
...🌵...
...Nyaman...
"Rey..!" Pangil Lala dengan suara yang seakan ditahan. masih tak di hiraukan membuat Lala menjadi harus memanggil Rey lebih kuat lagi.
"Reyy.. gue kebelet!" Ucap Lala dengan tangannya yang memegangi lengan Rey dengan sedikit ia remak. hal ini mampu membuat Rey memandangi Lala dengan bingung dan langsung membuatnya menepi ke pingir jalan.
"Kenapa?" Tanya Rey saat mobilnya sudah menepi dengan aman.
"Gu_gue kebelet pipis!" Ucap Lala dengan menggigit bibir atasnya, dan tak melihat lawan bicaranya. saat ini ia menggenggam celena yang ia pakai dengan erat.
"Ya udah cepetan, tenang aja gak bakal gue tinggal!" Ucap Rey sambil memainkan ponsel nya. "Di sini?" tanya Lala dengan menujuk arah luar jendela, dimana terlihat banyaknya bangunan yang sama banyaknya.
"Jadi lo maunya dimana? di dalam mobil?" Tanya Rey yang sudah mengalihkan pandangan nya dari ponsel dengan memandangi Lala dengan menahan tawa ketika menyadari wajah kesal nan ditahan karena menahan membuang air kecil saat ini.
Lala mendesis kesal, dan dengan geramnya Lala menumbuk lengan Rey dengan kuat. "masa di sini! di kamar mandi pertamina kek. Ini kan tempat umum!" Ujar Lala dengan wajah yang terlihat sangat geram.
"Oh.. jadi mau di pertamina, gue kira lo mau disini_ cepetan, gue dah gak tahan!" Ucap Lala dengan merampas ponsel ditangannya Rey.
"Iya bawel!" Ujar Rey saat sudah berhasil menjalankan mobilnya. Tatapan Lala pokus ke depan, yang ada di pikirkan nya saat ini adalah cepat sampai di pertamaina.
Tak perlu waktu lama, akhir nya mobil itu menepi di daerah pertamina.
"Tunggu gue jangan di tinggal!" Ucap Lala saat melihat mobil milik Rey berjalan menjauh.
"Rese lo Rey, awas lo, liat aja ntar!" Lala berlari menuju kamar mandi.
Rey bukanya meninggalkan Lala melainkan ia memutar mobil nya, tak perlu lama menunggu akhir nya tampak Lala yang berjalan dengan santai ke arah mobil nya. "Syukur deh, gue kira beneran di tinggal," Batin Lala dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Ayuk jalan!" Suruh nya pada Rey. Tak ada jawaban dari sampingnya membuat Lala kaget ketika yang menjawab nya adalah Sabrina.
__ADS_1
"Lo ngapain di mobil cowok gue?" Ujar Sabrina yang saat ini sedang memperbaiki pakaian nya.
"Harusnya gue yang tanya ngapin lo di mobil suami orang, lah ini malah kebalik!" Ujar Lala bermenolog dalm hati.
"Lo ngapain?" Tanya Lala yang balik bertanya.
Sempat berfikir hal negatif atas apa yang ia lihat dari Sabrina, namun ia kembali lagi berfikiran positif terlebih dahulu sebelum mengambil sebuah kesimpulan, yang ada di depan matanya saat ini.
"Mungkin dia ganti baju La, bukan ngelakuin hal yang kotor itu!" Lala mengganguk membenarkan ucapkan nya saat melihat Sabrina melipat sehelai pakaian dan melipat nya secara asal dan di masukkan ke dalam tas.
"Bukan urusan lo!" Ujar sabrina dengan tatapan malas ke arah Lala.
"Awas itu tempat gue, lo salah masuk mobil," Ujar Sabrina yang akan keluar dari duduk belakang dan ingin duduk di tempat yang di duduki oleh Lala.
...
Di tempat lain, setelah memutar adah mobil nya, Rey memutuskan untuk membeli minuman terlebih dahulu, saat keluar dari mobil ia berpapasan dengan Sabrina.
Kemarin malam, Rey sempat kan bertemu dengan Sabrina, Ia sudah memutuskan hubungan nya dengan Sabrina, karena mengetahui tingkah dan perilaku yang di lakukan oleh Sabrina. Namun Sabrina menolak, menurut nya ini adalah hal wajar bagi seorang cewek yang cemburu dengan seorang kekasih nya dimana kekasihnya itu dekat dengan cewek lain, walaupun cewek itu sendiri adalah susupu, bukan tak mungkin jika seorang seperti Rey bisa saja menyukai sepupu nya sendiri.
Tak ingin mendengar kan Sabrina yang akan menjelaskan mencoba menahannya, membuat Rey dengan paksa melepas kan genggaman tangannya Sabrina dengan paksa. "Kita bukan lagi pasangan, Na. ingat itu!" Ucap Rey dan berjalan cepat meninggalkan Sabrina yang terus terusan memanggil nya.
Di saat Rey sudah kembali ke mobil di dengar nya suara Sabrina yang berasal dari dalam mobil miliknya, bukan hanya Sabrina saja melainkan Lala juga sudah berada di dalam mobil.
...
"Saat ini terlihat dengan jelas belahan di dadanya Sabrina, "Lo mau di sini, tapi ada syaratnya!" Ujar Lala.
Sabrina yang ingin bertanya syarat apaan tak jadi bertanya saat di kaget kan oleh kedatangan Rey, begitu juga dengan Lala.
"Gak ada syarat syaratan, keluar lo!" Rey yang baru saja datang langsung membuka pintu untuk Sabrina. tak lupa tatapan tak suka ia perlihatkan pada Sabrina.
__ADS_1
"Lo ngusir gue beb!" Ujar nya dengan wajah sedih dan suara yang di manjakan.
"Gak perlu gue keluarkan kan, jadi mau keluar secara sukarela atau_ ih beb, kok galak sih sama Nana, tapi katanya mau cium ke hotel!" Ucapnya dengan memenggai lengan Rey dengan gerakan menggoda.
" dasar wanita penggoda," Ujar Lala dengan tatapan tajam ke arah Rey.
"Gak usah sok manja sama gue, apalagi ngomong lo ngelantur gitu, pakai pakaian yang lebih layak jangan pake pakaiyan kekurangan bahan," Ujar Rey dengan menutupi belahan di dadanya Sabrina dengan jaket di tangannya.
"Makasih, lo emang cowok yang perhatian," Ujar Sabrina dengan senyum manis nya. namun jika Rey hanya menganggap senyum yang biasa biasa saja.
"Cih.. senyum manis berbaur kadal, sok cantik!" Lala yang malas melihat kelanjutan kedua orang itu pun kembali ke posisi depan,
"Keluar..!" Ucap Rey dengan suara yang terdengar kuat nan bergetar. Sabrina mengira jika Rey bisa tergoda dengan cara ia memakai pakaiyan seperti ini, apalagi dengan cara ia sentuhan tangannya, dan ucapan nya, biasanya semua lelaki yang ia lakukan seperti ini akan luluh dengan nya, begitu juga dengan Rey. namun sikap dan perilaku Rey saat ini mampu membuatnya takut. dengan cepat ia keluar dari dalam mobil.
"Trus gue pulang naik apa?" Tanya Sabrina saat baru saja keluar dari mobil.
"Bukan urusan gue Na!" Balas Rey dengan merampas jaket yang tadi ia pinjamkan ke Sabrina. Belum sempat Sabrina berkomentar, mobil milik Rey sudah berjalan meninggalkan nya.
Lala yang awalnya mengira jika Rey yang perhatian dengan Sabrina kini ia tertawa kecil dan menjerit di dalam hati seakan mengejek Sabrina, "Emang enak, baru aja bersikap manis, eh malah udah pahit aja." Lala sendiri jadi lucu membayang kan wajah kesal nya Sabrina saat ini.
Tawanya terhenti ketika mobil yang di bawa oleh Rey melaju dengan cepat. bandannya menempel ke belakang karena kencang nya Rey dalam membawa mobil yang dadakan.
"Pakai sabuk pengaman!" Perintah Rey tanpa melihat ke arah Lala.
"Kok dia jadi ke pribadi yang serem sih, gue kan jadi takut!" Ujar Lala yang dengan cekatan ia memakai sabuk pengaman.
"Maaf soal gue yang gak bisa bantu lo, waktu di tuduh kejadian tempo hari!" Ujar Rey di sela keheningan keduanya. Lala tersenyum mendengar kata maaf untuk yang pertama kalinya keluar dari mulut Rey.
"Dan untuk yang tadi ambil sisi positif nya aja, gue sama Nana udah gak ada hubungan apa apa dan yang tadi gue sendiri juga gak tau gimana caranya Nana masuk ke mobil gue!" ujar Rey dengan tangan sebelah yang memegangi tangannya Lala.
"Percaya sama gue!" Rey mencoba mengakinkan Lala, ia tau lebih kurang nya pasti Lala ada rasa sakit hati jika ia dekat dengan Sabrina, karna ia sendiri merasakan hal itu sejak hubungannya dengan Lala yang berstatus berbeda, yaitu suami dan istri.
__ADS_1
Ada rasa lega saat ucapan maaf itu keluar dari mulutnya Rey, apalagi genggaman tangannya ini, saat ini Lala merasa nyaman dengan keadaan ini. Namun satu kata yang masih Lala tak suka yaitu kata manis untuk sabrina "Nana"