My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab47- Nenek


__ADS_3

...🌵...


...Nenek ...


Lala mengalami seorang wanita yang cocok di panggil dengan sebutan Omma. "Omma apa kabar?" Tanya Lala setelah melepaskan tangannya. "Panggil nenek aja sayang!" Ujar Bunda Rada membenarkan.


"Iya bun!" Balas Lala dan tersenyum ramah ke wanita tua itu. "Nenek gak peluk Yaya?" Tanyanya saat Lala dan Rada di peluk namun dirinya tidak. "Nenek gak sayang Yaya, nenek sayang sama Lala." Ujar Nenek dengan kembali memeluk Lala bahkan wanita tua itu mencium pipi Lala. "Bundaa..! nenek jahat sama Yaya, sama kek Bang Rey jahat!" Ujarnya dengan mengadu ke. Bunda Rada.


Lala, dan dua wanita yang berbeda usia itu tertawa mendengar ucapan dari Yaya. "Berarti Bunda, jahat juga ya," Ujar Rada dengan ikut berpelukan dengan Nenek dan Lala. "Kak Lala, Yaya juga pengen di peluk, kak peluk Yaya!" Pinta nya dengan meneriaki Lala, wajahnya Yaya tanpak sangat kesal. Mereka bertiga tetawa bersama, lucu saja rasanya melihat tingkah Yaya bergilir minta di peluk. "Sama Mang Si aja non, peluknya!" Ujar Mang Si kepada Yaya di akhiri dengan tawa. "Kak Yaya jahat, Bunda juga!" Ujarnya yang berjalan ke arah Mang Si.


Semuanya menggelengkan kepala lalu berjalan mendekati Yaya yang sedang menuju Mang Si. Ketiga nya memeluk Yaya dengan dengan gemas. "Yah, kok malah nangis?" tanya Lala saat mereka peluk. "Yaya pengen di peluk sama Abang Yogi!" Ujarnya dengan menangis di sela pelukan. Bunda Rada dan Nenek melihat ke arah Lala yang memasang wajah tanya. "Temen Lala bun, nek!" Ujar Lala dan di angguki oleh keduanya.


Seteleh selesai berpelukan ke empat wanita itu memutuskan untuk pulang. "Kita makan di luar aja ya Buk, Rada gak ada masak, lagi malas!" Ujar Bunda Rada dan di angguki oleh Nenek. Kini mobil berhenti di depan cafe. mereka pun turun kecuali Yaya, saat ini ia sedang tiduran di dalam mobil, awalnya Lala juga tertidur namun begitu mobil berhenti membuat nya terbangun. mereka pun mulai masuk ke dalam Cafe.


Mereka memilih tempat paling depan, "Kita di sini aja ya bun, kayaknya lebih enek!" Ujar Lala yang memberikan kursi ke Nenek nya. Setelah selesai memesan, Lala memutuskan untuk ke kamar mandi.


"Bun, Nek, Lala ke kamar mandi dulu ya?" Pamit Lala kepada kedua wanita yang sibuk mengobrol dengan asik itu. Langkah kakinya Lala terhenti saat melihat Mamanya May dengan seorang pria yang tampak asing di wajah Lala. "Mama May kan? sama siapa? tatonya penuh lagi, ih.. jadi merinding gue liatnya." Ujar Lala yang kembali ke tujuan awalnya.


"Kenapa di setiap cafe yang gue singgahi, kamar mandinya selalu aja jorok!" Omel Lala sambil menutupi hidung nya dengan telapak tangan.


"Eh.. Maya!" Ucap Lala saat baru saja berselisih lewat dengan May. Lala membalik kan badannya dan langsung di peluk erat oleh orang yang tadi ia sebut namanya. "Gue sakit La, sakit lagi di sini.. sakit..!" Keluh May yang kini air pipinya sudah deras dengan air mata.


Lala langsung paham akan permasalahan yang lagi di timpa oleh May. "Lo yang sabar ya May, gue berdoa semoga lo mendapatkan hikmah yang baik kedepanya." Ucap Lala sambil mengelus elus pundaknya May.


"Udah jangan nagis terus ada gue, liat gue May, ada gue disini gue siap kok mendengarkan masalah lo!" Ujar Lala yang membawa May ke samping cafe. "Cukup lama Lala menemani May duduk di kursi panjang yang jauh dari kerumunan orang. Hal yang sejak tadi Lala lakukan hanya mengelus elus pundak nya May dan mengelapkan air matanya May.

__ADS_1


"Gue di ajak ketemuan sama Mama di cafe ini, awalnya gue udah merasa gak nyaman sejak masuk ke cefe, namun gue terus berpikir positif aja, pas gue baru aja duduk di meja Mama, gue liat ada pria yang gue rasa usianya jauh lebih tua dari Mama gue, disana gue di ajak kenalan, gue ikut aja, tapi pas gur mau salaman sama teman mama gue, gue sempat mikir gini, dari wajahnya serem kulitnya penuh tato, gue merasa gak nyaman aja gitu. gue permisi luan mau ke kamar mandi, tas gue mau pergi. Mama bilang kalo Mama udah nikah sama pria bertato tadi. Gue sempat shok dan bahkan gue gak percaya, nikah sama pria kaya gitu jauh dari kata sempurna buat gue La, yang bukin gue sakit nya lagi. Mama gue sekarang ini udah ngandung anak dari pria tadi. gue gak mau La, gak mau punya papa tiri yang kaya gitu, gue gak mau!" Teriak May yang kembali bangis lagi.


"Gak Mama, gak Papa sama sama jahat La, mereka hanya mempedulikan urusan mereka aja, sedang gue gak dianggap sama sekali, gue bagai barang lama yang udah lapuk dan gak layak di pakai bagi mereka, sehingga gue di dibuang La!" Tangis May kembali keluar lagi.


Tertt..


Trett..


Lala melihat nama yang terpampang di layar ponsel nya. "May gue angkat bentar, boleh kan?" Tanya Lala dengan suara sehalus mungkin. "Jangan lama!" Ujar May dan melepaskan pelukan nya dari Lala.


^^^_Halo bun! ^^^


_Di mana sayang, ini kita


udah pada mau pulang!


^^^ _Lala di samping cafe Bun^^^


^^^ sama May teman dekat Lala^^^


^^^ hmm.. malam ini boleh^^^


^^^ gak bun, Lala nginap^^^


^^^ di rumah May?^^^

__ADS_1


Terdengar helaa nafas dari sebrang sana


_Kalo masalah itu, kamu


izin nya ke Rey aja sayang,


yang terpenting kamu


pulang aja dulu, biar izin


secara langsung, kan Rey


belum ada pulang sekolah.


Setelah Lala mengiyakan ucapan Bunda Rada panggilan telepon pun terputus. Lala berjalan ke arah May dengan muka bingung. "Gur nyusahin lo ya?" Tanya May yang sejak kepergian Lala sudah berdiri. Lala menggeleng seraya tersenyum. "Lo bawak mobil sendirikan?" Tanya Lala dan mendapatkan anggukan kepala dari May. "Kira pulang aja ya!" Ujar Lala. "Lo nginap di rumah gue?" Tanya May dengan senyum kecil nya. Lala menghela nafas kasar. "Gue izin ke rumah dulu, gak bisa mutusin sekarang!" Ujar Lala dan langsung membukakan pintu untuk May.


"Kenapa gak melalui telepon aja?" Tanya May. Sejak tadi pertanyaan ini lah yang membuat Lala tampak bingung. "May ada hal penting yang mungkin hanya lo dan cuma lo yang pertama kali tau hal ini," Ujar Lala yang pokusnya ke depen.


"Asal gak hal yang menyedihkan kaya gue aja, gue mau dengar!"


"Gak menyediakan, apalagi menyenangkan, hanya saja ini hal yang gak pernah gue pikirka sebelumnya, Lagi Lala menghela nafas lemas dan melihat May sekilas. "Gue jadi penasan, langsung aja deh," pinta May dengan maksa.


"Gue udah nikah May!" Ujar Lala dengan wajah datarnya. May hanya tertawa mendengar ucapan Lala, "Yang serius deh la, gak usah bawa hal yang berbaur dewasa, gue jadi keingat Mama gur lagi kan!" Ujar May dengan tawa kecil.


"Gue gak bohong, dan ini serius May, gue udah nikah sama_ Sama Rey!" Sambung May dan kembali tertawa kali ini ia tertawa seperti biasanya. "Kok lo tau?" Ucap Lala melemah. seketika tawa May terhenti dan memandangi Lala dengan serius. "Bener muka lo gak bohong, tapi lo_ iya May Rey saat ini berstatus sebagai suami gue, dan gue juga beratus sebagai seorang istri saat ini!" Ujar Lala dengan wajah lesu.

__ADS_1


May tak habis pikir atas apa yang ia dengar dari Lala. "Lo udah gak virgin lagi dong?" Tanya May dengan wajah kusut, "Gue masih suci, walaupun status gue istri tapi gue masih bisa jaga diri!" Jawab Mita yang mendapatkan gelengan kepala dari May. "Kapan? sejak kapan lo nikah sama playboy itu?" Tanya May lagi.


"Gue dah sampai, gue masuk dulu mau izin, lo masuk juga, gak enak masa ia gue mau nginap di rumah lo, lonya di mobil." Ujar Lala dan membukakan pintu untuk May.


__ADS_2