My Anemy My Hubby

My Anemy My Hubby
bab87-Akhir dari kisah ¹


__ADS_3

Kini semua orang menatap ke dua sosok yang hilang tanpa kabar, dan datang tanpa di undang.


"Lo kemana aja sih May?" Tanya Mely antusias.


Kakinya langsung berjalan mendekati May yang langsung memeluknya.


"Di rumah!" Jawab May singkat.


"Lo ganti nomor kan, ponsel lo gak pernah aktif, semua hal tenteng lo ilang dari peredaran. mana sekali nimbul udah berbadan dua, noh sama, jangan jangan lo dua janjian ya?" Tanya Mely sambil tertuju ke Ella.


"Samaan sama guenya kapan?" Tanya Mely dengan cengo.


beberapa orang yang mendengarnya menggelengkan kepalanya.


"Sayang.. diem dulu oke!" Raih Bambang yang berusaha menenangkan kekasihnya. Ia kadang muak juga melihat tingkah Mely yang kagak jauh beda sama waktu SMA bahkan sampai mereka sudah wisuda.


"Nikahin gue cepet dong. gue juga pengen hamil tau!" Kesal Mely yang mengundang tawa mereka. ia menghempaskan tangannya dari genggaman Bambang.


"Gue hamilin sekarang mau?" Tantang Bambang.


''Nikahan dulu lah, baru sah!" Kesalnya yang mendapatkan tawa seisi meja.


Perdebatan keduanya pudar saat Ryan membantu May duduk di tempat kosong.


Kini tatapan semua orang tertuju dengan wajah tanya kepada dua orang yang menjadi asing bagi mereka semua. Asing karna tak ada kabar dan terbaur bagai bankai.


"Kita_" Ryan menggelengkan kepalanya memberikan isyarat pada istrinya.


"Biar gue aja yang jelasin!' Ucap Ryan yang di angguki oleh May.


"Kita dua sengaja gak kasih kabar ke kalian semua, karna gue gak mau mengganggu kalian yang sibuk. gue nikah bulan dua kemarin. lebih tepatnya tiga bulan sebelum lo nikah!" Tunjuk Ryan yang tertuju ke Bagas.


"Tunggu deh, jadi yang waktu itu lo keburu pulang, karna lo bawa May?" Tanya Bagas yang mulai mengingat.


"May ikut tapi dia gak gue bawak masuk. selain emang gue larang masuk karna ramai. gue juga gak mau buat dia susah. waktu itu May lagi hamil lima minggu, lagi mual mualnya! Jelasnya.


"Kalo tau gitu, aku yang datangin kamu May!" Ucap Ella dengan muka tak bisa di artikan.


Mata May dan Ella bertemu. mereka seakan memiliki cerita tersendiri yang ingin mereka uraikan saat itu juga.


Di antara Lala dan Mely. yang paling mengerti May saat itu hanyalah Ella. Ella pun begitu, ia juga sangat lebih dekat dengan May.


Namun di suatu hari, Ella tak pernah lagi mendengar kabar dari May. May bagikan angin yang pergi dengan sendirinya. dan datang dengan sendirinya, seperti saat ini.


Ella sempat berpikir jika May sudah tak menggangapnya sebagai teman curhat bahkan ia sendiri tak menemukan keberadaan May dimana. Karna rindu yang teramat dalam


Ella langsung berdiri dan memeluk May.


"Aku kengen tau!" Kesal Ella yang mencubit pipinya May. kedua bumil itu saling berpelukan melupakan kerinduan mereka selama ini.

__ADS_1


"Hilang tanpa kabar lagi, kangen!" Ucapnya sambil mengelus perut buncit May. "Gimana? gue berubah gak?"


"Sory. Uhkty!' Ucapnya dengan tawa. "Lo baik kek gini gue suka!" Puji May.


"Ini kan udah impian gue yang waktu itu, gak sia sia kan gue berlayar di negeri islam. yah selama ini Ella tinggal di turki, namun hanya sekitar dua tahun. selebihnya ia tinggal di Malaysia karna sang kakak berada di sana. dan sejak kepindahannya dari turki. Ella mulai mempelajari islam lebih dalam. dengan awalan hijab. dan berakhir seperti ini. ia juga berkeinginan untuk kedepannya agar menggunakan cadar.


Disana lah ia mulai kembali mengenal Bagas. sampai menikah.


"Gas. gak sia-sia ya usaha lo waktu itu!" Ucap May yang tertuju ke Bagas.


"Gak kayak gue, semua berakhir sia sia namun endingnya gue happy juga kok!" Ucap May dengan sendu yang mana ucapannya hanya di dengar oleh Ella. Ella mengelus pundaknya.


"Tapi gue bahagia sama suami gue!" Tunjuknya ke Ryan dengan senyum manisnya. "Malah mangkin hari mangkin ganteng aja!" Pujinya dengan mencubit pipi Ryan yang kebetulan berada di sampingnya.


Ryan yang mendapatkan cabitan dari calon mamy anaknya langsung menarik dan mencium pipi May sekilas.


"Waw roman bangat!" Jerit Mely yang paling heboh.


Hem


Dian merasa iri melihat orang di sekitarnya, semuanya berpasangan melainkan dirinya sendiri lah yang jomblo akut, padahal ia sudah mapan, baik, fisik juga gak jelek jelek amat, di atas kkm lah wkwkw.. kok jadi kkm emang ini ulangan?


Sedang Mely ia masih menatap temannya yang hilang tanpa jejek, dan muncul dengan berbadan dua, malah kaya mau pecah lagi. ia jadi ngeri sendiri membayangkan sulitnya berjalan dan bergerak.


'Sumpil, kalo saat ini si May kagak hamil gue jamin kalo gue gak bakal percaya kalo May nikah sama Ryan kan lo semua pada ta..." Mely berhenti berucap saat May memegangi perutnya.


Dian meremas rambutnya pelan. "Gue rasa acara akan kembali batal karna bakal ada season 2 nya nih, jika kemarin awal hamil yang ini lahiran." Tutur Dian.


Yang mendapat jempol dari Mely dan Bambang. Lala memberikan anaknya ke pangkuan Yaya. "Ya tolong jagain ya, Kakak sama Abang mau nyusul May ke rumah sakit!" Ucap Lala yang langsung pergi.


Belum sempat menolak rambutnya sudah di tarik oleh Revan dengan kuat. sontak hal itu membuat Yaya meringis kesakitan.


Ia pun memilih pulang yang diantar oleh Yogi.


"Bang kita berhenti di minimarket dulu ya, ada yang mau Yaya beli! " Tutur nya yang mendapatkan anggukan kecil.


"Titip Revan ya bang, jaga jaga latian. ahahaha..


Yogi terkekeh melihat tingkah Yaya. Tatapannya beralih ke anak yang bernama Revan itu. "Kalo lo gak ada, emak lo dah gue bawa kawin lari!" Kelakar nya dengan senyum miris.


"Apa mau bawak aku kawin lari? jangan dong kan masih sekolah, kalo udah tamat baru boleh ya!" Sambung Yaya yang memunculkan kepalanya di jendela.


"Dompet ketinggalan!" Ujarnya sebelum Yogi memanggilnya.


"Beneran gak mau abang ajak nikah sekarang?" tanya Yogi dengan wajah menggoda.


Yaya terdiam. "Enek aja, masi kecil tau!" Kesalnya yang melemparkan dompetnya ke Yogi. Sekilas ia tersenyum setelah mengingat ucapan Yogi barusan.


"Kenapa? gak jadi nolak?"

__ADS_1


"Jadi ih..!" kesalnya yang mengambil dompetnya kembali. dengan gerakan refleks Yogi mencium pipi kirinya Yaya.


"Dasar. Yogi mesum. aku aduin ke bang Rey!"


"Gak mesum gak enek sayang!" Ucapnya lagi kini mencium pipi Yaya kembali.


Yaya mendelik dengan hati bahagia. namun bahagianya teralihkan saat melihat sosok di samping Yogi. Yogi pun melihat ke arah mata Yaya menatap.


"Ada anak kecil sayang!" Ucap Yaya dengan panik. "Gimana nanti kalo dia aduin aku ke papinya?"


...


Suasana siang yang kurag mendukung, dengan cuaca yang sedikit mendung membuat ke empat sahabat itu berkumpul di sebuah restoran, gak lain milik Mely.


"Gak nyangka, besar juga ya usaha lo!" Ujar Lala yang baru pertama kali ke restoran Mely.


"Mau pesan apa biar gue pesanain nih!" Tuturnya yang sudah ada seorang pelayan di sampingnya .


"Karna lo yang ajak, karena ini tempat punya lo jadi lo kan yang bakal teraktirin kita kita?" Tanya May.


"Siap.. gue lagi baik hari ini, khusus buat sehabat ketek gue mah bebas hari ini," Jawabnya sambil menyebutkan semua pesanan yang di minta ketiga temannya.


"El. nih anak kapan nih lahirannya, kok gue rada serem ya liat nya, buncit buanget tau!" Seloroh Mely. "Gue liat lo jadi keinget May yang mau lahiran di saat kita lagi reunian, dan yang buat gue herannya lagi, Lala juga lakuin yang sama, tapi bedanya dia awal hamil. bahkan gue sempat gak konek saat Lala pingsan. ambyar deh ingat nya" kekehnya dengan meminum kopi di depannya.


Tak lama mereka mengobrol singkat sekilas tenteng masalah mereka masing-masing. "Jadi lo juga punya usaha sendiri El?" Tanya Mely mulai tertarik.


"Yup.. tapi khusus untuk pakailah syar'i aja, kan gue emang khusus yang begituan, tapi itu di malaysia yang jalannya Kakak gue sama suaminya.


"Rencana nya gue juga mau buka di daerah Jakarta ini, tapi gue belum dapat tempat yang pas!" Jelasnya.


"Kalo lo gimana May?" Kini giliran May yang di tanya oleh Mely.


"Gue lebih suka masak, jaga anak, sekaligus melayani suami, gue juga sempat kerja sebelum gue nikah, gue jadi sekretaris di sana, tapi pas gue dah nikah, karna sesuai kesepakatan gue gak kerja, ya udah tinggal begini deh gue!" Jawabnya dengan enteng.


"Gak nyesel gitu, masa lo cape lama sekolah akhir akhirnya jadi wanita rumah setelah nikah!" Tutur Mely.


May menghentikan gerakkan tangannya. 'Gue gak bakal nyesel, apalagi gue udah nikah, udah seharusnya bukan. kewajiban seorang wanita gak bakal hilang dari kata yang gue bilang tadi. karna gue memilih pria yang menerima gue apa adanya. mendengarkan semua rasa yang gue rasa degan seribu luka, bahkan gue gak bisa bayangin gimana gue bisa nikah sama Ryan."


Ucapnya panjang lebar.


Ella yang tadi tak terlalu mendengar ucapan May kini menjadi serius. Melihat tatapan tanya dari Ella. membuat May tersenyum tipis.


"Mau lo semua percaya atau gak, tapi kisah gue sama Ryan itu terbilang unik." Tawa May terdengar di seisi ruangan.


"Kita sama sama manusia yang bersatu dari pelarian_" Ucapnya dengan sengaja menjeda.


"Dua pria berbeda dengan satu wanita yang sama!" Sambungnya. "Gue menyukai pria yang menyukai wanita yang sudah bersuami, sedang Ryan menyukai wanita yang pria gue sukai, unik bukan!" Jawabnya dengan senyum kecil. ia meneguk minuman menghilangkan semua rasa sakitnya. Ella menjadi paham arah pembicara May saat ini.


Aduh tangannya udah lemas jadi sampai di sini aja ya kakak... Ini cerita aku lanjuti dengan satu bab lagi...

__ADS_1


__ADS_2