
...🌵...
...Sepi.....
Lala yang baru saja sampai di rumah nya di kaget kan oleh pertengkaran dua kucing tetangga nya yang terdengar jelas sampai di tempat nya.
"Sumpah.. bisa mati jadi ayam geprek gue kalo begini!" Ucapnya sambil mengatur nafas. sesekali ia tersenyum geli juga saat mengingat kejadian waktu di mobil bersama dua temannya tadi.
Suasana rumah saat pertama kali Lala menapak kan kakinya di pintu tampak sepi aseakan tak terpenuhi.
"Pada kemana sih orang²?" Ucap Lala yang berjalan menyususri ruang tamu. Lalu berjalan menuju dapur, ia merasa sangat haus sebeb itu ia pun ke dapur.
tap..
tap..
Dengan langkah yang cepat, Lala sudah meneguk minuman dingin yang baru saja ia ambil di dalam kulkas.
"Gile.. seger banget!" Ucapnya yang melihat minuman apa yang ia minum
"tau gini kedepanya gue stok banyak banyak nih minuman!" Ucap Lala sambil melempar kan botol nya di tempat sampah, karena tadi ia dapat menghabiskan satu botol penuh.
"Dari mana lo? sampai segitu hausnya?" Tanya
Rey dengan tatapan serius dengan tangan berlipat di depen dada. Lala yang akan keluar dari dapur pun menjadi kaget karena suara dari Rey.
"Ngagetin!" Ucap Lala yang kini sudah melemparkan belanjaan yang tadi di pegang nya.
"Sory.. gue kaget!" Jelas Lala dengan memungguti beberapa bajunya yang keluar dari tempat nya.
"Lo siap siap, dan kemasin semua pakaian lo yang lo butuh kan aja, jalan kebanyakan yang di bawa. gue tunggu sampai jam tengah enam," Jelas Rey sambil melihat arloji di pergelangan tangan nya. namun juga membuat Lala terpampang seperti orang bingung, tapi emang nyatanya Lala sedang bingung.
"Maksud nya gue gak ngerti?" Tanya Lala mencoba mencari penjelasan.
Bukanya menjelaskan, Rey malah berjalan mendekati Lala.
"Lo dari mana?" Tanya Rey dengan wajah yang sudah berubah marah. Lalasempat berfikir dan memeriksa seisi tasnya.
__ADS_1
"Kok gak ada? perasaan tadi gue taruh di sini deh waktu pulang sekolah" Jelas Lala mencoba mengingat ingat dimana ponsel nya berada.
"Lah.. kok bis_ teledor," sambung Rey dengan memberikan ponsel Lala yang di letakkan di atas meja. setelehnya Rey pergi meninggalkan Lala yang masih bertanya tanya.
"Aneh.. perasaan gue taro di sini deh pulang sekolah tadi, kok bisa di tangan nya sih?" Tanya Lala dengan bingungnya.
"Apa jatuh? tapi gak mingkin.. kan gue tadi main ponsel! Eh.. enggak ya, lo mainnya kan waktu jam kosong La, dan selama nonton dan belanja gue gak ada pegang ponsel!" Ucap Lala yang sudah paham jika ponsel nya terjatuh dan di temukan oleh Rey.
"Makasih dah.. gue berhutang kebaikan sama lo!" Ucap Lala dan berjalan ke kamar.
•
"Rey ini sebentar kita mau kemana? pake bawak koper segala lagi, lo gak nyulik gue kan?" Tanya Lala memastikan. saat ini Lala sendiri masih merasa bingung atas kelakuan Rey pada nya, Lala tak membawa semua pakaian nya ia hanya membawa beberapa setel pakaian awalnya namun Rey menyuruh nya membawa lebih banyak pakaian lagi, terutama baju sekolah.
"Gue nyulik lo juga gak apa, lagian gak bakal ada yang melarang, bahkan kalo gue bawa lo keluar negeri pun gak bakal ada yang marah!" Jelas Rey sambil melirik Lala sekilas sambil tersenyum simpul.
"Lo..!" Tunjuk Lala dan langsung kaget ketika mendapat kan ciuman singkat di tangan nya yang tadi menujuk Rey.
"Gue suami lo, dan lo adalah istri gue. mungkin masih terdengar asing di telinga lo tapi untuk ke depen nya gue berharap lo gak bakal lupa atas status lo saat ini, dan yang paling penting, gue punya hak atas lo!" Ujar Rey sambil menekankan setiap katanya.
"Dia kenapa sih, sok iya banget kata katanya, lebih tepatnya aneh deh, atau apa gue nya aja ya yang merasa anah?" Tanya Lala bermonolok dalam hati.
"Kita mau kemana?" Tanya Lala mencoba mencari suasana, biasanya Rey akan suka menjahilinya bahkan Lala sendiri pernah menyumpahi Rey agar suasatu saat saat dirinya lagi leleh, dan tak ingin di ganggu, ia menyumpahi Rey agar menjadi cowok yang cuek dan pendiam, mungkin Lala akan merasa senang. namun sumpah nya terkabul saat ini, bahkan memang saat ia sedang leleh, namun ia merasa bosan juga di diemi oleh Rey di sampingnya.
Rey tak menjawab, ia hanya melihat Lala sekilas dan kembali pokus ke arah depan.
"Apa gue ada salah ya, sampai gue diemi begini? tapi salah apa? perasaan gue gak ada masalah deh!" Ucap Lala menerka nerka apa penyebab Rey sampai demen dengan diam seperti saat ini.
"Bantar lagi kita sampai!" Jelas Rey namun tak mendapatkan jawaban dari arah samping nya. sekilas lagi ia meloleh dan terdengar helaaan nafas dari diri Rey. Tak lama kemudian, ia pun mulai masuk di kediaman Om El. Matanya terpejam sesaat sebelum melihat Lala yang masih tertidur pulas.
"Gue mau marah sama lo, tapi gue gak tega, mungkin gue bakal kasih lo pengertian agar lo mengerti nantinya," Ucap Rey sambil meminggir kan poni yang menutupi matanya Lala.
"Lo mirip masha and the bear, tapi poni lo!" Ujarnya yang mengecup singkat poni Lala.
Tuk..
tuk..
__ADS_1
Rey pun langsung terduduk bangus dan mulai membuka pintu mobil nya saat terdengar ketukan dari luar pintu mobil nya. Terlihat seorang wanita catik dengan senyum indah yang ia berikan ke arah Rey. wanita itu gak lain adalah Bundanya Rey sendiri, Bunda Rada .
"Bunda kangan!" Ucap Rada yang langsung memeluk putra nya itu, Rey bahkan merasa tak bernafas saat mendapatkan pelukan dadakan dari Bundanya. "Bundaa..!" Jerit seorang gadis yang mencoba meleraikan pelukan kedua nya. "Abang jangan di peluk, ini Bundanya Yaya." Ucap Yayr dengan terus-menerus mencoba memisahkan.
"Papi cemburu nih!" Ucap El yang kini mencoba membantu Yaya. Rada yang mendengar ucapan dari suaminya hanya menghela nafas kesal.
"Baru seminggu aja udah rindu, gimana pula yang udah bertahun tahun." Ucap Papi El dengan menarik Rada agar berada di pelukan nya.
"Cie cie ada yang cemburu? Cie cie ada yang baru sadar kalo kangan.. selama bertahun tahun!" Ejek Rey yang tertuju pada Papinya dan Bunda nya. Rara yang tak di peluk pun memilih ikut bergabung memeluk kedua orangtua nya.
"Yaya masa gak di peluk!" Ucapnya yang kini sudah mulai masuk ke dalam pelukan kedua orangtuanya.
"Tunggu, menantu Bunda mana? kok gak keluar?" Tanya Rada yang sudah terlepas dari pelukan suaminya, dan melihat ke arah Rey. Rey tersenyum mendengar pertanyaan dari Bundanya. Rey pun sedikit menyingkir dari balik pintu mobil nya. di dalam terlihat Lala yang tertidur dengan bersandar ke arah pintu mobil.
Puk..
puk..
Kamu ini, bukannya dari tadi di bawa ke dalam, kasian kan menantu Bunda, ucap Rada dengan menggeser Rey dengan kesal.
"Gendong sana, biar Bunda bantu!" Ujar Rada yang sudah masuk dan memegangi kepalanya Lala dengan pelan. Setelah nya Rey pun mulai memasuki rumah orang tuanya. dan masih menjadi rumah nya sendiri.
"Yaya juga mau di gendong, kaya kak Lala," Rengek Rara pada Bunda Rada. "Pi.. tugas papi," Jawab Rada den berjalan mengikuti
Rey yang sudah masuk ke dalam rumah.
El hanya menghela nafas lemas, "Di suruh bawa kopor, tapi di suruh gendong!" Ucap El dengan melihat anak gadisnya yang sudah tak sabaran dengan gendongan nya.
"Pak.. tolong bawain ke dalan ya pak!" Saut El pada seseorang satpam. "Baik pak!" Jawabnya dan setelah nya El pun mulai membawa masuk Rara dengan berada di gendongan nya.
Sedang Rey yang baru saja meletakkan Lala di tempat tidur dengan posisi nyaman. ia pun berjalan memasuki kamar mandi. tak perlu waktu lama, Rey pun selesai dari rurinitas mandi nya. ia mengoyang goyang kan kepala nya sekedar membuang air yang masih tersisa dan menempel di rambut nya.
Dek..
"Kebiasaan!" Ucap Rey dan menutupi perut Lala yang terlihat akibat lasaknya Lala tidur. Lala mengerutu tak jelas saat Rey baru saja selesai menyelimuti nya.
"Tidur lah lo leleh!" Ucap Rey dan mengusap rambutnya Lala dengan sayang.
__ADS_1
Setelah selesai mengerjakan tugas, baik itu tugas sekolah maupun tugas kantor papinya. Rey pun mulai mematikan lampu kamar nya dan ikut berbaring di sampingnya Lala, ia bahkan menarik Lala agar masuk ke dalam perlukan nya.
...Hai para pembaca setia.. jangan lupa tinggal kan jejek ya. tinggal klik like, komen, favorit, hadiah, serta vote. 🙏🙏🙏...