
Acara resepsi selesai, mereka kemudian pulang ke rumah masing-masing. Megan tampak kelelahan, seharian berdiri mengenakan heels. Rasanya ia ingin cepat-cepat sampai di kamar lalu tidur. Kedua orang tua Dexter juga akan menginap di rumahnya.
"Dorothy, bantu anak-anak mandi dan temani mereka tidur. Mereka akan kembali sebentar lagi bersama mommy dan daddy," ucap Dexter mengajak Megan menuju kamar mereka.
"Aku ingin tidur sebentar sebelum mandi, rasanya lelah sekali," ucap Megan. Dexter kemudian mengangguk.
Setibanya di kamar, Megan langsung menjatuhkan dirinya di atas kasur empuk masih dengan pakaian yang sama yang dikenakannya saat resepsi.
"Sayang..." panggil Dexter melepas sepatunya. Megan tidak menjawab karena wanita itu sudah tertidur.
"Apa dia benaran tidur?" batin Dexter melangkahkan kakinya menuju ranjang dan melihat Megan yang sudah tidur pulas. Dexter kemudian tersenyum sebelum mengecup bibir Megan.
"Baiklah.. aku akan memberimu waktu untuk tidur sebentar. Karena setelah itu kita tidak akan tidur satu malam ini," gumam Dexter pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
__ADS_1
Tak lama kemudian Dexter keluar dari walk in closet hanya dengan mengenakan boxer nya saja . Ia melihat ponselnya, ada beberapa pesan masuk dari sepupunya. Dexter melihatnya dan tertawa saat kedua sepupunya itu mengiriminya berbagai posisi untuk melakukan hubungan intim.
"Dasar sepupu laknat. Memangnya mereka pikir aku tidak ahli dalam berbagai gaya," gumam Dexter tertawa pelan.
Dexter menaruh kembali ponselnya di atas nakas lalu naik ke atas tempat tidur. Membaringkan tubuhnya di samping Megan sembari menatap wajah cantik istrinya. Hingga tak terasa, ia mengantuk dan tertidur.
******
Ia teringat dengan kado yang diberikan kedua sahabatnya untuknya. Megan mengambil kado tersebut dan membukanya. Saat membukanya Megan terkejut melihat isi kotak kado tersebut.
"Astaga.. apa maksud mereka. Aku tidak akan memakainya. Malu sekali. Mana transparan banget lagi," gumam Megan merona. Membayangkan dirinya memakai lingerie merah menyala pemberian kedua sahabatnya. Bukannya tidak suka, hanya saja ia malu memakainya di depan Dexter. Membayangkan dirinya memakai benda itu, seperti penggoda ulung saja. Ia kemudian menyimpan kotak itu, karena takut jika Dexter melihatnya. Megan yakin pria itu pasti akan memaksanya untuk memakai itu.
Megan kemudian memilih untuk mengeringkan rambutnya yang masih sangat basah dengan hair dryer. Tiba-tiba pikirannya terbayang dengan malam pertama mereka. Pipinya seketika merona.
__ADS_1
"Apa yang sedang kami pikirkan? wajahmu merona," ucap Dexter entah sejak kapan berdiri di belakang Megan.
"Ka... kapan kamu bangun," tanya Megan tampak salah tingkah.
"Baru saja.." balas pria itu mengambil alih alat pengering rambut dari tangan Megan. Ia kemudian mengeringkan rambut Megan.
Beberapa menit kemudian, rambut Megan sudah kering. Ia lalu menyisir rambutnya dengan Dexter yang masih setia berdiri di belakangnya.
"Sudah.." ucap Dexter mengambil sisir dari tangan Megan dan mengangkat tubuh Megan.
"Aku tidak tahan lagi sayang.." Dexter menjatuhkan tubuh Megan di atas ranjang empuk mereka. Hingga membuat gaun tidurnya tersingkap ke atas. Pria itu kemudian menindih tubuh Megan.
"Dex..." Megan terbelalak saat merasakan milik Dexter sudah mengeras. Dexter menyeringai lalu meraup bibir sexy Megan.
__ADS_1