My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab29- Yaya..


__ADS_3

...🌵...


...Yaya.....


Kini Lala dan Yaya sedang berada di depan kedai, mereka baru saja membeli es crem dan duduk di bangku panjang yang terbuat dari kayu itu, suasana saat ini sangat panas, membuat mereka harus membeli es krim berulang ulang, mereka tak cukup satu saja. Apalagi Yaya, saat ini ia sudah habis empat es crem dengan rasa yang sama.


"Gak bosan Ya, rasa itu terus yang di beli?" Tanya Lala sambil memasukkan sosis ke dalam mulutnya.


"Gak. kalo ganti ganti nanti rasa nya rasa nano nano, gak enak." Jelasnya dengan menganggak ingin makan sosis juga.


"Mau?" Tanya Lala dengan mengangkat kedua alis. Yaya menganggak ingin di suapin.


"Sehabis dari sini kita jalan jalan yuk kak? Pinta Yaya tak lupa dengan senyum yang terus mengembang kaya pengembang.


Lala melihat sekitarnya. "Cuacanya panas. kita pulang aja ya, kakak mau nyerjain tugas." Jawab Lala dengan merampas plastik di tangannya Yaya. Yaya yang tadinya tersenyum kini merenggut, "Nanti malam aja kerjain tugasnya.


"Nanti Yaya bantuin kakak," Ucapnya seakan membujuk dengan senyum semanis mungkin.


Lala yang melihat nya merasa gemas. "Yaya kok cantik banget sih, anak siapa ini? hidungnya pun mancung nya dua meter," Ucap Lala dengan menarik pipinya Yaya dengan senyum.


"Anak bunda lah, masa ia Yaya anak ikan mas, kan gak searah!" Jawabnya dengan merenggut. Lala tertawa mendengar jawaban dari Yaya.


"Pinter," Ucap Lala dan memberikan tangan kanannya agar di gandeng oleh Yaya.


"Gimana kita pulang aja ya, liat tuh panas cuacanya, nanti kalo Yaya hitam. gak cantik lagi," Ucap Lala seraya membujuk.


"Jadi kapan?" Tanya nya masih dengan merengut. Lala tampak berpikir sejenak Lala tersenyum kecil. "Yaya maunya kapan? tapi selain hari ini" Lala mengoyang goyangan rambat nya Yaya yang di kepang dua.


"Tiap hari," Pintanya dengan senang.


"No, gak boleh tiap hari, kan Kakak harus sekolah. Yaya juga. Gimana kalo minggu depan, mau gak ?" Tawar Lala lagi.


"Oke," Jawabnya dengan mengacungkan dua jempol nya ke arah Lala. Setelah nya kedua nya pun pulang. Langkah kakinya Yaya berhenti,


"Kak besok Yaya dah pulang ke rumah, gak bisa jumpa lagi dong?" Tanya nya kembali ke muka cemberut nya.

__ADS_1


"Siapa yang bilang gak bisa jumpa lagi? bisa jumpa tapi gak setiap hari.'' Ucap Lala menjelaskan.


"Kata Bunda, besok Bunda, Papi, sama Abang Rey bakal pulang, jadi Yaya pikir Kak Lala gak bisa Yaya jumpai lagi dong," Ucapnya dengan lesu.


Lala sempat mencerna ucapan Yaya barusan, "Kalo Rey pulang ke rumah nya, itu artinya gue juga bakal ikut dia, ah.. gue gak mau tinggal sekamar sama dia kalo gak di rumah gue," Jerit Lala dalam hati. Lala menggeleng gelengkan kepala nya berharap agar apa yang di bayangkan nya saat ini hanya lah asumsi nya saja.


Sedari tadi apa yang Lala dan Yaya lakukan di lihat oleh Rey, dari awal ia penasan kemana adiknya dan Lala akan pergi. Ia terus tersenyum saat melihat mereka yang tampak kompak dan serasi.


"Gak Bunda, gak adik, sama sama kompak," Pujinya dengan tatapan yang tak lepas dari dua manusia yang sedari tadi di ikuti nya.


Rey duduk tak jauh dari Lala dan Yaya, dan ia sudah berada lama ia di sini, layaknya seseorang yang lagi menguntit, sekarang Rey berjalan pelen mengikuti kemena Lala dan Yaya akan pergi. "Kok arahnya ke rumah? Apa mereka mau kerumah?" Tanya Rey menerka nerka.


dek..


Debaran jangtung terus terpompa capat. itulah yang di rasa oleh Rey.


Mata Rey terus poskus ke seorang cowok yang saat ini menghampiri Lala dan Yaya, cowok itu gak lain dan gak bukan adalah Yogi, "Mereka ngomongin apa sih? Kok serius banget, peke ketawa ketawa lagi!" Ucap Rey merasa gondok saat melihat mereka yang sangat dekat.


Sedang Lala merasa di kaget kan oleh kedatangan Yogi. Lala pun dengan cepat menyapa Yogi, ia merasa canggung karena saat ini ia bersama dengan Yaya, adik dari suaminya. "Lo ngapain di sini?" Tanya Lala sedikit tebata, karena saat ini jarak dirinya dengan rumah nya hanya berjarak beberapa meter lagi.


"Gue_gue lagi ngapian ya?" Tanya nya balik ke Lala dengan senyum manis nya.


"Hai cantik nama kamu siapa?" Tanya Yogi dengan menunduk menyeimbang kan tinggi badan nya dengan Yaya.


"Abang ini temen nya Kak Lala," Ucap Lala dengan berbisik, karena Lala tau jika Yaya masih bingung dengan kehadiran Yogi secara tiba-tiba.


"Oh Abang temanya Kak Lala, berarti temanya bang R_" Dengan cepat Lala membekap mulut nya Yaya agar tidak meneruskan ucapannya.


Yogi merasa penasaran dengan kelanjutan dari ucapan anak kecil di depan nya saat ini.


"Namanya Yaya Gi.. adik gue!" Ucap Lala memeperkenal kan Yaya pada Yogi. karena selama sedari tadi Yaya yang ditanya tak ada menjawab.


"Jadi gimana si May sama lo, jadian kalian?" Tanya Lala dengan menahan senyum yang lucu.


"Pertanyaan yang sama sejak semalam," Jawab Yogi dengan berjalan pindah ke samping nya Lala. Lala membagikan makanan yang ia beli di kedai tadi pada Yogi dan Yaya sekadar menghilang kan rasa canggung di hatinya.

__ADS_1


"Gue dengar lo sama May pulang bareng kemarin?" Tanya Lala lagi. Yogi menjawab dengan anggukan kepala. Saat ini Yogi merasa risih karena Lala terus terusan menanyai hubunganan nya dengan May, padahal saat ini Yogi hanya ingin membahas hal tentang nya dan Lala.


"Seharusnya yang gue ajak pulang kemarin itu lo La, tapi salah nya lo kemarin gak sekolah, terpaksa gue kasih tumpangan sama May!" Ucap Yagi dalam hati.


"Gue dengar lo suka ya sama May?" Tanya Lala dengan menaik turunkan alisnya ke arah Yogi.


"Yang gue suka itu lo Lala, bukaj may, dia di posisi sebagai teman La, bukan hati gue, hati gue cukup buat lo," Ucap Yogi dalan hati.


"Malah nyelamun, berarti benaran suka ya?" Goda Lala dengan lepas dari tawa. "Kak Lala ngomongin apa sih, Yaya gak ngerti," Omel Yaya dengan menghadang dua manusia berbeda jenis itu.


"Ngomongin masa depan kita," Jawab Yogi pelan, namun masih di dengar oleh Lala.


Puk..


Lala menopak kepala Yogi pelan, "Enak aja Yaya masih bocil, gak boleh di sukai!" Sosor Lala dengan muka cemberut. Yogi hanya tersenyum getir mendengar jawaban dari Lala, ia kira Lala menganggap nya jika ia membahas masa depan dirinya dengannya, tapi malah salah di artikan dengan Yaya anak kecil di depan nya ini.


"Ya.. kalo Yaya di sukai sama abang ini mau?" Tanya Lala yang sekarang sudah berjongkok ke meghadap ke arah Yaya.


"Mau," Jawabnya dengan senyum malu.


"Mau kok Yaya, tapi jangan sekarang ya Gi.." Sengol Lala ke arah Yogi. Yogi yang mendengar nya hanya menggeleng kan kepala. di lirik nya jam di tangannya.


"Gue balik luan ya, ada yang mau gue kerjain lagi di rumah!" Pamitnya dan langsung berlari. "Hati hati," Jerit Lala lagi.


"Ayo masuk," Ajak Lala pada Yaya, "Kak La, Abang Yogi suka sama Yaya?" Tanya nya dengan menahan senyum.


"Suka. tapi sekarang belum boleh suka sukaan," Ucap Lala menjelaskan.


"Tunggu seKak Lala baru boleh?" Tanya nya lagi.


Lala tersenyum dan mengganguk mengiyakan.


Kemudian kedua nya pun masuk dan menonton tv bersama Papi El dan Bunda Rada. sedang Mami Roni harus ke butik karena ada hal mendesak. Om El sengaja tak masuk kerja hari ini, semua rapat hari ini ia tunda, dan di urus oleh Evan orang kepercayaan nya sekaligus tangan kanan nya.


Makasih buat kalian semua yang udah ninggalin jejek di bab ini dan sebelumnya.

__ADS_1


Lanjut


jangan lupa beri vote, like, komen, hadiah,


__ADS_2