
...🌵...
...Nonton Yang Tertunda ...
Lala memilih turun dari mobil, pusing juga mendengar perdebatan antara hakim dan jaksa yang tak berpengalaman sama sekali, Ia berjalan pelan sambil menata rambutnya yang tampak berantakan. ia meniup poni nya, tak lama kemudian tangannya sudah mengetuk pintu rumahnya Ella diiringi dengan mencubit memanggil nama pemilik rumah.
.Tak lama pintu pun terbuka. terlihat seorang wanita yang Lala yakini usianya lebih tua dari Lala, yaitu kakak perempuannya Ella. "Oh.. Lala, masuk!" Ajaknya yang membuka pintu lebar.
"Lala melihat kearah mobil, ia menggelengkan kepalanya saat melihat dua temannya yang tak bisa satu seperti air dan minyak. suara mereka yang kuat disertai suara cempreng nya Mely membuat Lala tak habis pikir.
Ia kembali mengingat masa awal ia bertemu dengan Mely. "sungguh tak diduga!" batin Lala dan ikut masuk dengan kakaknya Ella ke dalam, ia sengaja tak memanggil May dan Mely, karna takutnya mereka akan melanjutkan debat nya di dalam sini, yang akan membuat malu saja.
"Masuk aja, dia lagi di kamar kecil, kakak ke bawah dulu mau buat minum!" Lala mengganguk dan mulai membuka pintu kamar yang memang tidak di kunci. Matanya langsung tertuju pada sebuah poto yang terpasang di atas nakasnya. Lala mendekati nakas tersebut.
Tanganya dengan cekatan mengambil poto tersebut, di lihatnya sebuah poto Ella dengan seorang cowok yang sedang duduk, poto tersebut di ambil dari arah belakangnya.Ella melihat ke arah belakang Terlihat senyum kebagian di wajah Ella dengan gaya dua jari nya. sedang tangan satunya lagi di genggam erat oleh cowok di sampingnya.
"Kok pamiliar ya!"
"Eh.. lo liatin apaan?" Ella yang baru saja keluar dari kamar mandi. langsung merampas bingkai di tangannya Lala. "Hayo saha tuh!" Goda Lala dengan menaik nurunkan alis.
"Gak siapa siapa, cuma masa lalu aja!" Ella memasukan potonya ke dalam lemari. Terdengar suara parau yang berasal dari luar kamarnya Ella. "Aduh, udah berapa kali di mutilasi, masi sempat sempatnya juga, nyoba lagi, good deh!" Mely langsung mencebik kesal karna cibiran dari Lala.
May yang baru saja muncul dari balik pintu langsung menabrak Mely yang masih berada di dekat pintu.
"Songong lo ya, masa gue dah segede ini, masih di tabrak, mana yang nabrak muatan satu ton lagi!" May tak mempedulikan ucapan yang Mely ocehkan, ia lebih memilih mendekati Lala dan Ella.
__ADS_1
"Kamar lo!" akhirnya lo ngomong juga gue kira lagi seriawan" Mely menimpali ucapan May dan beralih duduk di atas kasur.
Ella hanya mengangguk kecil sebagai jawaban.
"Lo gak makan El?" Tanya Mely yang masih saja memasukan gorengan ke mulutnya. "Lo makan dulu aja deh May, mencrot mencrot liur lo, bau tengik lagi!" Seloroh May.
Mely menatap kesal ke May. "Biasalah cewek nya bambang gitu loh!" Lala ikut mengejak Mely.
Mendengar nama bambang yang di sebut membuat Mely senyum malu malu. "Aduh.. dengar namanya di sebut aja udah baper nih orang, lain cerita nih kalo orang nya ada disini, bisa bisa bubar bumi dan langit ini!" Tutur May sambil meminum jus
"Emang kayak cinta lo, yang belum di mulai udah pada bubar, persis kaya Bumi dan langit yang lo bilang tadi!" Kini gantian May yang mendapatkan lemparan dari Mely.
"Emang lo pikir cinta gue, kaya konser yang gagal tampil karna gak ada kelengkapan dalam suatu kesalahan!" Timbal May.
Tak lama datanglah pesanan mereka yang sejak tadi di tunggu tunggu. "Mely seperti orang kehausan, ia langsung meneguk jus apel yang membuat dirinya menjadi lega.
"Lo gak coba?" Mely melemparkan pertanyaannya ke Ella. "Gue gak bisa makan yang banyak mengandung minyak, salah satunya kentang goreng dan gorengan lo tadi!"
"Pates lo jarang beli di kantin, dan lebih suka bawa bekal di sekolah, ternyata karena lo gak bisa makan yang berminyak minyak!" Mely berucap sambil terus memasukan kentang ke mulutnya. Tanpa sadar, kentang yang di pesan Lala habis di makan dia seorang.
"Perut lo itu muatan berapaan, sampai sampai gak ada berasa kenyang nya!" Proses May yang merasa jeran dengan tingkah Mely.
"Lo macam kagak tau gue aja, selama seminggu lebih gue coba diet, tapi pas liat makanan enek enak gini, gue jadi pamrih dengan para cacing yang ngambek di dalam sana!" Omongan Mely membuat Lala dan keduanya menggelengkan kepala.
"Yang ada bukanya lo pamrih sama cacing tapi dasar lo nya aja, yang kagak bisa diet!" Tutur May dengan menggoyangkan betisnya Mely.
__ADS_1
Tak lama setelah puas berbagi cerita sana sini, mereka pun memutuskan untuk shooping dan setelahnya berencana ke bioskop
Mely dan May ke kiri sedang Lala dan Ella ke arah kanan. "Lo maj cari baju yang model gimana?" sedari tadi Lala hanya melihat jika Ella hanya menemaninya saja, ia tak ada sama sekali memilih atau tertarik dengan semua jenis yang di jual.
"Gue cari hodie, tapi gak ada kelihatan yang cocok bagi gue!" Jawab Ella. "Oh bagian hodie.. Lala langsung menarik tangannya Ella agar menjauhi tepat yang tadi ia datangi.
Tak lama kemudian keduanya saling tatap, "Gimana! ada yang cocok gak sama hati lo!" Lala berucap di selagi canda.
"Gak ada, soalnya gue sama dia udah sebatas teman doang!" Balas Ella dengan senyum paksa.
Melihat itu, Lala langsung merangkul Ella agar memilih hodke yang di sukainya!" Tak perlu waktu lama, Lala membawa satu hodie ditanganya. sedangkan Ella lebih dari satu hodie yang di pilihnya.
Setelah puas berbelanja bayak, keempat gadis berbeda sifat namun satu arah itu pun langsung otw ke tempat selanjutnya. Saat ini yang membawa mobil adalah si empunya. yaitu mobil May. di samping May adalah Mely, sedang Lala dengan Ella duduk di belakang dengan suara tawa yang tak henti hentinya lepas dari sisi keduanya.
Ke embat gadis itu berjalan beriringan saat memasuki bioskop. "Kenapa?" Tanya Lala. yang melihat Ella seperti sedang kelelahan.
"Lo kalo cape bisa istirahat di mobil kok El.. kita gak apa kok!" Tutur May dengan memberikan
keringanan ke Ella. "Gak ah.. masa kita udah jauh jauh ke sini, malah gue gak jadi!" Tutur Ella yang memperlihatkan wajah sehatnya.
"Gak usah dibuang buang deh El. muka lo pucat, gimana kalo kita batalkan aja nonton nga, gue khawatir liat wajah lo yang pucat ba.. belum sempat Lala menyelesaikan ucapan.
Ella sudah lebih dahulu, terhuyung ke depen.
Dengan gerakan cepat Lala langsung menangkapnya. Mereka bertiga pun tak jadi menonton, karna melihat Ella yang tak sadar sadar sejak tadi. Mereka membawa Ella kerumahnya.
__ADS_1
Ada rasa sesal juga saat mengajak Ella kesana kemari, dan ini lah hasil dari rasa sesalnya. May dan Mely sudah lebih dulu pulang kerna mereka ada kepentingan mendadak. sedang Lala masih setia menunggu Ella sadar barulah akan pulang.