My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab58-Di diemi


__ADS_3

...🌵...


...Di Diemi...


Lagi tanpa persetujuan dari Lala, Rey sudah berada di atas Lala. Lala hanya dapat memejamkan matanya dengan menggigit bibir atasnya, jauh dari dalam dirinya, ia merasa takut untuk keadaan yang ia rasakan saat ini. namun ia sendiri bukan tipe cewek yang munafik yang akan menolak, apalagi status nya saat ini sudah berubah. lama Rey mengecup mengecup bibir nya Lala, bukan hanya di situ saja bahkan penutup bajunya Lala sudah terbuka lebar yang hanya memperlihatkan bra saja, tangan Rey dengan teladan meremas dua gunung yang masih terbungkus rapi, dan tak lupa mulut kedua nya masih sibuk ******* satu sama lain, kegiatan itu terhenti saat panggilan masuk dari telepon nya Rey, setelah menutup telepon, terjadi kediaman di antara keduanya. Lala perlahan membuka matanya, ia tak merasakan adanya reaksi sama sekali dari Rey sejak panggilan terputus.


Rey menatap Lala dengan tatapan yang susah di artikan. begitu juga Lala. Rey merasa takut jika hal yang akan di lanjutkannya nanti akan melewati batas dan membuat Lala benci padanya. karna ia juga masih bingung, akankah Lala dapat menerima nya, dengan keadaan dirinya seperti ini. Lala sendiri merasa bimbang, dengan sikap Rey di depannya, ia merasa jika di hatinya Rey masih ada orang lain, sehingga Rey berhenti sampai di sini. rasanya seperti saat Lala di bohongi oleh Maminya, saat itu ia sudah berharap lebih karena akan bertemu dengan Papi nya, namun bukannya Papinya yang muncul melainkan Papi Rey yang saat ini memeng menjadi Papinya.


"Maaf!" Satu kata itu yang keluar dari mulutnya Rey, ia langsung bangkit dari tempat nya lalu berjalan meninggalkan Lala di tempat dalam keadaan bingung akan sikapnya Rey barusan. Ia mengambil handuk yang tadi tergeletak di lantai. Lala memandangi Rey dengan wajah penuh dengan rasa malu, dan gamblang, "Gue pikir di hari lo, bisa ada gue Rey, ternyata gue salah, gue salah besar lagi, kok bisanya gue berharap kepada cowok kek lo!" Lala tertawa hambar saat teringat kejadian yang baru saja ia lakukan dengan Rey.


"Gue udah gila..!" Ujarnya dengan senyum paksa nya, ia memasang kancing demi kancing bajunya dan berjalan ke arah lemari. "Peke ini aja, itu udah kotor!" Peringat Lala dengan memberikan baju kaos tipis yang besar jika di ukur kan ke badannya. Rey hanya melihat Lala sekilas lalu mengambil baju yang tadi di berikan oleh Lala.


Saat Lala akan mengambil ponsel Rey, yang sejak tadi berdering, di kaget kan karna secepat kilat Rey sudah mengambil nya.


^^^_Oke gue kesana, ingat jangan^^^

__ADS_1


^^^pergi sebelum gue ada di sana^^^


tanpa ada kata yang keluar dari mulutnya, Rey langsung pergi begitu saja. padahal Lala sempat bertanya tadi, namun kerna keburuan nya Rey tak menjawab pertanyaan Lala. Selang kepergian Rey dari perkarangan rumah nya. Lala menutup tirai jendela kamar nya, ia menghela nafas dengan lemas seraya mendudukan pantat nya di kasur. "Gue kenapa merasa sesak ya, di tinggal tanpa ada pamitan, di mulai tanpa ada perizinan, di diemi tanpa tau letak salah gue apa? Apa kodratnya gue hanya itu itu aja, dari sejak kecil sampai sekarang gue itu gak pernah merasakan kasih sayang terhadap orang yang gue sayangi, apa begini rasakan sebuah pernikahan, awalnya gue nikah emang gak ada niatan bakal suka ke lo, tapi sekarang gue rasa gua mulai memiliki rasa remaja percintaan." keluh Lala yang berakhir dengan membaringkan badannya di kasur dan akhir nya tertidur.


...


Paginya, keduanya sudah berada di rumah Bunda Rada, mereka pulang pagi sekali. Sejak tadi malam hingga siang ini, Rey sama sekali tak ada berbicara dengan Lala, bahkan yang membuat Lala kesal, Saat Lala bertanya ini itu yang hanya di jawab dengan ratapan tajamnya saja. sama hal seperti pulang sekolah ini, selesai mengantar Lala, Rey langsung memutar arah mobilnya, saat Lala bertanya ingin kemana, Rey hanya memandangi nya dengan datar. "Dasar siluman es, gak tau salah gue di mana, tapi gue di diemi aja, kesal bangat gue!" Ujar Lala dengan menghentakan kakinya kuat menuju teras.


Lala menyempat kan mau membantu bunda yang sedang memasak di dapur, sebelumnya ia sempat kan mengganti pakaian terlebih dahulu, saat baru saja memegang pisau yang akan memotong sayuran, ia dihadang oleh Nenek. "Nenek kelihatan nya kangen sama kamu, sana, gak apa, Bunda kan masih ada Bik Rum!" Ujar Bunda Rada dengan senyum ramahnya. Lala mengganguk Lala berjalan beriringan dengan Nenek.


Lala menerimanya sambil menatap Nenek sesekali. "Kenal nek, dia temen Lala, namanya Yogi!" Ujar Lala menjelaskan, padalah sang Nenek hanya bertanya kenal atau tidak nya.


Terdengar helaan nafas lega, tampak sang Nenek yang tersenyum yang memperlihatkan dua gigi bagian depan yang masih utuh. Lala sempat tertawa juga karna lucu saja melihat senyum Nenek di depan nya saat ini, tawanya terhenti saat melihat Rey berjalan dengan seorang cewek, cewek yang sangat pamiliar di matanya Lala. Gak lain dan dapat di pastikan jika itu Ella.


Sang Nenek yang melihat Lala pun ikut melihat arah tuju matanya Lala. "Siapa?" tanya sang nenek, pasalnya nenek saat ini sudah tak bisa melihat dengan bagus lagi saat memandang orang lain dari jarak jauh. "Bukan siapa siapa kok nek!"Jawab Lala dengan berbohong.

__ADS_1


Keduanya pun di sibukan dengan cerita masing masing. namun Lala sendiri masih bertanya tanya apa yang sedang di lakukan Rey dengan Ella di depan sana, terlebih lagi tanpak keduanya yang sangat dekat.


...


"Lo benaran diemin si Lala?" Tanya Ella dengan wajah khawatir nya. Rey menjawab nya dengan anggukan kepala. "Gue gak mau tanggung ya, kalo terjadi apa apa ntar sama hubungan lo sama Lala, gue di sini kan cuma mau bantuin lo aja, tapi nih, lo lebih bagus ladeni deh si Lala, gue berasa gak enak aja, apalagi waktu liat di sekolah tadi, mukanya sedih Rey!" Ucap Ella tanpa mengurangi isi hatinya. "Lo mau makan apa kagak, udah dingin biasanya gak bakal enak, karena rasanya berbeda dengan waktu panas!" Rey malah memberikan makanan ke hadapan Ella.


"Tadi gue liat Nenek sama Lala di sebrang!" Ujar Ella sambil memasukkan makanan ke mulutnya. Rey langsung menghentikan kegiatan nya. "Liat kita gak?" tanya Rey dengan wajah khawatir nya. "Gue rasa liat deh, Nenek "juga liat!" Ujar Ella yang di tambah tambahin.


"Ntar gue pulang ke rumah lo aja deh, gue kan kangen sama Tante Rada, Yaya juga, dan yang paling pasti Nenek. mana gue masuk ke keluarga lo lagi. gak kebayang deh, gue sekarang pingin tau giginya Nenek udah cepot berapa!" Jelas Ella lagi di sertai dengan tawa.


Rey sampai tersedak saat mendengar kan kata gigi nya Nenekya. Rey pun ikut tertawa saat teringat gigi neneknya.


"Ternyata Ella kalo senyum cantik nya A± ya!" Sambung seorang yang kini sudah duduk di samping Rey dan Ella, padahal tak ada suruhan ataupun penawaran duduk dari kedua nya. Rey hanya menggeleng kan kepalanya, ia merasa pusing jika berurusan dengan Bagas. Selama ini bagas menyukai Ella namun ini untuk pertama kalinya Bagas memuji Ella di depannya. Ella hanya tersenyum simpul lalu memperbaiki posisi duduknya.


"Ini bambang Ella, teman gue yang sering gue ceritain, yang gue bilang dia naksir sama lo!" Ujar Rey tanpa dosa. Bagas yang sudah terlanjur ketahuan oleh Ella pun hanya berharap jika citanya dapat di terima. "Gak apa lah, kalo lo sekarang belum mau sama gue gak apa, tapi kapanpun lo mau sama gue, pasti gue terima, tenang aja, hati gue terbuka lebar, selebar harapan gue ke lo!" Ujar Bambang di akhiri dengan kedipan mata.

__ADS_1


__ADS_2