My Crazy Boss & His Twins

My Crazy Boss & His Twins
Bab 63: Calon Menantu


__ADS_3

Satu bulan lebih sudah hubungan Dexter dan Megan. Sejauh ini hubungan keduanya semakin baik. Megan tidak merasa canggung lagi dengan Dexter. Ia mulai terbiasa dengan kebiasaan pria itu yang selalu melontarkan kata-kata romantis untuknya, sifat manjanya dan terkadang suka memaksa, sifat cemburu dan posesifnya dan satu lagi, sifat mesumnya yang semakin hari semakin menjadi-jadi.


5 hari ini Megan dan anak-anak di rumah tanpa Dexter. Pria itu pergi ke London untuk urusan bisnisnya. Dan selama itu juga Dexter jarang menghubungi mereka. Megan tidak tau pasti apakah pria itu akan pulang dalam waktu dekat ini. Megan merindukan pria itu. Sepertinya sifat Dexter yang tidak bisa jauh darinya menular padanya sekarang.


"Nona.. tuan Dexter sudah kembali..." ucap seorang pelayan menghampiri Megan yang sedang menemani Amber dan Archer tidur di sofa karena kelelahan bermain-main.


"Benarkah.. " pungkas Megan senang berlari menuju pintu depan dan melihat Dexter yang baru saja turun dari mobil.


"Dex...." panggil Megan berlari menghampiri Dexter. Pria itu melihat kekasihnya yang sangat dirindukannya berlari menghampirinya. Dexter merentangkan tangannya tak sabar ingin memeluk Megan.


"Hap.." Megan memeluk pria itu.


"Kenapa tidak bilang kalau kamu akan pulang. Aku dan anak- anak merindukanmu," ucap Megan mendongak. Menatap wajah tampan Dexter.

__ADS_1


"Maafkan aku sayang.. aku hanya ingin memberi kalian kejutan saja," balas Dexter mengecup bibir Megan berkali-kali. Tanpa memperdulikan dua orang disampingnya yang menatap mereka dengan senyum-senyum.


"Kamu juga jarang menghubungi kami," ujar Megan memukul dada Dexter dan mengerucutkan bibirnya.


"Maaf Sweetheart, jadwalku sangat padat selama di sana," ucap Dexter mengecup leher jenjang Megan.


"Ekhemm.. sepertinya kami hanya akan menjadi penonton disini," ucap Clarence, ibu Dexter.


"Astaga mom.. aku hampir lupa dengan kalian karena menantu kalian ini," ucap Dexter terkekeh. Seketika Megan melepaskan pelukannya dengan Dexter saat mendengar perkataan pria itu. Ternyata ia tidak sadar jika kedua orang tua Dexter ada disana.


"Hai.. bibi, paman... saya Megan. Maafkan atas ketidaksopanan saya. Sungguh.. saya tidak fokus tadi," ucap Megan terlihat takut mengulurkan tangannya untuk menjabat kedua orang tua Dexter. Megan tentu saja sudah mengenal mereka meskipun ini pertemuan pertama mereka. Karena beberapa foto mereka ada dirumah Dexter. Dan beberapa kali Megan juga bertanya pada Dexter tentang orang tuanya. Dexter memang ingin mengenalkannya pada kedua orangtuanya.Hanya saja dalam satu bulan ini mereka ada di London, di rumah Briana adik perempuan Dexter.


"Tidak apa-apa nak, kami maklum kok," balas Clalence membalas jabatan tangan Megan. Selama di pesawat, Dexter sudah menceritakan Megan padanya dan suaminya. Jadi mereka juga sudah mengenal wanita itu karena Dexter menunjukkan fotonya pada mereka.

__ADS_1


"Selamat sore paman, senang bertemu dengan anda," ucap Megan ramah.


"Jangan terlalu formal nak, panggil daddy saja," ucap Elrick tersenyum.


"Tapi saya___"


"Kami lebih senang kalau calon menantu kami memanggil kami mommy dan daddy," ujar Clarence.


"Baiklah mom, dad.." ucap Megan sedikit canggung. Mungkin karena pertama kalinya.


"Oh ya... dimana kedua cucuku yang menggemaskan itu? aku sudah merindukan mereka," ucap Clarence tidak sabar menemui si kembar.


"Mereka sedang tidur mom.." pungkas Megan.

__ADS_1


"Yah... tapi tidak apa-apa. Aku akan membangunkan mereka," pungkas Clarence berjalan masuk ke dalam rumah Dexter.


__ADS_2