
...๐ต...
...Mata Keseleo.....
Lala menyambar ponsel di atas nakas, ponsel yang seharian ini ia matikan, semenjak acara tadi, acara pernikahan dirinya dengan Rey, tak lama Lala menimbulkan sebuah senyum "Kangen ya sama gue? " Ucap Lala dan langsung mengchat Yogi, karena paling banyak pesan yang dikirim nya. Lala tertawa mendengar cerita dari Yogi. "May may, yang naksir sama lo bambang, teman dekatnya Yogi waktu kecil, lah kok malah lo suka sama Yogi teman dekatnya Bambang waktu kecil, yang lo sukai udah menyukai cewek lain, lah Yogi cowok yang jelas jelas menyukai lo malah lo abaikan gitu aja, merumitkan kisah lo," Ucap Lala dan kini mulai membaca pesan dari Yogi.
โ"Itu artinya, May naksir sama lo!" Ucap Lala setelah melakukan panggilan telepon dengan Yogi. sebenarnya Yogi ingin melakukan vidio cool namun Lala menolak, berhubung Lala sendiri masih malas mandi dan pakaian yang ia kenakan pun masih berlebel gaun pengantin, jadi dengan cepat Lala menolak.
โ"Tapi gue rasa itu hanya candaan kita aja!"
Jawab Yogi di sambungan telepon sana.
โ"Moga aja, beneran. biar May kagak di kejar ma Bambang lagi." Ucap Lala sambil mengemil keripik pisang yang tadi pagi di bawa oleh Yaya.
Ceklak..
Melihat kedatangan Rey yang mulai memasuki kamar nya membuat Lala merasa tak nyaman, "Mending gue di balkon aja deh, dari pada berurusan sama playboy kaya dia," Ucap Lala sambil mengangkat gaun panjang untuk mempermudah kakinya untuk berjalan.
โข
__ADS_1
Sebelum masuk ke dalam kamar, tanpa sengaja Lala mendengar suara yang tak asing lagi di telinga nya, yaitu suara Sabrina, ternyata Rey sedang melakukan video call dengan kekasih nya, Lala sendiri merasa geli ketika Rey yang tampak membujuk dengan suara khas alainya.
"Lebay, banget sih, gak cowok, cewek sama aja, sama sama lebay," Ucap Lala dan melanjutkan jalan nya menujian kamar miliknya, "Astaga, kok pake di hias segala sih nih kamar, kaya gue nikah beneran aja!" Ucap Lala dan tertawa tapi tawanya terhenti ketika sadar akan posisi nya saat ini.
"Kan lo emang nikah benaran la, emang ada nikah bercanda an," Ucap nya mengingat kan dirinya.
Rey yang baru saja bertukar cerita dengan kekasih nya gak lain sabrina, Sabrina tipe cewek yang suka ngambek, jadi Rey memberikan alasan kenapa ia tak masuk sekolah hari ini, dan kenapa sejak tadi siang tidak bisa di hubungi. Setelah panggilan terputus ia mulai berjalan menuju kamar nya Lala, awalnya Rey sempat keterusan menuju kamarnya namun ia langsung mengingat karena pintu kamar nya yang terdengar suara tawa dari adik satu satunya.
Awalnya Rey mengira jika Lala sudah mengganti pakai an nya, dan mungkin saat ini sudah tertidur karena kelelahan. namun ia salah sosok Lala yang ia tebak tebak sedang apa, kini sudah ia ketahui apa yang di lakukan oleh Lala. ketika membuka kamar itu, terlihat manusia yang sempurna yang kini sudah menjadi miliknya.
Rey mengembang kan senyum, sambil berjalan cepat mendekati kasur yang sudah di hias layaknya kamar pengantin. hanya saja tidak adanya bunga di atas kasur seperti layak nya di film film. Namun ia memasang muka tanya karena Lala tampak menghindari nya, setelah tau dirinya yang berjalan ke arah Lala, kini Lala berjalan ke arah balkon.
Yogi yang mendengar ucapan Lala menyengir bingung, siapa yang berani malam malam seperti ini berada di kamar Lala.
โ" Laa.. lo gak apa kan?" Tanya Yogi yang memang sedikit khawatir.
โ"Emang gue kenapa?" Tanya Lala dengan muka bingung. Obrolan pun berlanjut sampai satu jam kedepan, baru lah kedua nya menyudahi sambungan. "Susuh juga ya. cari alasan," Ucap Lala yang sebenarnya ia sudah gerah ingin mandi, namun Yogi mangkin lama mangkin seru aja yang di bawa kannya.
"Aaaa_" Jerit Lala ketika melihat Rey di belakang nya. yang tak memakai baju, dan hanya celana pendek yang menempel di kaki nya. "Mulut lo, berisik." Ucap Rey dan melepaskan tangannya yang menutupi mulutnya Lala.
__ADS_1
"Gue bisa mati dadakan kalo lo tiba tiba muncul di depan gue, apalagi gak peke baju, udah menyerupai tuyul jadi jadian lo!" Ucap Lala sambil memasang muka sebal. "Oh.. gue kira lo tergoda sama leka lekuk tubuh gue!" Jawab Rey dengan pedenya apalagi dengan gerakan tangan nya yang sedang mengelus elus dadanya. Lala yang mendengar ucapan Rey hanya menopak kelapa Rey pelen. "Gak nafsu gue sama lo, liat muka lo aja bawaannya mau pusing, apalagi liat badan lo, gak masuk versi tujuh cowok idaman gue lah," Jawab Lala dengan sewot nya.
"Hari ini lo bisa bilang gak nafsu, tapi besok dan kedepannya gue jamin, lo pasti gak bakal mau lepas dari dada hangat gue," Ucap Rey dengan seringai licik di bibirnya.
"Anj*i, senyum nya menggoda juga," Batin Lala, dan langsung berlari meninggal kan Rey di tempat. ia takut karena melihat senyum Rey yang membuatnya tergoda, biasanya senyum itu adalah senyum paling menjengkelkan baginya, tapi tak kenapa saat ini serasa berbeda, seakan ada makna tersendiri di hatinya.
Lala tak langsung menuju kamar mandi, ia masih sibuk dengan ponsel nya dengan badan yang di sandarkan di kepala kasur.
Bruk..
Lala melihat Rey yang sudah berbaring di sampingnya, dengan wajah yang menatap nya dengan intens, "Menurut lo!" Jawab Rey masih dengan kondisi semula. "Gila bisa merinding ah, otak gue dengar suara nya," Batin Lala dan dengan cepat ia meletakkan ponsel nya di atas nakas dengan asal. Lalu menutupi tubuh nya dengan selimut penuh.
Rey yang melihat Lala seakan terlibat canggung pun memiliki ide licik untuk mengerjai istrinya, dengan gerakan cepat Rey memeluk paksa Lala dengan wajah yang menahan tawa.
Lala yang sejujurnya masih gerah belum mandi pun, merasa ingin bengkit dari kasur dan menuju kamar mandi, tapi sebuah benda yang memiliki bentuk yang sama dengan nya memeluk nya dengan erat, di samping nya. "Lala memberontak melepaskan pelukan itu, dan berusaha untuk keluar dari selimut. karena saat ini ia merasa pengap.
Karena leleh memberontak akhir nya Lala membiarkan tangan itu memeluk badanya yang sudah leleh ini. Rey yang merasa tak ada lagi pemberontakan dari balik selimut pun perlahan mulai melepaskan nya dan beralih membuka penutup wajah istrinya. ia tak dapat menahan tawa lagi, ketika melihat wajahnya Lala yang sudah penuh dengan keringat.
"Nyebelin lo," Ucap Lala dan kini sudah memberikan selimut yang menutupi tubuhnya ke muka Rey. Kini dengan senyum licik nya persi Lala, Lala memukul wajah Rey yang tertutup selimut dengan bantal. "Ini hadiah, buat cowok yang yang berani meluk gue, tanpa ada izin dari gue," Ucap Lala dengan memukul semakin kuat, Rey merasa geli di pukul seperti ini, bukannya sakit malah ia pengeng lagi mengerjai Lala setelah ini.
__ADS_1
"Mandi sana, bauk," Ucap Rey yang kini sudah duduk di kasur dengan kedua tangan nya menutupi hidung nya. "ini juga gue mau mandi!" Jawab nya sewot, dan berlari ke kamar mandi.