
...🌵...
...Love You Sayang...
Lala mengeliat di dalam selimut tebal. rasanya tak ingin bangun, karna rasa kantuk yang masih menempel di tambah lagi kehangatan di badanya membuatnya semangkin malas. Lala menarik selumut yang sedikit agar menutupi badanya. Ia merasa ada yang aneh dengan dirinya. Matanya membola saat melihat wajah Rey yang sedang ada di depan matanya.
"Ngeselin banget sih wajahnya, tidur aja kelihatan ngeselin, gimana kalo_ Kalo apa? hem..!"Sambung Rey dengan senyum lebarnya.
Lala yang jarang melihat senyumnya Rey hanya tertawa dalam hati. "Kalo apa ya?" Tanya Lala bingung. Rey membuka lebat tanganya agar Lala masuk ke alam pelukanya. Lala membengong dengan tingkah Reyd di hadapannya.
"Ogah! Ntar lo memang banyak!" Ujar Lala yang membalik badan. Saat membalik badan, ia merasakan dinginya paginya masuk ke dala badanya. Rey menghela nafas seraya menarik selimut dan menutupi badannya Lala agar tak kedinginan. "Ntar masuk agin, caca nya lagi gerimis di luar," Ujar Rey yang memeluk paksa Lala di sampingnya.
Seketika itu ia merasakan ada ya beda pada saat ini. tanganya meraba ke bagian badanya. Ia merasa kaget saat menyadari jika ditanya tak memakai sehelai benang pun. "Rey.. lo apain gue_ Lo yang goda gue luan, lo yang mau juga, masa ia lo lupa!" Ujar Rey masih setia memeluk Mita dengan matanya yang terpejam. Lala langsung menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangannya. Rasanya ia menyesal dan malu, akan kejadian malam ini.
Bibirnya Rey tersenyum kecil menyadari malunya Lala saat ini. Tanya dengan lincah menyentuh dua buah benda di bagian dadanya Lala. hal ini membuat Lala kaget. "Mulai sekarang lo milik gue, dan gue adalah milik lo!" Ujar Rey dengan senyum simpul nya. "Reyyy.." Panggil Lala dengan cepat. "Lo jahat banget sih, gue udah gak suci lagi kan, jahat lo jahat!" Jerit Lala dengan suara seraknya. Rey menangkap tangannya Lala yang memukul dadanya. "Gue cinta la sama lo, gue juga sayang la sama lo, gak ada seorang pun di hati gue, kecuali lo!" Ujar Rey dengan mengecup sekilas punggung tanganya Lala.
Lala tersipu malu mendengar ucapan Rey barusan. Lala dengan gerakan cepat membalas pelukan dari Rey. ia menutupi wajahnya di dadanya Rey. "Gue rasa gue juga suka sama lo!" Balas Lala namun dalam hati apa.
Rey menarik bibirnya ke atas. "Kita tudur lagi ya, gue belum puas peluk lo!" Bisik Reu di telinga nya Lala. Lala cemberut menatap Rey dengan sedikit mendongak. "Gue capek, masih cape!" Ujar Lala dengan lemas. Rey terbawa kecil mengetahui ucapan Lala barusan. Ia menyentil hidungnya Lala pelan. "Guu gak sejahat itu la, menyiksa istri gue demi memuaskan nafsu gue. gue tau lo capet, dan gue tau lo leleh, makanya gue ajak lo tidur lagi. tapi ternyata lo mikirnya malah buat gue jadi kebayang ada di atas lo!" Ucap Rey dengan pemikiran yang sudah melayang.
Lala menarik wajahnya Rey agar menatap ke arahnya. Lala menyembunyikan wajahnya kembali saat berhasil mengecup singkat bibirnya Rey. "Ayo tidur lagi, peluk yang lebih erat, biar hangat!" Ujar Lala dengan malu malu. Lagi lagi Rey tersenyum melihat tingkah nya Lala. "Lo emang unik La, tapi dari keunikan lo ini lah, gue jadi cinta sama lo, love you sayang!" Ujar Rey sambil mengelus elus rambutnya Lala.
...
May yang tak bisa tidur, karena memikirkan ucapan Ella waktu tadi malam. "Ih.. gue kok malah mikiran ucapan Ella sih, pokus May, pokus aja, gak mesti lo pikirkan ucapan Ella, mereka memang cocok May, lagian sekarang mereka gak ada hubungan apa apa lagi, lo pasti masih punya kesempatan!" Ujar May dalam hati. Berhubung sudah menjelang pagi, May memutuskan untuk memasak. "Mending gue masak, lagian dah lama gak pernah masak, May merenggangkan ototnya yang kaku karna bolak balik mengubah arah tidur namun sama saja hasilnya tetap saja membuatnya tak bisa tidur sama sekali.
__ADS_1
Hal yang tak pernah di duganya, terlihat jelas di matanya. "Astaga gue rasa gue mimpi sesudah bangkit dari kasur deh!" Ujarnya sambil membuka jendela dapurnya dengan lebar. May tersenyum lebar kala melihat orang di luar sana. lama May memerhatikan Yogi di seberang sana, dengan tatapan suka. "Lo kok ganteng banget sih?" Tanya May dalam hati.
"Tunggu deh, dia lagi apa disana, perasaan itu rumah punya buk Ani. trus dia kok bisa disana?" Tanya May yang mulai berpikir. belum sempat ia berpikir, Yogi melihat ke arahnya. dengan wajah kikuknya May, May melambaikan tanganya dengan wajah bingung. Tak lama kemudian sebuah panggilan telepon masuk. Ia di buat tambah heren karna yang memanggil adalah Yogi.
"Angkat, gak, angkat, gak... Pada akhirnya May memutuskan untuk mengangkat panggilan dari Yogi itu. sebelum ia mengangkat ia mengehela nafas dengan lemas.
_"Lagi apa May?"
^^^_"Lagi mau masak, lo sendiri?"^^^
May berucap dengan tangan yang mengacak acak kepalanya. ia merasa senang bukan kepalang saat ini.
_"Gue lagi mandang lo dari sini!"
Yogi berucap sambil menghadap ke arah jendela yang terpuji ke dapur nya May.
May berucap dengan rasa penasaran yang tinggi. Yogi tediam sesaat lalu membalas ucapan May.
_"Bukan rumah gue,
tapi rumah bibik gue!"
May mengganguk dari sebrang sana. padalah Yogi tak melihat nya.
_"Mau masuk apa?"
__ADS_1
^^^_"Masih bingung sih,^^^
^^^menurut lo apa yang^^^
^^^enak gue buat apa?"^^^
Tiba tiba saja panggilan telepon putus secara sepihak, hal ini membuat May menjadi kesal. Di lihatnya keberadaan Yogi sebelumnya. namun tak ada lagi di tempat yang tadi Yogi duduki.
May menghela nafas dan mulai membuka kulkas mengambil bahan makanan.
...
Lala berjalan pelan menuju kelasnya. Begitu wajahnya muncul di balik pintu. Ia langsung tersenyum ceria ke arah dua temannya. "Liat tuh, kenapa tuh anak, seneng banget keliatanya!" Mely menyentil pipinya May karna sejak tadi ia berucap May hanya sibuk melamun.
"Apa?" Tanya May dengan heren. "Gak ada!" Ujar Mely dengan menyusul Lala yang berjalan ke arahnya. "Kalo tiap hari ceria begini kan enak di liat!" Ujar Mely yang membatu membawakan buku paket dj tenganya Lala. Lala hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Mely.
Lain dengan Ella, ia dapat melihat jika Lala sedang merasa bahagia, ia pun memanggil May yang masih melamun. "May gimana kalo rencana kita tempo hari di ubah, soalnya saat ini Lala keliatan lagi senang!" Ucap Ella pelan.
"Gue sih terserah lo aja, mana menurut lo yang bagus, bakal gue setujui, dan setelah rencana lo matang, bakal gue bahas ke Mely!" Jawab May dengan datar. Ella mengganguk kecil.
"Apaan tuh?" Tanya Mely yang langsung merampas kotak kecil yang di pegang oleh May. "Apaan sih lo!" Ujar May yang langsung merebut kotak yang tadinya di pengangnya. "Ih.. kan gue kepoo..!" Sewot Mely yang di angguki oleh Lala. "Kepo lo pada!" Ujar May yang langsung pergi begitu saja. "Buat Yogi kali!" Ujar Ella yang juga ikut melihat kepergian May. keduanya saling pandang. Ella tersenyum kecil melihat Lala yang menatapnya dengan tajam.
"Makasih La!" Ujar Ella di iringi dengan senyum. Lala dan Mely saling pandang. belum sempat bertanya. Lala sudah di tarik oleh Rey. "Gue pinjam ya!" Ujar Rey sambil memeluk Lala. hal ini membuat Mely menutupi mulutnya tak percaya. "Oh, iya mereka kan jadian, tapi kok mesra banget ya?" Tanya Mely dengan bengong. "Karna mereka udah halal!" Ucap Ella pelen. "Apa?" Tanya Mely merasa kurang puas dengan jawaban Ella.
...
__ADS_1
"Gimana? enek gak?" Tanya May dengan takut takut. "Lo udah sarapan?" Tanya Yogi balik. Kepala Mely menggeleng, padalah ia sendiri sudah makan. May menatap Yogi dengan bingung. "Masakan lo enek, tapi lebih enek lagi kalo makannya bareng karna seenek eneknya makanan, lebih enek lagi makannya barengan!" Ujar Yoga dengan menaikan alis sambil menyuapi May. "Anjir. kenapa lo buat gue jadi semangkin berharap si Yogi, ah gue jadi pengen dekat terus sama lo!" Resah May dalam hati.