
Beberapa menit berlalu mereka sudah tiba di rumah Edward. Aron yang membuat pintu terkejut bercampur senang karena aunty dan teman si kembar datang.
"Kalian datang..." ucap Aron senang.
"Ayo Amber, Archer. Aku akan tunjukkan adik perempuan ku pada kalian," ujar Aron menarik tangan Amber. Mereka tidak sabar untuk melihat si kecil Sienna. Di sekolah, Aron selalu menceritakan adiknya pada teman-teman satu kelasnya.
"Dia itu sangat imut," ujar Aron senang. Dexter dan Megan mengikuti mereka dari belakang sembari membawa hadiah untuk Sienna.
"Siapa yang datang A___" ucapan Alma berhenti saat Amber dan Archer berlari ke pelukannya.
"Ternyata cucu grandma yang datang," ujar Alma senang mencium kedua anak itu. Dua minggu ini mereka tidak bertemu.
"Hai grandpa," ucap Amber berlari kepelukan Harold.
"Wow.. cucuku makin besar setelah 2 minggu tidak bertemu," ucap Harold mengangkat tubuh Amber.
Dexter dan Megan yang baru saja masuk ke kamar Edward dan Freya menyapa calon mertuanya itu.
"Ya ampun... keponakan aunty imut sekali seperti auntynya," ujar Megan senang tak sabar untuk menggendong bayi kecil yang sedang tidur tersebut. Freya dan bayinya baru kembali satu hari yang lalu dari rumah sakit. Kedua orang tua Freya juga sudah pulang ke rumah mereka.
"Kak, boleh aku menggendongnya," ujar Megan. Freya lalu mengangguk. Megan lalu mengangkat tubuh bayi kecil itu dengan hati-hati dan membawa Sienna ke dalam gendongannya.
__ADS_1
Bayi mungil itu sedikit menggeliat, " Cup..cup...cupp.. ssstt, ponakan aunty tidur lagi ya," ucap Megan pelan. Megan lalu duduk di sofa. Amber dan Archer tidak sabar untuk melihat bayi itu. Keduanya lalu naik ke sofa dan berdiri.
"Mom.. bayinya mungil sekali," ucap Amber dengan mata takjub melihat Sienna. Aron mendekat lalu melihat adiknya di pangkuan Megan.
"Wajah Sienna kok mirip kak Edward lagi sih," ujar Megan.
"Tentu saja mirip, dia itu benih ku. Memangnya mau mirip siapa lagi," timpal Edward yang duduk di tepi ranjang.
"Harusnya kamu itu mirip sama mommy kamu. Daddy kamu itu jelek kalau versi perempuan," ujar Megan bercanda membuat mata Edward membulat. Sementara yang lain tertawa. Apalagi Dexter yang tertawa kuat. Seketika mendapat tatapan tajam dari Edward. Dexter lalu menutup mulutnya dan menahan tawanya.
"Hei.. apa-apaan kamu. Sienna pasti akan lebih cantik dalam versi ku daripada Freya. Betul kan sayang," ujar Edward menatap istrinya.
"Iya.. iya.. terserah kamu saja. Asalkan kamu senang," ujar Freya.
"Aku juga kemarin menggendongnya," timpal Aron.
"Benarkah? aku juga mau mom," ucap Archer.
"Okay, tapi hanya sebentar saya ya sayang... Amber kamu duduk dulu sayang," ucap Megan. Alma lalu membantu Amber untuk mengatur posisi tangannya saat menopang tubuh Sienna.
"Wow... Amber pengen punya adik juga. Amber ingin menggendongnya setiap hari," ucap Amber menatap bayi mungil itu.
__ADS_1
"Bilang saja pada daddy mu dan aunty Megan untuk membuat adik kalian. Dulu Aron juga bilang sama daddy. Tapi membuatnya tidak cepat. Makanya Daddy bilang tidak boleh menganggu kalau daddy dan mommy lagi buat adik. Dulu daddy dikit-dikit bilang mau buat adik kalau Aron mau tidur di kamar mereka," ucap Aron dengan polosnya membuat Freya jadi malu.
"Hei.. anak kecil. Itu rahasia kita,," ucap Edward.
"Opps.. Aron lupa dad," ucap Aron menutup mulutnya dengan tangannya.
"Astaga sayang, apa saja yang sudah kamu katakan pada putra kita," ucap Freya mencubit perut Edward.
"Dad, mom.. Amber pengen punya adik," ujar Amber membuat Megan terbelalak.
"Archer juga, mau adik laki-laki dad. Kami tidak akan mengganggu kalian kok," timpal Archer.
Megan dan Dexter saling menatap. Megan bingung harus menjawab apa kepada si kembar.
"Nanti kalau daddy sudah menikah dengan mommy, kami akan membuat adik untuk kalian, tenang saja," ujar Dexter.
"Hore..." ujar Amber dan Archer. Aron juga ikut bersorak. Suara ketiga anak itu membuat Siena terbangun lalu menangis.
"Ya ampun... baby nya bangun.." ucap Megan berdiri lalu menimang-nimang bayi itu. Sienna tetap menangis.
"Meg.. berikan padaku. Sienna mungkin lapar," ucap Freya. Megan kemudian memberi bayi itu pada Freya.
__ADS_1
"Oke, kalian keluar dulu. Sienna mau minum susu," ucap Edward mengusir yang lainnya.
"Dasar posesif.." ujar Megan lalu mengajak yang lainnya keluar.