My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab70-Mami pulang


__ADS_3

...🌵...


...Mami Pulang...


"Ya eleh baru juga di ceritain udah nongol aja tuh orang!" Ujar Mely yang memberikan tempat untuk Rey jalan.


"Biasa tanda kangen!" Ujar Ella dengan tersenyum.


"Katanya si Ella ceweknya tapi pas gue markir pagi tadi, gue liat si Lala keluar bereng di mobilnya Rey.


"Apa jangan jangan Rey macari dua orang sekaligus?" Tanya demi pertanyaan terdengar di sekitar kelas. yang tadinya diam dan ribut dengan masalah masing masing kini rucuh dan gaduh karna kedatangan Rey ke kelas mereka.


"Heh.. lo pada kepo amat sih, asal kalian tau ya, si Lala sama Rey itu ud.. Dengan gerakan cepat, May membungkam mulut lemesnya Mely dengan tatapan tajam nan kesal.


"Gue kasih tau ya, buat kalian semua yang ada di sini. Lala dan Rey itu pancaran, dan Ella bukan pacarnya Rey, Ella itu sepupuan dengan Rey. jadi gosip yang mengatakan kalo Ella macari dua cewek sekaligus itu hoak. Paham!!" Ucap Mit dengan lantang.


Lagi lagi terdengar suara bisik demi bisik di sekitar kelas.


"Mau kemana?" Tanpa Lala yang merasa heran dengan Rey.


"Ikut aja!" jawab Rey seenaknya.


"Udah sono, lagian kehadiran kalian dua di sini merusak mata suci kami, belum lagi membayangkan gimana mukanya Lala saat di ajak hu.. Mel bisa gak, gak usah bahas masalah pribadi mereka di sini, malu, gimana kalo ada yang dengar, kan ribet jadinya!" Ujar May lagi yang di angguk oleh Ella.


"Lo kok keluar, apa... syuttt.. Rey menutup mulut nya Lala dengan telunjuk nya. "Jangan ribut dulu, Ayo!" Ajaknya degan menarik tangannya Lala agar mengandeng tangannya.


Lala hanya mengikuti Rey membawanya. "Kita mau kemana sih?" Tanya Lala karna sejak tadi ia hanya musing musing sekitaran sekolah.


Tak ada jawaban dari Rey, Lala menghentikan langkah kakinya. "Rey.. gue cape lo muter muter, duduk dulu yuk!" Ajak Lala dengan suara membujuk. Rey berjala mendekati Lala dan tanpa adanya aba² dan persiapan dari Lala. Rey langsung mengangkat Lala.


"Gu..!" Tak jadi berucap kala melihat tatapan tajam nya Rey padanya.


...


Keduanya duduk di bawah pohon rindang yang terbilang cukup tua itu, "Kita gak apa nih, pada bolos?" Tanya Lala yang mulai membuka obrolan.


"Emang kalo kita bolos bakal di apain?" Tanya Rey balik.

__ADS_1


Lala mengangkat kedua bahu. "Gak tau lagian gue rasa ini pertama kalinya bolos!" Lala berucap sambil mengingat ingat.


"Tiga kali, jelasnya tiga kali sama ini!" Rey membenarkan ucapan Lala. Lala menyengir kuda sambil tersenyum kikuk, "Masa sih, kok gue gak inget ya?" Tanyanya yang memang gak ingat.


"Trus yang lo ingat apa?" Tanya Rey lagi.


"Lo playboy, tapi.. dulu, maga aja sekarang lo gak playboy lagi!" Ujar Lala yang membenarkan ucapannya saat melihat tatapan Rey.


"Bisa gak sih natap nya gak begitu, gue takut tau!" Omong Lala pelan. "Kalo mau bisik di sini, jangan sama angin yang ada gak bakal dengar nantinya!" Ucap Lala. "Gue rasa waktu lo dikandungan lo sering nguping ya, makanya gue ngomong pelan aja lo komen!" batin Lala.


"Hayo ngomongin apa?" Rey menarik kedua pipinya Lala dengan gemes., Lala melotot melihat tingkah laku Rey yang cepat berubah ubah.


...


Pulang sekolah.


Lala mendorong Rey agar duduk bagus di tempatnya. "Ingat ini di sekolah, bukan di rumah!" Omel Lala yang mengelap bibirnya. "Satu.. dua.. tiga.. tujuh.. oke tujuh kali dua empat belas. itu artinya empat belas kali jatah cium gue ke lo!" Rey berucap tanpa malu.


"Gak usah mikir yang aneh aneh deh!" Kesal Lala. "Letak keanehannya dimana?" Tanya Rey balik.


'Ya aneh lah, cari kesempatan dalam keadaan begini, mana bejatah lagi ogah!" Balas Lala lagi.


"Kan baru juga gue bilanggg..!" Jerit Lala yang memeganggi pipinya. tiba tiba saja kedua nya di kagetkan dengan suara ketukan pintu dari arah luar mobil.


karena Ella ikut pulang bareng, Suasana menjadi canggung. Ella memandangi kedua orang di depannya dengan tatapan heran dan rada segan.


"Gue ganggu kalian ya?" Tanya Ella dengan pelan. "Enggak kok!" Jawab Lala. sedang Rey menjawab kebalikannya. "Ganggu!" Keduanya saling tatap karna tak ada kekompakan di antara keduanya.


Karna deheman dari Pada Ella, dan suara klakson dari belakang. Akhirnya Lala dan Rey kembali ke posisi semula.


"La.. lo nanti sibuk gak, biar kita kerjain mtk barengan!" Ucap Ella yang tertuju ke Lala.


Lala melihat ke arah Rey terlebih dahulu, Rey mengganguk kecil, "Besok aja gimana, gue lagi males hari ini!" Kilah Lala padahal ia ingin sekali pergi, namun bukan bersama dengan Ella saja melainkan dua temannya itu.


"Ya udah deh, tapi bener ya!" Ella mencoba memastikan.


Lala menghadap ke arah Ella dengan jari jempol dan telunjuk yang menyatu, sehingga berbentuk oval.

__ADS_1


Rey merasa heran, jelas jelas ia mengijinkan Lala namun Lala menolaknya, dan memilih besok.


Setelah pulang daru mengantarkan Ella keduanya pun sama sama diam, Lala diam di temani dengan posel di tangannya.


Lala melotot saat melihat maminya mengirimi pesan padanya. "Rey.. ntar sore mami pulang!" Ucap Lala dengan senyum lebar. "Sore ini?" Tanya Rey.


"Hmm.. akhirnya Mami pulang juga!" Batin Lala gembira.


"Hmm.. kita berhenti di minimarket ya!" Pinta Lala dengan senyum bahagianya.


Rey tak menjawab namun ia mendengarkan apa yang di pinta oleh Lala.


...


Jam lima sore, Lala dan Rey sudah setia menunggu di depen bandara. "Matanya Lala tertuju pada sosok cewek yang berjalan dengan langkah capat yang memebelakanginya. "Kek nya gue kenal deh!" Batin Lala sambil melihat Rey di sampingnya.


"Rey, gue ke toilet ya, kebelet!" Pamit Lala yang langsung pergi begitu saja.


Niat Lala akan mendengar sosok wanita yang tadi berjalan kini harus ia tunda karna tiba tiba saja, Rey sudah berada di sampingnya. "Mau ketoilet juga?" Tanya Lala. "Iya temeni kamu!" Ujar Rey dengan merangkul Lala.


"Gak enek di liatin orang!" Ucap Lala yang melepaskan rangkulan Rey di pundaknya. "Cerewet!" Rey membalas ucapan Lala diiringi dengan mencium tangannya Lala.


"Biar abdol!" Ucap Rey yang tak memberikan Lala bersuara. "Udah gue tunggu di sini!" Ujar Rey dengan gaya coolnya. "Hihhh.. siapa juga yang minta di tunggu!" Ucap Lala yang mulai masuk ke kamar mandi wanita.


Lala terjatuh saat berjalan tanpa melihat sekitarnya. Bukanya jatuh karena licin atau apa, namun karna cekalan kaki seseorang yang dengan sengaja menghalangi jalannya.


"Mau lo apa?" Tanya Lala saat sudah berdiri. "Menurut lo gue mau apa?" Tanya Sabrina dengan mengacak pinggang. Lala menghela nafas nya diiringi dengan hembusan poninya.


"Aduh..!" Kini gantian Sabrina yang terjatuh. "Itu kan mau lo, atau masi kurang?" Tanya Lala dengan senyum miring. "Lo..!" Tunjuk Sabrina dengan emosi. "Jangan tunjuk tunjuk kak, yang ada lo dikir orang gila salah masuk toilet!" Ucap Lala yang langsung menutup pintu dengan kuat


Sabrina mengepalkan kedua tangannya, "Awas aja lo bakal gue buat sepuluh kali lipat dari ini!" Ujar Sanrina yang meninggalkan toilet. "Lala yang tadinya hanya ingin masuk toilet untuk sandiwara kini harus berjalan layaknya sebenarnya


'Ehem..!" Lala berdeham saat melihat Sabrina yang sedang berbicara dengan Rey. "Udah selesai?" Tanha Rey kepada Lala.


"Oke Rey, kalo gitu gue luan ya, thaks saran lo tadi!" Sabrina pergi setelah mengatakan itu.


"Ngapain?" Tanya Lala dengan kesal. "Masalah tugas sekolah!" Jawab Rey namun tak didengarkan oleh Lala. Lala sudah berjalan mendahului Rey yang masih di tempat.

__ADS_1


tedari tadi menunggu Lala


__ADS_2