My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab 51- Dasar Bocah


__ADS_3

...🌵...


...Dasar Bocah...


Lala bolak balik mengubah posisi tidur nya, karna merasa tak nyaman sama sekali dengan posisi nya saat ini, niat ingin cepet tidur namun malah membuatnya gelisah, di tengah rasa gelisah nya ia memilih duduk di sisi kasur, matnya tajam menatap Rey yang masih sibuk di depan laptop. layar yang cerah itu memantulkan cahaya yang tepet di wajah Rey. apalagi saat ini sedang mati lampu, jadi sumber cahaya hanya berada di wajah nya Rey.


Tanpa sadar Lala tersenyum melihat wajah serius nya Rey dalam bekerja. "Lo keliatan lebih dewasa kalo lagi serius!" Ujar Lala sambil tertawa kecil seraya menggeleng kan kepalanya cepat, "Kok gue malah bilang dewasa sih, aneh banget pikirkan lo!" Lala kembali memperhatikan gerak gerik Rey di depannya saat ini. "Kalo di liatin begini ganteng juga tuglh cowok, tapi nyebelin dan suka main


ngosor!" Batin Lala dengan mencebikkan bibir kesal.


Bahkan ia sampai melemparkan guling dengan asal, tepat saat ia melempar guling, guling itu mengenai badan Rey. Rey yang tadinya akan memasuki kamar mandi terurung saat benda panjang yang terlempar di badannya. Lala menutup mulutnya dengan senyum kikuk, walaupun lampu saat ini sedang mati, namun Rey dapat melihat wajah kikik nya Lala.


Dengan senyum simpul Rey menghampiri Lala yang masih diam menatap dirinya.


"Pengen di peluk ya?" Tanya Rey dengan tangan kirinya yang membawa guling sedang tangan kanannya memasukkan ponsel nya ke dalam kantung celana. Lala tertawa kecil. "Emang gue anak kecil yang pengen di peluk kalo gak bisa tidur!" Ujar Lala dengan sewot.


"Oh, jadi gak bisa tidur ya karna gak ada gue disamping lo?" Tanya Rey yang sudah duduk di sisi kasur. Lala menggeleng kan kepalanya dengan cepat. "Siapa juga yang gak bisa tidur, gue lagi belum ngantuk aja makanya belum tidur!" Jawab Lala dengan sewot. Rey terkekeh melihat tingkah Lala. setelah nya Rey hanya diam sambil memandang Lala dengan lekat.


"Dasar bocah, gak bisa tidur karena gak ada yang meluk masih juga ngelak!" Ucap Rey dengan suara pelan dan berajak dari duduknya mengarah menuju kamar mandi. Pelan menurut Rey namun di telinganya Lala suara Rey seakan sedang sengaja memancing nya. "Gue bukan bocah, gue udah dewasa, dan gue juga bukan penggarap agar lo meluk gue setiap tidur, tapi lo aja yang suka meluk meluk!" Lala langsung membaringkan badannya layaknya akan tidur.

__ADS_1


Rey membalikkan badannya, dan menatap Lala yang saat ini sedang menatap nya juga. Rey tersenyum licik lalu berjalan mendekati Lala. "Berhubung lo udah dewasa pasti lo paham kan apa yang biasanya di lakukan seorang suami istri setelah menikah!" Ujar yang dengan berbisik.


Lala melotot, ia langsung menutupi seluruh bandanya dengan selimut. "Gu_gur belum siap, lagian gue gak mau melakukan nya dengan orang yang gak mencintai gue, salah satunya lo!" Ucap Lala dengan memiringkan badannya membelakangi Rey. Rey yang tadinya membungkuk tertawa kecil, "Gue bercanda, siapa juga yang minta hak gue sekarang," Ujar Rey yang kini benar benar memasuki kamar mandi.


...


Paginya. Lala yang sudah selesai menyiapkan sarapan dengan Bunda Rada dan Nenek, langsung berjalan cepat memanggil Rey di kamar.


Tepat saat akan membuka pintu, pintu kamar sudah lebih dulu di buka dari dalam. "Ayo sarapan, udah pada kumpul di bawah!" Ujar Lala yang masuk ke dalam kamar ingin mengambil tasnya.


Setelah nya keduanya pun berjalan bersamaan dengan bergandengan tangan menuju meja makan, sebelumnya Rey meminta mengandeng tanyanya Lala agar terlihat ada perubahan hubungan dari dirinya dan Lala. Lala yang tak mendengar mempedulikan permintaan Rey hanya menurut saja, menurut nya hal itu bukan lah hal yang sulit.


Di tempat lain tampak May yang sedang merana menunggu kedatangan Mely di depan rumahnya. "Tuh anak pake baju atau tidur lagi sih, udah dua puluh menit gue nunggu tapi gak ada tanda tanda bakal keluar, mana gue aus lagi ningguin di sini!" Omel May dengan berdeham karena menahan haus.


Brukk..


Seketika May membentuk posisi akan menyerang ketika kaget dengan suara pintu mobilnya yang di tutup dengan keras. Mely yang melihat kekagetan May di samping nya hanya menahan tawa namun pada akhirnya tertawa juga. "Napa lo, mau main taekwondo sama gue?" Tanya Mely dengan masih tertawa. "Jangan deh, yang ada lo belum mulai tuh tangan udah keseleo, liat tuh udah bengkok juga!" Ujar Mely yang langsung mendapatkan tepukan di keningnya.


"Kenapa lo sakit?" Tanya Mey dengan muka masam. 'Lo yang sakit, masih pagi juga udah mau ngeluarin jurus abal abal lo ke gue, tapi untuk deh gak mempan jurus lo ke gue!" Ujar Mely lagi.

__ADS_1


Kini May gantikan tertawa saat menyadari jika Mely yang memakai baju pramuka, padahal ini masih hari kamis, "Otak lo di hidupkan kek, jangan Of mulu on lah, jadi gak bakal of aja kek begini, ini hari kamis bukan jum'at!" Ujar Lala yang langsung membuat Mely menatap dirinya dengan tatapan ngengir kuda.


"Kok lo gak bilang dari tadi sih?" Omel Mely dengan keluar dari dalam mobil sambil menutup pintu nya dengam keras.


"****** lo, kampret!" Ujar May yang langsung menepuk mulutnya karena terlalu lemes.


...


Lala yang baru saja sampai di parkiran sekolah merasa lega karena tak terus terusan berada berdua lagi dengan Rey. Saat ingin membuka pintu mobil. Lala di buat kesal karena pintu nya di kunci oleh Rey.


"Rey..! bukain dong, masih sepi ini!" Ujar Lala dan mendapatkan tatapan datar nya dari Rey. "Cukup parkiran aja deh yang sepi tapi hati gue gak mau sepi juga!"


'Ha..?" Lala terbengong dengan muka datar melihat Rey di samping nya saat ini. "Justru karena masih sepi, jadi orang lian gak perlu tau hubungan gue sama lo!" Ucap Lala yang kembali mencoba membuka pintu mobil.


"Gak bakal bisa di buka, mau gimana pun tetap gak bisa!" Rey tersenyum kecil melihat usahanya Lala yang terus mencoba membuka pintu. "Bukain gak bosan, dan pengap banget di sini!" Ucap Lala yang sudah merasa leleh dengan usaha sia sianya.


Rey memajukan wajahnya ke wajah Lala, ia menunjuk bibir nya dengan jari telunjuk nya. "Syaratnya ini!" Ujar Rey tanpa ada rasa malu sama sekali. "Ogah..!" Tolak Lala dengan mendorong bandanya Rey agar menjauhinya. Jujur saja dekat seperti ini membuat hati Lala dek dak dik di sana. Tapi dengan sigap Rey menangkap ketua tangannya Lala yang akan mendorong nya.


"Kalo lo kasih secara iklas pasti bakal jadi pahala, tapi kalo lo gak mau dan nolak gue gak jamin kedepanya, bisa jadi bakal gue paksa!" Bisik Rey namun bukan berbisik di telinga nya Lala melainkan tepat di depan bibir nya Lala. bahkan dapat Lala rasakan hembusan nafas dari orang di depannya.

__ADS_1


Dengan senyum paksa dan kesal Lala langsung mengecup bibirnya Rey dengan kasar. Namun kekasaran yang Lala berikan berbanding terbalik dengan Rey. hingga Lala pun terbawa suasana dan larut dalam hal yang di berikan oleh Rey. Keduanya menghentikan aktivitas panas di pagi hari yang dingin ini dengan raut wajah tak puas di antara keduanya. gimana mau puas saat di kagetkan oleh ketukan pintu dari luar mobil. Salah Rey juga sih karena memarkirkan mobil secara asal.


"Gu_gue ke kelas luan!" Ucap Lala dengan wajah bersemu merah menahan malu dan juga canggung kepada Rey.


__ADS_2