
...🌵...
...Teledor ...
Lala menghela nafas nya lemas saat panggilan telepon terputus sepihak. "Kenapa la?" Tanya May saat melihat wajahnya Lala yang tampak berubah menjadi murung dan terdengar helaan nafas Lala yang terdengar berulang kali dengan kasar. Lala melihat kedua temannya dengan muka lesu.
"Gue lain kali aja deh gue nonton bareng nya, gue balik luan ya besty!" Pamit Lala dengan langkah cepatnya menuju pintu. "La Lala.. lo gak apa pulang sendirian?" Tanya Mely yang merasa khawatir pasalnya wajah Lala tanpak pucat saat ini, hal yang sama saat di sekolah tadi, bahkan Lala mendapat kan angkatan dari Yogi cowok yang menjadi crushnya saat ini.
Lala menggeleng kan kepala nya seiring dengan senyum simpul nya. "Gak apa! makasih udah mau temenin gue, seharian ini!" Ucap Lala yang tertuju pada kedua temannya, ia melangkah cepat sambil menutup pintu rumahnya May. "Gue balik!" Jerit nya saat sudah berada di lua rumah nya May.
"Hati hati La!" Peringat Mely dan May secara bersamaan. "Sok compak!" Ucap mereka lagi secara bersamaan.
Di dalam mobil, Lala tak henti hentinya menghela nafas lemas, "Ini pasti ulah nya Rey.. siapa lagi yang ngadu selain si mulut ember, bocor itu, suami yang gak bisa jagain istri, sampe gue masuk di Uks pun dia gak ada jenguk gue! ngeselin banget sih jadi suami!" Ucapnya sambil tersenyum kikuk saat sakit di perut nya yang mulai sesakit pagi tadi. Tanpa banyak pikir, Lala menepikan mobilnya ke pinggir jalan.
__ADS_1
Ia baru ingat jika sampai sore ini ia tak ada makan. "Apa mungkin sakitnya karena gue gak ada makan ya? tapi gue harus gimana? gue sendiri gak selera! mana mulut pahit banget lagi!" Omelnya mengerutu kesal atas perlakukan perut nya yang kumat sakit lagi.
Lama ia menepi di pinggir jalan, dengan mengemol sebal akan Rey, walaupun orang yang saat ini sangat di sebalinya, walaupun tak ada namun setidak nya ia merasa puas atas unek unek yang ada di otaknya, walaupun ia mengomel tak secara langsung melaikan mengomel dengan poto Rey dan dirinya dimana terlihat keduanya sedang senyum paksa.
•
Di rumah. Tanpak Mami Roni sedang mondar mandir di depan pintu, ia menunggu kedatangan putri satu satunya itu, sebelum nya ia mendapat kan kabar dari Buk Tiwi, seorang wanita yang mengurus segala hal di bagian Uks. Ia sempat kesal juga ketika ponsel Lala yang tak aktif apalagi saat melihat Rey menantunya yang terlihat khawatir saat menyadari Lala tak ada di rumah. saat itu juga Rey yang baru saja sampai di rumah langsung keluar lagi menuju motor nya. Ia sudah berjanji akan menjaga Lala layaknya seseorang istri yang ia sayangi.
Mami Roni merasa lega saat sambungan telepon nya di angkat oleh Lala, setelah panjang lebar menceramahi anaknya yang satu itu, Roni langsung menyuruh Lala agar segera pulang, begitu juga dengan Rey wanita itu dengan segera menelpon menantunya agar tak usah khawatir atas Lala. karena Lala sedang berada bersama dengan dua temannya.
"Huh.. awas kamu La.. kalo udah pulang kena kamu sama Mami! Masa ini udah jam tengah lima sore tapi belum pulang juga! apa Lala masih di rumah temannya?" Tanya Roni, saat telepon nya lagi lagi tak diangkat oleh anaknya itu. Saat sambungan telepon terhubung Roni kembali dengan muka khawatir saat mendengar ucapan dari kedua temannya Lala, bahwa anaknya itu sudah pulang sejak satu jam yang lalu. Ya saat ini Roni menelpon May salah satu temannya.
"Belum pulang juga Mi?" Tanya Rey yang menghampiri mertuanya itu di depan pintu. "Eh.. Rey.. Mami baru aja telepon temanya Lala katanya udah pulang sejak tadi tapi sekarang kenapa belum pulang ya?" Tanya Mami Roni kembali ke posisi semula, yaitu memutar mutar tak jelas. Rey yang mendengar nya mengehela nafas berat. "Biar Rey cari Mi!" Ujar Rey dan langsung pergi tanpa mendengar kan jawaban dari mertuanya itu.
__ADS_1
Lama Rey memutari jalanan yang sama, di daerah yang sama pula ia jalani. Ia mendapatkan alamat rumah May dari Mami Roni, karena Mami Roni menyarankan dirinya agar mencari Lala di daerah tersebut. "Apa gue datangi aja ya ke rumahnya May?" Tanya Rey merasa bosan karena yang di lihat nya saat ini tempat itu itu saja. tak ada perubahan sama sekali, hanya membuat dirinya leleh saja.
"Kalo gue datangi, itu artinya mereka akan banyk tanya ke gue, bahwa gue sama Lala ada hubungan apa!" Ucap Rey dan memilih menepi karena ia merasa haus. Setelah membeli minuman, mata Rey menatap tak percaya atas sebuah mobil yang tak asing lagi di matanya, apalagi setelah melihat nomor bknya. "Gue yakin, ini mobil pasti miliknya Lala!" Rey berjalan mendekati mobil tersebut dengan langkah kakinya yang tergesa gesa.
Rey di buat kaget saat melihat wajah leleh campur pucatnya wajah Lala saat ini, "Lo ngigatin gue sama Ella!" Batin Rey teringat akan Ella, sepupu sekaligus seorang adik angat keluarga nya. Namun Rey juga menganggap Ella sebagai orang yang spesial di hidupnya.
"Teledor!" Ucap Rey saat selesai membuka pintu mobil dari luar. Rey mengatai Lala teledor karena Lala tertidur namun dalam keadaan kaca mobil nya yang terbuka lebar. Ya, sekitar dua puluh menit yang lalu tanpa Lala sengaja, ia tertidur pulas di dalam mobil dengan tangannya yang setia memegangi perut nya dan tak terlupakan wajahnya masih terlihat pucat. sedang tangan satunya lagi setia memegangi ponsel nya yang ia gengam erat.
Rey yang akan memperbaiki tidur nya lala malah membuat nya harus merelakan bahunya untuk menjadi sandaran dari Lala. Rey memberikan pesan singkat kepada salah satu bawahan Papinya agar mengambil motor miliknya yang ia tinggal di pinggiran jalan dengan asal. Setelah berhasil beralih ke tempat duduknya pengemudi, Rey memandangi Lala kembali. Lama ia memandangi sambil menelisik setiap wajah Lala, dengan lekat. "Lo cantik!" Pujinya sambil menyingkir kan poni milik Lala yang menutupi wajah nya.
Puas menatap ke arah wajah cantik nya Lala, Rey beralih ke arah tangannya Lala. Di lihat nya Lala yang tampak erat memegangi ponsel serta perut nya yang sedari tadi tak mau berpindah tempat. Merasa penasaran apa yang ada di dalam ponsel nya Lala, Rey mengambil nya dengan pelan. Ia tersenyum tipis saat berhasil mendapatkan ponsel milik lala.
Matanya menatap tajam saat melihat sebuah poto pernikahan yang tanpak adanya sorot mata bahagia di antara keduanya. Rey tersenyum kecil dan tak lama kemudian ia kembali memberikan ponsel nya Lala ketangannya Lala.
__ADS_1
"Rey mengelus pelan rambut Lala, dan mulai menghidupkan mobilnya menuju rumah, karena ia tau pasti kalau Mami Roni yang paling khawatir atas Lala. dan ia juga merasa kasihan melihat wajahnya Lala saat ini.