My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
39- Cemburu..


__ADS_3

...🌵...


...Cemburu.....


Setelah menghindar tadi, akhir nya Lala bisa lolos juga dari dua temannya itu. "Kya..!" Jerit Lala dan mengeleng gelang saat melihat Ryan yang memeng pundak nya. "Lo ngagetin lo yan'


Omel Lala masih dengan yos ngosan.


"Lo kenapa?" Tanya Ryan pada Lala. "Kaget lah, karena lo, ya kali karna semut!" Jawab Lala kesal. Ryan tertawa kecil. "Baru beberapa hari gak jumpa lo udah berubah ya. berubah yang bukin gue mangkin suka sama lo!" Jawab Ryan dengan jujur. "Jujur banget lo!" Ucap Lala ikut tertawa. "Tapi gue serius gue mangkin suka sama lo!" Ucap Ryan lagi. Lala tak menjawab lagi. ia hanya menanggapi ucapan Ryan sebagai bahan candaan.


"Rey.. emang menurut lo gur berubah gimana?" tanya Lala dengan tak sabaran mendengar kan jawaban dari Ryan.


dek..


"Centil banget sih tuh cewek, pengen gue jambak tuh rambut, genit banget lagi , pake pegangan segala, uuuh mau cari maksalah lo ya sama gue," Ucap Lala kesal sekadar menghilang kan kesal tangan nya menarik narik tas miliknya. Rey yang menjelaskan jawaban kepada Lala pun tak di dengar sama sekali oleh Lala.


Saat matanya Rey dan Lala bertemu, Lala dengan cepat mengalihkan dan menarik tangannya Ryan untuk menuju ke parkiran. "Dasar genit!" Ucap Lala yang tertuju pada Sabrina. "Lo kira lo aja yang bisa pegangan lengan sama cowok gue juga bisa!" Ucap Lala pelen.


Ryan yang mendapatkan tangan nya di rangkul oleh Lala pun menjadi senang, ia merasa jika Lala suka atas penjelasan nya tadi. namun ia tak mengerti apa yang di maksud oleh ucapan Lala tadi. "Genit?" Tanya nya bermonolog dalam hati.


Di parkiran. "Maaf yan!" Ucap Lala dan dengan cepat ia melepasnya genggaman tangannya di lengan Ryan. "Gak masalah!" Jawab Ryan yang tak lepas dari senyumnya.


"hmhm.. lo sendiri pulangnya?" Tanya Lala dengan menatap Ryan malu. "Iya. lo mau numpang?" Tanya Ryan dengan canda. namun candanya hilang saat Lala langung masuk ke dalam mobil nya.


Di tempat lain, Rey yang baru saja melihat Ryan dan Lala yang pergi menjauhi parkiran pun merasa geram dengan kelakuan Lala yang berani main pegangan tangan dengan Ryan.

__ADS_1


"Ayo sayang!" Ucap Sabrina dengan menarik tangannya Rey agar masuk ke dalam mobil.


"Tunggu dulu, dia ikut?" Tanya Sabrina melihat adanya Ella di kursi belakang. "Iya, kita ngantar dia dulu ya, baru ke maal!" Ucap Rey sambil memasang kan sabuk pengaman Sabrina.


Di dalam perjalanan Sabrina tak bisa bermanja manja dengan Rey karena adanya Ella di belakang. padahal rencana nya ia akan membuat Rey bisa membenci Ella. Sabrina terus terusan melihat Ella dari kaca mobil di depan nya.


"Udah sampai?" Tanya Sabrina yang merasa cepat sekali sampai di rumah nya Ella. "Udah!" Jawab Rey singkat.


"Makasih Rey udah mau ngantarin gue," Ucap Ella yang langsung mendapatkan pendelian mata dari Sabrina. "Hei..!" Ucap Sabrina yang sudah keluar dari dalam mobil, ia ingin sekali mengajak aduk mulut dengan nama Ella itu. "Na.. udah, ayo masuk!" Ucap Rey dan mendapat kan penolakan dari Sabrina. "Gak gue mau datangi orang tuanya, gue di anggap apa, kan dia numpang di mobil lo tapi kan ada gue mestinya dia ucapin makasih dong ke gue!" Ucap Sabrina dengan melepas kan tangan Rey yang mencegahnya.


"Jangan cegah gue Rey!" Ucap Sabrina. Rey menatap sabrina yang keras kepala pun menjadi malas meladani. "Oke.. kalo itu yang lo mau, tapi gue rasa gue gak bisa temani lo ke salon, dan maal gue ada urusan lain!" Ucap Rey dengan memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan ke tangan nya Sabrina. Sabrina sempat shok mendengar jawaban dari Rey tapi ia mencoba membuat Rey agar ikut dengannya.


Saat ingin berbicara, Rey memberikan tiga lembar lagi uang seratus ribu. "Cukup kan.. jumlahnya pas satu juta," Ucap Rey lagi, gue pergi!" Ucap Rey dan mulai menghidupkan mobil nya. Saat Sabrina ingin mengajar mobil itu lebih dulu pergi. "Cowok rese lo!" Ucap Sabrina dengan wajah masam nya. "Tunggu deh Sabrina, itu kan." Sabrina menutupi mulutnya tak percaya. "Mobil Lala, musuh bebuyutan seasia gue, kok bisa?" Tanya Sabrina namun tak mau di bawanya pusing, Sabrina pun merogoh kantung roknya, ia mengambil ponsel dan mulai menelpon seseorang untuk menjemput nya. "Lumayan lah satu juta." ucapnya dan mulai menanggapi orang di seberang sana.


Di tempat lain, Lala yang di antarkan ke rumah Maminya pun merasa senang, "Gak mampir?" Tanya Lala sekadar basa basi. "Emang boleh!" Tanya Ryan dan mendapatkan tawa dari Lala. "Kalo gak boleh ya gak gur tawarin!" Ujar Lala dengan muka sebal nya.


"Gak apa, tapi lonya gimana?" Tanya Ryan yang merasa khawatir jika Lala harus mencari kunci rumahnya sendiri.


"Gue gak apa, gue juga barusan sms May sama Mely buat ajakin gue main dulu, lo pulang aja deh!" Ucap Lala yang terdengar sedang mengusir Ryan dengan desakan, "Gue gak mau pulang, sebelum gue liat lo pergi sama May dan Mely!" Jelas Ryan dan bersandar di dinding rumah nya Lala. "Hih.. lo ini, pulang aja deh, gue _ gue gak enek sama lo masa gue yang ajakin lo mimpir, malah begini!" Ucap lala pada Ryan, ia berharap jika Ryan cepet pergi dari rumah nya.


Trett..


trett..


Dengan gerakan cepat Lala membuka pesan yang baru saja masuk di ponselnya. Ia terbelalak saat membaca pesan di ponsel nya.

__ADS_1


Lala menggigit bibir atasnya dan sesekali melihat ke arah cowok yang cool di samping, ya Ryan.


nomor asing?


...........


—gue peringatkan sama lo, gue tunggu tepat sampai jarum panjang ke anggka lima lo gak pergi ninggalin rumah lo sama dia, jangan harap kalo lo abis sama gue nantinya.


—ingat cuma lima menit, gue mengawasi lo.


*Rey*


Lala menghela nafas kasar, "Sial amat sih hidup seorang Lala yang satu ini," Ucap Lala saat melihat mobil miliknya yang sudah berhenti di depan rumahnya lebih tepatnya di belakang mobil Ryan. "Mesti banget di situ berhenti nya, ais gimana nih, dua menit lagi!" Ucap Lala bingung saat melihat jam di ponsel nya. "Hah.. satu menit lagi, apes mati lah gue, mending gue kabur aja deh dari pada ngejelasin sama Ryan.


Di lihatnya Ryan yang sedang asyik mendengar kan musik di ponsel nya menggunakan hanseat di kedua telinganya. "Kesempatan yang bagus!" Pikir Lala dengan langkah yang amat pelan akhir nya ia bisa mulai menjauh dari Ryan. dan setelah berhasil keluar dari pagar rumahnya. Lala berlari menuju motor miliknya berada.


Bruk..


Suara pintu yang di tutup keras oleh Lala, Membuat Rey menatapnya tajam. "Lewat satu detik!" Ujar Rey me. perlihatkanlah jam di pergelangan tangan nya. "Di ponsel gue Pas," Ujar Lala tak mau kalah dengan memperlihatkan jam di ponsel nya. "Kena lo di rumah!" Ucap Rey dan langsung menghidupkan mobil nya seraya meluncur ke jalan raya.


Mobil yang baru saja jalan, membuat Lala merasa was was, "Gue kasih tau Ryan dulu deh, ntar dia bingung cari gue kemana!" Ucap Lala dan mengirimkan beberapa pesan yang terkesan bohong di baca dan di maklumi oleh Ryan. "Syukur deh!" Ucap Mita pelan sambil tersenyum kecil melihat ponsel nya.


Rey yang sejak tadi memperhatikan kelakuan Lala menjadi curiga, apalagi saat melihat Lala yang mengucapkan rasa syukur. dengan pikiran penuh kesal nya tiba tiba Rey menancapkan gasnya dengan kecepatan tinggi. yang mampu membuat Lala terhuyung ke belakang sedang ponsel nya sudah di rampas oleh Rey. Ia ingin protes akan kelakuan Rey padanya namun ia tak berani. "Terus deh, main suka sukanya aja sama gue, ngeselin!" Ucap Lala dengan nada suara yang sedikit di kuatkan. Ia memilih memandangi luar melalui jendela samping.


Sedang Rey yang mendengar ucapan Lala tadi tersenyum kecil melihat Lala yang kesal. "Itu hukuman buat lo, karena main ponsel saat lo bersama gue!" Ucap Rey tanpa melihat ke arah Lala. pokusnya Lala pun teralihkan ketika mengerti ucapan Rey barusan. "Maksud lo?" Tanya nya dengan wajah penuh geram. "Gue rasa lo sendiri dah mengerti maksud gue, dan ingat ini, karena hal ini salah satu peraturan baru buat lo!" Ucap Rey dengan senyum miring.

__ADS_1


Lala yang ingin berkomentar pun ia urungkan kan ketika Rey mengerem mendadak. "Satu kata yang keluar dari mulut lo, gue bisa buat lo merasain *****" Ucap Rey dengan senyum licik nya.


"Rey.. lo nyebelin plus nakutin!" Jerit Mita dalam hatinya. sedang tangan nya sudah mengepal ingin memukul Rey di sampingnya.


__ADS_2