My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab 16- Kekenyangan..


__ADS_3

...🌵...


...Kekenyangan.....


Rey kembali melanjut kan tidurnya ketika Lala keluar dari kamar nya. namun ia tak lama setelah ia memenjamkan mata ia kembali teringat jika ia lah yang membawa Lala ke rumahnya. dengan senyum licik, Rey mengintip apa yang sedang di lakukan Lala di depan rumah nya.


"Bosan ya nunggu gue!" Ucap Rey di selangi tawa. saat melihat wajah bete nya Lala dari jendela kamarnya.


Kemudian ia pun keluar dari kamar, menuju kamar miliknya. Ia mencari cari buku yang akan ia bawa ke rumah Lala, dan beberapa baju kaos tipis yang sering ia gunakan saat tidur. setelah selesai Rey memilih tak langsung keluar kamar, ia sengaja membuat Lala bertambah bosan di luar sana. Setelah dirasa cukup. Rey mengangkat tas yang berukuran tak terlalu besar itu ia ia tenteng di depan perut nya.


Ketika membuka pintu, ia langsung keluar kamar tanpa melihat keberadaan Lala di depannya, hingga membuat Lala yang tak seimbang pun jatuh ke belakang. bahkan Lala hampir saja di injak oleh Rey, jika saja Lala tak berteriak.


"Aduhhh..!" Lala mengelus elus pantatnya yang kebas, dengan memasang muka siap menerkam ke arah Rey.


"Sory, gue gak liat kalo ada orang!" Ucap Rey dan melongos pergi dari depan kamarnya, ia meninggalkan Lala begitu saja.



Lala meletakkan kepalanya di meja. "Coba aja les pertama ini buk wati gak masuk. pasti gue bisa tidur kan, walau cuma satu les!" Lala mengeluh di balik kedua temannya yang menutupi wajah miliknya.


"Aduh.. lo dua kenapa ribut banget sih, gue jadi gak bisa tidur!" Omel Lala pada dua temannya yang saja duduk di depan nya.


"Ini sekolah lo La. bukan kamar lo, untuk tidur!" Sewot Mely karena kesal oleh sikapnya Lala.


Lala menghela nafasnya kasar dan memandangi kedua sahabatnya secara bergantian.


"Lo begadang lagi ya, karena ngerjain tugas, liat tuh bawah mata lo hitam." Ucap Mely saat melihat mata Lala.


"Bukan begadang ngerjain tugas, tapi begadang karena ulah belalang hitam!" Ucap Lala dalam hati. karena gak mungkin ia mengatakan jika tadi malam dan malam sebelum sebelumnya ia tak bisa tidur karena ulah Rey, tamu tak diharapkan oleh nya.


"Keliatan banget gak?" Tanya Lala dengan mengambil kaca di dalam lacinya. Mata lala membulat.


"Gimana udah persis kan kayak mak lampir!" Ucap May dengan tertawa.

__ADS_1


"Gak lucu ah!" ucap lala kesal. "Kantin yuk belum sarapan gue!" Ajak May. "Gue ke kamar mandi dulu, ntar gue nyusul," Saut Lala dan berjalan mendahului kedua temannya itu.


"La.." Panggil Ryan yang membawa sebuah buku kearah Lala kini sudah keluar main sedang Lala baru saja keluar dari kamar mandi, entahlah sudah berapa kali ia bolak balik ke tempat itu, ia sendiri pun tak tau. Lala menghentikan langkah nya berarah menghadap orang yang memanggil namanya.


"Eh.. hai..!" Tah kenapa mulut nya memaksanya agar mengatakan itu. Ryan yang mendengar hanya tertawa kecil melihat tingkah orang yang kini sudah berada di depannya.


"Lo dari perpus?" Tanya Lala yang melihat dua buku berukura tebal di genggaman tangannya.


"Iya, Lo dari mana?" tanya Ryan balik.


"Oh.. gue! biasa kamar mamdi!" Lala berucap seraya memperbaiki roknya yang sedikit miring.


"Eh.. gue luan ya, si May sama Mely udah mangil." Pamit Lala dan meninggalkan Ryan begitu saja.


Niat nya Ryan ingin mengajak makan malam dirumahnya, tapi ia urungkan karena melihat Lala yang sudah berlari ke arah teman teman nya.


Lala mendekati dua makluk yang baru saja memanggil nya.


"Kenapa?" tanya Lala dengan muka jengah nya. Tampak Mely yang tersenyum senyum gak jelas.


"Biasa La, tadi abis liat Sabrina sama Rey berantem, jadi bawaannya senang." Jawab May yang juga ikut menepuk kening Mely sedikit keras.


"Tapi gue sebel, gara gara Mely gue jadi ketemu sama Bambang!" Omel May dengan memberengutkan bibirnya.


"Ih.. malah sebel, padahal gue sengaja buat lo bisa dekat lagi sama bambang!" Ucap Mely tanpa dosa.


"Sengaja, tapi gak gitu juga caranya, masa tiba tiba di anak nyubit tangan gue nih sampe merah, dah gitu main kabur kabur aja, berbekas lagi!" Omel May yang memperlihatkan bekas merah di tangan kanan nya.


"Gak ada niatan balas gitu?" Ucap Lala dengan sengaja ingin melihat ekspresi Mely.


"Udah barusan gue tepok kening nya!" Jawab May lagi.


"Hih.. ajaran sesat sama lo la!" Omel Mely sambil melihat Lala dengan nyalang. Tapi mata nyalangnya berubah saat Rey berjalan mendekati mereka dari belakang Lala.

__ADS_1


"Noh.. ada rival lo tuh di belakang lo!" Tunjuk May dengan gerakkan bibir. Lala menoleh dan mendapat kan Rey dibelakang nya.


"Apa?" Tanya Lala saat kini Rey hanya menatap nya saja sedari tadi.


"Gak ada, cuma pengen liat lo aja!" Ucap Rey dan pergi setelah mengatakan itu.


"Gak ada cuma pengen liat lo aja, gila jangan bilang rival lo naksir tuh ama lo!" Dengan sengaja May menyentil lengan Lala.


"Basi.. tau gak!" Setelah mengatakan itu Lala kembali berjalan ke kantin.


Pulang sekolah Lala dan kedua temannya sedang berada di salah satu cafe, mereka mengisi perut mereka yang sudah makan, padahal ketika perempuan itu sudah banyak makan waktu di kantin sekolah, tapi sekarang sudah makan lagi, bahkan lebih banyak porsi dari porsi di kantin sekolah tadi. Mely sudah nyerah dengan makanan yang masih banyak di meja depannya. berkali kali ia merigak karena sangat kenyang, namun berbeda dengan May dan Lala mereka tampak lebih seperti belum makan, masih menikmati makanan di depan mereka dengan tatapan tanpa ekspresi kenyang. Mereka sudah janji siapa yang lebih dulu menyerah sudah kenyang akan membayar makanan yang akan sedang mereka makan saat ini.


"Jadi lo nyerah ni?" Tanya Mey dengan tangannya yang memegangi ayam goreng sedang tangan satunya menegangi mangkuk sambal. "Iya deh gue gak majalah gue yang bayar!" Ucap Mely pada akhirnya. "Kenapa lo?" Kini Mely dan May beralih melihat Lala yang tampak diam dan tatapan kosong ke arah depan. Lala menggeleng kan kepala nya, namun sekilas setelah itu, kedua nya kaget ketika Lala berteriak


"Gue kenyang banget, gak bisa bangkit!" Ucap Lala dengan wajah nya yang ia dongak kan ke atas, namun ucapannya barusan mampu membuat para pengunjung di Cafe menatap tak suka ke arahnya termasuk kedua temannya.


"Ini cafe La, bukan rumah lo!" Omel Mely dan May berbarengan menepuk kening nya.


"Gue gak bisa jalan!" Ucap Lala dengan mata berkaca kaca.


"Gimana, mending lo yang bayar kan dari pada lo kekenyangan!" Ucap Mely sambil memukul ke arah perut Lala.


"Buncit juga ya kaya bumil!" Ucap Mely setelahnya ia mendapat pelototan dari kedua temannya.


"Bercanda!" Ucap nya dengan senyum sok imutnya.


"Gue mau boker we!" Ucap Lala setelah terjadi keheningan di antara ketiganya karena merasa kenyang juga. jadi mereka menunggu sambil makanan di dalam perut mereka bisa hilang. baru lah akan pulang.


Tanpa mereka sadari senyum tipis seorang cowok yang sedari tadi melihat ke arah Lala ketika berteriak tadi membuatnya merasa tertarik dengan sosok Lala. "Unik!" Ucap nya setelah melihat Lala berjalan pelan menuju kamar mandi dengan kedua temannya.


"Sabrina mendesis kesal saat lagi lagi ia di tolak pulang bareng oleh Rey. "Gue pulang langsung singgah ke rumah nya Ella, lo udah gue pesanin taksi, bentar lagi juga datang," Setelah mengatakan itu Rey melajukan mobil nya yang mengarah ke rumah Ella.


"Mentang mentang gak searah, lo abaikan gue Rey, gue pacar lo, bukan temen biasa lo, cuma gara gara Ella, cewek lemah penyakitan yang lo selalu bilang sahabat lo dari kecil. Gue gak bakal diam aja, lo liat aja gue gak bakal diam aja setelah sahabat lo itu baikan!" Sabrina berjalan cepat menuju pagar sekolah nya, dengan niat buruk yang ia akan sediakan untuk Ella jika sudah masuk ke sekolah ini.

__ADS_1


Lanjut??


okey. tunggu bab selanjutnya ya gais. jangan lupa tinggalkan jejek say


__ADS_2