
...🌵...
...Soto.....
Lala sedikit berlari menuju kamar nya, begitu sampai di kamar Lala langsung merampas handuk kesayangan nya dan menuju kamar mandi memilih membersihkan badan, tak perlu waktu lama Lala pun selesai mandi, melihat kasur yang masih rapih membuatnya ingin tidur.
Brukk..
Sudah kebiasaan Lala di saat selesai mandi pasti mampir terlebih dahulu ke kasur, sekedar mengacak-acak atau memilih menenangkan diri seperti ini.
"Sayang..!" Lala memutar bola mata malas, baru juga mau pigi mimpi indah, udah di tabrak sama truk, sakit tau! "Bentar lagi Mi" saut Lala dan bangkit dari kasur dengan muka murungnya dan berjalan letoymenuju lemari pakaian.
Tap..
Tap..
Langkah kakinya berhenti di depan ruang keluarga, tampak Om El dan Mami Roni yang lagi pokusnya nonton acara berita terkini. "Mami!" Lala memeluk maminya dari samping dan ikut menonton bersama mami dan Om El.
"Ih..! anak mami ngagetin aja!" ucap sang mami sambil merangkul Lala agar duduk di samping nya.
Entah sudah berapa lama Lala bergabung di sini, tapi tiba-tiba perutnya tak bisa di ajak kompromi, terus terusan berbunyi ingin makan.
"Aduh! ini perut atau terompet jadi jadian sih? recok banget!" Kesal Lala pada dirinya sendiri.
"Mi..!'' rengek Lala sambil mengoyang goyang lengan tangan sang Mami. Mami hanya menggeleng melihat tingkah anak semata wayang nya yang kumat akan penyakit manjanya. "Udah besar kok masih berasa tk? Udah mandi sendiri kok malah minta mandiin istilahnya! Mau apa?" tanya Mami Lala yang terlihat kesal melihat tingkah kekanakan sang anaknya.
"Lapar!" Lala mengelus elus perutnya yang berbunyi sedari tadi. Senyumnya mengembang ketika sang Mami berjalan mengarah ke dapur.
"Bentar ya El, aku ngiyapin makanannya dulu!" pamit Mami Roni sebelum meninggalkan sahabatnya itu.
"Iya, gak apa apa!"
Lala bukanya membantu mengangkati makanan ke atas meja makan, ia lebih memilih menonton menunggu di depan tv bersama Om El.
"Om..!" Panggil Lala dengan tatapan pokus ke depan rumah tv. "Kenapa?" tanya Om El bingung melihat Lala yang berbicara setengah setengah.
"Gak jadi Om! lupa!" jawab Lala sok lupa, awalnya Lala ingin bertanya tentang ayahnya, karna Lala yakin pasti Om El paling tau tentang masa lalu maminya. tapi ia urungkan merasa tak enak jika bertanya saat sekarang.
__ADS_1
"Sayang!" udah siap ini, ayo makan!" teriakan Mami Roni dari ruang makan. "Makan yok Om, biar mangkin rame!" Lala mendahului Om El dan berjalan cepat mendekati ruang makan.
"Sotonya mana? Kok gak ada? mami simpan lagi ya?" Pertanyaan demi pertanyaan muncul dari bibir mungil Lala.
"Poni kamu itu di potong lo sayang! liat tuh ketutup mata!" bukanya menjawab, Mami Roni malah mengomentari poni anaknya.
Lala memunyunkan bibirnya, "Soto!" ucapnya sambil mengedip ngedipkan mata.
''Astagfirullah! masi ngarep soto, ini udah jaman apa sayang, masa ia mami tiap hari masa soto, soto, soto, mami aja yang masak muak. masa Lala yang makan gak ada muaknya!" Kesal Mami Roni dan langsung memberikan sup ayam ke dalam piring putrinya.
Om El tertawa melihat tingkah Lala, yang ngambek karena gak ada soto, ''besok Om beliin deh yang banyak, sotonya!" ucap Om El masih dengan suara yang terdengar cengengesan karena habis tertawa.
"Om El Perfeck deh!" ucap Lala lalu mulai memasukan makanan ke dalam mulutnya.
"Gimana? enakan sup kan, dari pada soto!" jelas Mami Roni melihat Lala yang tampak berselera makan walaupun ak ada soto.
"Noo!"
Lala menyilangan kedua tangannya. "Kalo soto gak ada duanya ma, itu makanan pavorit Lala banget! kecuali bolu pisang!' komentar Lala dan kembali menyuapkan makanan nya ke dalam mulutnya.
"Kamu itu emang aneh! kebanyakan orang lebih suka sup dari pada soto, mimpi apa lah mami waktu melahirin kamu!" Mami Roni tak henti hentinya berdebat dengan Lala, kalau sang mami suka sup tapi kalo lala suka Soto.
Om El pun berpamitan untunk pulang kerumahnya, tak lupa mami membawakan sup untuk El, sudah menjadi kebiasaan setiap kali bertemu ke rumah, pasti pulangnya akan di bawakan makanan.
"Om pulang ya, Lala! lain kali om kenalin kamu sama anak Om, yang sering Om cerirain, sekarang dia lagi sibuk, bukan sibuk belajar atau apa, tapi sibuk ngebantuan Om di kantor!" jelas Om El dan langsung memasuki mobil bersama putih nya itu.
"Hati-hati Om, Makasih oleh oleh nya!" Jerit Lala dan sesudahnya mobil itu meluncur keluar pagar rumah Lala.
''Mi Lala besok ma.. Mamiii!" Jerit Lala dan mengejar maminya yang sudah masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.
Hahaha..
Mami Roni tertawa melihat Lala yang berteriak kesal karana dirinya. Mami Roni sengaja meninggalkan Lala sendiri di depan, pasalnya baik mami ataupun Lala akan saling menghindar untuk menutup pagar rumahnya.
"Mana hadihnya?" Pinta Lala mengulurkan tangan kanannya tepat di depan sang mami.
"Di dalam lemari mami! Kuncinya di bawah laci. mami lagi kerja jadi ambil sendiri!"
__ADS_1
"Maaf mi, Lala ganggu!" Sesal Lala dan membuka lemari untuk mencari oleh oleh dari Om El. "Mi kan di sini ada dua, pilih yang mana?" tanya Lala membuka lebar lemari milik maminya.
Hening tak ada jawaban. ''Mami punya Lala yang mana?" tanya Lala sedikit mengencangkan suara nya. masih sama seperti tadi tak ada jawaban.
"Ahhh..!" Lala menghela nafas kesal, ia membawa kedua benda itu di atas kasur, "mami punya Lala yang mana?" kali ini sang Mami merespon tapi tak seperti yang ia inginkan jawaban.
"Mami kan dah bilang jangan ganggu Mami, pilih aja yang Lala suka, dua dua pun gak apa!" Jelas Mami Roni dengan nada sagar.
"Maaf Mi! Lala menutup pintu dengan membawa dua benda yang terlihat seperti kado menuju ke kamarnya.
Lala tersenyum melihat isi dari kado berwarna pink, "**Tas berendet nih La!" Lala menjerit ternyata tas yang hanya bisa ia lihat di ponsel tanpa ada niat membeli kini sudah berada tepat di depan mata nya.
"Satu lagi, ya ampun jam tangan, Lala memutar mutar jam tangan yang terlihat brendet itu, "yaho.. gue post ah.." Senangnya.
Lala berencana mengambil ponsel, tapi seketika badannya lesu ketika sadar kalo ponselnya lagi mengalami penyakit kanker, di operasi sama mas jaja**.
Senyum nya luntur ketika merasa bosan tanpa kehadiran ponsel di sela hidupnya. Lala pun memutuskan untuk tidur lebih cepat, agar besok bisa langsung bertanya apakah ponselnya masi bisa atau emang udah heng ampek lama.
•
"Astaga! gue kesiangann!" Lala berlari menuju kamar mandi, dengan cepat ia mengosok gigi dan..
"aduh..! jamal emang, aw..!" gusi kirinya sakit akibat menyikat gigi dengan cepat cepat, "Bakal berabe urusannya kalo udah urusan sama pawang gigi!"
"Gak bisa virtual siap mandi dong kalo kesiangan gini!" kesal Lala bertambah ketika virtual mandinya terlewatkan.
"Sayang, sarapan dulu! baru pigi!"
Lala menggeleng dengan tangan kirinya yang terus terusan memegai gusinya yang sakit, "Minum ada deh! sarapan di sekolah! Lala ada piket hari ini!" Tolak Lala dan meluncur ke luar rumah.
"Aduh jemput dua ulat lagi gue! apa sempat ya?" Lala menambahkan kecepatan mobilnya dan meluncur ke rumahnya May terlebih dahulu karana ingin membeli obat sakit gigi di apotik sebelah rumah May.
Sialnya apotik sepagi ini masih tutup. "Cepetan May gue dah kebelet boker nunguin lo disini!" Jeritan Lala mengema di ruang tamu May,
"Sabar Lala, kalo mau boker noh di wc samping aja, gak bakal ngantri!" Pasalnya May lagi menempati wcnya, "Aduh..! gue bukan mau boker beneran May, tapi menunggu lo serasa menuju ajal gak balak tiba sebelum ajalnya! " Protes Lala kepada May.
...Ayo kasih dukungan untuk karya ini, beri like, vote, dan komentar, beri jejek ya....
__ADS_1
...Mari para pembaca setia. beri dukungan ke autornya. beri dukungan melalui like, komentar, favorit, dan vote bila perlu, karena itu akan berpengaruh untuk autor nya. makasih......