My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab66- Malu


__ADS_3

...🌵...


...Malu...


Jauh dari jangkauan para siawa/siswi terlihat jelas dua mausia yang sedang masa bucin bucinnya. Rey tak henti hentinya menatap Lala dari bawah. "Lo cantik!" Pujinya dengan senyum yang jarang Lala lihat sebelumnya. Saat ini keduanya sedang menikmati angin siang yang sejuk di belakang sekolah.


Lala hanya tersenyum simpul dengan merapikan rambutnya Rey. Tanganya Lala yang baru saja mengelus kepalanya Rey di tarik oleh Rey.


Rey mencium lembut panggung tanganya Lala dengan rasa cinta dan sayang. Lala yang kaget menarik cepat tangannya, "Rey jangan buat gue jadi lucu dengan sikap lo ini!" Ujar Lala dengan sewot. Rey tak lagi menghiraukan ucapan Lala.


Matanya saat ini sedang menuju ke perut ramping nya Lala.


"Kapan ini gemuknya?" Tanya Rey dengan mencium purut datarnya Lala. Lagi lagi Lala heran melihat tingkahnya Rey padanya. Namun kali ini Lala hanya membiarkannya saja. menurutnya Rey emang bucin dan ia suka dengan tingkah bucinya Rey padanya.


"Ayo juniornya Rey cepat tumbuh agar kami bisa merasa sempurna dengan adanya dan hadirnya kamu disini!" Ucap Rey yang mengecup berulang ulang perutnya Lala. Lala memgelengkan kepalanya seraya memegangi kedua pipinya Rey dengan lamas. "Geli Reyyy..!" Ujar Lala dengan mencubit cibit pipinya Rey.


Bukanya menyudahi kelakuanya itu, Rey malah melingkarkan tanganya di pingang Lala. ia menutupi wajahnya di depan perutnya Lala.


"Rey ini di sekolah, jangan yang aneh aneh, kalo ada yang liat gimana!" Tanya Lala, sambil mengelus elus rambutnya Rey. Rey tersenyum kecil, "berarti di rumah boleh dong?" Tanya Rey tanpa dosa. "Boleh apa?" Tanya Lala seakan tak paham. "Boleh buat juniornya Rey!" Ujar Rey dengan senyum nakal.


"Enak aja, kita kan masih sekolah!" Lala berucap dengan mengikirkan Rey yang melendet ke badanya.


...


Mely menatap Ella dengan tatapan layasnya. "Ngapin lo liat liat gue?" Tanya Mely dengan ketus.


Ella sampai dongkol mendengarnya, jelas jelas yang sejak tadi melihat adalah Mely sendiri. Mely bahkan mentapnya dengan tatapan tajam dan tak suka.


Keduanya lepas dari tatapan masing masing kala munculnya Bambang di antara keduanya.


"Beliin gue minum tiga!" Perintah Mely dengan tatapan tajamnya ke Bambang. "Aduh Melysa jangan marah marah Bambang jadi takut jadinya!" Ujar Bambang dengan suara yang persis saat Mely menerima ajakan pacaran padanya.

__ADS_1


"Bambang...!" Mely mendelik menatap Bambang yang masih tertawa kecil. Ella yang melihat pun tertawa. tak ingin melihat dan menjadi bahan bagian dari mereka, Ella memilih pergi.


...


Dua hari pun berlalu, suasana Lala dan Rey menjadi saling dekat. tentu hal ini membuat Lala semangkin senang. seperti saat ini, biasanya jika ia akan pergi harus pamit dan punya alasan menguntungkan buat Rey. namun kali ini Rey mengiyakannya saja, bahkan ia terlihat acuh, awalnya Lala sendiri merasa tak yakin, apalagi saat ini malam hari, namun karna desakan kedua temannya Lala berhasil keluar dari kekangan Rey.


dan di sini lah dirinya.


Lala yang sudah rapi dan wangi berjalan pelan menuju sebuah cafe yang sudah di janjikan oleh kedua temannya. Lala langsung di sambut layaknya orang istimewa. Ada rasa heran karna tak melihat adanya sipaa siapa di dalam cefe yia duduki saat ini.


Matanya memutar melihat seisi ruangan cafe dengan tatapan tajam.


"Kok kesannya malah seram ya, padahalkan ini cafe sering gue singahi sama May dan Mely waktu pulang sekolah, lebih tepatnya sebelum gue ganti profesi yaitu jadi istri!" Ucap Lala dengan wajah khawatir nya.


Di lihatnya jam di poselnya. "Udah jam delapan lewat, apa mereka ada masalah di jalan ya?" Tanya Lala yang berinisyatip untuk menelpon.


Saat ia ingin menelpon, ia digetkan dengan suara keras yang bersumber dari atas cafe.


Belum sempat rasa keterkejutan Lala, tiba tiba terdengar suara pecahan kaca dari atas, hal ini lagi lagi membuat Lala tak nyaman.


Lala pun memutuskan untuk pergi saja dari cafe ini, dari awal ia sudah duga kalau di cafe ini ada yang gak beres.


Saat ingin berdiri, Lala di kagetkan dengan suara tangis dari arah belakangnya. badanya memutar dan langsung kembali duduk dengan posisi lemas dan bingung.


"To.. tolong gue La..!" Suara itu terdengar sayup dirinya Lala, "Saat Lala berjalan ke arah Ella, tiba tiba ia langsung terduduk karna teriakan dan tatapan tajam dari wanita tua di depannya.


Lala melihat Ella yang kini sudah tak sadarkan diri, wajahnya Lala berubah pucat basi, ia meneguk air liur nya dengan susah, matanya tak kedip kala melihat wanita yang jelas sudah menyiksa Ella. Lala mencoba membangunkan Ella yang sudah tak sadarkan diri itu.


Saat matanya Lala pokus ke Ella, ia langsung tutup mulutnya, karna melihat banyaknya darah diri Ella. "Ella lo kenapa, Ella jangan begini gue jadi takut! siapa dia Ella? Siapa?" Tanya Lala yang berusaha berbicara dengan Ella yang tak sadarkan diri itu.


Di tempat lain. terlihat Rey yang sedang menahan tawa. namun tidak dengan yang lainnya, "Rey kita turun aja deh gue gak tega juga liat Lala, masa ia lo bakal lanjutin!" Ucap May yang di anguki oleh Bagus namun sedetik kemudian, Bagus menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Udh deh Rey, liat tuh istri lo terteken, calon bini gue juga kasian, pasti risih banget suh karna pake baju basah begituan, kasian cewek gue!" Ucap Bagus dengan menghela nafas kasar.


"Tadi calon bini, sekarang udah cewek lo, kalo aja Ella nya mau sama lo, kalo dia gak mau..


Lain dengan Bagas ia mengira jika May langsung diam karena melihat tatapan tajamnya.


May tak jadi berucap kala melihat Lala di depan sana.


"Rey liat deh!" Ujar May dengan menujuk ke arah Lala. Semuanya mengganguk kala melihat kode yang di berikan oleh Rey. dengan hitungan tiga jari di atas, semunya sudah berada di posisi yang sudah di tentukan.


Di posisi Lala, Lala berjalan mundur dengan langkah yang pelen. ia memegang garpu yang ia dapat di atas meja tadi.


Lala menunjukan garpu nya tepat di depan wajah wanita tersebut, sanging takutnya, Lala sampai salah memegang garpu, ia memegang nya secara terbalik, wanita itu sempat tersenyum seakan akan tertawa, hal ini diambil Lala untuk pergi.


Saat ia melawati Ella. kedua bahunya di cengkam oleh seseorang. tanpa berani melihat, Lala memutuskan untuk memejamkan matanya, ia berharap dengan hal ini akan ada bantuan nantinya.


Happy birthday.... selamat ya Lala, selamat ulang tahun buat lo yang ke tujuh belas, moga aja cepat dapat dedek ya La, sekaligus selamat buat pernikahan lo sama Rey. sekali lagi selamat buat lo!" Ujar Ella dengan senyum kecil ke Lala.


Matanya Lala memutar ke seksi ruangan. semuanya di penuhi dengan orang terdekat nya. "Ja_jadi.. ini.. maksudnya apa?" Tanyanya dengan ragu. ia mengelap air matanya yang sejak tadi ia tahan. jika tadi iaa menahan dengan rasa takut namun sekarang ia menahan dengan rasa kesal campur dengan bahagia.


"Selamat ulang tahun sayang!" Ucap Rey yang muncul dengan membawa kue ke hadapan Rey.


Lala hanya diam dengan mengelap air matanya dengan kasar. "Jangan bilang kalo ini ide lo!" Jerit Lala dengan mencubit kedua pipinya Rey dengan kuat, bahkan kue yang di pengang oleh Rey hampir saja jatuh, syukur saja May dengan sigap mengambilnya.


Rey tersenyum yang lala sendiri tau maksud


dari senyuman nya!"


Lala memutar cubitanya dengan mankin keras, hal ini membuat Rey merasa jengkel. Ia pun dengan sengaja memajukan wajahnya ke bibir Lala yang tanpak mengomel. mereka berkecup dengan singat.


Beberapa orang yang melihat nya berdehem, Lala yang malu, langsung menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. "Gue malu bangat!" Ujar Lala dengan menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Gila.. baru pertama kalinya gue liat Lala malu, ternyata lucu!" Ujar Bambang yang di tatap tajam oleh Rey.


__ADS_2