cuci muka, gosok gigi, cuci kaki baru tidur?" Pemerintah Bunda Rada pada putri nya itu. "i_iya bun," Ucap Yaya dan bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi.


"Ponsel bunda pegang, Yaya harus tidur cepat kalo gak nanti bunda sita sampai seminggu kaya sebulan yang lalu mau?" Tanya Rada pada anaknya. "Enggak bun!" Jawabnya lemah.

__ADS_1


__ADS_2