
...🌵...
...Tak Bisa Tidur ...
Lala melangkahkan kakinya pelan saat mulai merasuki kamar. Terdengar suara air dari dalam kamar mandi. Lagi lagi Lala menghela nafas lemas, ia berjalan ke arah lemari Rey mengambilkan baju koas oblong dan celana pendek kesukaan Rey.
Bertepatan saat kamar mandi terbuka, Lala pun selesai menyiapkan pakaian Rey. "Rey gu_gak boleh teman Maya kan ada Mely, bukan lo aja La!" Putus Rey sambil mengambil baju pemberian dari Lala.
Lala masih saja membujuk Rey dengan segala cara namun masih sama, Rey sama pendapat dengan awal tadi. "Rey gue bakal pulang jam enam deh, gue bakal siapain segala hal sepele biasa, gue_" Belum sempat Lala berucap sudah lebih dahulu Rey mengecup bibir nya sekilas. Lala terdiam sesaat lalu selanjut nya ia yang gantian mencium bibir Rey dangan menuntut.
"Lo suka?" Tanya Rey saat tautan bibir keduanya terlepas. Lala hanya tersenyum kecil dan mencium sekilas lalu ia berbisik tantang keinginan nya menginap di rumah May. dan jawaban Rey masih teguh dengan sebelumnya. Lala langsung cemberut lalu berjalan meninggalkan Rey di tempat. "Gue izinin tapi ada syaratnya!" Ujar Rey dengan senyum simpul.
"Apa?" Tanya Lala seraya berbalik badan. Rey tak langsung menjawab melainkan berjalan mendekati Lala, ia sedikit membungkuk saat sudah berada di hadapan Lala. ia menyatukan kedua tangannya dan hal itu membuat Lala merinding. "Rey!" Tolak Lala saat tau apa syaratnya. "Gak mau? ya udah!" Ujar Rey dan berbalik badan, ia seakan akan kembali acuh. Lala mengambil Kesempatan, dengan cepat ia memeluk Rey dari belakang dengan erat.
"Boleh ya! gue gak bakal lama kok, cuma sampai pagi doang, ya.. ya.. !" Bujuk Lala dengan muka di manis manis kan, walaupun tak terlihat oleh Rey wajahnya, namun Lala terus bersikap demikian. "Gak, sekali gue bilang gak, ya gak bakal gue bolehkan!" Ujar Rey di sela pelukan Lala. sejujurnya ia membolehkan Lala menginap di rumah May, namun ia sengaja dan mengambil kesempatan untuk menggangu Lala.
Suara ketukan dari pintu, membuat Lala langsung melepas kan pelukan nya dari Rey. "Awas lo, gue aduin ke Bunda sama Nenek!" Ujar Lala dan berjalan menuju pintu. Rey mendengar ucapan dari kata Nenek langsung berjalan mengejar Lala. baru saja akan bertanya tentang neneknya, kini beberapa pukulan sudah melayang di bahunya.
Lain hal dengan Lala, ia sama sekali tak tau jika sang Nenek yang mengetuk pintunya. ia pikir yang mengetuk tadi adalah May.
"Eh.. Nek!" Panggil Lala yang langsung membuka pintu nya lebar yang dapat memperlihatkan keberadaan Rey di belakang nya. "Cucu nakal!" Ujar Nenek dan langsung berjalan mendekati Rey. dengan cepat beberapa pukulan kecil mendarat di kedua bahu Rey. "Cucu bandal, nenek pulang kok gak di sambut? Kamu main ke mana aja? kok gak pernah bilang kalo kamu punya istri secantik ini?" Pertanyaan demi pertanyaan keluar dari mulut nya Nenek.
Melihat itu, ide licik muncul di otak nya Lala. "Oh iya nek, masa Lala pengan nginap satu malam di rumah May gak boleh, padahalkan Lala pengen bek, udah lama gak tidur bareng teman!" Ujar Lala yang mengadu ke Nenek.
__ADS_1
Yang menjawab bukannya Nenek melainkan orang yang berada di belakang nya Lala.
"Ke bawah sana gih! May udah nungguin dari tadi! masalah izin gak izin Bunda izinin!" Ujar Rada yang langsung mendapat kan pelukan dari Lala. "Makasih bun!" Ucap Lala yang ia sempatkan melihat ke arah Rey, ia tersenyum mengejek kepada Rey, lalu berlalu pergi meninggalkan tempat itu.
Di kamar, tampak dua manusia yang sedang mengadu nasib mereka masing masing. Jika Lala mengadu nasib akan kehidupan dirinya yang setelah memiliki status seorang istri, yang berubah menjadi orang yang lebih mandiri. Jika May sibuk mengadu nasib akan kehidupan dirinya kedepanya yang akan bertemu dengan Papi dan Mama tiri.
Kedua menceritakan masalah mereka masing masing, sampai keduanya tidur dengan posisi yang tak beraturan.
•
Paginya, sesuai dengan ucapan Lala pada Rey, kini ia sudah selesai mandi dan akan pulang, tampak May yang masih menutupi dirinya dengan selimut tebal. Lala menggelengkan kepala melihat May. Jika saja ia tak memiliki suami di saat seperti ini, mungkin ia akan sama dengan May, namun posisi dan status yang berubah membuatnya menjadi mandiri.
"May.. bangun, udah jam enem!" Sedari tadi Lala terus terusan membangunkan May namun tidur nya May, jauh lebih susah di bangun kan sebelum ia menikah. Melihat jam yang menujukan 05.41 membuat Lala meletakkan kertas di atad nakas, ia meletakkan nya di bahan ponsel milik May.
Sampai di rumah Lala langsung berjalan menuju kamarnya. "Sayang!" panggil seorang wanita paruh baya, gak lain Bunda Rada. Lala berbalik dan kembali menuni anak tangga.
"Kok udah pulang! Kenapa? ada masalah sama May?" Tanya Bunda Rada dengan wajah serius.
"Gak ada masalah apa apa kok bun, Lala cuma mau siapin pakaian Rey, karna itu tugas Lala sekarang!" Ujar Lala dengan senyum manis.
Rada yang mendengar ucapan Lala tersenyum bahagia, kamu emang menantu idaman Bunda!" Ujar Rada dan setelah nya Lala kembali naik ke atas.
Ceklek..
__ADS_1
Lala kembali menutup pintu dengan pelan. Saat ini suasana kamar masih gelap. "Syukur deh dia belum bangun, gue lega!" Batin Lala sambil berjalan pelan mencari saklar berada. Saat ingin menghidupkan lampu, tangan Lala di tarik paksa oleh seseorang. Kini ia sedang di peluk dari belakang, Lala tau betul pelakunya adalah Rey, karena di kamar ini hanya ada dirinya dengan Rey.
"Rey lepas dulu, gue sesak kalo begini!" Ujar Lala yang mencoba melepaskan pelukan dari Rey. bukanya melepaskan Rey malah menggendong Lala dan menjatuhkan nya di atas kasur. "Rey lo mau ngapain?" Tanya Lala saat ia sadar jika Rey sudah berada di atasnya.
Rey tak menjawab ia terus menerus menciumi wajah Lala dengan gerakan cepat, Lala yang di perlakukan semaunya oleh Rey hanya pasrah pada akhirnya. Ia kembali teringat awal pertama dirinya degan Rey, Kini Lala kembali menangis tanpa suara, saat merasakan kekasan Rey padanya. "Reyyy!" Panggil Lala dengan suara tertahan.
Cup..
Cup..
"Hukuman buat lo yang udah melanggar dan mengejek gue!" Ujar Rey saat sudah selesai mengecup seisi wajah Lala. setelah nya ia langsung pergi ke kamar mandi. Lala yang baru saja di perlakukan seperti itu masih terdiam diri di tempat.
...
Entah karna sudah terbiasa tidur dengan Lala atau emang ia gak bisa tidur, Rey yang saat ini tak bisa tidur memilih untuk mengerjakan tugas kantor yang memang sudah menumpuk, ia mengerjakan nya dengan teliti. sampai jam tiga pagi rasa kantuk mulai menyerang di sekujur tubuhnya. namun karena pekerjaan nya yang tinggal sedikit lagi, Rey memutuskan untuk melanjutkanya. tanda sadar ia pun tertidur dalam keadaan terduduk.
Saat menjelang subuh, ia terbangun akibat bunyi alarm, Rey yang masih merasa nyantuk memastikan lampu kamar nya, ia pun berjalan menuju kasur, sebelum ia kembali tidur, ia merasa haus, saat ia mengambil air minum tanpa sengaja ia mendengar pembicaraan dua orang di depen tangga. saat ia tau jika Lala sudah pulang, ia memiliki rencana untuk jahil untuk Lala.
Dan benar tak lama pintu kamar terbuka, saat Lala akan menghidupkan lampu, ia langsung menarik tangannya Lala dan langsung memeluknya. Niat ingin mengerjai Lala dengan menyuruh nya mengerjai tugas kantor yang sedikit lagi, terurungkan saat dekat dengan Lala, ia merasa seperti di tarik oleh magnet, entah mengapa tiba-tiba saja ia mengangkat Lala dan meletakkan nya di atad kasur, setelah nya ia langsung mengecupi seisi wajah Lala dengan penuh nafsu dan kasar. saat kecupan itu menjalar ke telinga ia dapat merasakan jika Lala sedang menangis. seteleh menjawab ucapan Lala Rey langsung meninggalkanya ke kamar mandi.
...
"Kok gue nagis ya? kok jadi cingeng!" Ujarnya menanyai dirinya sendiri.
__ADS_1
Cukup lama Lala berdiam di tempat nya dengan seribu pemikiran yang masuk keluar di dalam otaknya. Sampai ia tersadar jika suara kamar mandi sudah terbuka. dengan rasa kaget dan was was Lala langsung berdiri menuju saklar, seteleh lampu hidup ia mencari baju untuk di pakai oleh Rey. "Cepat mandi, ini biar gue aja yang urus!" Ujar Rey yang mengambil baju di tangannya Lala.