My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 21: Calon Menantu


__ADS_3

"Benarkah? seperti apa calon menantu mommy itu?" tanya Clarence penasaran. "Apa mereka salah satu dari antara wanita-wanita mu sebelumnya," tanya Clarence lagi.


"Tidak mom, mommy pasti belum pernah melihatnya. Aku saja baru bertemu dengannya," ucap Dexter kembali menatap Megan yang sedang membentuk sebuah pola di atas map yang dipegangnya. Mungkin ia sedang bosan.


"Bagus kalau begitu, kamu harus segera mendapatkannya. Seperti apa calon menantu mommy itu?" tanya Clarence.


"Sangat cantik mom. Dengan tubuhnya sangat proporsional. Apalagi dibagian dadanya," balas Dexter menatap tubuh Megan dari atas hingga kebawah menyeringai.


Megan yang bisa mendengar pembicaraan ibu dan anak itu bergedik ngeri. Ia mulai tidak nyaman di atas sofa. Beberapa kali tangannya terlihat mengusap bagian belakang lehernya. Meskipun ia tidak tahu siapa wanita yang Dexter maksud.


"Mom, aku tutup panggilannya dulu ya. Aku sedang kedatangan tamu. Bye mommy cantik.." ucap Dexter mengakhiri panggilan mereka.


Megan bangkit dari sofa, melangkahkan kakinya menuju meja Dexter.


"Maaf Pak, saya ingin mengantarkan berkas dari Pak Alvino. Beliau sedang ada sedikit masalah, maag nya sedang kambuh dan memerintahkan saya untuk menggantikannya mengantar berkas ini," ucap Megan menaruh berkas di atas meja.

__ADS_1


Dexter bangkit dari kursinya menatap wajah Megan yang terlihat gugup. Pria itu perlahan mendekatkan wajahnya ke arah Megan.


"Apa kamu sedang menggodaku," ucap Dexter menarik sudut kiri bibirnya. Megan menggeleng tidak mengerti maksud Dexter.


"A..apa maksud anda.." balas Megan terbata, wajah pria itu semakin dekat dengan wajahnya. Tatapan Dexter turun ke bawah, spontan Megan mengikuti pergerakan mata Dexter.


"Akh.. dasar mesum..." pekik Megan mendorong wajah Dexter. Megan menutup dadanya dengan kedua tangannya. Bagaimana tidak, dua kancing teratas bajunya terbuka, menampilkan sedikit bra merah miliknya dan jangan lupakan dadanya yang sedikit menyembul.


"S...sa..saya permisi dulu Pak," ucap Megan terbata.


"Oh ya, mereka sangat menggoda," pungkas Dexter tersenyum simpul. Megan mengabaikan perkataan Dexter dan keluar dari ruangan itu dengan cepat.


"Lihatlah tampang mesumnya itu, menjijikkan sekali. Dasar cabul. Aku ingin meremukkan wajahnya itu hingga hancur," kesal Megan masuk ke dalam lift.


Sementara Dexter sedang berimajinasi di dalam ruangannya. Sesekali iya menyeringai.

__ADS_1


"Ohhh... sh*ttt.... bagaimana bisa milikku mengeras hanya dengan membayangkan wajah wanita itu," batin Dexter.


*****


Dexter ingin menjemput kedua anaknya ke sekolah, sekaligus ingin mengajak mereka untuk makan siang bersama. Tanpa sengaja, ia bertemu lagi dengan Megan di Lobby. Wanita itu dengan cepat pergi. Seakan menghindarinya. Dexter menghardik kan bahu tidak peduli. Dexter berjalan santai menuju parkiran.


Tiba di depan sekolah, kedua anaknya sedang duduk menunggu kedatangannya.


Dexter turun dari dalam mobil, kedua anaknya berlari menghampiri Dexter yang sudah merentangkan kedua tangannya degan lebar.


"Daddy..." ucap keduanya berlari ke dalam pelukan Dexter. Satu minggu ini, Dexter tidak bisa menjemput kedua anaknya seperti biasanya karena sibuk.


"Apa daddy tidak sibuk lagi," tanya Amber.


"Untuk beberapa minggu ini mungkin tidak. Jadi daddy bisa menjemput kalian seperti biasanya," ucap Dexter mencium kedua anaknya.

__ADS_1


"Hore..." pekik Amber dan Archer senang.


"Ayo.. daddy mau mengajak kalian makan siang di luar," pungkas Dexter membawa tas kedua anaknya dan memasukkannya ke dalam mobil.


__ADS_2