My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab35- Playboy..


__ADS_3

...🌵...


...Playboy.....


Lala yang baru saja sampai di sekolah mendapat kan hadangan dari dua manusia yang selalu menjadi temannya hingga saat ini.


"Gimana keadaan lo?" Tanya Mely dengan memegangi seluruh tubuh Lala, "Kemana lo kemarin?" Tanya May dengan wajah serius. "Kenapa gue telpon gak di angkat?" tanya Mely. "Dan kenapa lo gak kasih kabar le kita saat lo udah di rumah?"


"Pesan kita juga gak di balas!" Ucap Mely lagi. Lala yang mendapatkan begitu banyak pertanyaan hanya menggeleng kan kepala, "Udah tanya tanya nya?" Tanya Lala pada dua orang yang saat ini sedang menghadang nya, Keduanya mengangguk mengiyakan.


Lala berjalan melewati dua manusia di depannya begitu saja, "Lala.. jelasin ke kita!" Jerit Mely yang mengejar Lala dan ikut duduk di kursi miliknya, begitu juga May. "Lala melirik orang di sampingnya yang sedang membaca buku, "Rajin amat nih anak!" Batin Lala. "La..!" Pangil May dan Mely bersaman. Kemarin setelah Lala di kabar kan gak ada pulang kerumah sampai sore, May dan Mely pun tak jadi menonton film eksen, karena mendapat kan suruhan dari Maminya Lala yaitu ikut membantu mencari Lala berada. bahkan mereka hingga jam sembilan malam baru pulang ke rumah masing masing, itu pun karena Mami Roni memberikan kabar jika Lala sudah pulang ke rumah.


"Kita cariin lo kemarin, bahkan gak jadi nonton!" Ucap Mely dengan merengut dan di anguki oleh May. "karena lo gak angkat telepon kita kemarin!" Saut May dan di anguki oleh Mely.


Melihat keluhan dari dua temannya membuat Lala tersenyum kecil. "Sory besty.. sebagai gantinya gimana kalau gue yang teraktir hari ini!" Ucap Lala sambil mengedip edipkan matanya. Keduanya tersenyum ke arah Lala, "Gitu dong, timbal balik, ya gak?" Mely menyikut lengan nya May dari samping karena ia sudah pokus ke layar ponsel di tangannya. "Hih.. apaan sih lo?" Tanya May tak terima, karena sengolan dari Mely membuat ponselnya hampir saja terjatuh.


"Salah sendiri gak mau dengerin kalo gue lagi ngomong!" Sosor Mely dengan muka ketusnya.


"Kan gue dengerin, lo bilang timbal balik kan?" Tanya May pada Mely. "Gak seru ngomong sama lo!" Ucap Mely dan merubah posisi duduk ke arah depen kelas. "Dengarin kan pake telinga, bukan pake tangan!" Ucap May yang juka ikut membalik badan ke depan.


Di tempat lain, Rey yang baru saja sampai di sekolah langsung mendapati Sabrina yang tampak cemberut, akibat ia menolak ajakan sabrina, dan langsung pergi mengantarkan Ella ke kelas. "Awas aja lo, udah berani rebut Rey dari gue..!" Ucap Sabrina saat ia melihat Rey yang mengantar kan Ella menuju kelasnya. "Lo bakal ngerasain gimana rasanya seorang Sabrina di tantang!" Sabrina pun menuju kelasnya dengan muka masam.

__ADS_1


Mely yang melihat kedatangan Ella dengan Rey mengikuti May di sampingnya. "Itu.. tu..!" Tunjuk Mely dengan bibirnya yang menuju ke arah pintu kelas. May langsung menggeleng kan kepala nya saat melihat tingkah nya Mely. "Kenapa lo cemburu?" Tanya May.


"Idih.. siapa juga yang cemburu, playboy gitu gak mesti di sukain." Jawab Mely dengan ketus.


"Gue dengar mereka jadian, tapi gue juga kurang tau!" jelas salah satu siswi yang mengatai Ella dengan Rey.


"Trus.. si Sabrina udah putus gitu sama Rey?" Tanya salah satu siswi yang memakai jaket warna pink. "Nah.. Itu yang gue sendiri gak tau.. Ada juga yang bilang, kalo Rey main dua," Jelas cewek yang tadi mengatai Rey dan Ella jadian.


"Kalo gue mau di limain, mau di sepuluhin pun gak apa, tapi kalo sama Rey ya..!" Ucap salah satu siswi yang memeng menyukai Rey sejak dulu. "Gue sih ogah mending yang lain!" Saut Mely ikut ikutan mengambung. dan mendapat kan toyoran dari May. "Liat tuh!" Tunjuk May pada Ella dan Rey yang kini sudah berada di depen meja mereka.


"Hai La..!" Sapa Mely saat merasa tak nyaman jika Ella mendengarkan dirinya menyeritai Rey dan Ella. Ella membawabnya dengan senyum simpul. "Isst.. Sok banget sih nih anak jadi manusia, mending lo jadi patung aja deh lebih cocok sama lo!" Gerutu Mely dalam hati, karena kesal melihat respons nya Ella.


Lain hal dengan Lala, sejak kedatangan Rey dengan Ella ke kelasnya ia merasa tak peduli dan tak ambil pusing seperti beberapa siswi di kelasnya. Apalagi saat mendengar beberapa siswi yang sedang bergosip tentang Rey dan Ella ia merasa panas di telinga nya, "Lebai amat sih.. Baru jadian juga belum kawin!" Ucap Lala sambil mengeluar kan buku di dalam tas nya. Ia berkedip saat mengingat ucapan akhir nya. "Astaga.. Gue kan udah kawin sama dia!" Ucap Lala sambil menutupi mulut nya dengan kedua tangannya.


"Makasih!" Ucap nya dengan senyum dan tak lupa melambaikan tangan nya kepada Rey. Rey membalas nya dengan senyum manis pula.


"Ck. Drama banget nih anak, pake lambaian segala, kaya mau pergi jauh aja!" Batin Mely merasa jijik melihat tingkah Ella yang sok manis. "Apa benar mereka lagi pacaran?" Tanya Lala dalam hati. "Lala.. nagapain juga lo mikirin hubungan mereka, mending lo pokus aja deh ke buku di depan lo," Ucap Lala sambil menepuk nepuk kepalanya. ya tadinya Lala sempat membaca buku sebentar, namun ketika mendengar obrolan dari Rey dan Ella membuatnya menyimak keduanya yang lagi mengobrol.


Awalnya ia merasa tak peduli dengan obrolan keduanya. namun ia merasa kuping nya memanas saat mendengar kata lembut yang mencoreng kan perhatiannya Rey pada Ella. "Dasar playboy centil.. Awas lo dirumah!" Seru Lala dalam hati. Matanya tajam menatap Rey yang mulai menghilang dari penglihatan nya.


"Gimana kabar lo?" Tanya Ella setelah jam istirahat tiba. "Baik!" Jawab Lala dengan malas, entah kenapa ia merasa bad mood saat ini.

__ADS_1


"Kantin yuk la!" Ajak Mely yang kini sudah berdiri, begitu juga dengan May. "Lo gak kekantin?" Tanya Lala saat melihat Ella yang hanya diam di tempat. "Kantin, sih tapi_ bareng kita aja!" Potong Lala.


"Gak apa?" Tanya Ella lagi. "Emang kenapa?" Tanya Lala balik. "Ya udah deh..!" Jawabnya dengan ikut berada di sampingnya Lala. Mely sedari tadi yang melihat interaksi antara Lala dengan Ella terus terusan memandangi Ella dengan tatapan tajam. "Mata lo, tajam amat. mata gue aja yang liat sampai teriris!" Ucap May yang sebenarnya ia sendiri tau mata penyebab matanya Mely seperti itu adalah karena kedekatan Lala dengan Ella.


Di kantin. beberapa siswi melirik ke arah empat cewek cantik yang baru saja memasuki kantin. "Kita makan di sini aja ya?" Ucap Mita pada Ella. Saat ini ia merasa mood nya sudah kembali dengan aman. Ella mengangguk sebagai jawaban. Setelah Mely memesan makanan dan minuman, mereka pun mulai memakanny.


"Dari mana aja lo, lama banget ampe mau siap!" Omel Mely pada Yogi yang baru saja sampai. Yogi yang mendengar ucapan Mely hanya tertawa kecil. "Kelas kita baru aja keluar!" kelakar nya menjelaskan.


dek..


dek..


Ella yang awalnya makan dengan lahap kini mendadak menghentikan makanan nya. Ia langsung berbalik menatap orang yang sejak tadi mengobrol dengan Mely. "Egi..!" Ucap nya dengan mata yang sudah menumpuk kan air di bagian kelopak matanya. Lala yang mendengar suara seakan ingin menangis yang berasal dari sebelah nya pun ikut membalik, melihat siapa yang datang.


Lala saling berganti pandang antara Yogi dengan Ella, Jika Yogi dia tampak terkejut namun ia berusaha untuk menetralkan dirinya. beberbeda dengan Ella ia sudah meneteskan air matanya. Lala yang tau menau tentang apa yang terjadi dengan Ella memandangi Yogi dengan tanda tanya. "La. lo kenapa?" Tanya Lala pada Ella yang berusaha menenangkan keadaan Ella saat ini.


Sedang May dan Mely yang melihat Ella menangis tanpa sebab saling pandang dengan mencari jawaban di antara keduanya.


Yogi yang di kejutkan dengan adanya Ella di depannya memilih undur diri menuju kelasnya. ia sama sekali tak mengeluarkan satu kata pun.


Selang kepergian Yogi, Ella tanpak mulai berhenti dari tangisan nya.

__ADS_1


...ΩΩΩ...


...bantu dukung karya ini dengan cara like, komentar, vote dan hadiah, favorit....


__ADS_2