
...🌵...
...Kebayakan...
Saat bel istirahat tiba, para siswa/i sibuk berlarian ke kantin, salah satunya Lala dan kedua temannya. "Gue boleh ikut?" Tanya Ella yang sudah berdiri di sampingnya Lala. Kedua temannya Lala melihat ke arah Lala, mereka ingin tau apa yang akan Lala katakan, "Ya udah ikut aja!" Ucap Lala dan di balas senyum simpul oleh Ella.
"May menurut lo Ella sama gue cantikan siapa?" Tanya Mely dengan keadaan berbisik.
"Cantian gue lah, lo pun kelewat jauh sama cantik nya gue, liat nih angin aja mendukung ucapan gue!" Ujar May dengan senyum miring dan tak lupa mengibaskan rambutnya. "****** lo, bukan lo yang gue tanya tapi gue sama Ella!" Ucap Mely dengan kesal.
May tak menjawab lagi saat melihat kedatangan Yogi di antara mereka. "Pagi la!" Sapa Yogi dengan senyum tampannya. "Hati, kondisikan hati ini!" Pinta May dengan tatapan bulat melihat Yogi yang tampak keren dengan pakaiyan oleh raga, di tambah keringat yang mengalir di dahinya. belum sempat May tersandar dari rasa kagumnya, ia di buat kesal karena sikapnya Mely. "Gue elapin ya?" Ucap Mely yang kini sudah mengelap keringat di kening Yogi, Yogi tak mengangguk ataupun menolak karna menurutnya hal seperti ini sudah biasa ia dapatkan dari Mely.
"Eh.. ada bambang," Ucap Mely yang langsung menarik tangannya May agar menggantikan posisi nya saat ini. "Gantiin bentar ya, gue mau beraksi dulu!" Pangkas Mely yang sudah berlari mengejar Bambang. "Aksi apaan?" Tanya May dengan bingung.
"Aksi kerja ayang dong, masa ia aksi makan pipet ntar gue di tojok lagi sama Lala!" Ujar Mely yang mendapatkan pelototan dari Lala. May tak lagi mempedulikan ucapan Mely ia mendekati Yogi dan mulai mengelapi keringat yang masih bercucuran di dahi Yogi. Selang kepergian Mely Yogi merasa lega, namun saat tau Mely menggantikan dirinya dengan May membuatnya tak nyaman, ia merasa agak cangung jika May yang melakukan, bahkan ia sempat berpikir jika Lala yang melakukannya maka akan sangat ia suka.
"Biar gue aja!" Ujar Yogi dan mengambil elap di tangannya May. May mengangguk dan memberikan lapnya ke Yogi. "Si Mely dapat dari mana, tuh elap?" Tanya Lala yang merasa heran. "Iya ya, apa jangan jangan_punya lo Ella!" Tanya Lala dan di ngguki kecil oleh Ella.
"Gimana kabar lo?" Tanya Yogi yang bertuju ke arah Ella. Saat ini mereka berempat sudah berada di kursi kantin, "Baik!" Jawab Ella datar dan kembali memainkan ponsel nya. Jika yang lainnya makan dan minum tujuan ke kantin. Lain hal dengan Ella ia hanya berdiam diri sambil memainkan ponsel.
"Lo yakin gak mau pesan?" Tanya Lala yang akan memesan jus. "Gue ambilin bakso dua dong La!" Pinta May, "Lo Gi mau titip gak?" Tanya Lala. Yogi hanya menggelengkan kepala sebagai jawaban. "Gue gak, gue udah makan tadi di kelas," Ujar Ella yang langsung menolak sebelum di tanya.
__ADS_1
Saat Lala kembali suasana meja sudah penuh dengan adanya Mely dengan Bambang. "La gue pesan miso dua dong sama teh dingin dua!" Pinta Mely dengan wajah ngaturnya.
Puk..
Puk..
Mely kompak mendapatkan pukulan dobble dari May. "Pesan sendiri gih, gak lait apa Lala baru aja sampai, masi mau makan juga," Ajar May yang mendapat kan wajah kesal dari Mely.
"Udah biar gue pesanin gue lagi biar sekalian ada yang mau gue beli!" Ujar Lala dan mendapat kan senyum kemenangan dari Mely.
"Liat, Lala aja gak nolak, kok malah lo sih yang nolak!" Ujar Mely sambil kembali menjelaskan apa yang ia pinta radi.
"Biar gue aja, lo mau pesan apa?" Tanya Yogi yang tiba tiba sudah berada di sampingnya Lala. "Gak apa gue aja, lo makan luan aja sama yang lain!" Tolak Lala dan akan pergi. Mereka yang saat ini sedang memperhatikan interaksi kedua nya, Lala dan Yogi. hanya saling pandang satu sama lain. mereka merasa bingung harus apa.
Selang kepergian Yogi memesan. "Suasana meja yang mereka tempati menjadi ricuh, "Gue rasa Yogi suka deh sama lo, dari cara dia ngomong sama lo, cara di natap lo, aduh gue sendiri aja jadi pengen deh di sukai sama Yogi, pasti gue di buat istimewa, apalagi gue dah suka!" Ujar Mely dengan senyum manis sedang tanganya mengaduk aduk minuman May.
"Ehem..!" Dehemen dari samping nya Mely membuat Mely seketika langsung tegak dan menatap Bambang di sampingnya. "Gue tarik ucapan gue deh, "Bambang adalah pria gue satu satunya yang gue cintai. dan sayangi, jadi gak boleh menatap gue kaya gitu," Ujar Mely sambil mengelus elus kedua pipinya Bambang.
Lala dan May terbawa melihat tingkahnya Mely yang lucu apalagi Bambang, wajah cemburu nya keliatan dan terkesan melawak.
"Ikut gue!" Ucap Rey yang langsung pergi setelah mengatakan itu, Lala yang akan menyuapkan sesendok soto ke mulut nya pun terurungkan karna ucapan Rey tadi. "Gue tinggal dulu ya?" Pamit Lala dan langsung berjalan mengejar Rey. Bambang, yang melihat Lala pergi dengan Rey langsung bertanya tanya dalam hatinya. "Pasti mereka lagi ngapel!" Ujar Mely yang menyuapi kue ke mulut nya Bambang.
__ADS_1
"Mereka pacaran?" Tanya Bambang masih dengan wajah tak percaya nya. "Iya mereka pacaran!" Jawab Ella yang mendapatkan tatapan dari ketiga nya. "Tumben nih anak ngomong tanpa di tanya, biasa diem aja kaya gak ada keperluan!" Ujar May dalam hati.
"Gue senang akhirnya Rey memilih orang yang tepat, Lala orang nya baik, gue suka bahkan bisa di bilang gue iri sama kebaikanya!" Ujar Ella lagi kali ini mampu membuat ketiganya diam dan menatap Ella tak percaya.
"Dia senyum? kok gue baru tau ya senyumnya begitu!" Ujar Mely dengan tatapan tajam ke arah Ella.
"Baru tau sih iya, tapi tatapan lo biasa aja lah, masa sampai mau copot gitu!" Ujar May dengan masih menatap Ella juga.
"Elo juga, mata lo masukin ke dalam lagi biar gak keluar!" Ujar Mely dengan kesal. "Lo tau dari mana kalo mereka pacaran?" Tanya May dengan penuh selidik. Pasalnya tadi malam banyak bercerita tentang hubungannya dengan Rey dan menurut cerita dari Lala Ella mungkin salah satu cewek dari Rey.
Lagi, Ella hanya menjawabnya dengan senyum. Kali ini Mely tidak tinggal diam, ia menutupi kedua matanya Bambang dengan telapak tangannya.
"Giliran liat yang indah indah gak paling, giliran gue tanya bagus gak penampilan gue langsung anguk kepala padahal gue aja belum di liat," Omel Mely yang mendapatkan tawa dari May.
"Makanya gue gak mau sama bambang, matanya jelalatan." Ujar May dengan tawa kecil, tak lama datanglah Yogi dengan bawaan penuh di kedua tangannya.
Di belakang sekolah tanpak Lala yang menghela nafas saat tau tujuan Rey memanggilnya. "Gue balik ke kantin ya, masih laper!" Ujar Lala yang sudah berdiri dari duduknya "Gak ada bantahan, apalagi penolakan, yang ada hanya menuruti apa yang gue bilang dan yang gue larang jangan pernah lo lakuin, karna kalo lo langgar gue balak minta hak gue!" Ucap Rey yang membisik di telinganya Lala. "Reyy..!" Teriak Lala dengan wajah sebal. "Satu lagi gue gak mau liat, wajah badai lo ini, setiap hal yang lo lakuin sama gue itu mesti di bawa dengan suasana senang, minimal senyum jika berada bersama gue!" Ujar Rey yang langsung menarik tangannya Lala agar duduk kembali, Rey langsung berbaring, ia gunakan pahanya Lala sebagai bantalan kepalanya.
"Kok bisa lah gue punya suami yang kebanyakan aturanya , bisa kering gue kalo begini!" Ujar Lala yang menjerit dari hati.
"Harus senyum, harus ikhlas, harus sabar, tiga prinsip awal ini harus lo coba dari sekarang!" Ujar Lala. Kini ia sedang menutupi wajah nya Rey dari sinar matahari. Tah sudah berapa lama mereka berdua berada di tempat ini, Lala sendiri yakin jika saat ini sudah masuk kelas, namun ketika ingin membangunkan Rey, ia urungkan ketika melihat wajah leleh dan nyenyak nya Rey.
__ADS_1
Tangannya Lala terampil menyentuh seluruh wajah yang kini sedang berada di atas pangkuannya. "Lo kelihatan lebih tampan, kalo lagi tidur, dan terlihat baik!" Ujar Lala yang berakhir dengan mengecup pipi Rey sekilas.
"Lah kok gue malah nyium dia sih?"